RIGEL ANTARIKSA

RIGEL ANTARIKSA
[34 | Secret Admirer]


__ADS_3

Azella menatap Rigel yang berdiri didepannya dengan santai, padahal Rigel melihat foto-foto yang Azella serakan dilantai, namun laki-laki itu tetap calm.


"Kamu ngapain punya foto aku sebanyak ini?!" Tanya Azella menuntut jawaban.


"Why? Im ur secret admirer." Akui Rigel santai.


Azella membolakan matanya kaget. "Sejak kapan kamu tau aku?"


"Sejak kamu makan burger di Tower Bridge"


"Rigel kamu-" Azella bingung harus mengatakan apalagi. Ini terlalu cepat untuknya, dan semua terjadi tiba-tiba.


"Why?"


"Ini namanya mencari tau privasi orang lain, ini gak boleh." Ucap Azella menunjuk foto-fotonya.


"Buat aku gak ada yang gak boleh. Kecuali satu hal."


"Apa?!"


"Lose you."


"Ap-apaan sih?! Gak usah mengalihkan pembicaraan."


"No, aku gak ngalihin pembicaraan, tanya aja aku jawab semua."


"Ngapain kamu nguntit semua kegiatan aku?"


"Aku suka."


"Tapikan gak boleh, mending kamu kenalan langsung sama aku waktu itu, jadi cowok kok gak gentle."


"Dulu aku ngerasa gak pantas, soalnya semua masih tergantung sama Daddy, gak bebas."


"Emang sekarang udah ngerasa pantas?"


"Oh udah, aku ganteng, kaya, ketua geng, terus aku ada 4 apartment pribadi, ada dua jet pribadi, dua perusahaan emas daddy udah atas nama aku, terus-"


"Dari semua itu kamu pikir bisa buat aku nyaman?" Sela Azella cepat.


"Bisa."


"Enggak, gak ada!" Ketus Azella.


"I am falling in love with you, Azella." Kata Rigel yang membuat Azella menjadi diam membisu.


Damn!!!


"Azella." Panggil Rigel lagi.


Laki-laki itu duduk didepan Azella setelah menyingkirkan foto-foto Azella dan diletakkan diatas meja.


Azella memperhatikan Rigel yang meraih tangannya dan mulai menggenggamnya lembut.


Jujur saja, Rigel sangat jarang memanggil namanya, tapi entah kenapa ketika sekali saja Rigel menyebut namanya Azella merasa perasaannya berdebar tidak karuan.


"Since I found you, I never stopped thinking about you. I dunno why, but, I love you more than any word can say. I love you more than every action I take. I'll be right here loving you till the end."


"Rigel-"


"Shh, Azella, will you be mine?"


"H-hah?"


"This option, a. Yes, and b. Back to option a."


Azella meremas kuat tangan Rigel yang menggengamnya. Apa-apaan ini?!


"Kamu-"

__ADS_1


"Jawab iya, ini perintah!" Bisik Rigel.


Azella menubruk tubuh Rigel yang tidak memakai atasan, laki-laki itu tadi hanya membilas tubuhnya dikamar mandi dan keluar dengan celana santai tanpa atasan. Jadi Azella bisa merasakan langsung otot-otot tubuh Rigel ketika tangan mungilnya memeluk erat tubuh Rigel.


"Jadi?"


"Emang aku punya pilihan lain?"


"No sweetheart."


"Yaudah."


"Yaudah apa?"


"Yagitu."


"Gitu gimana?"


"Ish ngeselin."


"Loh, ngeselin dimananya? Kan aku nanya, gitu gimana?"


"Yes,"


"Yes for?"


"Yes, I'm yours, and you're mine." Ucap Azella tanpa berani menatap mata Rigel, gadis itu semakin menenggelamkan dirinya dalam pelukan hangat Rigel.


"I love you." Bisik Rigel ditelinga Azella yang sukses membuat pipi Azella semakin memerah malu.


Cup....


...______________...


"Saya sudah bilang dari awal, kamu gak seharusnya ikut saya kemana-mana."


"Kamu keberatan selama ini?!" Jawab Angela sedikit tersinggung.


"No, tapi anak-anak lebih butuh Mamanya daripada aku." Ujar Maxenzie seraya menutup laptopnya.


"Tapi kamu-"


"Angela dengar, 25 tahun kita menikah, saya tidak ada niatan untuk selingkuh. Kita sama-sama sudah sangat tua untuk melakukan hal gila itu. Dulu saya memang bersalah, saya hampir selingkuh memang, bahkan mungkin kamu anggap sudah. Tapi perasaan saya tetap sama kamu. Rasa cinta saya cuma sama kamu. Tidak mungkin Altheo sama Azella hadir jika diantara kita tidak ada cinta Angela."


Angela mengangguk mengerti, dirinya memang selalu egois, dan sangat overthinking.


"Saya tidak pernah menyalahkan Azella atas kejadian itu, itu murni karena takdir, tapi waktu saya dan Azella yang sedikit membuat saya yakin Azella selalu menyalahkan dirinya atas kejadian itu."


