
Batang Kayu Waruda
"Rara, gaswat banget nih! hayo cepat kita kembali ke rumah mu sekarang."seru saras yang mendadak muncul di atas meja Rara.
Saat itu Rara masih mengikuti pembelajaran dari guru matematika, karena waktu pulang sekolah masih lama, sekitar dua jaman lagi.
"Saras! kamu ini apa-apaan sih, selalu saja muncul secara tiba-tiba begitu. bisa gak sih kalau kamu mau muncul itu, kasih tanda dulu ke apa ke gitu. biar aku gak sawan melulu kaya begini, bisa-bisa nanti aku malah mati muda deh, gara-gara sawan melulu."umpat Rara kesal sambil memukul meja.
"Rara ada apa? kenapa kamu memukul meja di saat jam pelajaran sedang berlangsung."tegur bu ita guru matematika Rara, yang langsung bangkit dari duduknya.
"Maaf bu saya tidak sengaja. soalnya tadi ada lalat di atas buku pelajaran saya, makanya saya langsung pukul aja."bela rara
"Ya sudah, cepat selesaikan tugas mu."kata bu ita lalu kembali duduk lagi disinggasananya.
"Rara, kamu harus segera pulang ke rumah mu saat ini juga. soalnya ayah mu dalam bahaya, NYI Lasmini akan mencelakai ayahmu. cepat Ra waktu kita tidak banyak, kalau sedikit saja terlambat semua bisa jadi kacau."jelas saras
"Apa! ratu kuyang jelek itu mau mencelakai ayahku. Oh, ini tidak bisa dibiarkan!"ucap rara reflek menggebrak mejanya kembali.
Alhasil semua murid yang berada di dalam kelasnya, langsung menoleh ke arah Rara. bahkan bu ita pun sama, ia juga melihat Rara dengan tatapan matanya yang mematikan.
"Ada apalagi Rara! apa masih ada lalat lagi di atas buku mu?"tanya ibu Ita yang langsung menghampiri Rara.
"Bukan bu, tadi saya reflek aja. soalnya saya terkejut karena dapet kabar dari rumah, kalau ayah saya sedang ada dalam masalah besar. kalau begitu saya pamit mau ijin pulang duluan ya bu. bolehkan, soalnya ini emergency banget loh bu, darurat! "ucap rara yang langsung berlari meninggalkan ruangan kelas tanpa mendengar ucapan boleh atau tidak dari ibu ita.
"Rara.....!!!! ibu kan belum bilang dijinin atau tidak kalau kamu pulang duluan." teriak ibu Ita.
Rara pun tak memperdulikan teriakan bu ita yang memanggilnya, ia malahan terus saja berlari tanpa menoleh sedikit pun ke belakang.
"Iiihhh jadi gemes sendiri deh! murid ku yang satu ini memang suka kebiasaan, kalau mau pergi ya main pergi aja gitu. padahal kan aku belum bilang boleh apa gak, eh dia udah main pergi gitu aja. tapi walaupun dia begitu, dia itu murid terpintar di kelas ini."gerutu ibu ita saat Rara sudah tak terlihat di pandangannya lagi.
Rara memang anaknya selalu seperti itu, kalau saja dia dapat kabar darurat dari saras sosok teman arwahnya itu. bahwa ada seseorang yang perlu di bantu olehnya, Rara pun langsung pergi begitu saja. Rara tidak pernah perduli walaupun ia masih dalam kelas belajar, atau dia lagi dalam waktu santainya. dia akan segera pergi untuk menolong seseorang yang tengah membutuhkan pertolongannya itu.
Tapi walaupun Rara suka nekat seperti itu, dia itu adalah murid terpintar di kelasnya. karena Rara selalu menyeimbangkan masalah sekolahnya dengan masalah kehidupannya.
Karena semenjak ia berkenalan dengan saras, sosok teman arwah yang menemaninya terus dari Rara kecil hingga saat ini. sejak saat itulah Rara bisa melihat makhluk tak kasat mata yang lainnya, bahkan semakin Rara tumbuh dewasa ia malah suka membantu para makhluk halus yang sedang dalam masalah. karena masalah di dunianya belum terselesaikan, makanya mereka bergentayangan tak punya tujuan.
