Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Memutar Rekaman Kamaya


__ADS_3

Memutar Rekaman Kamaya


Happy Reading....


Selamat Membaca, dan jangan lupa setelah itu di Vote,like and komentar nya ya.😊😊😊


*****


Empat tahun sudah kini waktu telah berlalu, sampai sekarang pun aku masih belum bisa melupakan kejadian saat malam itu. malam dimana istri ku dihabisi dan terbunuh, oleh para warga komplek duri wasabi serta rumahku di bakar begitu saja oleh para warga, tanpa mereka memperdulikan bagaimana nasib aku dan anakku kelak setelah kejadian ini.


Atas kejadian waktu itu, sehingga membuat hidupku dan anak ku mulai membingungkan. soalnya uang dan barang-barang berharga, serta sertifikat rumah dan juga surat-surat penting lainnya, yang berada di dalam rumah ku sudah ludes terbakar semuanya. seakan akan kilasan ingatan tentang masa laluku yang sangat menyedihkan itu, terus saja menghantui dan berputar-putar terus di dalam rekaman memori ingatan ku hingga sekarang ini.


"Hai, Rara Kumalasari anak ayah yang paling cantik! sekarang anak ayah sudah lulus sekolah SD ye, Horre!" ujar ku kegirangan saat selesai mengambil rapot di ruangan wali kelasnya rara dan aku juga langsung menggendongnya.


"Iya ayah ku yang paling ganteng! makasih juga sudah menjadi ayah yang paling baik, selama bunda sudah tidak ada bersama kita."balas Rara sambil mencubit hidung pesek ku.


Rasanya aku seperti terkena djavu, saat rara mencubit hidung pesek ku ini. soalnya dulu kamaya sering sekali melakukan itu kepadaku, kalau ia merasa gemas kepada diriku.


Tak terasa bulir bening terjatuh dari sudut netra ku, langsung saja secepatnya ku seka agar rara tak melihatnya. karena aku tak mau kalau sampai rara tahu aku mulai bersedih, aku takut dia juga akan ikut-ikutan bersedih seperti ku.


"Ayah! rara mau lihat kaset yang di kasih bunda dulu, kata bunda kan kalau rara sudah lulus sekolah SD, rara boleh melihat kaset itu yah." ucap Rara memohon kepadaku.


"Ya, boleh ko cantiknya ayah! ya sudah kita pulang sekarang yuk, kita lihat sama-sama kaset dari bunda."timpal ku langsung menurunkan rara dari gendongan ku dan pergi meninggalkan sekolahan rara.

__ADS_1


Dengan mengendarai mobil setiaku si daihatsu xenia warna putih, kami pun segera meluncur pulang ke rumah. sesampainya kami di rumah, aku dan rara pun langsung memutar kaset CD yang di berikan kamaya pada waktu rara ulang tahun yang ke 5 tahun lalu.


Aku mulai memasukan piringan optiki ke dalam DVD, lalu muncullah kamaya di layar televisi yang sudah tersambung lewat kabel data.


"Hai Rara sayang, anak bunda yang paling cantik dan paling bunda sayangi! selamat ya sayangnya bunda, karena hari ini kamu sudah lulus sekolah dasar, mungkin pada saat rara melihat Video rekaman ini, bunda sudah tidak ada lagi disamping kamu sayang.


Bunda sayang banget sama rara, bunda juga pengen peluk rara terus. tapi apalah daya bunda, mungkin setelah ini bunda tidak bisa memeluk rara lagi untuk selamanya.


Semoga di hari yang bahagia ini, rara bisa lebih menjadi anak yang pintar, soleha dan juga bisa menjadi anak yang membanggakan untuk kedua orangtua. maafkan bunda ya Ra, jika bunda sudah membuat rara menderita.


Bunda sudah berjanji pada diri bunda sendiri, kalau bunda tidak akan membiarkan ilmu ini menurun kepada kamu Ra. bunda rela menjadi budak dari iblis-iblis itu, asalkan kamu bisa terlepas dan selamat dari incaran nya sayang.


Kamu harus tetap semangat ya Rara sayang! Oh ya, jangan lupa juga kasih tau ayah tuh, kalau kerja jangan salah pake kaos kaki terus. hehehe, nanti malu lagi kalau sampe kantor, kaos kaki nya beda toko alias sebelah-sebelah.