"Angela, jangan egois, saya masih harus memaksimalkan perusahaan selagi Atlas memantaskan dirinya untuk menggantikan posisi saya." Lanjut Maxenzie.


"Dan saya minta maaf, benar saya tidak bisa bersama mereka setiap hari, tapi saya berusaha menjaga mereka dari jauh, saya senang jika anak-anak saya senang, mereka sudah dewasa bukan waktunya untuk mengekang lagi. Terutama Azella, princess kita sudah mulai mengenal cinta, ajari mereka menjadi anak-anak yang tangguh, karena dunia kejam. Kita tahu benar itu kan. Tolong Angela, saya titip anak-anak. Saya janji saya tidak akan mengecewakan kamu dan pernikahan kita."


Angela menatap suaminya, perasaannya sangat besar kepada laki-laki didepannya ini. Kepada ayah dari anak-anaknya.


"Iya kamu benar, aku minta maaf untuk semua. Aku seharusnya bisa jadi Mama yang lebih baik lagi buat anak-anak."


"No, kita sama-sama salah Angela. Tapi belum terlambat untuk memperbaiki semua kan?"


...___________...


"Azella cantikkk."


"Buset, pak bos bawa cewek."


"Kenalin boleh nih."


Azella tersenyum kecil mendengar seruan anak-anak Antariksa Gang yang menggoda mereka.


Saat ini Rigel mengajaknya ke markas utama Antariksa Gang, tadinya Azella menolak, lagipula Azella tidak punya kepentingan apapun disana. Dan parahnya tidak akan ada perempuan ditempat itu. Tapi Rigel memaksanya, katanya sekalian pamer status baru mereka.

__ADS_1


Rigel melepaskan genggaman tangannya dan berganti merangkul bahu Azella dengan mesra.


"Kalian pasti udah tau cewek ini kan." Ucapnya yang diangguki semua anggota yang ada disana.


"Namanya Azella, buat yang belum kenal." Lanjut Rigel.


"Statusnya pacar Rigel, buat yang belum tau." Celetuk Cello.


"Iya." Ucap Rigel tegas.


"HAH?!" Teriak Cello kaget, pasalnya tadi laki-laki itu hanya bercanda. Bukan hanya Cello tapi seluruh anak Antarikasa Gang yang berada disana juga kaget. Pasalnya pertama kalinya ketua mereka menjalin hubungan dengan seorang perempuan.


"Gimana-gimana? Telinga gue gak bener kayaknya." Ujar Seven.


"Azella punya gue, kalian yang berani cari masalah sama Azella sama aja cari masalah sama gue. Jadi, jaga mata kalian jangan tatap cewe gue lebih dari tiga detik."


Seketika semua anggota Antariksa mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Bangsat, kena mental semua." Ujar Yuan melirik yang lain.


"Anjing, kapan jadian? Yakali gak ada party." Heboh Vixtor.


"Yamasa ketua jadian gaada pesta, ada dong ya?" Tanya Cello menaik turunkan alisnya.


Rigel hanya mengangguk dua kali, yang berarti 'iya'


"YEAYY, PARTY!!!"


"Gue udah siapin satu night club buat kalian malam ini. Alamatnya udah gue share di grup." Kata Rigel.


"NAH GINI NIH GUE SUKA!" Teriak Vixtor mewakili kesenangan anggota yang lain.


"Kamu mau ke club?" Tanya Azella.


"Mau ikut?"


"Boleh?"


"Why not? Ajak temen-temen kamu juga, nanti malem kan acara kita."


Azella merekahkan senyum manisnya.


Ah, sudah lama Azella tidak tersenyum semanis ini.


"Rig, gue udah buat password baru, lo mau liat dulu gak sebelum gue uji coba?" Tanya Tayo yang keluar dari salah satu ruangan disana.


"Boleh." Ucap Rigel kemudian menoleh kearah Azella. "Ikut?"


"No, aku disini aja." Ujar Azella tidak mau mengetahui privasi Antariksa Gang lebih dalam.


"Oke, aku gak lama." Kata Rigel kemudian meninggalkan Azella bersama beberapa sahabatnya disana.


"Zell, lo apain Rigel?" Tanya Seven ketika Rigel sudah menghilang dari jangkauan pandangan mereka.


Azella mengerutkan alisnya bingung. "Hah? Gimana?"


"Enggak Zell, Lo tau, lo cewek pertama yang masuk kesini." Ujar Cello.


"Oh gue-"


Drtdrt....


"Bentar." Ucap Azella kemudian mengambil ponselnya yang berdering.


Cello dan yang lainnya mengerti ketika Azella membutuhkan privasi untuk mengangkat ponselnya, kemudian mereka menjauh dari ranah Azella. Memang Azella tidak meminta, tapi itu salah satu sopan santun kan?


Azella mengerjapkan matanya beberapa kali membaca nama orang yang menghubunginya.


"Uncle Lowen?"

__ADS_1


__ADS_2