Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Syal Kamaya Terlepas


__ADS_3

Syal Kamaya Terlepas


"Bun, kejadian kemarin malam kok serem banget ya? terus kenapa arwah bu nina bisa marah banget begitu, sambil nunjuk-nunjuk ke arah kamu, bun?" tanya ku kepada istriku.


"Bunda juga gak tau yah..!! namanya juga arwah gentayangan yang mati penasaran. kalau ayah juga penasaran dan kepo, tanya saja langsung kepada arwahnya." ucap istriku kesal sembari membanting pisau roti yang dia pegang.


"Gak ah bun! kurang kerjaan banget kepo sama arwah penasaran. Iya deh bidadari ku yang cantik jelita jangan ngambek gitu dong." goda ku sambil mencolek dagunya yang lancip.


Istriku pun langsung membawa piring kotor ku ke dapur, dengan memasang muka masamnya. sambil ia juga menghentak-hentakan kaki nya kelantai keramik. ya mungkin istriku sangat kesal sekali, dengan pertanyaan ku barusan.


Pada saat istriku ingin memasuki pintu menuju dapur, tiba-tiba saja syal yang istriku kenakan nyangkut di gagang pintu. istriku hampir saja terjatuh ke lantai, namun aku langsung sigap menangkap tubuhnya yang hampir jatuh.


Ahh rasanya sangat romantis seperti Romeo and Juleha. Uppsss Juliet maksud nya hehe.


Syal yang istriku kenakan saat itu pun terlepas dari leher nya, saat kami sedang asyik saling pandang memandang. sampai istriku terlupa kalau syal nya itu sudah terlepas, kini mata ku langsung teralih kearah leher istri ku.


"Bun leher kamu kok!" belum juga aku selesai berbicara, istri ku langsung melepas kan pelukannya dariku. ia langsung meraih syal nya yang tersangkut di gagang pintu, lalu istriku mengikatnya lagi ke lehernya. kamaya pun terlihat begitu gelapan dan merasa canggung.


"Bun, leher kamu kok baik baik saja sih? seperti tidak ada bekas lukanya sedikit pun? bukan nya kejadian 7 tahun silam telah membuat leher mu nyaris putus, jadi gak mungkin gak ada bekas luka dan jahitan nya?" tanya ku antusias.


Istri ku pun sedikit berlari ke arah dapur, iya dapur yang tak pernah aku lihat selama aku berumah tangga dengannya. terlihat istri ku begitu sangat ketakutan dengan pertanyaan ku barusan, ia sengaja menghindari diriku, agar aku diam dan tak bertanya kembali kepadanya.


Aku pun ikut mengejar nya sambil mulutku meracau terus, dengan berbagai pertanyaan yang belum di jawab-jawab juga olehnya. kini sampai lah aku ke dalam dapur nya yang tak pernah aku injak sama sekali selama ini.


Istri ku pun berhenti di dekat wastafel tempat pencucian piring, nafas nya seperti terengah engah. air matanya pun perlahan mengalir membasahi pipinya, entah sebab nya apa aku masih bingung dengan tangisan nya kali ini.


"Ayah masih mempertanyakan hal yang paling mengerikan itu? dimana nyawa ku dan nyawa rara hampir melayang, dan kini ayah masih mencurigai ku?" ucap istri ku sesenggukan.


"Ayah minta maaf banget, Bun! bukan maksud ayah ingin membuka kisah kelam masa lalu.

__ADS_1


tapi ayah kira selama ini bunda pake syal itu, karena bunda malu dengan keadaan leher bunda yang tidak sempurna..!! namun nyatanya, leher bunda tidak kenapa-napa dan tidak ada bekas nya sedikit pun?"ucap ku menyelidik


"Apakah salah..!! jika luka itu sudah hilang yah? bunda pernah mencoba browsing di internet, kalau minyak zaitun itu bisa menghilang kan bekas luka yah. lalu bunda mulai mencobanya, bahkan sering melakukan cara itu. alhasil, bekas luka di leher bunda pun memudar."ucap istriku sambil mengusap usap air matanya.


"Ya sudah lah bun, lagian ayah bahagia sekali ko melihat bunda sudah sembuh. maafin ayah ya, tadi sudah bertanya seperti itu." balas ku melunak dan langsung memeluk istri ku.


