Rahim Sewaan Tuan Kulkas

Rahim Sewaan Tuan Kulkas
Bab 61


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu...


Waktu Vina untuk melahirkan tiba, dia mulai merasa mulas dan pegal di bagian pinggang. Tidak ada yang lebih mencemaskan daripada hal itu bagi Dimas, melihat Vina merintih kesakitan dengan keringat mengucur di sekujur badan.


"Aduh.... Sakit," berkali kali Vina mengatakan hal itu dan hampir saja membuat Dimas yang mendengarnya jatuh pingsan.


Mayang meminta Dimas untuk menunggu diluar ruang bersalin, dia tidak mau putranya pingsan dan merepotkan orang orang yang ada di dalam ruangan itu. Dimas menurut, lagi pula dia sudah tidak sanggup menahan rasa pusing dan mual diperutnya.


Ternyata melahirkan itu tidak mudah, butuh perjuangan dan kesabaran ekstra. Dimas merasa bersalah pada Vina, karena saat dia melahirkan Dion, Dimas tak ada disana bersamanya.


Satu jam berlalu, Vina berhasil melahirkan bayinya secara normal. Seorang bayi cantik, lucu dan menggemaskan, dengan visual yang mirip sekali dengan Vina Ibunya. Kini Vina tidak merasa iri, karena salah satu anaknya ada yang mirip dengannya.


"Oek... Oek..." Suara tangis bayi menggema. Air mata Dimas jatuh menetes, dia merasa senang dan bahagia karena putrinya bisa lahir dengan selamat.


Klak...


Pintu ruang bersalin terbuka, Mayang menggendong cucu perempuannya dan menunjukannya pada Dimas.


"Lihat ini putrimu, cantik bukan?" Ucap Mayang.


"Dia cantik sekali, dan mirip dengan Ibunya," ucap Dimas.

__ADS_1


🍃🍃🍃


Dimas memajang foto putrinya di sosmed dan status WhatsApp, dia panen ucapan selamat juga pujian atas kerupawanan wajah anak keduanya itu.


"Anak anakku sudah pasti cantik dan tampan, bibitnya saja unggul," seloroh Dimas sambil senyum senyum sendiri.


Melihat kelakuan Majikannya saat ini, Anton hanya geleng geleng kepala saja. Begitulah Dimas jika sedang merasa senang, jiwa narsisnya akan muncul seketika.


"Anton, siapkan rumah untuk mengadakan acara syukuran lahiran anak ke dua ku. Dekor berwarna pink dengan tema bunga dan hello Kitty," perintah Dimas.


"Baik Tuan, tapi untuk catering nya?"


"Pesan direstoran masakan Padang saja, jangan lupa taruh aneka kue basah, ice cream dan es cendol durian,"


Vina baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dibantu oleh Mayang sang Ibu mertua. Tubuhnya sudah kembali pulih, dan sepertinya dia akan segera diperbolehkan pulang.


"Apa yang baru kamu perintahkan pada Pak Anton?" Tanya Mayang.


"Aku hanya menyuruhnya untuk menyiapkan rumah saja,"


"Menyiapkan rumah?"

__ADS_1


"Aku mau mengadakan syukuran lahiran anak kedua kita dengan mengundang saudara, tetangga dan anak yatim,"


"Aku setuju itu, berbagi kepada sesama adalah bentuk rasa syukur yang paling nyata," sambung Vina.


Si kecil tiba tiba menangis, Vina meraba popoknya dan ternyata popoknya itu basah. Tanpa diperintah, Dimas dengan sigap mengganti popok putrinya. Wajah pria itu terlihat penuh cinta kasih, Vina jadi terharu melihatnya.


"Syukurlah, dia mau membantu kamu mengurus anak," ucap Mayang.


"Iya Bu, aku jadi terharu."


🍃🍃🍃


Karti dan Bayu bersiap mengunjungi rumah Dimas, mereka membawa satu rantang penuh makanan kesukaan Vina. Tentunya agar Vina bisa makan dengan lahap dan memiliki tenaga lebih untuk menyusui putri kecilnya.


"Ayah, kamu ingin punya cucu berapa?" Tanya karti.


"Kalau aku terserah Vina, dia yang akan melahirkan dan mengurus anak anaknya. Dia yang lebih tau kemampuan dirinya dalam hal mengurus anak. Ibu tau kan, mengurus anak itu tidak mudah,"


"Iya, kamu betul sekali,"


Raut wajah keduanya terlihat bersinar, kebahagiaan terpancar jelas dari tatap mata mereka. Begitu menyilaukan dan membuat siapa saja yang melihat merasa iri.

__ADS_1


Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh drama dan liku liku akhirnya Vina dan Dimas bisa merajut bahagia bersama sama. Karti sangat berharap rumah tangga Vina dan Dimas bisa berjalan langgeng hingga maut memisahkan.


Bersambung...


__ADS_2