RECYCLE LOVE

RECYCLE LOVE
Bab 23


__ADS_3

"Hi Yu!"


"eh hi Ca."


"lagi ngapain?" tanya Eca sambil melirik Yuyu yang sedang mengerjakan soal.


"aku mulai menyicil belajar. Buat persiapan TO (try out) minggu depan."


"ah iya! Untung kamu ingatkan. Kita sama bahas dong. Boleh?"


"boleh. Ayo kita bahas yang ini."


Eca dan Yuyu asik mengerjakan soal. Saat bunyi bel barulah mereka berhenti. Selama les berlangsung mereka fokus mendengarkan penjelasan Miss Fika. Sesekali mencatat hal-hal penting. Mereka juga berlomba-lomba menjawab soal yang di berikan oleh Miss Fika. Hingga akhir les, mereka berdua memilih tinggal di kelas. Hendak melanjutkan pembahasan soal persiapan TO minggu depan.


"kenapa kalian gak pulang?" tanya Cio menghampiri meja Eca dan Yuyu.


"kita lanjut belajar persiapan TO minggu depan. Tanggung ini, tinggal 10 soal lagi." kata Yuyu tanpa melihat Cio.


"kayak kita dong. Gak belajar tapi tetap lewat." ucap Cio sambil merangkul Gian.


"alah bacot!"


"Eca babi, serius aja mengerjakan soalnya. Nanti tidak lewat, nangis." ledek Cio sambil menaik-naikkan alisnya.


Eca meletakkan pena dengan kasar. Lalu mengeplak lengan Cio. Tidak lupa dia juga mencubit pria itu. Cio langsung aja meringis. Dia ikut membalas sambil memukul lengan Eca.


"eh Ca, kok ini berkurang? Lemak ditanganmu seperti berkurang?"


"ck!"


"coba aku pukul lagi supaya memastikan."


Cio mulai maju untuk memukul lengan Eca tapi tertahan. Tangannya di tahan dari belakang oleh Gian. Cio menatap Gian dengan tatapan bertanya. Gian menggelengkan kepalanya memberi peringatan.


"ini harus dipastikan Gian." kata Cio sambil memperhatikan Eca lagi tapi keburu matanya ditutup oleh Gian.


"lepas Gian asu!"


"mending kalian beli kita makanan deh Cio. Nih aku titip uangnya." ucap Yuyu.


"banyak maunya ya. Yaudah sini."


"aku mau mochi durian sama es krim yah Cio" ucap Eca sambil menyerahkan uangnya.


"aku wafer sama susu yang full cream" kata Yuyu.


"iye iye. Ayo Gian kita pergi. Biar cewek-cewek pada semangat belajarnya. Yah walaupun tidak bisa mengalahkan nilai aku."


"bacot!" seru Eca dan Yuyu bersamaan.


Gian dan Cio pergi menuju salah salah satu mini market dekat tempat les. Mereka berjalan kaki melewati 5 gedung disebelah tempat mereka les. Mereka mengambil pesanan Eca dan Yuyu. Tidak lupa mengambil makanan dan minuman lain.


Lima belas menit Eca dan Yuyu menunggu, mereka sudah mengerjakan 6 soal. Tepat saat ingin mengerjakan soal ke tujuh, Cio dan Gian membuka pintu. Mereka memilih untuk makan lebih dulu.


"kenapa banyak sekali?" tanya Yuyu sambil mengambil makanannya.


"ambil aja sesuka kalian. Gian beli banyak tadi." kata Cio mengambil mochi durian.

__ADS_1


"eh itu punyaku Cio!"


"coba dikit Eca. Si Gian tadi ambil banyak mochinya."


"berapa mochinya?"


"lima."


"yaudah ambil satu. Empatnya lagi samaku." ucap Eca sambil menatap keempat mochi dengan berbinar-binar.


"cih!"


"ini es krim mu." kata Gian sambil menyerahkan 1 es krim.


"kok gak beli banyak es krimnya?" tanya Eca sambil menatap Gian.


"wah ngelunjak anak ini." ucap Cio menatap Eca sinis.


"terlalu banyak makanan dingin. Tidak baik." jelas Gian sambil membuka es krim dan menyerahkannya pada Eca.


"iya iya." kata Eca sambil cemberut.


"yaudah, ini sama kamu satu. Ini mochinya enak banget loh." lanjut Eca menyerahkan satu mochi pada Gian.


"makasih."


"sama aku mana Ca?" tanya Yuyu.


"oh iya. Ini satu."


"yah mochi aku tinggal dua. Tidak apa-apa kalau kamu beli es krimnya banyak tadi, karna mochi aku tinggal dua."


"si Eca emang kayak gitu Gian, gak tau diri udah di traktir malah minta lebih." kata Cio sambil membuka makanannya.


