Rahim Sewaan Tuan Kulkas

Rahim Sewaan Tuan Kulkas
Bab 45


__ADS_3

Desi mengajak Yoga pergi ke Cafe miliknya, disana dia bisa membicarakan tentang hubungan aneh mereka dengan leluasa. Tentunya tanpa takut diketahui oleh orang lain terutama Sarah.


Desi cemberut, dia tidak suka Yoga membohongi Ibunya dengan semena mena. Padahal, Desi dan Yoga juga sama sama seorang pembohong besar.


"Kenapa kamu manyun seperti itu?" Tanya Yoga.


"Aku kesal karena kamu membohongi Ibuku," omel Desi.


"Lalu, kamu mau aku mengatakan yang sebenarnya begitu?"


"Tidak begitu juga,"


"Sudahlah, jangan bahas soal ini lagi. Lebih baik kamu pesankan makanan untukku, aku lapar,"


"Idih, datang datang minta makan,"


"Memangnya siapa yang sudah menguras tenagaku hingga habis tak bersisa? Kamu bukan?" Celetuk Yoga.


"Alasan saja kamu!" Desi pergi kearah dapur memesan makanan untuk Yoga.


🍃🍃🍃


Dimas pulang kerja, dia merasa sekujur tubuhnya terasa lelah dan pegal. Tiba tiba Dion datang berlari kearahnya dan memeluknya. Rasa lelah dan pegal itu seketika menghilang berganti rasa bahagia.


"Ayah, main yuk," ajak Dion.


"Jangan Dion, main sama Ibu saja ya. Ayahmu sedang lelah," ujar Vina.


"Ayo main sama Ayah sebentar, Ibu tolong siapkan air hangat untuk Ayah mandi,"


"Oke lah kalau begitu,"

__ADS_1


Waktu mandi tiba, Dion diambil oleh neneknya agar Vina bisa meladeni suaminya seperti raja. Dimas memanfaatkan hal itu dengan meminta Vina untuk memandikannya. Pria berotot berpura pura menjadi seorang bayi, terlihat begitu aneh tapi menggemaskan.


Vina menggosok tiap inchi tubuh pria itu dengan sabun, tidak ada yang terlewat olehnya agar semua kuman dan bakteri pergi. Dimas sejak tadi senyam senyum sendiri, dia merasa senang karena akhirnya bisa diperlakukan istimewa oleh Vina setelah sekian lama bersama.


"Kamu tidak mau ikut mandi?"


"Tidak, nanti saja. Kalau aku ikut mandi nanti jadi lama mandinya, kasian Ibu kalau Dion rewel," sahut Vina.


"Selalu saja anak yang jadi alasan, padahal aku juga ingin bermanja manja dengan kamu. Bukan hanya Dion saja!" Dimas memajukan bibirnya ke depan.


Kesal diprotes, Vina melepas pakaian yang dikenakan saat itu juga dan ikut mandi bersama suaminya. Hal yang diinginkan oleh Dimas pun terjadi, sore itu keduanya merajut benang kasih ditempat yang tak biasa.


Karti menutup pintu dan jendela rumah karena hari sudah mulai gelap, dia melihat pria asing mondar mandir disekitar rumahnya. Ada yang tidak beres dengan pria itu, apalagi matanya selalu melirik kearah rumah.


Karti melaporkan hasil temuannya itu pada Dimas, Dimas meminta Ibu mertuanya untuk tidak cemas karena pria asing itu adalah orang yang dia bayar untuk menjaga keamanan keluarga dari jauh.


"Ibu rasa kamu tidak perlu melakukan itu nak, sayang uangnya,"


"Tidak apa apa Bu, demi keselamatan kita bersama. Soal uang Ibu tidak perlu khawatir, stoknya masih aman sampai tujuh turunan," Dimas sedikit tertawa.


"Ayah, aku masih bisa mendengarnya," celoteh Vina sambil berjalan tertatih dari arah kamarnya.


"Kamu kenapa? Kok jalannya seperti itu? Kamu jatuh di kamar mandi ya?" Tanya Bayu khawatir.


"Tidak, aku tidak jatuh kok. Hanya sedikit pegal saja, mungkin karena kelamaan duduk tadi," Vina melirik kearah Dimas. Dimas menahan tawa sambil memalingkan wajah kearah lain.


🍃🍃🍃


Selepas Yoga pergi, rasa rindu dihati Desi untuk Dimas kembali merekah. Meski Desi sudah berusaha untuk melupakan Dimas, nyatanya usahanya itu belum membuahkan hasil.


Desi tau, saat ini kebahagiaan sedang menyelimuti rumah tangga Dimas dan Vina. Sungguh berbanding terbalik dengan kehidupannya kini, padahal pada awalnya mereka sama sama seorang pendosa.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Sepertinya aku harus belajar membuka hati untuk pria lain," gumam Desi.


Seorang wanita berpakaian seksi dan berparas ayu datang menghampiri Desi, dia adalah Kinan teman SMA Desi dulu. Dulu, dia murid paling miskin disekolah, Desi sering mentraktirnya makan di kantin.


Kehidupan Kinan kini berubah 99,99% tentunya setelah dia berhasil menggaet seorang pria kaya untuk dijadikan suaminya.


"Kamu Desi kan?" Sapa Kinan.


"Iya, aku Desi. Kamu Kinan?" Desi memandang Kinan dari atas sampai bawah.


"Iya, betul sekali. Apa kabar teman? Lama sekali kita tidak berjumpa,"


"Kabarku baik, kamu sendiri bagaimana?"


"Aku baik juga. Dengar dengan cafe ini milikmu, semakin sukses ya sekarang,"


"Ah, tidak. Biasa saja, kamu yang sekarang makin terlihat sukses dan bling bling,"


"Iya, benar. Ini berkat suami buleku,"


"Asyik bule, mau dong dikenalkan dengan bule. Siapa tau suami kamu punya saudara,"


"Memang suami kamu kemana?" Tanya Kinan. Dia tidak tau kalau Desi sudah bercerai dengan Dimas.


"Aku sudah bercerai," Desi memasang wajah sedih.


"Maaf, aku tidak tau. Jangan lama lama sedihnya ya, besok aku kenalkan dengan saudara suamiku yang bule juga deh," goda Kinan.


"Serius tidak nih?"


"Serius dong,"

__ADS_1


Obrolan keduanya semakin seru, teman satu bangku lama tidak bertemu. Sekalinya bertemu, banyak hal yang mereka ceritakan dan mereka bagi satu sama lain.


Bersambung...


__ADS_2