RIGEL ANTARIKSA

RIGEL ANTARIKSA
[44 | Jadi Gimana?]


__ADS_3

"Kamu kenapa?" Tanya Rigel menatap Azella yang juga menatapnya dengan pandangan sinis.


"Emang aku kenapa?" Tanya Azella balik dengan pandangan yang tidak berubah.


Rigel yang baru saja memasuki ruangannya menjadi tegang, hal apa yang terjadi yang membuat Azella menjadi sinis lagi kepadanya?


Rigel melepaskan jassnya, membuka dasi dan dua kancing teratas kemejanya, kemudian laki-laki itu berjalan mendekati Azella yang duduk tegak sembari melipat kedua tangannya didepan dada.


Rigel duduk disebelah Azella dan memeluk pinggang gadis itu intens.


"Kenapa sayang? Aku ada salah apalagi?"


Azella melirik Rigel dengan pandangan tajamnya, "Gak apa apa."


"Jadi ada masalah apa? Cerita sama aku." Paksa Rigel lagi.


"Nggak ada apa."


"Hem, its okay, mau makan siang sekarang?"


Azella melirik jam yang terpasang didinding ruangan Rigel yang mewah itu yang menunjukkan pukul 2 siang.


"Maaf sayang, aku rapatnya lama." Ucap Rigel menebak-nebak kesalahannya.


"Its okay, ayo kita makan siang."


Rigel malah memeluk erat Azella, menaruh kepalanya didagu gadis itu dan tenggelam diantara lebatnya rambut Azella.


"Rigel.."


"Sebentar aja sayang." Jawab Rigel masih menaruh kepalanya dileher Azella.


Azella diam tidak bergerak, jantungnya Kembali berdegup dengan kencang, Azella jadi mengingat pertemuannya dengan Rigel dulu, dimana dia mulai menyukai laki-laki itu tanpa sadarnya.


Tangan Azella dengan refleks membelai rambut Rigel dengan husapan-husapan halus. Azella larut dalam pemikirannya sendiri, tidak menyadari Rigel yang malah tertidur dipelukannya.


"Rigel?" Panggil Azella akhirnya ketika merasa laki-laki itu tidak ada pergerakan.


Azella melihat wajah Rigel yang tertidur dengan nyaman dibahunya, gadis itu tidak tega membangunkan Rigel. Dengan perlahan Azella ikut menyenderkan dirinya kesandaran sofa yang cukup besar dan luas untuk mereka.


Tok..tok..tok...


Azella Kembali menegakkan tubuhnya Ketika ada suara ketukan pintu, Azella melirik Rigel yang tertidur dan tetap saja Azella tidak tega membangunkan laki-laki itu.


"Masuk,"


Azella melihat pintu mulai terbuka setelah Azella memberikan ijin masuk.


Azella menaikkan alisnya dengan sedikit senyum diujung bibirnya ketika melihat Franda yang muncul dari balik pintu.


Momen yang pas sekali.


Azella memperhatikan ekspresi Franda yang sedikit kaget ketika melihat Rigel yang terlihat tertidur sambal memeluk Azella dengan erat.


"Ada apa Franda?" Tanya Azella santai seolah hanya ada mereka berdua diruangan itu.

__ADS_1


"I-ini ada berkas buat Rigel."


"Tolong taruh aja dimeja kerjanya Rigel, dan kamu bisa keluar."


Franda melihat Azella yang juga melihatnya dengan pandangan tegas.


"Kenapa Franda? Masih ada yang penting?" Tanya Azella ketika Franda melihatnya sejak tadi.


Kemudian Azella melihat Rigel yang bergerak tidak nyaman, kemudian refleks lagi tangan Azella Kembali mengelus lembut rambut Rigel yang tertidur dipelukannya.


"I love you Azella, sayang aku bobo bentar ya." Gumam Rigel tanpa sadar.


Azella tersenyum tipis mendengarnya, langsung memeluk erat Rigel.


"Hem, saya permisi." Ucap Franda langsung keluar ruangan Rigel.


Azella tersenyum senang, jika Rigel sudah menjadi miliknya, jangan harap bisa direbut lagi. Azella tidak akan melepaskan Rigel untuk kesekian kalinya.


"Manja banget kamu." Bisik Azella.


Rigel tidak mendengarkan ucapan Azella karena sudah terlelap dalam tidurnya, tapi laki-laki itu semakin membenamkan wajahnya di bahu Azella untuk mencari posisi nyaman.


Azella tidak merubah posisi tidur Rigel, gadis itu mencari posisi nyaman untuknya, entah bagaiamana Azella juga mulai mengantuk dan tertidur sambil memeluk Rigel.


...____________...


Rigel mengerjapkan matanya, entah kenapa punggungnya terasa pegal sekali dengan posisi seperti itu. Baru saja ingin merubah posisinya bibirnya langsung tersenyum manis mendapati pemandangan yang membuat hidupnya damai.


