
Azella mengutuk dirinya tidak henti dari semalam. Bahkan gadis itu bisa tidur hanya dua jam.
Bagaimana tidak, kemarin mereka meinggalkan pesta Zia pukul dua lebih sepuluh menit. Sialnya, acara kemarin bukan dihari weekend sehingga Azella harus sekolah besoknya. Dan disinilah Azella sekarang. Didepan gerbang SMA Antariksa, Azella memutuskan untuk diantar karena dirinya masih sedikit mengantuk untuk mengendarai mobil.
Dan tentang semalam. Azella benar benar mengutuk Rigel sialan yang membuat jantungnya tidak tenang dan berlarian didalam sana.
Hal - hal yang mungkin menurut Rigel biasa, tapi tidak untuknya. Skinship yang berlebihan dan tidak seharusnya dilakukan oleh teman.
Semalam, ketika Rigel akan mengantarnya pulang, teman temannya sempat menggoda mereka juga.
"Inget Rig, ke mansion Qierra bukan ke apartment lo." Kata Seven sambil tersenyum geli.
Cello juga terkekeh pelan, "Jangan lupa bagi link kalo udah." Ucapnya ngasal yang digadiahi toyoran kepala oleh Vixtor.
"Itu anak orang jangan dibaperin doang, inget pacarin juga." Kata Yuan berteriak karena Rigel sudah masuk kedalam mobilnya.
Memang kurang waras sekali teman teman Rigel.
"Azella."
Mendengar namanya terpanggil Azella menjadi memusatkan pikirannya kepada dunia nyata, dan melupakan kejadian semalam.
Sienna berlari kearahnya, entah kenapa wajah gadis itu terlihat tidak tenang.
"Yaampun akhirnya lo dateng, cepet cek instagram." Sienna berkata sambil mengambil ponsel Azella ditangan Azella.
"Cepet, ini paswordnya apaa, cepetan." Katanya heboh.
Azella mengerutkan alisnya dan mengambil ponselnya kembali dari tangan Sienna.
"Kenapa sih? Lo ketularan Zia jadi heboh gini?" Tanyanya bingung.
"Aduhh Zell, gue gak bisa jelasin, pokoknya lo buka instagram sekarang."
Azella menghela nafas pelan kemudian membuka instagram miliknya. Azella terkejut melihat banyaknya notifikasi yang masuk kedalam akunnya.
"Buka instagramnya Rigel cepet." Ucap Sienna.
Azella menurut, namun saat itu Azella langsung merasa kesal dan marah, bagaimana tidak, Rigel sembarangan memposting fotonya. Bahkan Azella sendiri tidak tahu kapan Rigel mengambil fotonya. Yang jelas ini di rooftop kemarin.
RigelAntariksa
*Liked by CelloAg and 123.000 others.*
*RigelAntariksa** last night. *
View all 10.000 comments
CelloAg ini gue dini hari kesambet apaandah liat Rigel post beginian πππ
VixtorBenn fix ini @AzellaQierra.
Seven1234 kalian ngilang sejam lebih ngapain aja? π€°
CelloAg emoticon lo ambigu anjerrr @Seven1234
RigelFanBase omg! PERTAMA KALI LOH INI RIGEL POST FOTO CEWE πππ
AntariksaZone OMG!!!!
