Rahim Sewaan Tuan Kulkas

Rahim Sewaan Tuan Kulkas
Bab 61


__ADS_3

Kurang dari 24 jam, Mr. X berhasil dibekuk oleh petugas kepolisian. Berkat informasi dari Mr. X Desi dan Sarah akhirnya ditangkap. Sekuat apapun dua wanita itu melawan dan mengelak, kenyataan pahit itu tidak bisa dihindari.


Sudah habis uang banyak, kabur kesana, kabur lagi kesini, ujung ujungnya tetap ditangkap oleh polisi. Namanya juga tindak kejahatan, cepat atau lambat pasti akan mendapatkan hukuman.


Dimas merasa lega saat tiga orang itu masuk ke dalam penjara, kini tidak akan ada lagi manusia jahat yang mengganggu Vina dan keluarganya. Dimas senyum senyum sendiri, dia merasa puas karena rencananya untuk menjebloskan Desi dan Sarah ke penjara berhasil.


"Apa yang telah terjadi? Kenapa kamu terlihat begitu senang?" Tanya Vina.


"Desi dan Ibunya sudah masuk ke dalam penjara," tutur Dimas.


"Benarkah? Kalau begitu aku juga ikut merasa senang, setidaknya mereka semua tidak akan mengganggu kehidupan kita lagi," ujar Vina.


Tak mau ketinggalan berita, Mayang berjalan menghampiri Dimas dan Vina. Melihat Dua manusia itu memasang wajah begitu senang Mayang jadi ikut penasaran.


"Ada apa? Kelihatanya kalian senang sekali," celetuk Mayang.


"Pelaku penembakanku, Desi dan Tante Sarah sudah di tangkap polisi," cerita Vina.

__ADS_1


"Akhirnya mereka mendapatkan hukuman setimpal juga. Berapa lama mereka akan hidup dipenjara?" Tanya Mayang.


"Tiga belas tahun," sahut Dimas.


"Sayang hanya tiga belas tahun, padahal Ibu berharap mereka dipenjara seumur hidup." Cicit Mayang.


🍃🍃🍃


Vina mengabarkan berita tentang Mr. X, Desi dan Sarah pada Bu Karti via pesan singkat. Wanita itu merasa sangat senang karena harapannya bisa menjadi kenyataan, manusia manusia jahat itu akhirnya dipenjara.


Karti berencana mengadakan syukuran karena pelaku kejahatan pada putrinya akhirnya tertangkap, tapi Bayu melarangnya karena menganggap hal itu aneh. Bayu memberi Karti sejumlah uang, lalu memintanya untuk membagikannya kepada orang yang tidak mampu. Hal itu dinilainya lebih cocok dilakukan daripada mengadakan syukuran.


"Tentu saja boleh, tapi jaga sikapmu ya! Jangan sampai kita dikira ria oleh para tetangga,"


"Tetangga kita kan memang selalu begitu, tidak senang kalau melihat hidup kita bahagia, tapi mereka akan senang kalau melihat hidup kita susah,"


"Jangan berburuk sangka seperti itu, tidak baik!"

__ADS_1


"Bukan berburuk sangka, memang kenyataanya seperti itu."


Karti tidak mau disalahkan karena memiliki pemikiran buruk pada tetangga mereka, karena memang kenyataanya tetangga mereka memang seperti itu. Baik di depan, tapi busuk dibelakang.


Meskipun begitu Karti selalu berusaha bersikap baik pada para tetangganya, karena sewaktu waktu bisa jadi Karti membutuhkan bantuan mereka. Namanya juga hidup bertetangga, harus tetap menjaga keharmonisan dan kerukunan antar sesama bukan?


🍃🍃🍃


Sementara itu Yoga merasa terpukul saat tau wanita yang dia cintai dipenjara. Dia mencoba menemui Dimas untuk meminta keringanan bagi Desi. Bagaimanapun Desi mantan istri Dimas, dan mereka pernah tinggal bersama dalam waktu lumayan lama.


"Kak, tolong bantu Desi. Jangan biarkan dia dihukum terlalu lama," bujuk Yoga.


"Jadi, kamu jauh jauh kesini untuk Desi? Apa kamu menyukainya?" Tuduh Dimas.


"Ya, aku menyukainya. Dia wanita baik Kak, hanya saja dia dipengaruhi oleh Ibunya yang berkelakuan buruk,"


"Kamu benar, Desi wanita baik. Tapi dia telah melakukan kejahatan besar dengan menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh istriku Vina. Dia tetap harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini Yoga." Tegas Dimas.

__ADS_1


Yoga menundukkan wajahnya, dia kecewa karena upayanya untuk membujuk Kakak tirinya tidak berhasil. Dimas memang keras kepala, sampai kiamat pun dia tidak akan pernah bisa dibujuk.


Bersambung...


__ADS_2