
Kejadian Lalu terulang lagi
Kembali Lagi guys, selamat membaca...😊😊
_____________************______________
Pagi ini seperti biasnya aku sudah bangun dan membuatkan rara sarapan pagi, hari ini aku membuatkan rara nasi goreng seafood kesukaannya komplit telor ceplok di atas nasi.
"Taraaa.... nasi goreng seafood plus telor ceplok sudah siap. baginda harap sang putri menyukainya." ujarku sambil menaruh piring berisikan nasi goreng seafood ke atas meja.
"Hhhmm, terimakasih ayahanda sepertinya nasi goreng seafood ini enak sekali. bolehkah saya langsung mencobanya."balas rara sambil mencium aromanya dan bersiap dengan sendok dan garpu di kedua tangannya.
"Silahkan tuan putri yang cantik jelita."ucapku lalu duduk di samping Rara.
Tapi baru saja aku mendaratkan bokong ku disna dan baru mau menyuapkan nasi ke dalam mulutku, Rara sudah berteriak sehingga membuat aku terkejut saja.
"Ayah jangan duduk disini..!!"pekik Rara.
"Kenapa Ra, ko ayah gak boleh duduk disini?"tanyaku heran.
"Ayah lupa ya, kalau disini kan tempat duduknya saras. tadi ayah sudah duduki saras, kasian tuh jadinya saras kesakitan." jawab rara sambil mengusap-usap bangku kosong disebelahnya.
Karena aku gak mau memperdebatkan itu di pagi ini, akhirnya aku pun pindah duduk di sebrang Rara dan mengiyakan perkataannya. soalnya rara suka ngambek bahkan mengurung diri di kamarnya, kalau aku memarahinya dan tidak mempercayai ucapan nya tentang teman tak nyatanya yang bernama saras itu.
Bagiku Rara adalah segalanya di dalam hidupku saat ini, karena setelah kepergian kamaya hanya dialah orang yang aku sayangi melebihi apapun didunia ini. jadi sebisa mungkin selama dia masih ada dan aku juga masih ada di dunia, aku akan berusaha membahagiakan nya.
"Oh, iya maaf ya saras, saya gak sengaja."ujarku berpura-pura.
"Ayah kata Saras dia juga pengen nasi goreng buatan ayah, masih ada kan yah?"ujar Rara sehingga membuat aku makin bingung saja.
Semenjak kamaya tidak ada Rara suka aneh seperti itu, bicara sendiri, bermain sendiri dan semuanya aku cuma melihat dia sendiri. aku sempat takut kalau Rara terganggu mentalnya, karena kepergian bundanya tapi menurut pemeriksaan dokter Rara tidak apa-apa.
__ADS_1
"Masih ada ko, nanti ayah ambilin dulu ya di dapur."ucapku lalu pergi mengambil sepiring nasi goreng dan ku taruh di atas meja di samping Rara.
"Tuh ayah, kata saras nasi goreng seafood buatan ayah itu Mak nyoss!!"ujar Rara sambil tersenyum lebar ke arah ku dan mengangkat kedua jempolnya.
"I..iiiya, makasih ya saras."ucapku sambil menelan salivaku.
Kami pun akhirnya makan bersama pagi itu, setelah selesai aku pun bersiap siap mengantarkan Rara untuk kesekeloh barunya.
karena hari ini tepatnya hari pertama kalinya Rara masuk bangku SMP, Rara juga sudah bersiap-siap dengan perlengkapan MABIS nya (masa bimbingan siswa). dengan memakai topi kerucut yang dibuat dari kertas karton dan rok rumbai-rumbai yang dibuat dari tali rapiah, selain itu Rara juga membawa pom pom warna warni ala cheerleadres .yang dibuat dari pita krap dan juga terdapat tulisan besar di sebuah kalung kertas karton berwarna pink, bertuliskan nama Rara Kumalasari di depan dadanya.
Entahlah Kaka kelas yang membimbing nya aneh-aneh saja, memperlakukan anak baru yang mau masuk seperti itu. ya, selagi tidak membahayakan bagiku tak apalah, mungkin buat pelajaran dan seru-seruan tersendiri.
*****
Setelah mengantar kan Rara ke sekolah barunya, dan memastikan sebentar melihat berjalannya masa MABIS disekolah nya. aku pun mulai beranjak pergi meninggalkan sekolah Rara, untuk menuju ke tempat kerjaku.
Namun baru saja aku mengendarai mobilku beberapa meter saja untuk menuju jalan besar, terlihat banyak sekali warga yang sedang berkerumun di sebuah rumah kecil yang berdinding dari anyaman bambu.