AntariksaZone What the ****, sweet banget kalian π₯Ί
AntariksaZone @AzellaQierra look, how lucky you are π³
FransFlavian πΆ
SiennaR__ Speechless @Ziaziaz @AzellaQierra
KawalRigelAzellaSampaiKawin kok saya yang baperπ₯²
Akubeautifulpakebanget heh ke-uwu-an apalagi iniπ
Ziaziac kalian ke rooftop semalem? Ngapain aja sampai sejam lebih woiππ
Seven1234 WOILAH NGAPAIN DI ROOFTOP BERDUAAN π€°π€°
AntariksaGangFanatikMunafik APA CUMA GUE YANG SALFOK SAMA BODYGOALSNYA? πββοΈπββοΈ
AntariksaGangOfficial Pak ketua udah ada pendampingnya? @RigelAntariksa
YuanSebastian SUMPAH GUE MIKIR ANEH ANEH KALO LO PAKE EMOT GITU TERUS @Seven1234
RotiBakarEnak permisi numpang lewat, Roti bakar keju susu 15k kak:)
AntariksaGangFanBase Astaga tuhan mereka beneran pacaran yaaa π
CintaKamu dari belakang aja cakep π₯²
RigelIloveU ini gimana sih, teka teki apa iniπππ mengcape sayaπ€§
AzellaMyQueen ternyata belum siap akuuu\~ kehilangan dirimu\~\~
RigelKingOfficial nama akun ig ceweknya dong:(
RigelAzellaForever @AzellaMyQueen SADAR LO CUMA KENTANGπ
AzellaMyQueenBe @AzellaQierra itu @RigelKingOfficial
RigelllLove mundoor wahai pecinta Rigel, saingan kita anak sultanπππ
VixtorBenn ditinggal bentar udah rame banget.
AzellaCantik Zell, pinter banget milih pasangan hidup π³
AzellaMyQueen Tertampar, Terpental, Terjungkal @RigelAzellaForever
Azzigel TIDAK BISA BERKATA KATAπββοΈπββοΈ
View more comment...
"What the hell. Ini Rigel kenapa?" Tanya Azella heran. Bahkan dirinya tidak sanggup lagi membaca komentar diakun itu, emosinya bisa meledak saat ini juga.
Catat, Azella bukanlah gadis penyabar yang sangat sabar dalam menghadapi masalah. Azella juga bisa emosional jika emosinya dipancing terus menerus.
Tidak cukupkah Rigel membuat hidupnya kacau kemarin? Sekarang malah lebih kacau. Hell, bisa dipastikan mood Azella tidak akan baik seharian ini.
"Sumpah Zell, tadi pas gue liat, gue kaget banget, ini gak pernah kejadian sebelumnya. Rigel gak pernah memperlakukan perempuan lain layaknya queen kecuali mamanya of course."
"Terus ini gue harus gimana anjir. Gue dikira pacaran sama dia dong." Sahut Azella tidak terima.
"Asli lo jangan marah ke gue, sana complaint ke Rigel aja." Kata Sienna melihat wajah Azella yang berubah datar.
"Duh, malu banget gue. Malah anak anak disini ngeliatin gue terus lagi."
"Gue yakin seratus persen mereka kepo banget sama lo." Ucap Sienna.
"Azella cantik." Sapa seseorang membuat Azella melihat kearah suara itu.
"Nah ini, tanyain aja sama temennya kali aja tau." Ujar Sienna.
"Apaan anjir, gue baru dateng udah mau disidang."
"Cell, kenapa Rigel post foto gue?" Tanya Azella to the point.
"Astaga, kirain apaan, gue gatau Zell, gue aja sampai keselek minum air waktu liat foto lo di instagramnya Rigel."
"Ih, temen lo itu nyebelin banget, tau gak sih, kenapa dia tuh suka banget buat gue kesel, kenapa dia gangguin hidup gue mulu." Marah Azella.
Dan kenapa dia suka buat jantung gue deg deg an terus sih. Lanjut Azella dalam hatinya.
"Sumpah ya, Gue tuh pengen banget nendang dia dari lantai 3 gedung ini, kenapa lo diem aja sih? Jawab dong Cell."
Asli kenapa gue yang kena. Kan Rigel yang posting! Batin Cello berteriak tidak terima.
Namun Cello hanya menggelengkan kepalanya tidak tahu, dan juga matanya melihat sosok yang mendekat kearah mereka, tentu saja Cello menjadi semakin tegang.
Anjir bakal seru nih kayaknya! Ucap Cello dalam hatinya.
