
Malam harinya. Sesuai dengan janji tadi, aku, Bella, dan Allard pergi jalan-jalan. Nenek tidak ikut karena dia bilang ingin istirahat saja di rumah. Mendengar itu, aku sempat terkejut dan khawatir dengannya tapi nenek berkata kalau dia baik-baik saja dan memintaku untuk tidak khawatir. Akhirnya Allard menyuruh Dion ke rumah untuk menjaga nenek selama kita pergi jalan-jalan.
"Kamu mau jalan-jalan kemana, Bella?" tanyaku.
"Bella mau ke pasar malam. Bella pernah dengar kalau di pasar malam ada banyak permainan yang seru dan makanan enak," jawabnya.
"Pasar malam ya," gumamku.
"Iyaa, mommy pernah ke sana?" tanya Bella.
"Sepertinya mommy pernah ke sana," jawabku.
"Benarkah? Apa benar ada banyak permainan yang seru di sana?" tanya Bella antusias.
Aku mengangguk.
"Wah Bella jadi tidak sabar. Ayo cepat kita ke sana, daddy," desak Bella.
Sekitar 20 menit, akhirnya kita sampai di pasar malamnya. Bella langsung buru-buru turun dari mobil dan melihat sekitarnya. Dia kelihatan sangat tidak sabar ingin memainkan semua permainan yang ada. "Ayo daddy dan mommy."
"Iya sebentar, sayang. Kita harus beli tiketnya dulu." Allard memesan tiket untuk kita bertiga dan setelah tiketnya dapat, kita semua langsung masuk.
Aku dan Allard menemani Bella untuk memainkan permainan yang dia inginkan. Bella tidak minta jajan sedikitpun, dia hanya fokus untuk bermain dan bermain.
"Ayo kita main yang itu," ajak Bella.
"Kamu tidak ingin jajan, Bella? Dari tadi kamu asik bermain saja," tanya Allard menawarkan.
"Tidak. Bella tidak mau jajan," tolaknya.
Bella menarik tangan Allard dan aku untuk mengikutinya. "Bella mau main ini."
Hingga sampailah kita di tempat permainan yang dia inginkan. Kora-kora? Oh my god hanya dengan melihatnya saja aku sudah mual.
"Mommy tidak ikut. Kamu dan daddy saja yang bermain," ucapku.
"Yahh kenapa mommy " tanyanya kecewa.
"Mommy mual kalau bermain ini. Kamu juga jangan main ini, kita main yang lain aja ya," bujukku.
"Bella penasaran banget," balas Bella.
"Gimana kalau Bella muntah?" tanyaku.
"Tidak akan. Itu sebabnya Bella tidak jajan sama sekali," jawabnya.
"Yaudah kalau kamu tetap ingin bermain itu. Pergilah dengan daddy, mommy akan menunggu di sini," putusku.
"Kamu baik-baik saja, Alexa?" tanya Allard khawatir.
Aku mengangguk. "Aku baik-baik saja kok. Kamu temani Bella bermain itu ya?"
"Kamu yakin?" tanyanya lagi.
"Yakin. Aku tunggu di sana ya? Aku juga mau beli gulali dulu," jawabku.
"Bella kita ke sana sebentar yuk," ajak Allard.
"Bella mau main ini," rengeknya.
"Iya sayang. Nanti kita main ini tapi ke sana dulu sebentar ya?" ucap Allard.
__ADS_1
Bella mengangguk.
"Kita mau kemana?" tanyaku. Pasalnya Allard menarikku dan Bella untuk mengikutinya.
Ternyata Allard ke tempat penjual gulali.
"Astaga aku kira mau kemana. Aku bisa beli sendiri kok," ucapku.
Allard menghiraukan ucapanku.
"Pak gulainya 2 ya," ucap Allard pada penjual gulali itu.
"Mau yang karakter atau yang biasa aja?" tanya penjualnya.
"Mau yang karakter," jawabku antusias.
"Mau karakter apa?" tanya penjualnya lagi.
"Pikachu dan unicorn," jawabku.
Penjual gulali itu membuatkan pesananku dan setelah jadi dia memberikannya padaku. Saat aku ingin membayarnya, Allard langsung menahanku.
"Ini pak," kata Allard sambil memberikan uang berwarna merah sebanyak lima lembar.
Penjual itu terkejut melihat jumlah uang yang diberikan oleh Allard. "Waduh kebanyakan ini. Harganya hanya 50 ribu saja."
"Tidak apa-apa, kembaliannya ambil aja," jawab Allard.
"Terima kasih, tuan," balas penjual itu.
Kemudian Allard mencarikan tempat duduk untukku. "Nahh kamu duduk manis di sini. Jangan kemana-mana!"
