
"Hati-hati ya." Pesan Azella kepada Rigel ketika laki-laki itu mengantarkannya sampai didepan pintu utama masion Qierra.
Malam ini mereka baru saja datang dari club dimana Rigel mentraktir semua anggota gengnya. Tidak tertinggal Azella juga mengajak sahabatnya. Karena mereka besok sekolah jadi Rigel mengantarkan Azella pulang lebih awal.
"Iya, abis ini kamu langsung tidur." Jawab Rigel sambil mengusal rambut Azella yang berada didekapannya.
Azella menjauhkan tubuhnya kemudian berjinjit dan mencium singkat pipi Rigel. Kemudian gadis itu tersenyum manis dan berjalan cepat masuk kedalam masionnya meninggalkan Rigel yang menggelengkan kepalanya karena tingkah Azella.
Azella berjalan memasuki mansionnya dengan pelan, seperti biasa akan selalu hening dan sepi.
"Azella."
Azella melirik kearah ruang tamu dimana ternyata ada Mamanya yang duduk disana sambil memangku sebuah majalah fashion.
Azella memudarkan senyumnya ketika mengingat kejadian yang membuatnya ingin pergi saja dari mansion ini.
"Tadi siapa? Kenapa gak diajak masuk?" Tanya Mamanya berdiri mendekati Azella, karena sejak tadi Azella tidak ada niatan untuk mendekati Mamanya itu.
Angela mendekatkan diri kearah putrinya, "Habis dari club, hm?" Tanya Angela ketika mencium aroma alkohol dari pakaian Azella.
Bukan Azella yang minum, tapi sepertinya bau tubuh Rigel yang membekas ditubuhnya.
Angela melirik jam dinding besar yang terpasang apik disalah satu dinding mansion itu.
01.50
"Yaudah, kamu masuk aja, istirahat." Ucap Angela akhirnya ketika Azella sepertinya tidak merespon baik kehadirannya. Padahal sebenarnya sejak tadi Angela menunggu Azella pulang.
Azella melirik Mamanya sebentar. "Kenapa Mama belum tidur?" Tanya Azella akhirnya. Bagaimanapun melihat keadaan mereka yang jarang berkumpul, membuat Azella memendam kerinduan yang teramat dalam kepada sosok wanita yang melahirkannya ini.
"Mama tadi nunggu kamu pulang." Jawab Angela menahan senum bahagianya. Azella tetaplah putri kecilnya. Gadis yang sudah tumbuh dewasa didepannya ini meskipun marah tetap memiliki sifat lembut, memiliki hati yang murni. Namun sayangnya Angela sendiri membuat hidup putrinya menjadi hambar.
"Oh, yaudah." Jawab Azella pelan.
"Masih marah sama Mama?" Tanya Angela membingkai lembut wajah putrinya yang sudah menyamai tingginya. Angela memang memiliki ukuran tinggi yang pas untuk ukuran wanita, begitu juga dengan Azella yang sepertinya akan melebihi tingginya.
"Azella gak pernah sengaja marah sama Mama."
"Iya, maafin Mama ya sayang? Mama tau banyak hal yang ternyata Mama lakuin demi kebahagiaan Mama aja, Mama ngelupain tugas Mama yang paling penting. Mama minta maaf belum bisa jadi Mama seperti yang kamu mau."
Azella menundukkan kepalanya, beribu kali Azella membangun benteng agar tidak pernah terlihat lemah didepan Mamanya tapi selalu gagal.
Azella mendengus pelan, menyembunyikan matanya yang ikut berkaca-kaca. Azella bisa melawan orang lain dengan tegar, tapi tidak jika sudah berhadapan dengan keluarganya. Azella akan menjadi gadis paling lemah yang pernah ada.
"Mama-"
"Azella kekamar dulu Ma, good night." Sela Azella cepat memotong perkataan Angela.
Azella berjalan cepat meninggalkan Mamanya begitu saja tanpa melirik sedikitpun wanita itu.
__ADS_1
Angela menahan air matanya yang sebenarnya ingin keluar sejak tadi. Menatap langkah putrinya yang seolah-olah memang ingin menjauh darinya.
...________________...
