Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Di tuduh PELAKOR


__ADS_3

Di tuduh PELAKOR


"Mbak'e! hello mbak? hey-hey mbak nya! yuhuu" panggil pak nurdin berulang kali seraya melambaikan tangannya di hadapan kinan.


"I..iiya pak! maaf tadi saya ngelamun. soalnya saat ngeliat rumah bapak ini, saya jadi teringat sama ibu saya."kata kinan sedikit gelagapan.


"Oh pantes, tadi saya panggil-panggil mbak nya malah diam aja. emang kalau boleh saya tau ibunya mbak kemana ya?" tanya pak nurdin.


"Ibu saya ada di kampung pak! sudah hampir empat tahun saya belum bertemu dengan ibu saya lagi."balas kinan seraya tertunduk sedih dan langsung meneteskan bulir-bulir air mata.


"Cup-cup, jangan sedih ya mbak! ya kalau mbak nya kangen dan rindu sama ibunya, lebih baik mbak nya pulang toh tengokin."ujar pak nurdin seraya mengusap-usap punggung kinan.


Namun saat itu bu aminah istrinya pak nurdin, mendadak muncul dari arah belakang mereka berdua. yang pada saat itu pak nurdin sedang berusaha membantu meredakan kesedihan kinan, dengan memberi saran-saran terbaiknya.


Tapi karena saat itu posisi pak nurdin sedang berdiri sambil mengusap punggung kinan, bu aminah yang melihatnya menjadi salah faham. padahal kan pak nurdin, cuma ingin membantu meredakan kesedihan kinan saja.


"Eh dasar PELAKOR! berani sekali kamu ya, menggoda suamiku di depan rumah ku." maki bu aminah seraya menjambak rambut kinan.


"AW! saya bukan pelakor bu, tolong lepaskan rambut saya."kata kinan meringis kesakitan.


"Aminah, lepasin dia! apa-apaan sih kamu ini, dateng-dateng malah nyakitin orang."bentak pak nurdin seraya melepaskan tangan istrinya dari rambut kinan.


"Kamu ini gimana sih mas! kenapa kamu malah belain pelakor ini, atau jangan-jangan mas udah gak sayang lagi sama minah. inget mas! kamu itu udah tua, banyak anak lagi. jadi gak usah banyak gaya, pake acara selingkuh segala lagi. buat makan sehari-hari aja kita susah, malahan sampe aku bantu kerja beresin rumah pak radit. ini bukannya kamu bersyukur punya istri kaya aku, eh pake acara gaya-gayaan selingkuh sama yang lebih muda dan cantik lagi."oceh bu aminah seraya menjewer telinga pak nurdin.


"Sakit bu ah! skip dulu lah marahnya ya, soalnya aku mau ke kamar mandi dulu kebelet nih." kata pak nurdin lalu berlari masuk ke rumahnya.

__ADS_1


"Mas nurdin! suka kebiasaan deh, kalau aku lagi marah pasti kabur. liat aja aku bakal buat perhitungan sama pelakor ini."grutu bu aminah.


"Bu! saya tegaskan sekali lagi pada ibu, kalau saya itu bukan pelakor. pak nurdin juga tidak pernah berselingkuh dengan saya. lagian kami baru saja bertemu, jadi ibu sudah salah faham." bela kinan seraya menjelaskan.


"Diam kau wanita ******, dasar perebut suami orang! saya tidak percaya sama apa pun yang kamu ucapkan. liatin saja, saya akan panggil semua warga disini, buat ngehakimin pelakor seperti kamu."ancam bu aminah.


"PELAKOR! PELAKOR! hey ibu-ibu semuanya, cepat datang kemari disini ada pelakor nih. udah gitu dia mencoba merayu dan menggoda suami saya."teriak bu aminah dengan kencang.


Karena kelakuan bu aminah sudah kelewatan, sehingga membuat kesabaran kinan jadi habis. akhirnya kinan pun mulai menggunakan ilmu ajian peluruh sukma, agar bu aminah menuruti apa yang kinan ucapkan. kini sorot mata kinan berubah menjadi merah menyala menatap lekat ke arah bu aminah, mulutnya komat-kamit terlihat seperti sedang merafal sebuah mantra.