"Zell, udah, ada-"
"Bentar Na, gue belum selesai, terus ya Cell, lo tau dia buat hidup gue disini gak tenang banget, belum lagi sikapnya dia berubah ubah, gak ngerti gue, pengen gue makan hidup hidup-"
"Siapa yang lo mau makan hidup - hidup?"
Azella berbalik ketika mendengar suara yang dikenalinya.
Damn, mampus, Azella bego. Umpat Azella tentu saja dalam hati.
Kenapa ni orang muncul sih, kan gue jadi tegang liat matanya! Batin Azella lagi.
__ADS_1
"Lo kalau ada masalah sama gue ngomong sama gue, jangan sama orang lain."
Azella menghela nafasnya pelan. Sekolah di SMA Antariksa membuatnya belajar sabar lebih banyak.
"Lo kenapa post foto gue tanpa ijin?" Tanya Azella kesal.
Rigel mengangguk mengerti, sudah menduga hal ini akan terjadi. Namun sayangnya Azella malah memilih mengamuk kepada Cello. Bukan langsung mencarinya. Lihat karena kecerobohan dan tidak sabarnya gadis itu dalam mengontrol emosinya, sekarang banyak siswa yang menonton mereka.
Untungnya tidak ada yang berani mendekat, hanya menyaksikan dari kejauhan. Sehingga tidak ada yang mendengar apa yang diributkan oleh Azella saat ini.
Tentu saja alasan utamanya adalah, tidak ada yang ingin menambah masalah jika berurusan dengan ketua geng tersebut.
"KALIAN NONTON APAAN? BUBAR." Suara berat milik Vixtor yang menggema dihalaman sekolah membuat siswa siswi yang mengintip langsung kembali kedalam kelas mereka kembali. Namun pastinya Vixtor tahu betul banyak yang masih kepo dan akan mengintip diam diam.
Vixtor datang bersama Frans, Seven dan juga Yuan, mereka mendekat kearah Cello dan berdiri disamping laki laki itu.
"Kenapa Cell?" Bisik Vixtor.
Cello menatap Rigel dan Azella secara bergantian, memeri kode kepada Vixtor yang langsung diangguki mengerti oleh laki laki itu.
"Hapus Rigel." Cicit Azella pelan yang kembali membuat perhatian jatuh kepadanya.
Rigel dengan tenang menyisir rambutnya kebelakang. "Apanya dihapus?"
"Fotonyaaa."
"Foto siapa?"
"Fot-"
"Kapan? Dimana?"
"Iiihh Rigel, gue serius." Azella menghentak - hentakkan kakinya beberapa kali.
"Menurut lo gue suka bercanda?"
"Lo kenapa sih? Hapus gak? Gue malu tau."
"Berarti kalau gak malu, lo mau?"
Azella memalingkan wajahnya kesamping ketika merasa pipinya memanas.
Duh, gue salah ngomong kayaknya.
"Gue gak mau tau, pokoknya sekarang hapus foto gue titik."
Rigel membasahi bibir bawahnya dengan gerakan pelan. Tangan kanan laki laki itu keluar dari saku celananya kemudian menarik tangan Azella sehingga mendekat kearahnya. Mata keduanya bertemu, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan.
Sienna dan teman teman Rigel langsung mengalihkan perhatian mereka dari kedua insan itu.
Sialan, gini banget punya temen, sekalinya berurusan sama cewek, gak liat tempat. Batin Yuan kesal.
"Ri-Rigel." Gagap Azella tidak sanggup menatap mata Rigel sedekat ini.
"Apa? Coba ulang yang lo minta tadi?"
"H-hah? Gu-gue? Ih, lo apa-apaan sih." Tandas Azella berusaha melepaskan tangan Rigel dipinggangnya.
"Jangan ributin masalah lo sama gue dengan orang lain. Gue gak suka." Tegas Rigel pas dididepan bibir gadis itu, Rigel bahkan menunduk untuk menyamakan tingginya dengan Azella yang hahya sebatas bahunya.
Rigel kemudian melepaskan gadis itu dan berjalan meninggalkan Azella yang mematung. Dan tentu saja teman - teman Rigel dengan patuh mengikuti ketua mereka.
