Rahasia Keluargaku

Rahasia Keluargaku
Alexa hamil?


__ADS_3

Keesokkan harinya.


Aku kira sikap manja Alexa telah selesai tapi ternyata masih. Sampai sekarang pun dia masih manja.


"Jangan kemana-mana ihh. Duduk diam di sini aja," rengek Alexa.


Padahal aku hanya ingin ke kamar mandi sebentar tapi dia terus merengek tidak ingin ditinggal olehku.


"Sebentar sayang. Aku mau mandi. Aku belum mandi dari pagi loh."


"Gapapa, ga bau kok jadi ga usah mandi."


Ya beginilah dia dari pagi. Sampai Bella harus diantar sama nenek karena Alexa tidak ingin ditinggal walaupun sebentar.


"Kamu tidak berangkat kerja Alexa?" tanyaku.


Seketika aku sadar kalau yang aku bicarakan tadi adalah topik sensitif. Pasalnya semenjak kejadian itu, Alexa belum mulai kerja lagi. Pihak rumah sakit selalu menghubunginya tapi dia tidak pernah menjawabnya. Karena teleponnya tidak pernah diangkat oleh Alexa jadilah pihak rumah sakit menelepon ke nomor asistenku, Dion. Dia memberitahuku kalau pihak rumah sakit sangat berharap Alexa bisa kembali bekerja karena banyak pasien yang membutuhkan Alexa tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena Alexa yang mempunyai hak untuk lanjut bekerja atau tidak.


"Ma-maaf, sayang. Aku tidak bermaksud membicarakan itu," ucapku panik.


"Tidak apa-apa," jawabnya tenang.


Di luar dugaan, Alexa menjawabnya dengan tenang.


"Allard."


"Yes love?"


"Aku ingin berhenti bekerja."


Aku yang terkejut mendengar itu pun langsung bertanya, "Kenapa? Tidak biasanya kamu memutuskan hal tergesa-gesa seperti ini."


"Aku memutuskan ini sudah dari lama dan inilah pilihan terbaik menurutku," jawabnya.


"Aku bukannya mau memaksamu tapi banyak pasien di sana yang membutuhkanmu. Kamu adalah dokter kepercayaan mereka." Aku mengatakan seperti itu bukan karena alasan tapi aku berharap Alexa tidak memutuskan pilihannya itu di saat pikirannya sedang kacau.


"Aku tau kamu mengkhawatirkanku tapi percayalah padaku. Sudah dari lama aku ingin berhenti dari sana," jelasnya.


"Apa alasannya? Bukankah kamu sangat menyukai bekerja di sana?" tanyaku.


"Kamu tidak perlu tau alasannya. Yang pasti alasan aku bertahan di sana sudah selesai karena itulah aku bisa keluar sekarang," jawab Alexa.


Aku mengangguk. "Tentu, sayang. Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan. Aku akan selalu mendukung apapun pilihanmu."

__ADS_1


"Terima kasih, Allard," ucapnya.


Setelah percakapan itu, Alexa masih terus menempel padaku.


Hari ini Alexa benar-benar menempel seharian denganku. Bahkan dia memintaku untuk memandikannya karena tidak ingin pergi jauh dariku sedikitpun. Nenek dan Bella sampai bingung melihat tingkah Alexa yang seperti ini. Untungnya Bella mengerti dan dia tidak merengek tentang apapun hari ini. Bahkan Bella membantuku saat aku butuh bantuan.


Barulah saat Alexa tidur aku bisa melakukan hal lain salah satunya adalah mandi. Setelah mandi aku bergegas mengerjakan semua dokumen yang dikirim oleh Dion dan Alvaro.


Saat sedang mengerjakan semua dokumen-dokumen itu, Alvaro meneleponku.


Aku menerima telepon itu dan sialnya Alvaro berbicara sangat keras. "HALOOOO."


"Pelankan suaramu, Alvaro!" bentakku. Ah aku juga jadi berbicara dengan keras. Aku mendengar lenguhan Alexa dan segera mendekatinya. Aku menepuk-nepuk punggungnya pelan dan terus bersenandung agar dia kembali tidur. Setelah dirasa Alexa telah tidur dengan nyaman lagi, aku kembali ke mejaku.


