Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Ternyata Istriku Kuyangnya


__ADS_3

Ternyata Istriku Kuyangnya


Happy Reading...😊😊😊


****


"Ayah, rara mau makan itu." ujar rara sambil menunjuk sayur capcay yang ada di atas meja.


"Gak boleh! rara itu harus makan bubur buatan bunda aja." sahut kamaya tegas.


"Gak mau bunda! soalnya saras bilang, rara gak boleh makan bubur lagi." balas rara merengek.


"Saras! siapa dia ?" kamaya mengerutkan satu alis nya bertanya kepada rara.


"Sudah-sudah! ngapain sih pake acara di ributin segala. rara sayang, mau makan sayur capcay kan? sini hayo, temenin ayah makan." ajak ku sambil menepuk-nepuk kursi di sebelah ku.


"Sudahlah bun! biarin aja rara mau makan sama ayah, mungkin rara sudah bosen makan bubur terus setiap hari." ucapku membela mencoba merayu kamaya dengan merangkulnya.


Mata kamaya kini menatap tajam ke arah rara, seperti ada kekesalan dan kebencian yang di lontarkan oleh kamaya. namun, semua itu seperti nampak bukan di tujukan untuk rara.


"Udah gak apa-apa! kamu jangan sembunyi terus di belakang aku dong, bunda aku baik kok orang nya." Ucap rara seperti meraih sesuatu.


Terlihat, kepala rara sedikit berangguk-angguk. di susul lirikan mata kamaya yang semakin lama terlihat semakin tajam dan melotot.


"Kalian berdua kenapa sih? rara sini ayo makan sayang, rara mau makan yang mana sayurnya? sayur capcay, apa sayur tumis labu?" tanya ku sembari menunjuk berbagai macam sayur.


"Rara, mau semuanya ayah! Oh ya, kata saras salam kenal buat ayah. kata saras juga, ayah itu orang yang baik !" ujar rara sembari menyuap semua makanan ke dalam mulut kecilnya.


"Salam kenal juga dari ayah, tapi kok ayah gak bisa lihat saras, ya?" balas ku dengan santai walau pun rasanya badan ku terasa bergidik.


"Saras! kamu gak usah takut, sama bunda ku! bunda aku gak marah kok, kamu disini aja ya sama aku, ayok kita makan sama-sama" ucap rara mengajak temanya yang bernama saras.

__ADS_1


Aku pun hanya bisa melongo, melihat tingkah laku rara. sementara itu kamaya dari tadi hanya diam dengan muka datar nya, sambil menatap tajam kearah kursi di samping rara.


Aku bingung sekaligus penasaran, siapa saras itu sebenarnya? apakah itu teman nyata atau cuma teman halusinasi rara saja.


"Bun, menurut kamu rara itu punya kelainan gak sih?" tanya ku sambil membelakangi kamaya.


"Menurut ayah?" tanya nya balik.


"Lah kok bunda malah nanya balik sih! kan ayah barusan nanya sama bunda! apa rara punya sixth sense atau sejenisnya gitu bun?" tanya ku antusias sambil menatap kearah kamaya.


Hem!! kamaya hanya mengangkat kedua bahunya. sebenarnya selama ini aku tau, kalau ada yang di sembunyikan oleh kamaya dariku. tapi aku selama ini diam dan berpura-pura biasa-biasa saja, sambil sedikit-sedikit aku mencoba mencari tahu nya sendiri semua itu.


Kenapa? kenapa coba, kamaya tidak memboleh kan rara makan-makanan pada umum nya. Bubur? dan kenapa gitu harus bubur aja? bukan kah makan-makanan yang komplit itu sangat sehat, tidak hanya cuma makan bubur saja!.


*******


Jam sudah menunjukan pukul 00:30 dini hari, namun aku belum bisa untuk tidur juga. ku lihat dalam remang kamaya sudah bangun dari tidur nya, kali ini aku tidak ingin memanggil nya. aku pun memperhatikan kamaya saja, dari balik selimut yang menutupi seluruh tubuh ku.