****, kenapa dia yang marah? Kan dia yang salah.
...____________________...
Azella berjalan dengan pelan menuju area kantin. Kali ini gadis itu tidak ditemani oleh Sienna ataupun Zia.
Sienna sedang ada urusan dengan guru mata pelajaran bahasa inggris karena nilai ulangannya tidak ada. Sedangkan Zia, gadis yang ulangtahun kemarin itu memilih ijin tidak masuk sekolah bersama Zio.
Azella melihat sekitarnya banyak siswa siswi yang memperhatikannya dengan berbagai sikap. Entah kenapa Azella sangat tidak ada niatan untuk mengurusi hal itu, biarlah. Kecuali dirinya diganggu secara fisik. Azella tidak akan diam.
Ting....
Azella membuka ponselnya dan mendapati sebuah pesan Whatsapp.
RefvinoElvand
Zella, jadi minggu depan?
^^^AzellaQierra^^^
^^^Jadi, nanti kemansion aja, bareng Atlas sama Aksel kalo mereka mood.^^^
RigelAntariksa started following you.
Azella hampir lupa dengan masalah ini, karena tadi ada ulangan matematika mendadak membuat pikirannya langsung melupakan masalah itu.
Azella tidak ada niatan mem-follow back Rigel. Gadis itu malah langsung makin tidak mood dan menutup ponselnya.
"Azella." Azella menengok kearah kanan, dimana ada seorang siswi perempuan yang memanggilnya.
"Iya, ada apa?"
"Lo dipanggil sama Bu Claudia, Guru kesenian sekaligus pembimbing ekstra dance sekolah atau cheerleader. Katanya keruangannya dia nanti pulang sekolah ya." Kata gadis itu.
"Eh, kenapa?" Tanya Azella bingung. Seingatnya dia tidak ada masalah apa apa dengan guru disini.
"Wah, kurang tau gue, by the way, kenalin gue Clarine."
"Oh, iya nanti gue kesana, thank you Clarine."
Clarine hanya mengangguk sambil tersenyum manis kemudian meninggalkan Azella.
Azella kembali melanjutkan langkahnya menuju kantin. Sebenarnya Azella sangat malas kemana mana, tapi sayangnya dirinya tidak sempat sarapan tadi pagi. Akhirnya dengan berat hati Azella harus kekantin sendiri.
Memasuki pintu kantin, hal pertama yang dilihatnya adalah banjiran dari siswa siswi yang sudah ramai disana.
Azella melihat sekelilingnya. Tidak enak sekali makan sendiri ditempat ramai seperti ini.
"Azella cantik."
Astaga Tuhan. Gue jadi benci banget sama panggilan ini. Batin Azella kesal, karena dirinya sangat tahu siapa yang memanggilnya seperti ini. Hanya satu orang.
"Azella."
"Apa Cello, jangan bercandain gue dulu, gue lagi unmood." Sahut Azella cepat tanpa melihat Cello yang berada dibelakangnya.
"Azella."
"Apa." Jawab Azella berbalik kebelakang. Azella melihat laki laki berkulit putih itu menggunakan kaos hitam polos dan sudah menanggalkan baju sekolahnya.
"Anjir galak banget, masalah rumah tangga lo sama Rigel jangan dilampiasin ke gue." Ucap Cello terkekeh pelan.
Azella menatap Cello dengan tajam. "Rumah tangga apaan? Lo mau gue lemparin sepatu nih? Dibilang jangan buat gue kesel." Kata Azella ngegas.
Anjirr, galak bener ni cewek.
"Gak gitu, maksud gue kan gue nyapa lo gitu." Kenapa Cello jadi bingung menata kalimatnya ya.
"Terus? Nyapa doang kan? Udah kan? Kenapa masih disini?"
"Ha?" Cello hanya melongo melihat respon Azella yang galak sekali hari ini.
