Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)

Rahasia Istriku Sayang (Ternyata Kuyang)
Bikin Dedek


__ADS_3

Bikin Dedek ðŸĪŠ


Happy Reading...😊😊😊


****


"Bun! emang bener ya, kalau pak komar masuk rumah sakit jiwa?" tanya ku antusias.


"Loh pak komar masuk rumah sakit jiwa? waktu kapan yah?" sahut tanya istri ku sedikit terkejut.


"Lah, orang bunda yang di rumah terus setiap hari, emang gak tau gitu? kemarin sore udah di bawa ko bun, katanya pak komar ngehancurin salah satu warung warga sambil teriak-teriak terus!" jawabku dengan segera.


"Memang nya ayah tau dari mana? ko bisa tahu secara detail seperti itu, atau jangan-jangan ayah kepo ya?." tanya dan ledek istriku.


"Bunda ini, di tanya ko malah balik nanya sih. gak papa lah bun, kepo sedikit mah." sahutku sambil nyengir kuda.


"Bunda serius yah!" balas istriku sambil mengangkat pisau roti yang dipegangnya.


"Ampun bun, tolong jangan sakiti ayah dong bun! ampun ya! soalnya ayah masih kepengen hidup, masih kepengen nyoba bikin dedek lagi buat nemenin rara bun, biar rara gak kesepian." hehe ucap ku sedikit meledek istriku.


"Hisss!! bunda itu serius tau!" kata istriku ketus sambil cemberut.


" Iya deh iya sayang. ayah juga bakalan serius nih, seperti ayah yang udah serius mencintai bunda selama ini." rayuku sambil terkekeh.


" Yaaaahhhh!" teriak istriku yang mulai kesal.


"Hahaha! iya maaf deh bunda. ayah janji deh bakalan serius, yakin deh sumpah." ucap ku sambil mengacungkan dua jariku ke atas.


"Ayah juga kata para tetangga sih bun! katanya pak komar sempat melihat istrinya pada saat mau meninggal. waktu itu pak komar melihat istrinya yang sedang meraung-raung kesakitan, tepat di dalam kamarnya sebelum istrinya itu melahirkan. saat itu pak komar tidak terlalu melihat jelas sih apa yang dia lihat, soalnya kamar pak komar dan bu kinar waktu itu dalam keadaan gelap." beber ku panjang lebar.


"Terus yah?" tanya istriku penasaran.


"Terus pak komar melihat ada sosok kepala yang berada di sela-sela ************ istrinya. kepala itu seperti tengah mengorek- ngorek ******** istri pak komar, setelah itu terdengar suara tangisan bayi. mungkin bayinya bu kinar sudah lahir bun pada saat itu. tapi sosok kepala itu malah terbang melayang keluar melewati jendela kamar pak komar, sembari membawa bayi bu kinar." ucap ku lagi menjelaskan.


Istri ku langsung terdiam seribu bahasa, saat mendengar penuturan ku barusan. seolah kamaya seperti sedang berfikir, soalnya raut di wajah nya mulai berubah kaya cemas begitu.


"Terus terus yah lanjutin lagi ceritanya!."ucap nya lagi makin antusias.

__ADS_1


"Nah itu dia bun! padahal jendela kamarnya pak komar kan pake teralis, namun anehnya benda yang melayang mirip kepala itu bisa mengecil melewati lubang teralis itu bun. setelah itu pak komar mulai mendekati istrinya, eh ternyata istri nya sudah tidak bernyawa lagi bun alias metong bun. udah gitu perut nya juga sudah keliatan kempes." ucap ku panjang lebar.


Mendengar perkataan ku barusan, mata istri ku langsung terbelalak dan melotot tajam.


"Apa!! terus pak komar lihat bentuk benda itu kaya apa gak?"tanya istriku menyelidik sambil memukul meja hingga membuat ku tersentak.


"Katanya gak tau bun! mungkin karena keadaan kamarnya gelap gulita. tapi menurut nya sih itu seperti sebuah kepala, tapi kaya bukan kepala manusia. mungkin itu makhluk halus seperti wewe gombel atau sejenis nya kali." ucap ku.


"Huuhhfft." seru istriku sambil mengelus dada dan menghembus kan nafas besar.


"Emang kenapa sih bun? cie.. cie, mulai ikutan kepo juga ya?"ledek ku sambil terkekeh.