KRIIIEEETTTT!


Suara khas dari lemari itu terdengar sangat horror, tak berapa lama keluarlah sosok kepala tanpa badan. namun dia membawa lengkap organ dalam dari tubuhnya, mataku terbelalak. ingin rasanya aku menjerit, tapi ku usahakan untuk membekap mulut ku sekuat mungkin.


Bayangan itu pun mulai keluar melalui jendela kamar kami, dan lemari itu pun tertutup pelan kembali setelah sosok kepala itu keluar.


Aku pun lekas bangun dan bergegas menuju ke arah lemari baju ku. ku buka pelan agar aku tak mengejut kan kamaya. mungkin kah kamaya sedang pingsan di dalam lemari, akibat ulah makhluk itu? namun apa yang aku lihat tak seperti yang kupikirkan tadi, aku pun terkejut hingga membuat tubuh ku terjatuh lunglai.


Tak ku temui kepala kamaya di sana, terkecuali badan dengan leher yang bolong seperti tidak mempunyai organ dalam di dalam tubuhnya.


Kamaya? kau kah itu! ternyata kamu lah kuyang yang selama ini telah meneror dan membunuh warga. tak ku sangka istri sebaik dan selembut kamaya, mempunya sifat yang sangat jahat. ternyata kamaya tidak lebih dari iblis bertopeng, yang bersembunyi di balik wajah malaikat.


Aku fikir kamaya adalah istri yang paling terbaik di dunia ini, bahkan bidadari dan malaikat pun tak bisa ku bandingkan dengan kamaya. tapi aku tak menyangka istri yang aku sayangi selama ini, adalah sesosok jelmaan kuyang.

__ADS_1


"Ya Allah! kenapa ini semua harus terjadi kepada keluarga kecil ku." airmata ku meluruh lutut ku mulai goyah, tubuh ku gemetar rasanya aku ingin pingsan, namun raga ku enggan.


Tung! Tung! Tung!


Terdengar suara pentungan yang sangat keras dari arah luar rumah, sepertinya suara itu dari para bapak-bapak kompleks yang meronda.


"Itu kuyang nya!" Teriak salah satu warga.


Cepat ku hapus airmata ku, aku pun langsung berlari ke arah luar dan membuka pintu depan.


"Ada apa bapak-bapak?" tanya ku pada seorang warga yang paling belakang.


"Tadi ada warga, yang lihat kuyang di sekitaran sini pak radit." jawab pak irman yang sedang memegang pentungan.


Deg! apa itu kamaya? mudah-mudahan jangan sampai ada yang melihat kamaya ada disini.


"Pak, apa itu! kayak nya ada yang terbang dari arah sana deh." pekik ku sambil menunjuk-nunjuk kearah kompleks sebelah.


"Ayok semuanya kita kesana." seru pak Imran.


Setelah para warga pergi, untuk mengejar hal palsu yang ku tunjuk tadi. sementara itu pula aku pun melihat kamaya, ia mulai keluar dari balik pohon dan menuju arah jendela kamarku. perlahan ia mulai masuk, aku pun berusaha makin mengecoh warga, dengan membawa mereka menjauh dari halaman rumah ku.


Janjiku padamu akan ku tepati kamaya, ta'akan pernah sedikit pun aku mengingkarinya.


****


Bersambung....


Kembali author ingatkan, jangan lupa like, vote, and komentar serunya ya. agar author tau kalau banyak yang menunggu kelanjutan cerita ini. dan jangan lupa masukan novel ini, di list favorite, agar kalau author melanjutkan ceritanya kalian tidak ketinggalan....😊😊😊


Terimakasih....😊😊 salam manis😘😘😘

__ADS_1


Jangan lupa, mampir juga di novel othor yang berjudul Dendam Arwah Anjani..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2