
Ada Kuyang 2
Saat radit sudah memasuki ruangan kamarnya, lalu ia menghidupkan kembali lampu di dalam ruangan kamarnya. karena ia ingin mengambil bajunya yang di lemparnya tadi, saat ia merasa kegerahan di dalam kamarnya.
Tiba-tiba saja radit melihat sosok kepala wanita lengkap dengan organ tubuhnya saja, tanpa adanya tubuh yang menopangnya. sosok itu terlihat sedang berdiri membelakanginya, posisi nya menghadap ke jendela kamarnya.
"Si... siapa kamu! se.. sedang apa kamu di dalam kamar ku."tukas Radit gemetaran.
Kedua kakinya terasa kaku dan tak bisa di gerakan sama sekali. posisinya sekarang hanya terdiam saja di tempat ia berdiri, tapi suaranya masih bisa terdengar lantang saat berbicara.
"Hay Radit ku sayang, terimakasih ya sudah menyelamatkan aku dari para warga."kata sosok itu sambil menyeringai menumpahkan lelehan cairan darah di mulutnya.
"Ka..kamu Kuyang! to.. tolong! to.. tolong...!" suara radit tersendat dan terdengar pelan.
"Tidak usah teriak-teriak begitu dong sayang, aku gak akan apa-apain kamu ko." katanya lagi sambil mendekatkan mulutnya ke wajah Radit.
"Iyuh...!! jauh-jauh gih sana! jijik gua, mana bau amis lagi bikin perut gue neg aja."umpat Radit.
"Walaupun jijik tapi bikin ketagihan kan.." balasnya lagi sambil menjulurkan lidahnya menjilati wajah radit yang posisi nya masih mematung saja di tempatnya berdiri.
"Hueeekk!! bisa diem gak sih lu, udah di bilangin gue jijik malah di sengajain. pergi cepet sono, apa mau gue panggil semua warga, biar nanti lu di tangkap dan di jadiin sate Kuyang" ancam Radit mulai berani.
"Jangan dong! masa sih kamu tega sama saya sih radit, bukanya dulu kamu sangat mencintai dan takut kehilanganku."ujarnya.
"Yang aku sayangin itu istriku kamaya seorang! bukan wujud makhluk aneh dan menyeramkan, yang sudah memanfaatkan tubuh istriku."tukas Radit dan kini mulai sedikit bisa bergerak.
Tanpa Kuyang itu sadari, ternyata radit sudah bisa bergerak. Radit diam-diam langsung mengambil selimutnya di kasur saat kuyang itu berpaling darinya, lalu Radit langsung menutupi Kuyang itu dengan selimut tebalnya.
"Ketangkep lu NYI Lasmini, beraninya anda melawan Raditya Wiryawan."ujar Radit lalu mebulatkan selimutnya seperti bola.
Lalu ia segera keluar dan memanggil beberapa bapak-bapak tadi, yang sedang meronda.
__ADS_1
"Pak, bapak semuanya sini! kuyang yang tadi bapak-bapak cari, ada di dalam kamar saya tuh. saya juga sudah berhasil menangkapnya."kata radit dengan nafas terengah-engah.
"Yang bener pak Radit!"kata pak Moyo antusias.
"Bener pak! hayo ke kamar saya."ajak radit.
Beberapa bapak-bapak tadi pun mengikuti radit masuk ke dalam kamarnya, lalu Radit langsung menunjukan selimut warna putihnya yang sudah dibentuknya persis seperti bola salju.
"Kuyang nya ada di dalam selimut itu pak, hati-hati ya pak." tunjuk radit ke selimutnya yang tergeletak di lantai keramik kamarnya.
Pak Moyo beserta yang lainnya pun langsung mendekati selimut itu, lalu perlahan mereka semua mulai menusuk-nusuk selimut itu dengan gagang kentongan dan benda lain. beberapa kali mereka menusukan pelan tak ada tanda apa-apa, lalu seterusnya tusukan itu makin dikencangkan tapi tetap tak ada reaksi apa-apa di dalam selimut itu.
Seharusnya kan kalau memang ada kuyang di dalamnya, pasti kuyang itu akan menjerit-jerit kesakitan kalau di tusuk-tusuk seperti itu. ini mah jangankan suara jeritan, suara semut teriak aja sama sekali gak ada terdengar.