"Gu-gue"
"Apa? Apalagi? Mau apa? Mau nanya? Iya? Nanya gini, Lo sama Rigel kemarin kemana satu jam lebih? Gitu? Iya? Kenapa gak lo tanya aja temen lo."
"Buset gak gitu Zell." Ujar Cello cepat, laki laki itu melirik sekitarnya yang untungnya tidak ramai siswa berlalu lalang sehingga dirinya tidak menjadi tontonan, bahwa untuk pertama kalinya seorang Cello Lionel Agrav, playboy kelas tinggi SMA Antariksa dibentak bentak oleh seorang siswi perempuan. Kan bisa hancur image miliknya.
Ketika Cello mengalihkan perhatiannya lagi kepada Azella, Cello menjadi gagap sendiri melihat wajah datar Azella.
Satu yang Cello tahu, ketika Azella marah maka suasana disekitarnya akan ikut terlihat seram, dan itu memicu lawan bicaranya merasa tegang, seperti dirinya sekarang. Entah kenapa Azella sangat pintar mempermainkan suasana. Kadang tenang jika dekat gadis itu, kadang juga seram seperti sekarang. Ini sebelas duabelas dengan Rigel.
"Ngapain lo bengong?"
"Hah?"
"Hah heh hah heh, gue sumpahin bisu beneran ya lo."
"Astaga Azella jahat banget. Niat gue kan cuma mau nyapa lo, tapi kenapa jadi panjang gi-"
"Apa? Jadi gimana kata lo tadi?" Ujar Azella sambil melirik sepatunya.
"Hehehehe gak jadi, gak jadi, lain kali aja, gue duluan yaaa, byebyeee." Kata Cello kemudian segera berbalik badan dan segera meninggalkan Azella.
...__________________...
"Kenapa lo?" Tanya Yuan melihat Cello berlari kearah mereka.
Saat ini mereka tengah berada dihalaman sekolah, karena sebentar lagi Rigel yang merupakan ketua basket yang sialnya akan latihan siang ini membuat mereka diam disana dan melihat anggota lain yang bersiap siap. Cello, Yuan dan Frans juga adalah bagian dari team basket sekolah yang diketuai oleh Rigel, sedangkan Seven dan Vixtor tidak termasuk didalamnya.
__ADS_1
"Sumpahhh, galak bener, kena mental gue." Ucap Cello masih dengan nafas yang tidak beraturan.
Seven mengerutkan alisnya kesal, "Kenapa sih? Langsung aja ke intinya Cell."
"Azella, gue dimarahin anjir."
Vixtor membelalakan matanya. "Kenapa? Lo apain anak orang?"
"Gue gak ada ngapain dia, gue cuma nyapa kan, gak tau kenapa dia kesel banget kayaknya liat muka gue."
"Lo emang ngeselin sih Cell." Celetuk Yuan membenarkan.
"Gak lagi gue nyapa Azella kalo dia lagi unmood." Kata Cello mengangkat tangannya sambil geleng geleng kepala. "Padahal perkara postingan Rigel, tapi gue yang kena imbasnya." Lanjut Cello sambil menatap Rigel.
"Oh iya, lo kenapa ngepost foto Azella?" Tanya Seven kepada Rigel.
"Udah gue bilang bakal ada something new." Jawab Vixtor.
"Gak, serius Rig, kenapa? Lo suka sama Azella?" Petanyaan dari Yuan membuat Rigel menatap mereka dengan pandangan serius.
"Kenapa sih? Dalem banget natapnya. Gue jadi merinding nih." Sahut Cello
"Rigelll, jawabbb, kepo gue nih." Lanjut Cello lagi melihat Rigel yang hanya diam.
"Tuh, anaknya lewat." Ucap Seven melihat Azella membawa beberapa roti dan minuman ditangannya.
Rigel menatap Azella intens. Gadis itu mengikat rambut sebahunya tinggi, membuat leher jenjangnya terlihat begitu saja.
Ketika gadis itu lewat disamping mereka. Rigel berdiri dan menghampiri gadis itu.