Bukan itu saja, Rara juga suka membantu orang banyak yang sedang dalam keadaan prustasi dan ingin bunuh diri akibat masalah berat yang di deritanya. maka Rara pun akan segera datang menyadarkan perbuatan salahnya, agar mereka tak jadi mengambil jalan salah dengan cara bunuh diri. itu pun juga dibantu oleh saras. karena semua informasi itu di dapat dari saras, Rara hanya melengkapinya saja.
Apalagi sekarang posisi ayahnya sendiri yang sedang dalam masalah, makanya ia panik dan pergi begitu saja saat jam pelajaran sedang berlangsung. karena Rara gak mau kalau orangtua satu-satunya yang saat ini ia punya, sampai kenapa-napa atau dalam bahaya.
Dengan kekuatan yang dimiliki saras, Rara pun kini sudah tiba dengan cepat di rumahnya.
"Hey dasar makhluk jelek! jangan kau berani atau pun mencoba-coba menganggu ayahku ya!" seru Rara yang langsung menimpuk kinan dengan botol air minumnya.
Kinan yang saat itu tengah dirasuki oleh NYI Lasmini dan sedang berada di atas badan radit. langsung membalikan badan, akibat timpukan dan seruan suara keras Rara tadi. untung saja posisi mereka saat itu masih ada pakaian yang melekat di badan keduanya, kalau saja gak ada itu sangat pemandangan tidak baik untuk Rara.
__ADS_1
Pada saat itu Radit hanya mengenakan celana pendek saja, sedangkan kinan masih memakai pakaian seragam kerja. hanya saja seragam kerja yang kinan kenakan saat itu, di bagian kancing tepat di dadanya sedikit agak terbuka. lalu rok hitam plisket panjang yang kala itu tengah kinan kenakan tersibak ke atas sedikit.
Untung saja Rara tepat waktu datang kesana, kalau saja telat mungkin ayahnya dan kinan sudah melakukan hubungan terlarang itu. itu semua bisa terjadi juga, akibat pengaruh ilmu sirep yang NYI Lasmini lakukan ke ayahnya.
"Dasar anak kecil kurang ajar! beraninya kau kepada ku!"umpat kinan sambil menggeram.
"Aku ini bukan anak kecil lagi, nenek peyot! dasar setan jelek, beraninya memakai tubuh orang lain untuk melakukan aksi jahatmu. kalau kau itu memang sakti dan hebat, lakukanlah semuanya itu sendiri, jangan menggunakan tubuh orang lain."maki Rara dengan lantang.
"Jangan kau ganggu ritual ku, cepat sana pergi! atau aku akan menghabisi mu." ancam kinan sambil menunjuk Rara.
"Hey setan jelek! beraninya ngancem-ngancem doang. liatin aja siapa yang akan di habisi duluan, aku atau kamu! lagi pula yang harusnya pergi dari sini itu, ya kamu. karena ini rumah ku, sedangkan kamu makhluk lancang yang sudah berani masuk ke dalam rumah ku tanpa ijin. udah gitu mau mencelakai yang punya rumah lagi."ancam Rara balik sambil mengacungkan sebuah batang kayu kecil berwarna coklat tua.
"Kayu waruda! "batin NYI Lasmini dengan sorot matanya yang membulat tajam.
"Kenapa? kamu terkejut ya setan jelek! apa kamu takut dengan kayu ini?"kata Rara sambil nyengir dan menyodor-nyodorkan batang kayu tersebut ke arah kinan.
"Cepat jauhkan batang kayu itu dari ku!"sergah kinan dengan langkah yang di mundurkan.
"Kalau aku gak mau gimana? sekarang kamu pilih deh setan jelek, mau di usir secara lembut atau secara kasar? hayo buruan tinggal pilih aja ko." kata Rara sambil memukul-mukul batang kayu itu ke tangannya.
"Dasar anak kecil keras kepala! memangnya kau itu berani mengusirku? tapi kau bisa dapat batang kayu waruda itu dari mana?"tanya NYI Lasmini antusias.
"Mau tau aja apa mau tau banget! kalau mau tau aja, aku gak tau. tapi kalau mau tau banget, kayu ini aku dapat dari.... dari mana ya. kasih tau gak ya.." goda Rara sambil cengar-cengir.
"Aku ini adalah RATU KUYANG sang penguasa alam kegelapan dan bukan anak kecil seperti dirimu. jadi kau jangan bertele-tele seperti itu, cepat katakan saja kau itu bisa dapat kayu waruda dari mana?"bentak NYI Lasmini kesal.