"Eng... enggak kok yah! lagian yang punya penyakit suka kepo, lebih baik ayah aja. kalau bunda mah gak lah. ya udah cepetan habisin sarapannya yah, udah gitu langsung berangkat kerja." ucap istriku mencoba menghindar.


"Iya kuyang!." ucap ku sambil memasukan potongan roti kemulut ku.


Mendengar perkataan ku barusan, mata istriku langsung melotot tajam ke arahku. dia menatap ku seakan akan ingin memakan ku hidup-hidup. habislah sudah diriku, pasti wajah tampan ku ini bisa-bisa hancur berantakan di cabiknya.


"Hehe, jangan melotot gitu dong bun, serem banget tau! maksud ayah bilang kuyang, yang artinya (kau yang ku sayang) bunda cantik. jangan marah gitu dong ah." piss bun ."bujuk ku sambil aku mengacung kan dua jariku ke atas.


"Ya sudah cepat habiskan rotinya! kalau lama liat saja, nanti ayah yang bunda habisin." ucap nya mengancam sambil melotot ke arahku.


*****


Sore itu aku memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar keliling kompleks, tapi hanya berdua saja dengan purtri kecilku rara. sementara kamaya ia sedang sibuk sekali di dapurnya, memasak untuk makan malam kita nanti.


"Ayah, ayah! temalin yaya liat bunda cedang gendong dedek bayi loh yah." ucap rara membuka pembicaraan sambil kami berjalan.


"Dedek bayi! kan rara gak punya adek sayang, terus itu bayi siapa?" ucap ku kepada rara.


"Iya yah temalin dedek bayi nya nangis telus, udah gitu bunda kacih cucu bunda eh dedek bayi nya langcung diem yah."kata rara antusias.


"Emang rara liat bunda lagi gendong dede bayinya dimana?" tanya ku menelisik.


"Eemmm!" sambil rara letakan telunjuk nya di mulut seolah sedang berfikir.


"Tapi yaya udah yupa, dimana yah?" jawab rara sambil berfikir.

__ADS_1


"Ayah, yaya mau dedek bayi juga dong."rengek rara sambil mengayun ayunkan tangan ku.


" Iya , iya nanti kita bilang bunda ya!" kataku lagi mencoba menenangkan nya.


*****


"Bun! emang kamu kemarin gendong anak bayi siapa gitu? "tanya ku saat memasuki rumah.


"Bayi! bayi apaan sih yah? bunda gak ngerti ah. datang-datang sudah nanya macam-macam." kata istri ku ketus sambil bertanya kembali.


"Tadi kata rara kamu kemarin gendong bayi, iyakan ra?" ucap ku sambil menanyai rara.


"Benel yah!" sahut rara sembari memasukan cemilan kedalam mulut kecil nya.


"Bunda, bunda! yaya juga mau dedek bayi!"kata rara merengek pada istriku.


"Tuh kan yah! rara itu pasti cuma berimajinasi lagi aja pengen punya adek. jadi pasti rara lagi ngebayangin pas bunda lagi gendong bayi, karena rara itu ke pengen banget punya adek." ucap istri ku sedikit ketus.


"Iya juga sih bun! lah terus kapan nih kita buat ade bayi buat rara." kata ku antusias sambil cengengesan.


"Ntar nunggu lebaran monyet yah."jawab istri ku sedikit kesal.


"Yah! jangan kelamaan juga dong bun, bisa-bisa nanti berkarat pedang pusaka ayah bun" hehe balasku sambil cengengesan.


"Yaya ngantuk mau bobok ah." ucap putri ku sembari berlari ke dalam kamar nya.


" Bun, ayok! mumpung rara udah bobo tuh."ajak ku seraya mengedip-ngedipkan kedua mataku.


"Apaan sih yah?"tanya istriku berpura-pura.


"Bikin dedek lah bun." hehe."sahutku memelas.


"Iya deh iya yah" ucap istriku melunak.


Akhirnya malam itu, kami pun langsung masuk ke dalam kamar. setelah di pastikan rara sudah tertidur pulas di kamarnya.


Tahu kan apa yang di lakukan suami isteri di dalam kamarnya berduaan saja? hehe...😁😁

__ADS_1


****


Bersambung....


__ADS_2