Lagian setelah kejadian 4 tahun yang lalu, aku memutuskan untuk tinggal di sebuah desa saja agar membuat suasana baru. tepatnya di desa kayu manis, aku membeli sebuah rumah disana dan mulai membangun usaha baru lagi. soalnya usaha ku yang lama sudah gulung tikar akibat ekonomi yang menimpaku, dikarenakan kebakaran itu menghabiskan harta bendaku.
Akupun memberhentikan laju mobil yang ku kendarai sesaat, tapi mesin mobil masih dalam keadaan menyala. tepatnya aku berhenti di sebuah halaman besar dekat rumpun bambu, disana juga aku melihat 3 orang ibu-ibu yang sedang mengobrol serius. jiwa penasaran dan kepo ku pun mulai terpanggil, aku pun menguping sebentar pembicaraan mereka.
"Serem ya lihat jenazahnya Bu Likma."ucap salah seorang ibu kepada dua orang lainnya.
"Iya tau, kayanya kematiannya gak wajar deh."timpal salah satunya.
"Pak Raden punya ilmu sesat kali, maknaya istrinya ditumbalin gitu. kan sebelum Bu Likma meninggal pak raden pergi gak tau kemana, terus dia tiba-tiba dia muncul kan."ghibah ibu satunya lagi yang berbadan gendut dan pendek.
"Ehhmm, maaf ibu-ibu semuanya!! gak boleh loh kalau kita membicarakan kematian seseorang, apalagi menerka penyebabnya itu gak baik dan bisa jadi fitnah keji."tegur seorang laki-laki mengenakan peci hitam saat mendengar percakapan ketiga orang ibu itu.
"I..iiya pak Raden, ma..maaf sebelumnya!! kami semua turut berduka cita ya, kami juga mau permisi pulang."
__ADS_1
Ucap mereka bertiga gelagapan dan menunduk malu lalu pergi, Karena mereka bertiga ketahuan menggunjing almarhum sampai kedengaran oleh suaminya yaitu pak Raden.
Jiwaku yang kala itu sudah mulai merasa meronta-ronta agar kepo atas pendengaran ku tadi, akhirnya mesin mobil yang sedari tadi menyala langsung kumatikan. aku pun mulai turun dari dalam mobilku, lalu berjalan menuju rumah tersebut untuk memastikan ada apa.
"Pak!! maaf ada apa ya ko rame sekali di rumah itu?"tanyaku pada seseorang yang lewat.
"Ooh, aya anu maot kang! pamajikanna pak Raden, serem euy nemponageh."ucap pria dengan kain sarung dililit dilehernya.
yang artinya: ada yang meninggal kang, istrinya pak Raden. serem ih ngeliatnya.
"Emm maaf!! kalau boleh saya tau emang meninggal nya kenapa ya mang?"tanyaku menelisik berharap dijawab.
"Ulah gandeng-gandeng nya, die atuh akangna."ucapnya lirihnya sembari menyuruhku mendekat dan merapat padanya.
yang artinya: jangan berisik ya, sini dong abangnya.
lalu pria tadi yang ternyata bernama mang iming itu pun, menceritakan semuanya kepadaku secara detail.
Ia berkata, katanya ibu likma tadi subuh ditemukan tetangganya sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya. kondisi jenazahnya saat meninggal sangat mengenaskan, dengan mata melotot tajam dan lidah yang terjulur keluar, selain itu dia juga dalam keadaan telanjang setengah badan sedang mengangkang.
Terlihat juga bekas luka robek menganga di mulut rahimnya, serta sisa bekas darah yang sudah pada mengering di sekitar ************ nya. selain itu bayi yang saat itu Bu Likma kandung, juga sudah tidak ada lagi di dalam rahimya gak tau hilang entah kemana.
Karena posisinya saat itu buk Likma hanya tinggal seorang diri saja di rumah, karena suaminya pergi entah kemana saat ia mengetahui bu Likma hamil muda.
Seketika saat aku mendengar penuturan mang iming tadi, aku pun langsung terkejut sampai membuat nafasku tesedak dan sesak nafas. untungnya saat itu mang iming langsung sigap menolongku, dengan memijit-mijit punggung ku pelan dan memberikan aku segelas air sehingga keadaan ku kembali normal lagi.
Kejadian itu seperti memutar kembali rekaman masa laluku dulu, masa lalu menakutkan dan menyedihkan yang sudah aku buang jauh.
*****
Bersambung.....
__ADS_1
Bantu dukungan nya ya rieders....dengan cara vote, like, and komentar positif dan serunya.😊