
Sesampainya di tempat tujuan, aku menutup mata Alexa dengan kain.
"Loh kok mata aku ditutup?" tanyanya bingung.
"Sebentar aja. Soalnya aku ada kejutan untuk kamu," jawabku.
"Kalau aku jatuh gimana?" tanyanya takut.
"Tidak akan. Aku akan menuntunmu," jawabku.
"Awas aja kalau aku sampai jatuh!" peringatnya.
Aku terkekeh. "Tidak akan, sayang. Percayalah padaku."
Aku mulai menuntun Alexa secara perlahan. Sampai akhirnya kita sampai di tempatnya, aku membuka penutup matanya. Saat penutup matanya dibuka, Alexa terkejut melihat sesuatu yang ada di depannya itu. "Ka-kapan kamu membuat ini semua?"
"Aku membuatnya sudah sangat lama tapi aku tidak bisa langsung membawamu ke sini karena ada masalah yang terjadi," jelasku.
Alexa memelukku dan menangis.
"Hei kenapa kamu menangis? Kamu tidak suka dengan kejutannya?" tanyaku panik.
Alexa menggeleng. "Aku sangat suka dengan kejutannya. Terima kasih, Allard."
"My pleasure, sweetie. Ayo kita duduk." Aku dan Alexa duduk di kursi yang sudah disiapkan.
"Banyak sekali makanannya," ucap Alexa sambil melihat semua makanan yang ada di meja.
"Iya. Aku buru-buru meminta Dion untuk membeli ini semua tadi," ujarku.
"Dion pasti kesulitan karena mendapatkan perintahmu tiba-tiba," gumamnya.
"Jangan khawatir, itu sudah tugasnya," jawabku.
Alexa memelukku lagi. "Sekali lagi terima kasih, Allard."
"Jangan terus berterima kasih, Alexa," balasku.
Dia menggelengkan kepalanya. "Tidak. Seribu kata terima kasih pun tidak akan cukup untuk menyampaikan rasa syukur aku."
"Aku yang berterima kasih," kataku.
Alexa mengernyitkan dahinya. "Untuk?"
"Untuk semuanya. Terima kasih telah berjuang untuk lepas dari masa lalumu itu. Terima kasih karena tetap berada di sisiku dan menjadi orang tua Bella," jawabku.
Alexa tersenyum dan menciumku. "I love you."
Aku terkejut dengan perkataan Alexa, tapi kali ini aku bisa membalasnya dengan tegas. "I love you too."
Alexa tersenyum manis karena mendapatkan balasan dariku.
"Ayo di makan. Kamu belum sarapan."
"Hehe iya ayo."
Aku dan Alexa mulai menikmati makanannya sambil memandangi danau.
Jadi kejutan yang aku siapkan adalah piknik di pinggir danau. Alexa sangat menginginkannya dan baru hari ini aku bisa menunjukan ini padanya.
Setelah kenyang, aku dan Alexa jalan-jalan mengitari danau. Terkadang Alexa berhenti untuk bermain air. Kita juga suka memberikan makan pada burung yang sedang berkumpul.
__ADS_1
Setelah puas berduaan, aku dan Alexa pergi ke sekolah Bella untuk menjemputnya.
Ternyata Bella sudah menunggu di depan gerbang sekolah. Bella langsung masuk ke mobil dan menyapa kami dengan senang. "Mommy daddy."
"Haii sayang, gimana hari pertama sekolahnya?" tanya Alexa.
"Sangat menyenangkan, mommy," jawab Bella senang.
"Hari ini ngapain aja?" tanyaku.
"Perkenalan diri dan berkenalan dengan teman-teman. Banyak yang mendekati Bella dan mau berteman dengan Bella loh," ucapnya bangga.
"Benarkah? Wah anak mommy hebat," puji Alexa.
Bella tersenyum bangga.
"Karena daddy lupa beliin sesuatu untuk Bella jadi sebagai gantinya daddy akan belikan semua yang Bella inginkan hari ini," ucapku.
"Really?" tanya Bella senang.
"Ya," jawabku.
"I want to eat ice cream," pintanya.
Aku terkejut dengan jawaban Bella. Aku pun bertanya untuk memastikannya. "Just it?"
dia mengangguk. "Iyaa."
"Kamu yakin tidak mau meminta hal lain?" tanyaku memastikan lagi.
"Tidak. Bella ingin makan es krim," jawabnya tegas.
"Baiklah, princess. Kita berangkat sekarang ya."
"Aku juga mau es krim," timpal Alexa.
"Tentu saja, sayang. Chocolate ice cream, right? " tanyaku percaya diri.
Tapi Alexa menggeleng. "No, I want strawberry ice cream."
Aku mengernyitkan keningku. "Don't you like chocolate ice cream?"
"Yeah but now I want strawberry ice cream. Cepat, Allard," desaknya.
Aku langsung melajukan mobilnya ke restoran yang menjual es krim.
***POV ALVARO***
"Allard benar-benar menyusahkan! Udah libur tiba-tiba sekarang kasih tugasnya ke orang dan aku disuruh ambil sendiri lagi dokumen-dokumennya," keluhku.