Azella keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya, gadis itu sudah siap dengan pakaian tidurnya. Tadi di Club Azella memang bisa bersenang-senang dan melupakan masalahnya. Tapi hanya sebentar, sekarang Azella kembali overthinking.
Drtt..
Azella merain ponselnya yang sejak tadi dicharger.
RigelAntariksa
Tidur, besok aku jemput.
Azella menerbitkan senyumnya. Pipinya saja bahkan memerah kerena pengaruh chat Rigel.
^^^AzellaQierra ^^^
^^^Iya sekarang mau bobo^^^
RigelAntariksa
Oke, good night!❤️
^^^AzellaQierra ^^^
^^^Good night too<3^^^
Drrt..
Azella mengerutkan keningnya dan menggampai ponselnya lagi.
Uncle Lowen
Azella, kamu bisa keluar mansion sebentar? Uncle mau mgasi sesuatu sebelum kebandara, dua jam lagi Uncle berangkat ke Paris.
^^^AzellaQierra ^^^
^^^Loh, kata Uncle besok sore^^^
Uncle Lowen
Iya, Uncle ada masalah sedikit di Paris, jadi harus berangkat secepatnya.
^^^AzellaQierra ^^^
^^^Okei, Azella kebawah sekarang.^^^
Uncle Lowen
__ADS_1
Oke, cepat ya!
Azella mengambil asal hoodienya kemudian melangkah keluar kamarnya. Setelah sampai didepan Azella melihat delapan bodyguard yang bertugas berjaga didepan mansion miliknya.
"Buka, Saya mau ketemu teman saya didepan."
Karena tidak ada hal mencurigakan bodyguard itu menurut dan membuka gerbang besar itu. Azella berjalan dua menit untuk keluar dari area mansionnya. Azella tidak takut, karena tidak mungkin ada penculik atau hal-hal menyeramkan lainnya disini.
Azella sampai diujung jalan perbatasan, tapi Azella tidak ada melihat keberadaan Uncle Lowen.
Azella mengecek ponselnya sekali lagi. Tidak ada pesan lagi dari Uncle Lowen.
Azella mencoba menghubungi ponsel Uncle Lowen, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya Azella mengirimi pesan chat.
^^^AzellaQierra ^^^
^^^Uncle dimana? Azella udah diluar.^^^
Uncle Lowen
Sebentar.
^^^AzellaQierra ^^^
^^^Okei uncle.^^^
Azella melirik sekitar, dan tiba-tiba ada mobil putih yang berhenti tepat didepannya. Pintu mobil terbuka dan Lowen keluar dari mobil dengan sebuah kotak ditangannya.
"Uncle mau ngasih ini, kasih ke Mama kamu ya."
Azella mengambil kotak itu. "Ini apa Uncle?"
"Buka kalau udah dirumah ya? Uncle mau langsung kebandara, hati-hati Azella."
Azella mengangguk saja, "okei, safe flight uncle."
Azella melihat mobil uncle Lowen sudah menghilang dari hadapannya. Azella memutar tubuhnya untuk kembali masuk kedalam area mansion. Namun tiba-tiba Azella merasa ada yang menyerangnya dari belakang.
Bugh.....
Bugh.....
Bugh...
Azella memegang kepalanya yang dipukul berkali-kali dan itu cukup membuatnya oleng. Azella berbalik dan melihat ada dua orang pria dengan penutup kepala yang menghadangnya. Ketika Azella ingin menyerang balik, naasnya salah satu dari mereka mengeluarkan pisau dan menyerang Azella.
Azella yang peka langsung memundurkan langkahnya namun pipinya tetap saja terkena goresan pisau itu karena sasaran pria itu adalah lehernya.
Azella menyentuh pipinya yang terasa sakit karena tergores. Tapi hal itu tidak membuatnya goyah. Ketika Azella ingin menendang perut pria itu. Namun Azella tidak menyadari dari arah belakangnya ada seorang pria lagi yang menarik rambutnya dengan kasar kemudian dengan cepat menutup hidungnya dengan saputangan yang langsung membuat Azella pusing.
__ADS_1
Azella menjatuhkan kotak ditangannya dan tidak lama Azella merasa kepalanya berat dan semuanya tiba-tiba gelap.
Azella hanya berharap ada yang bisa menolongnya.