
Ada Kuyang
Mohon maaf semuanya para pembaca RISTK, karena othor up nya kelaman. di karenakan kemaren alat untuk menulis othor rusak, othor juga sakit karena infeksi lambungnya kumat.
Walaupun keadaan othor sekarang masih belum sembuh bener, othor akan melanjutkan ceritanya untuk raiders semuanya...🤗🤗
HAPPY READING....😉😉😉
*****
"Begitu yah ceritanya, tentang asal usul saras dan perkenalan aku dengan-nya dulu. jadi ayah gak perlu khawatir lagi, kalau rara berteman dengan saras. walaupun saras adalah sosok arwah, tapi dia arwah yang baik ko, yah. mulai saat ini, ayah juga gak perlu takut lagi sama wujud saras. soalnya sekarang saras udah bisa di mode cantik ko, yah. nih lihat ya, yah...."kata rara sambil memberi kode ke saras.
"Ja... jangan dulu!" pekik radit dengan ekspresi wajah ketakutan.
"Jangan kenapa yah?"kata rara bingung.
"Nanti saja nunjukin nya, lebih baik kita makan saja dulu keburu dingin makanan nya."sergah radit sambil memberikan sambal telur mata sapi ke piring rara dan juga piringnya.
"Ayah.....!!! saras ko gak di ambilin juga sih sambal telur mata sapinya."dengus rara kesal.
"Iii...iya ini ayah ambilin."balas radit gugup dan tangannya gemetaran saat menyendok sambal telur mata sapi lalu menaruh ke piring saras.
Makan malam kali ini radit merasakan kurang nikmat dan berselera, di karenakan ia masih saja terbayang dan di hantui rasa takutnya. saat tadi ia melihat wujud asli saras yang begitu menyeramkan dari dalam cermin di kamar rara.
****
Malam ini engga tau mengapa, radit merasakan hawa yang sangat panas dan gerah di dalam ruangan kamarnya. padahal AC di ruangannya sudah full ia hidupkan. tapi anehnya ia masih saja merasakan gerah yang luar biasa, sampai piyama yang ia kenakan pun dibukanya dan kini ia hanya memakai kaos singlet saja.
"Gerah banget sih malam ini, ada apa ya? apa AC nya udah rusak gitu, coba deh besok aku panggil tukang servis AC."gumam radit sambil mengipas-ngipas dirinya dengan majalah.
Karena rasa panas dan gerah yang tak kunjung reda menerpanya, akhirnya radit memutuskan keluar kamar dan menuju teras rumahnya.
"Wah adem seger disini mah, gak kaya di dalam kamar tadi berasa lagi di oven aja."ujar radit sambil merebahkan dirinya di sofa panjang.
Karena saking nyamannya radit menikmati hembusan angin malam yang menyegarkan jiwa, tanpa terasa ia pun mulai terlelap di sofa panjang yang berada di teras rumahnya.
Semakin dalam ia terlelap dan perlahan-lahan mulai memasuki dunia mimpi, tiba-tiba saja netranya terjaga. tapi kali ini ia terjaga bukan di dunia nyata, tapi seperti di dunia alam ghaib.
__ADS_1
Di sana radit melihat ada beberapa makhluk yang menyeramkan dan aneh, seperti makhluk berwujud kepala babi tapi badan manusia. lalu ada manusia berwujud seperti monyet, karena seluruh tubuhnya di penuhi bulu. lalu ada juga wujud manusia berwajah kelelawar, dengan taring yang panjang dan kedua telinganya yang panjang juga. semua makhluk itu sedang mendapatkan penyiksaan, oleh seorang algojo bertubuh hitam dan besar. dengan memegang alat cambuk di tangan kirinya, lalu gada besar berduri yang di pegang di tangan kanannya.
"Aaaaaggggrrrhhh....!! ampun...!!! tolong saya. sakiit.... !!!"suara erangan para makhluk itu terdengar bergema dan merinding sekali.
"Serem amat ih, kenapa ya mereka semua di siksa?"gumam radit sambil ia bersembunyi di balik sebuah pohon besar.
Suasana di alam saat ini radit berada, terlihat seperti di sebuah alam terbuka. karena banyak sekali pepohonan besar yang rimbun. lalu ada banyak kerangkeng yang terbuat dari kayu-kayu besar, yang diikat kuat dengan akar pohon.
Di dalam kerangkeng itu juga, banyak sekali isi tahanan makhluk-makhluk berwujud sangatlah menyeramkan. beberapa di antaranya sedang mendapatkan penyiksaan, mereka semua di ikat di sebuah batang pohon yang sudah mati.
Ngeri, takut bercampur penasaran memburu di dalam dirinya saat ini. walaupun kedua kakinya kini sudah gemetaran, serta keringat dingin juga sudah mengucur deras membanjiri tubuhnya. radit masih terus memperhatikan semua makhluk-makhluk yang berada disana. sampai pada akhirnya, radit mendengar ada suara seseorang yang memanggil namanya.
"Mas radit...! tolong aku mas, sakit... sakiiitt...!!" terdengar rintihan pilu seorang perempuan.
Karena penasaran radit pun mulai mencari sosok suara perempuan tadi, sampai akhirnya radit menemukan sosok lemah tak berdaya sedang terikat di sebuah batang pohon.
"Kamaya...!!! kenapa kamu bisa seperti ini Bun, apa yang sebenarnya terjadi?"kata radit sambil memegang wajah istrinya yang terlihat pucat.