"Eh kayanya pak Radit masih ngigo deh, jadi dia masih berhalusinasi."ujar pak Nyoman pelan.
"Iya deh kayanya! kalau emang di dalam selimut ini kuyang, pasti udah teriak-teriak kesakitan dong."sahut pak Budi.
"Gimana bapak-bapak! ko malah pada bisik-bisik di situ sih."kata radit heran.
"Pak Radit! kita semua mau buka selimut ini, kita cuma mau pastiin kuyang itu ada apa gak di dalam sana."balas pak moyo.
"Ya pasti adalah pak! orang saya yang nangkep sendiri, kalau di buka selimutnya bakalan lepas nanti Kuyangnya."kata radit menghalau.
Namun bapak-bapak yang sudah merasa penasaran pun, langsung memaksa dan membuka selimut berwarna putih itu.
JENG JENG....!!!!
Ternyata pas selimut putih itu dibuka, isinya hanya sebuah pakaian dalam wanita (kutang). alhasil semua bapak-bapak yang melihatnya, langsung tertawa terpingkal-pingkal. sambil sesekali mengejek radit, katanya mungkin dia kelamaan menduda jadi seperti itu deh.
Akhirnya bapak-bapak tadi pun berpamitan dan pulang kembali ke rumahnya masing-masing.
__ADS_1
"Ko bisa berubah jadi kutang begini, kemana perginya si Kuyang? tadi kan gue udah jelas-jelas nangkep dia pakai selimut ini."grutu radit sambil memandangi kutang berwarna merah renda-renda di setiap pinggirnya.
****
Pagi ini radit bangun dari kasurnya sedikit agak males, soalnya semalaman ia tidak bisa tidur dengan pulas karena memikirkan kuyang itu. takutnya saat sedang tertidur, bisa saja kuyang itu datang lagi dan menggerayangi tubuhnya.
"Ayah...!! ko jam segini belom bangun sih, Rara kan sebentar lagi mau ke sekolah."kata Rara saat mendapati Radit yang masih tiduran.
"Iya sayang! ini ayah juga mau bangun ko."balas Radit lalu beranjak dari kasurnya langsung menuju ke kamar mandi yang ada di kamarnya.
"Rara tunggu di depan ya yah! ingat cepetan ya yah, jangan lama-lama mandinya."teriak Rara.
"Iya...!!!" sahut Radit dari dalam kamar mandi.
Tidak butuh waktu lama, radit pun selesai juga mandi dan berpakaian. lalu ia segera berjalan cepat, bersiap-siap ke dapur membuatkan sarapan untuk Rara dan dirinya. tapi ternyata stok makanan cepat saji di lemari es nya sudah habis, alhasil pagi ini dia dan Rara tak bisa sarapan karena Radit bangun kesiangan.
"Rara sayang! hari ini Rara sarapan pagi di kantin sekolah aja ya, soalnya ayah gak keburu masak udah kesiangan."ujar Radit sambil memakai sepatu pantofel hitamnya.
"Rara udah sarapan ko yah. tadi ada dua potong daging ayam di dalam kulkas, Rara goreng deh terus Rara makan bareng sama saras. maaf ya yah, gak disisain."ucapnya sambil nyengir pepsodent dan menggaruk kepalanya.
"Hhmm... pantesan aja ayah cari-cari daging ayamnya gak ada, ternyata udah di makan curut toh."balas Radit sambil mencubit hidung Rara.
"Ayah...!! ko anak sendiri di katain curut sih."balas Rara kesal sambil mengerucutkan bibir mungilnya.
"Ya...ya...deh! maaf princess ayah yang paling cantik dan bikin gemes." kata radit sambil mencubit kedua pipi Rara dengan gemas.
Radit pun segera memanaskan mobilnya sebentar sebelum di kendarai, lalu setelah itu langsung mengantarkan Rara ke sekolahnya.
Tapi saat di tengah-tengah perjalanan, Radit melihat kerumunan para warga di depan sebuah rumah berpagar teralis berwaran hijau. sepertinya di rumah itu ada seseorang yang telah meninggal dunia, sepertinya orang itu meninggal secara tidak wajar. soalnya banyak sekali para warga yang menggunjing dan membicarakan perihal kematian orang itu.
*****
__ADS_1
Bersambung.....