Saat ini aku sedang di perjalanan menuju rumah Allard. Ya itu untuk mengambil dokumen-dokumen yang harus aku kerjakan. Untungnya aku sedang senggang sekarang.
Sesampainya di rumah Allard, aku langsung masuk.
"Loh nak Alvaro, ada apa ke sini jam segini?" tanya nenek yang bingung dengan kedatanganku.
"Alvaro cuma mau ambil dokumen di ruang kerjanya Allard kok, nek," jawabku.
"Oh yaudah kalau begitu. Silakan aja," balasnya.
"Kalau begitu Alvaro ke ruang kerja Allard ya, nek." Aku pun pergi ke ruang kerjanya Allard dan mengambil dokumennya.
__ADS_1
Saat hendak keluar, aku teringat oleh Alexa. "Sekalian lihat Alexa sebentar deh, mumpung udah di sini juga. Siapa tau kali ini Alexa mau diajak bicara."
Aku pergi ke kamar Alexa dan mengetuk pintunya tapi tidak ada jawaban dari dalam bahkan penjaga yang biasanya menjaga di depan kamar Alexa pun tidak ada. Aku pun langsung membuka pintunya dan masuk. Ternyata ruangannya kosong, tidak ada Alexa di sini. Aku segera turun ke bawah dan menemui nenek.
"Nek, Alexa kabur," ucapku panik.
Nenek mengernyitkan dahinya. "Kabur?"
Aku mengangguk cepat. "Iya. Alexa tidak ada di kamarnya jadi dia pasti kabur lagi."
Namun nenek malah tertawa.
"Nek? Kok malah ketawa sih, Alvaro serius tau," kesalku.
"Hahaha saat ini Alexa sedang pergi keluar bersama Allard. Hari ini adalah hari pertama Bella masuk sekolah jadi mereka berdua sebagai orang tuanya ingin mengantarkan Bella dan Allard meminta izin untuk membawa Alexa jalan-jalan. Jadi Alexa tidak hilang, nak," jelas nenek.
Aku terkejut mendengarnya. "A-alexa sudah mau keluar kamarnya?"
"Iya. Dia bahkan berkata akan menerima masa lalunya," jawab nenek sambil tersenyum.
Ucapan nenek membuatku sangat senang. Aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengan adik manisku itu.
"Kira-kira kapan Alexa akan pulang, nek?" tanyaku antusias.
"Nenek juga tidak tau," jawab nenek.
"Kalau begitu Alvaro pulang dulu untuk memberitahu kakek tentang ini. Kakek pasti sangat senang," ucapku senang.
Nenek mengangguk.
Aku berpamitan pada nenek dan pulang ke rumah.
***POV ALLARD***
Sesampainya di salah satu restoran, aku pun memesan es krim untuk Bella dan Alexa. 1 es krim stroberi, 1 es krim vanila, dan 1 lagi es krim coklat. Aku sengaja memesan es krim coklat untuk berjaga-jaga, siapa tau Alexa ingin makan es krim stroberi hanya untuk mencobanya. Pasalnya yang aku tau dia tidak pernah suka es krim rasa lain selain coklat tapi entah kenapa hari ini dia memaksa ingin membeli rasa stroberi.
10 menit kemudian pesanannya pun tiba, Alexa dan Bella langsung mengambil dan menyantap es krim yang mereka pilih tadi.
"Kenapa kamu pesan rasa coklat juga?" tanya Alexa bingung saat melihat ada es krim coklat.
"Untuk berjaga-jaga siapa tau kamu tidak menyukai es krim stroberi itu," jawabku.
Dahinya mengkerut mendengar jawabanku. "Huh sudah dibilang kalau aku ingin es krim stroberi. Kenapa kamu tidak percaya?"
"Bukannya aku tidak percaya. Aku tau selama ini kamu hanya suka es krim coklat dan tidak pernah membeli es krim rasa lain. Jadi menurutku aneh aja kalau kamu tiba-tiba memaksa ingin memesan es krim rasa lain," jelasku.
"Kamu tidak lihat? Mangkuk es krimnya tinggal sedikit yang artinya aku menyukai es krim ini bahkan aku berniat untuk menambah lagi," katanya sambil menunjukkan mangkuk es krim miliknya.
Benar saja, mangkuk es krimnya tinggal setengah. Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba Alexa menyukai es krim rasa lain.
"Yaudah kalau gitu. Es krim coklatnya biar aku yang makan," ujarku.
"Kamu tidak suka es krim, kan?" tanyanya.
Aku tersenyum. "Tidak apa-apa. Kamu bilang tadi ingin tambah lagi kan es krimnya? Bilang aja ke pelayannya."
Mata alexa berbinar-binar. "Aku boleh nambah lagi?!"
Aku mengangguk. "Tentu tapi hanya kali ini saja."
"Terima kasih, sayang." Alexa segera memanggil pelayannya dan memesan es krim yang sama lagi.
__ADS_1
Setelah puas makan es krim, kami semua memutuskan untuk langsung pulang.