"Hentikan teriakan mu itu! jelaskan kepada mereka kalau aku ini bukan pelakor."titah Kinan.


Seketika bu aminah yang tadi sedang berteriak teriak langsung terdiam, lalu menuruti semua yang di ucapkan kinan tadi. tetangga terdekat nya pun mulai berdatangan memasuki halaman rumah bu aminah, sambil memandang aneh.


"Ada apa bu aminah?"ko teriak-teriak sih!


Tanya para tetangganya, yang mayoritas datang saat ini, hanya ibu-ibunya saja.


"Iya bener dimana bu pelakor nya? saya udah gak sabar nih." sahut bu lila sambil membawa sapu dan di pukulkan berkali-kali dengan pelan ke telapak tangannya.


"Maaf ibu-ibu semuanya! disini gak ada pelakor ko, tadi saya lagi akting aja. soalnya saya mau ikutan casting film ku menangis di Indosiar. hehehe" kata bu aminah sambil cengengesan.


"Owalah, bu, bu! casting sih casting, tapi jangan bikin geger warga sekampung juga dong."balas bi atik selaku tetangga samping rumahnya.


"Tak kira memang bener ana pelakor! soalnya mau saya jambakin, terus tak kasih cabe raine." ucap kesal bu slamet dengan logat jawanya.

__ADS_1


"Lah mbak ini siapa, bu aminah?" tanya bu vina saat melihat kinan.


"Mbak ini..."ucapan bu aminah menggantung.


"Mbak ini tuh pegawainya pak radit bu vina." timpal pak nurdin saat keluar dari rumahnya.


"Oh... pegawainya pak radit!"


"Cantik ya orangnya! apa jangan-jangan pacar pak radit kali ya."bisik para ibu-ibu.


"Sudah-sudah lebih baik kalian pada pulang sana! jangan pada ghibah di rumah saya."usir pak nurdin seraya seolah sedang menggiring bebek masuk ke dalam kandangnya.


"Huuuuu...." sorak ibu-ibu semua yang ada di sana, lalu kembali ke rumah masing-masing.


Atas kejadian yang tadi menimpanya, sehingga membuat kinan menjadi teringat kejadian perih dan menyakitkan di masa lalu. saat dimana ia di khianati dan diselingkuhi oleh suaminya, yang menjalin hubungan dengan wanita lain.


Bahkan dengan tega dan tanpa belas kasihan, kinan selalu disiksa dan di aniaya oleh suami dan selingkuhan nya itu. serta luka diwajahnya waktu itu, sebelum hilang karena disembuhkan oleh NYI Lasmini. sebenarnya luka itu bukan bawaan dari lahir, tapi luka yang di sebabkan oleh air keras. yang sengaja di tumpahkan ke wajah kinan oleh selingkuhan suaminya itu, semua itu bertujuan agar suaminya jijik saat melihat wajah kinan lalu menceraikan nya.


Ternyata perbuatan selingkuhan suaminya itu, dengan menyiramkan air keras ke wajah kinan. sangatlah berhasil membuat kinan menjadi seorang janda muda, karena suaminya itu merasa jijik dengan wajah buruk rupanya. lalu suaminya itu langsung menceraikan kinan dan mengusirnya dari rumah. setelah itu banyak kabar terdengar, mantan suaminya itu malah menikah dengan wanita selingkuhannya itu.


Setelah berhasil mendapatkan nomer kontak telepon radit, kinan pun memutuskan untuk segera kembali pulang ke rumahnya.


****


Bersambung....

__ADS_1


Mohon maaf ya readers semuanya, jikalau lusa dan lima hari ke depan othor belum up juga. soalnya besok othor mau pergi ke rumah kaka othor, merawat kaka othor yang sedang sakit.


Karena rumah kaka othor itu berada di daerah yang susah sekali sinyal, makanya mungkin othor agak lama untuk up ceritanya. mohon di maklumi ya, terimakasih...😊😊


__ADS_2