Rahim Sewaan Tuan Kulkas

Rahim Sewaan Tuan Kulkas
Bab 54


__ADS_3

Malam itu, Dimas yang memasak makan malam. Dia melakukannya untuk menyenangkan hati sang istri. Mayang merasa sedikit aneh, tumben sekali pria itu mau terjun langsung ke dapur, biasanya hanya menunjuk dan suka memerintah saja.


Mana mungkin Dimas kesambet hantu koki, keluarga mereka sudah lama tidak makan di restoran. Setau Mayang, Dimas juga tidak bisa memasak. Tapi kenapa tiba tiba saja dia bisa memasak?


"Apa yang membuat kamu tiba tiba jadi rajin seperti itu sayang?" Tanya Mayang. Dia menatap putra semata wayangnya dengan tatapan penuh selidik.


"Vina sedang hamil anak kedua Bu, jadi aku ingin membuatnya senang," sahut Dimas.


"Apa katamu? Dia sedang hamil?" Mayang begitu sangat bergembira mendengar berita membahagiakan itu. Akhirnya dia akan memiliki cucu baru, dan dia berharap anak Vina kali ini adalah seorang bayi perempuan.


"Ibu kok baru diberi tahu sekarang? Sudah berapa bulan usia kehamilannya?" Tanya Mayang berderet.


"Baru empat minggu Bu," sahut Dimas.


Saat sedang asyik berbincang, tiba tiba saja Dion datang mencari sang Nenek. Dia menarik Mayang dan memintanya untuk ikut dengannya, mau tidak mau Mayang harus mengikuti kemauan cucunya. Kalau tidak, Dion pasti akan menangis.


"Anak itu, baru beberapa bulan tinggal disini sudah lengket seperti itu dengan Neneknya," gumam Dimas lirih.


🍃🍃🍃


Di kamarnya...


Vina menghubungi Karti, dia menyampaikan kabar gembira tentang kehamilan keduanya. Sama seperti Mayang, Karti merasa senang mendengar kabar itu. Dia juga berharap anak kedua Vina adalah perempuan.

__ADS_1


Karti melarang Vina keluar rumah, dia takut Sarah dan Desi tiba tiba kembali lalu melukainya lagi. Vina mematuhi keinginan Karti, dia juga berjanji akan menjaga dirinya dan anaknya secara baik baik.


"Bu, sampaikan berita ini kepada Ayah ya," pesan Vina.


"Iya, nanti Ibu akan menyampaikannya pada Ayah. Ngomong ngomong, apa Ibu mertuamu tau kalau kamu sedang hamil lagi?" Tanya Karti. Dia tau Mayang suka anak kecil dan berharap Vina memberikan dia banyak cucu.


"Sepertinya dia sudah tau Bu," sahut Vina.


"Dia pasti senang sekali, dia sangat suka pada anak kecil. Kalau bisa habis melahirkan jangan KB, biar cepat hamil lagi. He... He... He... Ibu juga sama dengan Bu Mayang, suka anak kecil dan ingin punya anak banyak," celetuk Karti.


"Iya, Ibu benar. Dia bahkan pernah memintaku melahirkan lima orang cucu untuknya,"


"Oh... Astaga, itu banyak sekali. Tiga saja sudah cukup."


Vina sedikit takjub dengan makanan yang diolah oleh suaminya, semua terlihat enak dan berpenampilan menarik. Masakan restoran bintang lima saja kalah oleh masakan pria tampan itu.


"Sayang, kamu belajar memasak dari mana?" Tanya Vina.


"Dari YouTube," sahut Dimas.


"Oh, semoga saja rasanya enak,"


"Pasti enak dong, aku memberinya bumbu sesuai dengan resep yang tertera. Tidak menambah juga tidak mengurangi."

__ADS_1


Vina mencicipi masakan buatan suaminya itu, diluar dugaan, rasanya lumayan enak. Melihat Vina makan dengan lahap tanpa berkomentar, Dimas yakin kalau masakannya tidak gagal.


🍃🍃🍃


Di sebuah Hotel...


Sarah baru saja pulang berbelanja, hatinya senang karena bisa membeli barang barang bermerek berharga mahal. Serasa derajat sosialnya meninggi seketika.


"Ibu, sudah berapa kali aku bilang pada Ibu. Jangan belanja terus, kita harus hidup hemat disini!" Omel Desi. Dia kesal karena Ibunya sulit diatur dan selalu semaunya sendiri.


"Aku sudah tidak banyak uang lagi Bu, mengertilah,"


"Desi, kamu itu cantik. Coba kamu pacari pria kaya, kamu ambil uangnya. Agar Ibu bisa tetap bersenang senang dan berbelanja. Kamu tau kan, belanja adalah sebagian dari nafas Ibu," cicit Sarah.


"Ibu memintaku menjadi wanita matre yang tak tau malu begitu?"


"Untuk apa kamu malu? Memang sudah umumnya kan laki laki mengeluarkan uang untuk wanita?"


"Ah, sudahlah! Capek berdebat terus dengan Ibu!"


Desi mengambil tasnya, dia keluar dari kamar hotel dan meninggalkan Ibunya sendirian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2