"Kenapa buru - buru." Ucap Rigel memegang tangan kanan Azella yang dihiasi dua gelang tangan berwarna hitam dan biru.
"Apaan sih lo!" Ketus Azella.
Rigel mengerutkan alisnya, laki laki itu sudah membuka kancing kemeja sekolahnya, sehingga menyisakan kaos hitam polos yang sangat ketat dan mencetak tubuh atletis miliknya. Percayalah itu adalah pemandangan yang biasa dilihat oleh siswa Antariksa. Tapi hanya Azella yang beruntung karena melihat nya dari dekat.
"Lo kenapa?"
"Gak kenapa, gak usah pegang - pegang gue!"
Azella berusaha melepaskan tangan Rigel dari tangannya. Dan ketika berhasil Azella segera berbalik dan hendak berjalan menjauh dari Rigel.
Tapi tangan nakal Rigel malah menarik ikat rambut Azella sehingga rambut gadis itu jatuh tergerai dibahunya.
"Rigel." Marah Azella.
Tanpa kata, Rigel menarik Azella untuk duduk dipinggir lapangan basket yang teduh karena pohon besar yang tumbuh disana.
****, kenapa Rigel suka banget sih narik narik tangan gue!
Dan sekitar satu meter dari teman temannya duduk, juga disebrang anak anak basket lainnya yang sedang prepare untuk latihan.
"Apa - apaan sih lo! Sembarangan banget." Kesal Azella sambil membenarkan ikat rambutnya kembali. Namun sebelum itu, Rigel dengan cepat mengambil ikat rambut milik Azella dan memakainya ditangannya, ya, Rigel menjadikan ikar rambut Azella sebagai gelang.
Azella speechless melihatnya. Tidakkah Rigel tahu, hal itu membuat jantung Azella tidak karuan, bahkan Azella sangat takut jika suara jantungnya yang berdetak kencang sampai tersengar ke indera pendengaran Rigel.
"Rigel." Herannya tidak mengerti lagi dengan laki laki ini.
Tiba tiba saja perut Azella berbunyi. Sungguh Azella sangat lapar, sayangnya Azella tidak ingin terlihat miris dengan makan dikantin sendiri, alhasil gadis itu hanya membeli roti dan minuman dan akan memakannya dikelas.
Disamping itu Azella jadi malu kepada Rigel karena laki laki itu mendengar perutnya berbunyi.
Sialan, malu banget gue!
Perut sialan, gue ngambek ya sama lo, gak gue kasih makan nih seminggu!
"Lo gak makan?" Tanya Rigel spontan.
"Ini gue mau makan tapi lo ajak kesini." Sewot Azella.
"Makan apa, ini?" Tanya Rigel sambil mengangkat dua bungkus roti milik Azella.
"I-iya. Kenapa? Lo mau? Jangan ya, beli aja sendiri." Ujar Azella cepat.
Rigel mengerutkan alisnya melihat dua roti berukuran kecil ditangannya.
"Kenapa gak makan nasi?" Tanya Rigel.
Kok ni cowok jadi cerewet sih!
"Y-ya ya gak pengen."
Rigel menatap Azella intens. Dan hal itu sukses membuat gadis itu kepanasan sendiri.
"Ayo." Ajak Rigel tiba tiba.
Astaga, apalagi nih. Pikir Azella kesal.
"Ayok apaan, gue mau kekelas." Cetus Azella kesal.
"Ayo kekantin, gue temenin makan." Ucap Rigel yang sukses membuat Azella kaget setengah mati.
"Gak, gak usah. Gue gak pengen makan makanan berat. Gue juga udah sarapan." Cegah Azella cepat.
Sungguh, Azella tidak ingin memperpanjang urusannya dengan laki laki ini.
"Lo gak bisa nolak, Azella." Andai Azella tahu bahwa dirinya orang pertama yang ingin ditemani makan oleh Rigel.
"Tapi gue gak mau, dan lo jangan maksa."