Saat itu tak sengaja ekor mata ku malah terarah ke dandang bubur rara dan juga kamaya, yang posisinya sedikit terbuka tutup nya. kedua mata ku kini langsung terbelalak, karena yang kulihat bubur itu ternyata berwarna merah, seperti ada potongan-potongan tangan kecil didalam nya.


Aku langsung mengerjap-ngerjapkan mataku, siapa tahu saja aku sudah salah lihat. namun setelah ku mengerjapkan kembali mataku, tetap saja penglihatan ku sama seperti tadi.


Ku lepas kan pelukan ku terhadap istri ku, lalu aku memberanikan diri untuk bertanya tentang bubur yang dia makan bersama rara selama ini.


"Ehh bun, kok ayah jadi kepingin makan bubur ya.? "cetusku berbohong.


"Bubur..!!" Jawab nya terkejut.


"Iya ini bubur kan, Bun." ucap ku sambil mendekat ke arah dandang bubur istri ku.


Namun sebelum aku membuka tutup pancinya, kaki ku seperti ada yang menarik, sehingga membuat ku langsung terjerembab ke lantai rumah ku kala itu." Aduhhh..!! sakit."jeritku.


"Ternyata jatuh kelantai itu tak seindah jatuh cinta ya Bun?" gumam ku lirih hehe.


"Tuh kan kata bunda juga tadi jangan, soalnya disitu tadi ada bekas minyak yang tercecer. Jadi jatuh kan, sakit ya?" ucap istri ku sambil memegang jidat ku dan meniup-niup nya.


"Iya deh bun mangap, ehh maaf maksud nya bun. "ucap ku cengengesan.


"Sebenarnya ayah mau bubur apa penasaran sama dandang itu sih?" tanya istriku.


"Lah, kok kamaya bisa tau apa yang ada dalam hatiku, ya kan aku gak bilang."diriku membatin.

__ADS_1


"Iya, bunda tau kok." jawab kamaya.


" Haaa..!!"mataku terbelalak dan mulut ku menganga lebar.


"Iya bunda tau kalau ayah lagi kepengen makan bubur, tapi jangan buru-buru gitu dong. sampe gak liat-liat dulu ada apaan di bawah sana, jadinya terjerembab kan, sakit kan.!" ucap istri ku sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ya udah, bunda ambilin dulu buburnya, ayah tunggu disini ya?" ucap nya berlalu pergi.


Ku perhatikan dari jarak yang hanya satu meter dari istri ku, dia mulai membuka dandang nya. eh ternyata isinya adalah... bubur biasa gaeess. bubur nasi dengan sayur mayur dan beberapa potongan kecil-kecil daging ayam.


Ya ampun, kenapa sekarang aku suka parnoan dan berhalusinasi ya? apa mungkin karena aku terlalu mencurigai istri ku, makanya aku jadi ikut-ikutan terbawa suasana halu begini.


Setelah menaruh bubur nya di dalam wadah mangkuk beling, istriku pun langsung memberikan bubur buatan nya itu kepada ku.


"Nih yah dimakan bubur nya, mumpung masih anget." ucap istri ku sembari memberikan mangkuk beling yang berisikan bubur ayam.


"Iya bun, makasih banyak ya sayang."aku pun langsung menikmati bubur buatan istriku itu, ternyata rasanya lumayan enak. Ehh salah, lebih tepat nya enakk buuaannggeettt!!!!. Hehhe


"Bun! gimana kalau besok pagi kita joging lagi keliling kompleks.!"ajak ku sambil memasukan bubur ayam kedalam mulut ku.


"Boleh yah!" sahut istri ku singkat, sambil ia fokus mencuci piring-piring di atas wastafel.


"Itung-itung kan buat jaga kesehatan juga bun sekali-kali, iya kan?"kataku sambil mengedip ngedipkan mataku.


"Iya ayah sayang! kalau lagi makan tuh gak boleh ngomong melulu. Pamali!" timpal istri ku.


"Heehhhee." aku hanya bisa cengengesan sambil menghabiskan bubur di mangkuk ku.


****

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2