NYI Lasmini yang berada di tubuh kinan pun histeris dan berteriak-teriak kesakitan, lalu tak selang berapa lama kinan pun pingsan.
Rara pun segera menyadarkan ayahnya yang masih terbaring kaku di atas kasurnya, dengan kedua mata yang melotot tajam menatap ke atas langit-langit. soalnya kan tadi radit lagi di sirep oleh NYI Lasmini, sedangkan kinan dia sudah di sadarkan oleh saras, dan sekarang kinan sudah bangun dari pingsannya.
"Ayah, bangun dong! masa iya orang di sirep udah di sadarin masih gak mau bangun juga. mata ayah juga udah bisa merem sekarang, sebenernya ayah itu pingsan apa bablas molor sih." ucap Rara ketus sambil menepuk dan mengguncangkan badan radit.
"Apa sih Ra, berisik banget deh ah! ayah masih ngantuk banget tau. lagian juga masih malem Ra, masa mau berangkat ke sekolah."oceh radit sambil menggeliat manja.
"Iiihhh.... ayah ngeselin deh! tuh kan bener ayah malah bablas molor." grutu Rara kesal.
Saras dan kinan pun hanya bisa tertawa, melihat kelakuan kocak ayah dan anak ini.
"Rara, coba tante kinan aja yang bangunin ayah kamu."ujar kinan yang langsung naik ke atas ranjang di mana Radit tertidur.
"Radit sayang..... bangun dong. yu kita pergi ke istanaku." kekkekek... "kata kinan meniru suara dan tawa saat dirinya dirasuki NYI Lasmini.
"Iyuuuhh.... gak sudi gue ikut sama lu, dasar makhluk jelek menyeramkan."balas Radit yang langsung melonjak bangun dari tidurnya.
"Akhirnya bangun juga! emang dasar ya, ayah itu udah mirip kaya kebo."umpat Rara kesal.
__ADS_1
"Ko gitu sih, Ra. masa ayah kamu yang ganteng ini dikatain kaya kebo."sahut Radit.
"Rara awas! kamu jangan pernah dekat-dekat dengan wanita jadi-jadian ini." Radit langsung menarik tangan Rara dengan kencang.
"Ayah apa-apaan sih pake tarik-tarik tangan aku segala, kan sakit yah. lagian tante kinan itu orang baik ko, dia juga bukan wanita jadi-jadian. "bantah Rara sambil memegangi tangannya.
"Kamu gak pernah liat sih, Ra. kalau wanita itu lagi berubah ke wujud aslinya. tadi aja pas ayah di pabrik, ayah ketemu dia. terus dia malah berubah jadi aneh gitu, terus kenapa ayah bisa ada disini ya ra? terus ada kamu juga lagi di sini. terus bukannya kamu itu harusnya masih ada di sekolah kan ra? terus....." oceh Radit.
"Terus.... terus melulu, udah kaya tukang parkir aja nih ayah."sahut Rara.
"Tau nih ayah kamu aneh banget ra! asalkan kamu jangan aneh kaya ayah kamu juga ya." timpal saras berbisik ditelinga Rara.
"Gak lah, maksudnya gak lah salah alias bener. lagi pula aku yang lebih aneh lagi ketimbang ayah ku, buktinya aku malah mengobrol sama arwah. kalau orang lain liat, pasti aku di bilang aneh juga kan." kata Rara sembari duduk di samping ayahnya.
"Kamu bicara sama siapa Ra?" tanya radit sambil celingak-celinguk.
"Biasa yah, sama saras teman arwah ku."jawab Rara lalu merangkul ayahnya.
"Berarti di sini ada arwah seram itu dong. iiihhh pantesan aja bulu ketiak ayah langsung berdiri." kata Radit sambil bergidik.
"Ayah, dimana-mana itu bulu kuduk yang berdiri, bukan bulu ketiak."sahut Rara ketus.
"Hey! kenapa kamu masih disini, cepat pergi jauh-jauh dari sini!" usir Radit kepada kinan.
"Pak Radit saya mohon, maaf kan apa yang telah saya lakukan tadi. soalnya tubuh saya selalu di rasuki oleh NYI Lasmini, agar saya bisa mendekati pak Radit. saya juga tidak mau melakukan semua perintahnya, tapi saya tidak punya pilihan lain. karena nyawa adik dan ibu saya dalam bahaya kalau saya menolak perintahnya." jelas kinan sambil betekuk lutut.
"Ah jangan alasan kamu, sudah jelas kamu itu anak buahnya iblis tua itu."bantah Radit.
