Rahim Sewaan Tuan Kulkas

Rahim Sewaan Tuan Kulkas
Bab 37


__ADS_3

Vina terus memperhatikan Dion yang sedang asyik bermain dengan Dimas Ayahnya. Dia terlihat bahagia, belum pernah Vina mendengar Dion tertawa hingga nyaring seperti suara toa. Nyatanya, seorang anak memang sangat membutuhkan kehadiran ayahnya, tak terkecuali Dion.


Hari ini, untuk pertama kalinya Dion melakukan makan siang bersama Ayahnya. Dia begitu antusias sampai menggoyangkan tubuh dan kepalanya. Dengan telaten, Dimas menyuapi putranya seperti yang Mayang lakukan padanya dulu.


"Bagaimana bisa aku memisahkan anak dan Ayah itu, Dion bahkan sejak tadi tidak menengok ke arahku," gumam Vina lirih.


"Lihat mereka berdua, manis sekali bukan?" Seloroh Nirmala.


"Biasa saja," sahut Vina ketus.


"Jadi, kamu masih enggan menerima Dimas kembali?" Tanya Nirmala.


"Dia pernah menjadikan aku istri sewaan, bagaimana kalau kedepannya dia juga memiliki istri sewaan yang lain?" Vina mengeluarkan ketakutan yang ada didalam hatinya.


"Jadi itu yang membuat kamu menolak kembali bersamaku?" Sambung Dimas.


"Iya," sahut Vina.


"Aku berjanji padamu, aku tidak akan pernah menduakan kamu dengan wanita manapun asal kamu mau kembali bersamaku lagi," janji Dimas.


"Aku tidak butuh janji, aku butuh bukti," tukas Vina.


"Mau bukti apa lagi? Dua tahun aku ditinggal pergi olehmu, aku tetap setia menunggumu dan tidak berpaling pada wanita lain." Dimas menyentuh pipi Vina dan menatap matanya dalam dalam.

__ADS_1


Pipi Vina merona, jelas sekali aura cinta masih ada disana. Hanya saja Vina terus mencoba mengubur dan menepisnya. Vina adalah tipe wanita yang sulit move on, akan sulit baginya untuk bisa melupakan Dimas begitu saja.


"Vina, tolong beri aku kesempatan satu kali lagi. Bukan demi aku, tapi demi anak kita Dion," ucap Dimas memelas.


"Baiklah, aku mau kembali bersamamu. Tapi selesaikan dulu urusanmu dengan Desi,"


"Seminggu lagi aku akan datang ke sini untuk menjemputmu, saat itu proses perceraianku dengan Desi telah selesai."


"Oke."


Senyum bahagia mengembang di bibir Dimas, dia memeluk Vina erat dan mencium keningnya mesra. Dia lupa kalau di ruangan itu ada Bibi Nirmala dan Pak Anton.


🍃🍃🍃


"Jadi, kapan Dimas akan membawa Vina kesini?" Mayang penasaran.


"Minggu depan Nyonya, Tuan mau menyelesaikan perceraiannya dengan Nona Desi dulu," sahut Anton.


"Tak apa, seminggu tidak lah lama. Aku akan merenovasi kamar tamu yang tak terpakai untuk dijadikan kamar cucuku. Jadi, siapa nama cucuku itu?" Tanya Mayang penasaran.


"Namanya Dion, umurnya sudah dua tahun,"


"Seperti apa rupanya?" Tanya Mayang lagi.

__ADS_1


"Dia mirip sekali dengan Tuan Dimas, seperti pinang di belah dua," sahut Anton penuh energi.


"Ha... Ha... Ha... Tentu saja, bibit keturunanku memang selalu unggul dan berkualitas," puji Mayang pada silsilah keluarganya sendiri.


"Nyonya bisa saja."


Sementara itu di depan tv, Dion menunjukan kebolehannya menyanyi dan menari. Dia sangat lucu dan menggemaskan, tak terasa air mata Dimas tiba tiba menetes.


Dia senang, akhirnya setelah melewati berbagai tahap ujian dan cobaan Dimas bisa memiliki seorang anak. Tanpa Vina tau, Dimas berencana meminta dua atau tiga anak lagi dari Vina.


"Kenapa kamu menangis?" Vina merasa heran melihat suaminya tiba tiba menangis.


"Aku terharu, akhirnya aku bisa memiliki anak," ucap Dimas sambil menyeka air matanya.


"Kalau begitu jaga dia dengan baik, sayangi dia dan penuhi kewajibanmu sebagai Ayah yang baik untuknya,"


"Tentu saja, aku akan melakukan segala yang terbaik untuknya. Juga untuk kamu tentunya,"


Nirmala mencuri dengar Vina dan Dimas saling merayu satu sama lain. Dia tersenyum karena teringat pada mendiang suaminya, dulu saat suaminya masih hidup, mereka juga tak canggung untuk merayu satu sama lain.


Selepas kepergian Edo, Nirmala enggan menikah lagi. Dia menutup hatinya untuk pria lain, menolak lamaran yang datang kepadanya secara bertubi. Bagi Nirmala, tidak ada pria lain yang pantas bersanding dengannya kecuali Edo.


Begitulah wanita jika sudah bertemu dengan belahan jiwanya, dia akan terus setia menjaga kesucian cinta mereka berdua sampai maut memisahkan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2