"Iyaa. Udah sana nanti Bella tambah marah loh," ucapku.
"Iya Allard," jawabku jengah.
"Yaudah aku temenin Bella main dulu ya," ujarnya.
Aku mengangguk.
Bella langsung menarik Allard kembali ke tempat permainan tadi dan aku menunggu mereka sambil memakan gulali yang di beli.
Saat aku sedang menikmati gulalinya, tiba-tiba ada seseorang yang mendekat ke arahku.
"Bolehkah saya duduk di samping anda, nona?" tanyanya.
Karena di sebelahku masih kosong, jadi aku mempersilakan orang itu untuk duduk. Aku juga tidak bisa menolaknya karena ini adalah tempat umum. "Silakan."
"Terima kasih, nona." Orang itu duduk di sebelahku.
"Anda sendirian?" tanyanya lagi.
"Aku? Tidak, aku bersama suami dan putriku. Mereka sedang bermain di sana," jawabku.
"Ah begitu. Jalan-jalan dengan keluarga kecil rupanya," balasnya.
Hening.
Aku yang mulai merasa tidak nyaman dengan situasi ini, berniat untuk pergi dari sini. Sebelum aku pergi, orang itu mengatakan sesuatu yang sangat aneh. "Nikmati selagi bisa. Sembunyi terus semampu anda tapi anda tidak akan bisa menghindari kenyataan."
Aku berbalik dan mendekat ke orang itu. "Apa yang anda bicarakan?! Apa maksud perkataan anda itu, tuan?!"
__ADS_1
"Saya tau semuanya. Anda berada di tempat yang tidak seharusnya, nona. Kembalilah ke tempat asal anda. Anda tidak seharusnya berada di sini," jawabnya.
"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Jangan bicara aneh-aneh!" bentakku.
"Ah rupanya anda melupakan itu. Saya akan membantu anda mengingatnya." Orang itu mendekatiku dan menyentuh keningku. Perlahan kesadaranku memudar.
Tiba-tiba seseorang datang dan menepis tangannya. "Menjauh dari istri saya!"
Aku langsung tersadar. "Allard?"
"Kemari, Alexa!" perintah Allard.
Aku mengikuti perkataannya dan mendekat ke arahnya. Allard langsung menarik aku menyembunyikanku di belakang tubuhnya.
"Apa yang anda lakukan pada istri orang?!" tanya Allard marah.
"Tenanglah saya tidak melakukan apa-apa, tuan. Saya hanya sedang membantunya," jawabnya tenang.
Sebelum Allard bertambah marah, aku langsung menariknya untuk menjauh dari sana.
"Kenapa narik-narik sih?" tanya Allard kesal.
"Aku ga mau ada keributan di sini. Lagi pula dia ga ngapa-ngapain," jawabku.
"Ga ngapa-ngapain darimana?! Dia baru saja menyentuhmu!" ucapnya marah.
"Dia hanya menyentuh keningku sebentar, Allard. Redakan emosimu," balasku.
"Tetap saja dia menyentuhmu dan aku tidak suka kamu disentuh oleh orang lain!" ujarnya dengan nada yang masih tinggi.
"Tenanglah, Allard. Bella jadi ketakutan karena dirimu," ucapku.
Allard langsung menoleh ke arah Bella dan mengelus kepalanya. "Kamu takut ya? Maafkan daddy."
"Kenapa daddy marah-marah?" tanya Bella takut.
"Daddy marah karena ada yang menyentuh mommy tadi," jawab Allard.
"Apakah orang itu menyakiti mommy?" tanya Bella padaku.
"Tidak. Orang itu hanya menyentuh mommy sebentar tapi mommy baik-baik saja," jawabku.
Bella menghela nafasnya lega. "Syukurlah mommy baik-baik saja."
"Bella udah selesai mainnya?" tanyaku.
"Udah," jawabnya.
"Mau main apalagi, sayang?" tanyaku lagi.
Bella menggeleng. "Bella mau pulang. Bella udah lelah dan Bella udah memainkan hampir semua permainan di sini jadi Bella ingin pulang."
"Yaudah ayo," ujarku.
"Daddy gendong," pinta Bella.
Allard langsung menggendong Bella dan Bella menaruh kepalanya di bahu Allard.
"Sepertinya Bella kelelahan," ucapku.
Allard terkekeh melihat Bella yang sedang tidur. "Hahaha padahal tadi dia sangat bersemangat."
__ADS_1
Di tengah-tengah tidurnya, Bella mengatakan sesuatu. "Terima kasih mommy dan daddy. Bella sangat senang hari ini. Bella sangat menyayangi kalian berdua."
Aku dan Allard tersenyum mendengarnya.