"Ayah apa yang dikatakan oleh tante kinan itu benar adanya, tubuh dia memang dikuasai oleh kuyang jelek itu. jadi semua perbuatan yang telah dia lakukan tanpa dia sadari." bela Rara.
"Aku dan saras akan membantu tante ko, agar tante dan keluarga tante bisa terbebas dari jeratan iblis jelek itu. tapi tante harus bantu kita juga, untuk melawan dan memusnahkan iblis jahat itu. karena aku juga ingin bunda ku bisa terbebas dari jeratan iblis itu, dan bisa kembali ke alamnya yang sebenarnya dengan tenang." papar rara dengan menitikkan air mata.
Akhirnya dengan kejadian itu, saras, Rara, Radit dan juga kinan pun mulai menyusun rencana. mereka semua akan berusaha mengalahkan NYI Lasmini tepat purnama ke sembilan nanti. waktu purnama ke sembilan tinggal empat belas hari lagi, jadi mereka masih ada waktu untuk mempersiapkan semuanya.
Kini radit pun sudah tidak takut lagi, kalau dia bertemu atau pun berhadapan dengan kinan. soalnya kinan waktu itu sudah menjelaskan kepada Radit, tentang asal usulnya kinan bisa bertemu dengan NYI Lasmini si ratu kuyang itu.
Ternyata NYI Lasmini itu sangat takut sekali dengan batang kayu waruda, soalnya dulu ia sempat di kalahkan oleh seorang ahli agama dengan batang kayu tersebut. NYI Lasmini ternyata dulunya itu adalah seorang dukun ilmu hitam yang terkenal sangat sakti, ternyata dia juga memiliki ilmu kuyang. banyak sekali ibu-ibu hamil yang meninggal akibat ulahnya.
Karena warga setempat kesal, akhirnya mereka semua mencoba menghabisi NYI Lasmini dengan cara di bakar hidup-hidup. tapi anehnya ia tidak mempan di bakar, lalu ia di penggal kepalanya tapi tetap tidak bisa. malahan parang atau pedang yang di pakai untuk memenggal kepalanya, malah terbelah menjadi dua bagian.
Para warga yang sempat menghakiminya secara sadis pun, langsung dibuat mati di tempat oleh NYI Lasmini. akhirnya datanglah seorang pria muda dengan memakai sorban putih dikepalanya, lalu menghabisi NYI Lasmini dengan menusuk jantungnya menggunakan batang kayu waruda. seketika NYI Lasmini pun langsung kejang dan mati, lalu jasadnya di kuburkan di dalam hutan, lebih tepatnya di bawah sebuah bukit. namun tiba-tiba saja bukit itu longsor dan menimpa pusara NYI Lasmini. sehingga pusara NYI Lasmini tertutup rata dengan tanah tanpa berbekas sedikit pun.
Kayu waruda itu adalah pohon berduri yang sangat langka sekali, pohon itu hanya tumbuh di dalam hutan kaseram. tidak ada satu orang pun yang sanggup memasuki hutan kaseram, karena di dalamnya itu di huni oleh siluman ular besar dan banyak sekali makhluk seram.
Ternyata saras bisa mendapatkan batang kayu waruda itu, dari sosok arwah bernama wila. dan wila bisa mendapatkan batang kayu tersebut, dari kampungnya semasa ia hidup dulu. wila menemukannya di bawah tanah pohon kiyujan. ternyata wila itu dulunya tinggal satu kampung dengan ustadz amir, seorang pria muda yang telah mengalahkan NYI Lasmini. tapi ustadz amir kini sudah meninggal dunia, sedangkan batang kayu wiruda itu ia kubur di bawah pohon kiyujan secara sembunyi-sembunyi. karena ustadz amir gak mau kalau sampai ada yang menyalah gunakan batang kayu waruda itu.
__ADS_1
Wila bisa mengetahuinya karena dulu ia pernah membuntuti ustadz amir, saat ustadz amir mau menguburkan batang kayu wiruda itu tepat di bawah sebuah pohon kiyujan. makanya saat wila mendengar cerita saras tentang NYI Lasmini, ia langsung mengambil batang kayu tersebut di bawah tanah pohon kiyujan. setelah itu wila segera memberikannya kepada saras. sedangkan saras lalu memberikannya kepada Rara, untuk mengalahkan NYI Lasmini tepat bulan purnama ke sembilan nanti.