Terlihat kamaya, sedang duduk di pinggiran ranjang, ia juga memakai daster berwarna biru motiv bunga-bunga warna favoritnya. setelah berkata panjang lebar di depan layar kamera, yang sengaja ia pasang tepat di depannya.


Kamaya pun langsung menangis sejadi-jadinya, di video itu kamaya juga sudah nampak pucat sekali wajahnya. namun walaupun begitu, ia masih tetap terlihat sangat cantik.


Kami berdua yang menyaksikan video rekaman itu, hanya bisa menangis sesenggukan. sambil aku menahan sesak di relung hatiku yang terdalam, atas kepergian orang yang paling berarti dan kami sayangi di dalam hidup ini.


"Ayah! rara kangen sama bunda, rara juga kasian dan sedih membayangkan bunda. gimana nasib bunda di alam sana ya yah? pasti bunda sangat menderita, karena disiksa oleh jin jahat dari ilmu sesat yang bunda anut itu."ucap rara langsung menghambur kepelukan ku.


"Ayah juga gak tau nak! ayah hanya bisa mendoakan saja, agar bunda cepat terbebas dari belenggu iblis jahat itu."ucapku pelan.

__ADS_1


"Gimana kalau kita tolong bunda yah? agar bunda bisa terbebas dari jerat iblis itu, terus kalau sudah bebas kan bunda bisa bahagia. mungkin juga bunda bisa tinggal di surga nya allah, yang katanya indah dan nyaman itu." ucap rara dengan polos seolah memahami tentang kehidupan alam baka.


"Sayang, kita itu hanya manusia biasa. kita itu bukan malaikat atau sang maha pencipta, semua sudah diatur dan ditulis dari yang maha kuasa. sebagai manusia kita harus berserah diri padanya, serta tidak boleh memungkiri yang sudah terjadi nak. "anggap saja apa yang bunda alami itu sebagai balasan atas segala perbuatannya, yang telah menyekutukan atau menduakan allah."tutur ku menjelaskan.


"Bundaku bukan orang yang sejahat itu ayah!rara gak suka kalau ayah bicara seperti itu tentang bunda, kata saras juga bunda masih bisa di tolong agar keluar dari jerat dan siksa iblis itu. lalu bunda bisa kembali tenang ke alam sang pencipta."bentak rara kepadaku sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap kearah ku dengan tajam.


"Ya sudah anak ku yang cantik, jangan marah dan ngambek kaya gitu dong! maafin ayah yah atas ucapan ayah tadi, nih ayah punya sesuatu, mau gak?" rayu ku sambil menghampiri nya dengan memberikannya sebuah permen lollipop pelangi kesukaannya.


"Mau dong ayah!"ucapnya sambil menyambar permen itu dari tangan ku." tapi lain kali ayah gak boleh ngomong kaya gitu lagi tentang bunda ya!"ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan aku masuk ke dalam kamar nya.


"Iya Cantik!" balasku sedikit berteriak.


Aku bingung saat memikirkan perkataan Rara barusan, kalau rara mengatakan kamaya bisa di tolong dan di bebaskan dari jeratan iblis yang dia bersekutu. bahkan kamaya bisa kembali ke alam yang sebenarnya dengan tenang, kalau ia bisa di bebaskan dari sana.


Lalu bagaimana caranya agar aku bisa segera membebaskan kamaya dari jerat iblis itu? apakah aku harus menanyakannya pada saras? teman tak kasat mata rara yang di kenal, saat ia masih berusia 5 tahun lalu sampai sekarang.


Tapi dimana aku bisa menemui saras? selama ini saja aku tidak pernah melihat wujud nya saras seperti apa, yang aku tahu aku cuma bisa mendengar nya dari ceritanya Rara saja. itu pun kalau rara sehabis bermain dengannya, lalu rara mulai menceritakan nya kepadaku.


"Aaagggrrrhhh! pusing kepalaku memikirkan tentang semua ini." aku pun langsung membanting tubuhku ke kasur, kemudian tanpa ku sadari aku mulai terlelap dan mulai masuk ke sebuah alam yang tak ku kenali.


****


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2