Mereka makan sambil berbicara. Membicarakan Eca yang mulai kurusan karna belajar. Sehingga banyak energinya yang terkuras. Mereka juga membicarakan Cio yang ternyata pintar dibalik sikapnya yang suka main-main. Ternyata faktornya karna Cio lebih suka belajar di tempat les dan dirumah. Kalau dirumah dia bisa tidur sampai larut malam untuk belajar. Makanya sampai di sekolah dia santai dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk main game.


Selesai makan, mereka membahas empat soal yang belum selesai dikerjakan oleh Yuyu dan Eca. Gian dan Cio ikut membantu mereka. Sesekali Eca mencatat hal penting dalam buku catatannya seperti cara cepat yang diberitahukan oleh Gian.


Kini mereka berada di mobil Gian. Lagi-lagi Cio menawari tumpangan. Eca dan Yuyu awalnya merasa canggung karna yang mengajak Cio bukan Gian sebagai pemilik mobil. Barulah mereka mengiyakan ajakan saat Gian akhirnya mengajak mereka untuk bareng. Kalau tidak sampai kapan pun Eca dan Yuyu akan memilih naik bus. Mereka masih tau malu tidak seperti Cio.


"Cio, kamu bilang tadi kalau aku kurusan?"


"iya." ucap cio sambil memperhatikan Eca dibelakang.


"kata mamaku kalau aku turun tiga kilo lagi aku dapat tiket liburan kalau libur semester ini."


"wah kamu tidak jadi kurus deh Ca. Enak dikamu aja itu."


"dasar!" kata Eca sambil menabok bahu Cio.


"tapi iya deh Ca kamu kurusan." kata Yuyu memperhatikan badan Eca.


"nah iya kan?"


"iya. Kamu tidak diet kan?"


"tidak. Porsi makan aku tetap cuma akhir-akhir ini aku lebih banyak belajar jadi banyak pikiran. Makanya berpengaruh sama berat badan aku. Tapi aku juga kadang skip makan karna kelupaan waktu asik belajar."

__ADS_1


"ingat makan. Sebanyak apapun kamu belajar kalau sakit sama aja sia-sia. Tidak bisa ikut ujian." jelas Gian masih fokus menyetir.


"nah bener tuh kata Gian. Kamu jangan lupa makan ya Ca. Kesehatan nomor satu." kata Yuyu.


"siap. Eh, kata mamaku aku bisa bagi tiket liburan kalau berhasil turun berat badan. Kalian mau liburan bareng?"


"mau mau!!" jawab Yuyuu cepat.


"nah gitu dong Ca ajak kita, biar seru." kata Cio sambil mengangkat jempolnya.


"tapi kamu tidak boleh lewatin makanan hanya karna tiket liburan Ca." ucap Gian menghentikan kegirangan mereka bertiga.


"iya Gian, aku bakal diet sehat kok. Aku juga rencana bakal nge-gym. Tenang aja."


"wow keren kamu Ca." sahut Yuyu menatap Eca penuh kagum.


"dua jempol, buat eca babi. Aku gak bisa panggil kamu babi lagi dong kalau kurusan." kata Cio sedih.


Eca langsung aja menabok Cio. Eca memasang wajah cemberut. Dia kesal dengan pria itu. Masih juga mengatai Eca. Melihat respon Eca, Yuyu, Cio dan Gian tertawa terbahak-bahak.


***


Sesampainya di rumah, Eca langsung mengetuk pintu kamar kakaknya. Lama sekali hingga Erna membuka pintu. Dengan handuk dikepala dan tangan kiri memegang handbody, Erna menatap Eca datar. Dia kesal karna adiknya mengetuk pintu tidak berhenti-henti.


"hehehe. . . Kak aku mau ikut gym."


"tiba-tiba?!" seru Erna terkejut.


"iya. Aku punya misi yang harus diselesaikan. Misi dari mama."


"apaan tuh?"


"misi menurunkan berta badan 3 kilo supaya dapat tiket liburan."


"ck! Kalau ada maunya aja baru sibuk turunin berat badan. Kemarin-kemarin kakak ajak nge-gym tidak mau."


"kan tidak ada tiket liburan dari kakak."


"iye-iye. Besok malam kita nge-gym."


"hore!! Makasih kak." kata Eca sambil memeluk kakaknya.


Eca kembali ke kamarnya. Meletakkan tas di kursi. Mengeluarkan ponsel dan melihat notifikasi yang masuk. Ada pesan dari Gian.


Gian:


Jangan paksa diet Ca. Aku bisa beli tiket liburan kalau kamu mau.


Eca:


Tidak. Aku mau mencoba dengan kemampuan aku sendiri. Kamu harusnya semangati aku dong. Aku lagi usahain tiket liburan kita.


Gian:


Semangat Eca! Jangan sampai sakit ya.


Balasan dari Gian sukses membuat Eca senyum-senyum sendiri. Dia memegang dadanya yang berdenyut lebih kencang. Aduh, jantungnya berulah lagi. Dasar jantung murahan di semangati dikit udah berdebar-debar. Bagaimana Eca tidak kerepotan?

__ADS_1


***


__ADS_2