Kondisi kamaya saat ini terlihat begitu sangat memprihatinkan, tubuhnya kurus dan lemah tak berdaya. serta kedua matanya sayu berwarna hitam legam dan juga bengkak seperti bekas di tinju keras oleh seseorang. selain itu di sekujur tubuhnya di penuhi luka bekas cambukan.
"Tolong bunda yah, bunda gak kuat kalau harus berlama-lama di sini."mohon kamaya dengan linangan air mata yang mengalir ke pipinya.
"AW...!! ko panas sih bun."pekik radit saat menyentuh tali akar kayu di tubuh kamaya.
"Percuma, ayah gak akan bisa membebaskan bunda sekarang. lebih baik ayah cepat kembali ke dunia ayah, sebelum NYI Lasmini datang. karena kalau dia tau ayah disini, ayah gak akan bisa kembali lagi ke dunia nyata."tutur kamaya.
"Tapi Bun, ayah gak tega liat bunda kaya begini."kata radit terlihat pelupuk netranya yang menggenang air mata.
"Maka dari itu ayah cepat kembali, lalu kalahkan NYI Lasmini di dunia nyata. agar bunda bisa terbebas dari sini. ingat yah, NYI Lasmini bersemayam di tubuh seorang gadis, karena dulu saat tubuh bunda terbakar. sosok NYI Lasmini langsung berpindah dan mencari tubuh baru yang masih muda dan kuat."papar kamaya dengan tatapan matanya yang tajam.
"Ayah juga bisa meminta tolong pada saras teman tak kasat mata rara, bunda yakin dia bisa membantu ayah."imbuh kamaya.
"Ya, sudah ayah akan berusaha mengalahkan NYI Lasmini. semua ayah lakukan demi bunda, yang sabar dan kuat ya Bun. ayah pergi."pamit radit sambil mencium pucuk kepala kamaya.
Namun saat radit hendak kembali, jalannya di hadang oleh sosok lelaki bertubuh hitam, tinggi dan besar dengan memegang gada runcing.
"Beraninya kamu datang ke dunia ku!"tukasnya lalu melayangkan gadanya ke arah radit.
__ADS_1
Untung saja radit langsung mengelak, sehingga tak kena sambaran gada dari mahluk hitam dan besar tadi. radit berlari sekencang-kencangnya, untuk menghindari serangan yang lebih sadis dari makhluk yang menghadang nya tadi.
Sampai pada akhirnya radit pun terpojok, kini sosok makhluk itu makin menampakan aura kemarahannya yang begitu meluap-luap.
"Beraninya kau melawanku manusia hina.!! rasakan ini...."makinya sambil melayangkan kembali gada runcingnya ke arah radit.
"Aaaaaaaa....!!!!"teriak radit saat posisi gada tepat di hadapannya.
"Bangun pak radit.... pak bangun...!!" kata seseorang sambil mengguncangkan tubuhnya.
Radit pun bangun sambil membuka kedua matanya, ternyata di hadapannya sudah ada beberapa warga berkumpul di teras rumahnya.
"Ada apa ya, ko bapak-bapak ada di rumah saya?"tanya radit kebingungan.
"Gimana sih pak radit, harusnya kami semua yang tanya. kenapa pak radit tadi teriak-teriak kencang sekali, sampai kami semua khawatir dan langsung datang ke rumah pak radit. padahal kami semua tadi lagi ngejar-ngejar kuyang loh."sahut bapak berkumis tebal mengenakan sarung menggantung di lehernya.
"Oh.. iya maaf bapak-bapak semuanya. soalnya tadi saya gerah di dalam kamar, maksudnya mau cari angin di sini eh malah ketiduran disini. terus malah mimpi seram lagi, untung saja bapak-bapak pada ngebangunin saya."timpal radit sambil nyengir Pepsodent.
"Jadi tadi pak radit teriak-teriak ngigo toh."sahut bapak memegang kentongan.
Radit pun hanya tersenyum menjawabnya.
"Oh ya, tadi bapak-bapak bilang lagi pada ngejar kuyang ya. emang jaman sekarang masih ada makhluk kaya begitu?"tanya radit antusias.
"Iya pak radit. tadi kuyangnya mau mencoba mengambil janin nya Bu Eva, untung saja mas ramon suaminya lihat dan langsung berteriak. jadi kuyangnya langsung kabur, makanya kami semua langsung kejar."kata pak supri salah seorang warga yang ku kenal.
"Mau jaman dulu apa jaman sekarang, yang namanya ilmu hitam dan pesugihan itu masih ada mas radit. karena itu contoh salah satu manusia yang kurang mensyukuri nikmat dari yang maha kuasa." ujar pak gemo lelaki yang melilitkan sarung di lehernya.
"Iya sih pak, bener itu."radit angguk-anggukan mengiyakan ucapan bapak tadi.
"Ya sudah pak radit, kami semua pamit dulu ya. mau melanjutkan mengejar kuyang, kalau mau tidur jangan lupa baca doa pak, biar gak mimpi buruk. hehehe"kata pak supri sambil terkekeh.
Radit pun hanya nyengir Pepsodent, sambil memandang kepergian para bapak-bapak tadi yang meninggalkan teras rumahnya. setelah menutup gerbang lalu menguncinya lagi, radit langsung masuk dan kembali ke kamarnya.
Saat ia mulai memasuki dan membuka pintu kamarnya, netranya langsung terbelalak lebar dan mulutnya menganga.
****
__ADS_1
Bersambung.....