"Bicaralah dengan pelan! Alexa sedang tidur. Jangan sampai dia terbangun karena suaramu yang berisik itu."


"Tidak masalah, dia tidak mudah terusik saat tidur."


"Akhir-akhir ini dia sangat sensitif jadi aku tidak mau dia terbangun saat ini."


"Apa yang terjadi dengannya? Saat aku ke rumah dengan kakek, nenek berkata kalau Alexa sedang tidak bisa ditemui oleh siapapun dan meminta kami untuk datang lain kali tapi karena sedang sibuk jadi aku belum sempat mengunjunginya lagi. Padahal aku sangat ingin bertemu dengan adik tercintaku itu."


"Jadi kalian ke rumah saat itu?"


"Iya. Waktu aku mengambil dokumen di rumahmu, aku tidak bisa menemukan keberadaan Alexa dan nenek berkata kalau Alexa sedang pergi. Nenek juga memberitahuku kalau Alexa akan menerima masa lalunya. Saat mendengar itu aku bergegas pulang untuk memberitahu kakek tentang itu."


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Alexa?"


"Maag dia kambuh dan perutnya sangat mual. Dia terus merengek. Jadi aku menidurkannya lebih cepat."


"Lalu kenapa 2 hari ini kamu tidak ke kantor?"


"Sejak saat itu, Alexa menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggalkan olehku walaupun hanya sebentar."


"Kenapa dia bersikap sangat aneh? Tidak biasanya dia seperti itu."


"Aku juga tidak tau."


"Apakah kamu sudah membawanya ke rumah sakit?"


"Dia tidak ingin pergi ke rumah sakit jadi aku mendatangkan dokter ke rumah dan ya dokter berkata kalau maag Alexa kambuh."


"Benarkah hanya itu?"

__ADS_1


"Iya, memangnya ada apa lagi?"


"Apakah tidak ada pembicaraan tentang kemungkinan kalau Alexa hamil? Kalian pasti sudah melakukan hubungan intim, kan?"


Astaga bagaimana Alvaro bisa membicarakan hal itu dengan ekspresi datar.


Aku hanya berdehem untuk menjawabnya.


"Mungkinkah dokternya keliru? Bisa saja Alexa hamil karena kalian juga sudah melakukan hubungan intim itu."


Sial, Alvaro terus saja membicarakan itu. Aku segera mengganti topik supaya Alvaro tidak membicarakan hal itu lagi. "Ada apa kamu meneleponku malam-malam begini?"


"Ah aku hanya ingin menanyakan kenapa kamu tidak ke kantor 2 hari ini tapi aku sudah tau alasannya."


"Kenapa tidak lewat pesan saja?"


"Aku yakin kamu tidak akan membalasnya."


Aku terkekeh mendengarnya. "Hahaha ya kamu mengenal diriku."


"Allard, apakah kamu tidak ingin mencoba memeriksanya ke dokter kandungan? Aku yakin kalau sikap Alexa saat ini sangat aneh dan mungkin saja dia benar-benar hamil. Kalian pasti sering melakukannya jadi pasti Alexa hamil, Allard."


"Sialan. Bisakah kamu berhenti membicarakan hal itu, Alvaro?!"


"Kamu tidak senang kalau Alexa hamil?"


"Bukan itu."


"Lalu apa?"


Sungguh, aku benar-benar kesal dengannya yang tidak peka itu. "Kamu selalu membicarakan hubungan intim itu. Itu menjadi menyebalkan kalau kamu yang mengucapkannya."


Alvaro malah tertawa di sana. "Hahaha you are so cute, Allard. Are you embarrassed that I brought that up?"


"Stop it, Alvaro!"


"Omo ceo kita ini ternyata adalah orang yang sangat polos."


"Shut up!"


"Astaga betapa menggemaskannya dirimu, Allard."


"Stop making fun of me, Alvaro!"

__ADS_1


Alvaro terus mengolok-olok sampai akhirnya aku mematikan teleponnya. Aku pun melanjutkan pekerjaanku dan selesai pada dini hari.


Sikap manja Alexa ternyata berlangsung sangat lama. Ini sudah 3 minggu sejak Alexa bersikap manja dan tidak ingin ditinggal olehku. Karena itulah sampai saat ini aku masih melakukan pekerjaanku di malam hari setelah Alexa tertidur.


__ADS_2