Rigel menarik tangan Azella mendekat kearahnya. Mata Rigel menatap manik mata hazel milik Azella dengan intens.
"Jangan buat gue marah bisa?"
"Harusnya gue yang marah." Ketus Azella.
"Gue bisa lebih marah, Azella."
"Oh, mau adu aduan marah?"
"Nanti aja, sekarang gue mau ngurus perut lo dulu." Ucap Rigel yang tidak bisa dibantah lagi oleh Azella karena tangannya sudah ditarik lembut oleh Rigel menuju kantin.
"Kemana Rig?" Tanya Seven ketika Rigel mengandeng tangan Azella menjauh.
"Idih pegangan tangan, mau nyebrang kemana mas mba?" Ejek Cello.
"Kantin." Jawab Rigel Cuek.
"Ngapain anjir, latihan bentar lagi." Sahut Yuan.
Rigel tidak menjawab, laki laki itu berjalan santai melewati teman - temannya yang memang sejak tadi mencuri pandang kearah Rigel dan Azella. Ralat, bukan hanya teman temannya, tapi juga semua siswa siswi yang tidak sengaja melihat kejadian itu.
Apalagi akun AntariksaZone yang rajin mengupdate stori tentang mereka. Namun untungnya Azella memiliki mental yang kuat, jadi gadis itu tidak peduli sama sekali tentang opini orang terhadapnya, entah itu positif atau negatif. Jangan saja orang itu berbicara didepannya, jika iya, maka Azella akan bertindak.
Sedangkan Rigel? Laki laki itu sudah langganan masuk akun AntariksaZone setiap hari, bedanya baru pertama kalinya dia terlibat berita dengan seorang gadis. Tapi Rigel tetaplah Rigel. Tidak akan ada klarifikasi tentang hal itu darinya. Karena dirinya sangat tidak peduli.
"Cell, ikutin sono." Suruh Seven ketika melihat Azella dan Rigel sudah menjauh dari jangkauan mata mereka.
"Ogah, nanti dilempar sepatu beneran gue sama Azella."
Yuan menggelengkan kepalanya pelan. "Itu Rigel kenapa sih?" Tanyanya heran.
"Gue mencium bau - bau benih cinta." Sahut Vixtor.
"Bahasa lo berat bener." Respon Yuan.
"Tapi beneran ngab, gue juga ngerasa gitu. Soalnya mana pernah Rigel kayak gini sama cewek." Jawab Seven.
"Tapi ya, sekalinya kayak gini, malah yang cewek kayaknya risih, liat aja Azella gak nyaman banget dari kemarin dideket Rigel." Kata Yuan.
"Iya, gimana, Rigel kan seringnya dikejar kejar cewek, sekarang ngejar cewek. Karma bro." Ucap Seven.
"Gue kepo gimana karmanya Cello." Ucap Vixtor tiba tiba.
Cello mengerutkan alisnya tidak terima, "Apa - apaan karma gue. Emang gue ngapain hah?"
"Lo kan suka mainin banyak cewek, liat aja nanti karma dateng, bisa aja lo udah bener - bener sayang eh, dimainin balik." Kata Vixtor tanpa dosa.
"Bahahaha setuju gue." Kekeh Seven.
"Sembarangan, gue kayak orang paling berdosa aja." Keluh Cello
"Beneran, coba gue tanya, sekarang pacar lo berapa?" Ujar Yuan.
Cello mengadahkan kepalanya keatas, melihat hamparan awan - awan putih dilangit. "Pacar ya? Gue lupa berapa, tapi kayaknya dua belas, gebetan dua tiga, sama calon gebetan enam belas."
Sedangkan teman temannya yang lain hanya memutar matanya malas mendengar perkataan Cello.
"Yan, kalo lo nemu cewek gembel dilampu merah, jangan di skip." Ujar Vixtor.
Yuan menatap Vixtor bingung. "Kenapa?"
__ADS_1
"Ini, suruh aja Cello nampung." Kata Vixtor sarkastis.
"Anjing, gak gitu juga konsepnya."