Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Kamaya terlihat aneh


__ADS_3

Kamaya Terlihat Aneh


Happy Reading....😊😊😊


*****


Gemericik hujan di malam yang sunyi sepi ini, di tambah dengan dentuman suara petir yang saling bersahut-sahutan. membuat tubuh ku terlonjak dan kaget, lalu ku tarik selimut tebal yang berada di ujung kaki ku hingga menutupi seluruh tubuh ku sampai ke leher.


Badan ku pun terasa sangat menggigil sekali, karena hawa AC yang masih terasa di ruangan kamar yang remang ini. ku lihat sekelebatan bayangan yang terbang mendekati arah lemari. walau pun dalam keadaan remang, tapi aku masih bisa melihat dengan jelas bayangan itu.


Ternyata yang terbang barusan adalah sesosok kepala, namun kemana badannya? yang terlihat hanya ada seperti tali yang panjang menjuntai, "Betulkah itu tali, atau apa?" racau ku di dalam hati sambil ku mengintip dari balik selimut.


Perlahan, pintu lemari ku terbuka dengan lebar.


KRIIIEEETTTT! "terdengar suara khas lemari, walau pun aku sudah biasa mendengarnya. namun kali ini rasa nya sangat menyeramkan, bulu kuduk ku mendadak meremang semua. lidah ku pun terasa kelu, kini pandangan mata ku terfokus dan tertuju pada sosok kepala itu.


Ya allah! apakah itu? dan dimana kamaya? aku masih bingung, ingin rasa nya aku bangun dan lari keluar kamar. tapi rasanya tubuh ku sangat kaku sekali, aku tak bisa berbuat apa-apa selain hanya memasrah kan diri kepada sang ilahi.


Ku tunggu beberapa menit, kepala yang tadinya masuk kedalam lemari baju ku, kini terlihat ada kaki yang mulai keluar dari dalam lemari.


"Kamaya, ngapain dia ada disitu? lalu kemana perginya sosok hantu kepala tadi?" aku mulai menghela nafas panjang, akhir nya badan ku bisa di gerakan juga. aku pun langsung menutup mataku dan berpura-pura tidur, walau pun rasanya aku sangat takut sekali saat itu.


Kini jantung ku berdetak dengan sangat cepat, ku pejamkan kedua mataku, agar kamaya tak tau bahwa aku tadi sudah terbangun.


"Ayah!"


Deg! "apa kamaya tau, kalau tadi aku sudah kebangun?"tanya ku di dalam hati.

__ADS_1


"Ayah! selimut nya jangan di gulung sendiri gitu dong, bunda juga kedinginan nih!" Ucap nya sambil mengguncangkan bahuku.


"Eh, bunda! maaf deh Bun. soalnya a.. ayah juga kedinginan sekali." ucap ku terbata-bata


"Oh ya, bunda habis dari mana? kok rambut bunda agak basah begitu?" tanyaku menyelidik.


"Bunda.. bunda tadi.."jawabnya sedikit gugup.


"Cie.. Cie... pasti bunda abis keramas tengah malam ya? kok nggak ngajak-ngajak ayah sih Bun, kan biar kita bisa sambil mesra-mesraan di kamar mandi." goda ku mencair kan suasana.


"Yah, apapun yang nanti akan terjadi terhadap bunda. ayah masih mau kan menerima bunda?" tanya kamaya dengan linangan air mata.


Deg!


Rasanya, pertanyaan kamaya tadi membuat hatiku sedikit bergidik, sekaligus membuat ku semakin takut akan kehilangan dirinya.


Jujur saja, untuk saat ini aku masih menyimpan banyak sekali pertanyaan di dalam otak ku ini. tentang apa yang aku lihat barusan dan apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh kamaya.


Ku pandangi wajah kamaya, yang sudah mulai terlelap. raut wajahnya nampak pucat sekali, walaupun masih tetap cantik. binar keindahan kini mulai memudar, terlihat rambut kamaya mulai bercampur dengan warna putih/uban.


"Padahal kan kamaya belum tua banget, bahkan usia kamaya jauh lebih muda di bawah ku. tapi kenapa ya? tiba-tiba saja rambut kamaya sudah mulai beruban." kata batinku yang terus saja meracau mempertahankan semuanya.


Kemudian ku usap lembut wajah kamaya, lalu ku kecup mesra kening nya. namun wajah yang dulu nya sangat lembut dan mulus, kini terasa sedikit agak kasar. ada apa dengan kamaya? baru saja kemarin kami merayakan ulang tahun rara, dia masih terlihat baik-baik saja. namun kenapa setelah itu, sikapnya perlahan mulai berubah menjadi sedikit dingin dan murung.


*****


"Rara, ayo cepetan kita pergi sekolah, soalnya udah siang nih."ajak ku sambil menunggu rara menghabis kan susu coklat yang dia minum.

__ADS_1


"Iya ayah! rara juga dah selesai kok sarapannya, susu coklatnya juga sudah habis." timpal rara sambil mengelap mulut kecilnya.


Setelah 10 menit aku menunggu rara selesai sarapan dan menghabiskan susu coklatnya. aku pun segera beranjak dari meja makan dan menuju garasi. untuk memanaskan mobilku sebentar, sebelum ku kendarai menuju ke sekolahan rara dan berlanjut menuju kantor.


"Ayah! mulai dari sekarang, ayah harus lebih sering-sering ya buat nemanin rara. karena jika suatu saat bunda sudah gak ada lagi di sini, jadi ayah gak merasa kebingungan buat urusin rara." ucap istri ku sambil ia merapikan dasi dan kemeja ku sebelum ku masuk ke dalam mobil.


"Bunda ngomong apaan sih! kita itu akan terus sama-sama Bun. apapun yang akan terjadi, kita akan tetap bersama-sama, denger itu." tegas ku lalu mengambil tas kerja ku dari tangan kamaya dan mulai masuk ke dalam mobil.


"Ayah pergi dulu ya, assalamualaikum bun."kata ku sambil menyodorkan tangan kanan ku dan mulai melajukan mobilku ke luar pagar rumah.


Namun seperti biasa istriku hanya tersenyum manis dan mencium tangan ku, sebelum aku pergi bekerja ke kantor dan mengantar rara ke sekolah. setelah aku dan rara pergi, kamaya pun segera masuk ke dalam rumah.


"Eh ibu-ibu semuanya! udah pada denger gak sih berita viral hari ini. kalau tadi malem itu ada yang melihat kuyang lagi terbang." cetus bu yatmi yang sedang membeli sayuran di depan rumah bersama ibu-ibu yang lainnya.


"Iya bener bu yatmi! katanya sih kuyang itu terbang ke arah komplek kita ini, pindah dari kompleks sebelah sana."timpal bu warsih.


"Tapi sayang ya, tadi malam hujan turun sangat lebat, jadi pak jarwo gak sempat lihat kemana kuyang itu terbangnya." sahut bu lila.


Aku yang saat itu baru mengendari mobilku sampai luar pagar rumah saja. langsung memberhentikan laju mobilku dan terdiam dulu di depan sana. karena mendengar percakapan ibu-ibu tukang gosip tadi, soalnya rasa kepo di diriku ku sudah mulai meronta-ronta di jiwaku.


"Kamaya?" tiba-tiba saja aku teringat kamaya.


Lalu ku urungkan niat ku hendak menanyakan perihal kejadian semalam. kepada ibu-ibu yang sedang asik bergosip ria di pagi hari.


Aku pun bergegas menghidupkan kembali mobilku dan langsung melajukannya, menuju sekolahan rara baru ke kantor tempat ku kerja.


*****

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2