Azellanya, sedang tertidur sengan memeluknya. Ingin Kembali kedalam posisi hangatnya, Rigel malah salah fokus dengan suasana diluar jendela dimana sudah tidak ada matahari lagi yang terlihat, langit sudah mulai gelap dan kaca yang mengembun karena hujan yang turun dengan deras.


Rigel menggelengkan kepalanya ketika mengingat Azella dan dirinya belum makan siang, sudah pukul setengah delapan malam. Rigel dengan perlahan mengusap lembut pipi Azella yang dingin karena ac ruangan.


Masih tidak ada pergerakan dari Azella, Rigel menjadi tidak tega membangunkan gadis itu, akhirnya Rigel mengangkat Azella dan menggendongnya dengan gaya bridal.


Hebatnya meski begitu, Azella tidak terganggu sama sekali, bahkan gadis itu terlihat tidur dengan nyenyak.


Rigel tersenyum kecil dan mengecup dahi Azella dengan sayang, kemudian berjalan keluar dari ruangannya.


Rigel memasukkan Azella kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh bawahannya. Suasana kantor ketika malam hari juga cukup ramai karena ada banyak karyawan yang lembur atau memang shif malam. Tentu saja Rigel yang menggendong Azella menjadi pusat perhatian.


Tapi memang itu yang diinginkan Rigel, jika kekuasaannya sudah semakin kuat, maka akan semakin mudah untuknya melindungi Azella.


Rigel memandangi gadis cantik yang tertidur nyenyak disampingnya dengan pandangan lembut. Gadis yang berhasil merubah keseluruhan hidupnya, yang membuatb Rigel termotivasi untuk menjadi manusia yang berguna, karena menurutnya teori Bahagia yang sangat sederhana, tanpa harta, tanpa tahta, tapi jika Bersama Azella, Rigel bisa menemukan definisi kebahagiaan yang berbeda dimana Rigel sendiri tidak bisa mendefinisikan hal tersebut. Semua terasa lengkap. Tapi, tanggung jawab kenyamanan Azella dan kebahagiaan gadis itu menjadi hal yang paling diprioritaskan Rigel.


"Rigel.."


Rigel membelai lembut tangan Azella yang digenggamnya.


"Iya sayang, kebangun hm?"


Azella membuka matanya secara sempurna, sungguh tubuhnya pegal-pegal.


"Kita mau kemana?" Tanya Azella menyadari mereka ada dimobil.


"Tadi aku maunya ngajak kamu ke penthouse aku, maunya makan malam disana soalnya kamu bobo sayang. Sekarang terserah kamu mau kemana? Makan dulu sih, dari siang kamu belum makan."

__ADS_1


"Hem terserah kamu aja." Ujar Azella cuek, gadis itu meraih tasnya dan membuka ponselnya.


"Kamu disuruh main kerumah sama Papa." Kata Azella setelah melihat ponselnya ada notifikasi chat dari Papanya.


"Sekarang?" Tanya Rigel.


"Nanti abis makan, aku laper."


"Sayang maaf, pasti badan kamu pegel-pegel." Ujar Rigel ketika melihat Azella memijat pelan bahunya.


"Bagus kalo kamu sadar." Jawab gadis itu sinis.


"Maaf sayang, aku gak tau kenapa bisa ketiduran lama banget."


"Hem, asisten pribadi kamu nyariin kamu terus." Kata Azella sambil memperhatikan rintik hujan yang berjatuhan.


"Xiever? Dia lagi aku suruh pantau bisnis dibali sayang."


"Bukan, yang cewek."


"Aku gapunya asisten cewek." Jawab Rigel bingung.


"Ada, anak temen Mommy kamu."


"Oh si panda-panda itu, bukan, aku gak mau jadiin dia karyawan dikantor, apalagi asisten. Aku risih liat manusianya, cari perhatian terus."


"Franda sayang." Koreksi Azella sambil menahan tawanya.


"Iya siapapun itu, nanti aku ngomong sama Mommy, aku gak suka dipilihin partner kerja, lagian Xiever udah cukup."


"Lagian cuma Xiever aja yang sanggup kerja sama kamu ga si?"


Rigel melihat Azella yang tersenyum manis setelah mengatakan hal tersebut.


"Iya, tapi aku gak galak sayang, mereka aja yang takut duluan sama aku."


"Kamu kalo marah emang gak galak, tapi kejam, sarkas, kaku, temperamental. Untung mentalnya Xiever kuat."


"Jadi dimata kamu aku kaya gitu?"


"Iya, suka ngatur, posesif, suka marah, ngomongnya dikit banget kalo ga dipancing, kelakuannya gak bisa ditebak."


"Sayang, emang aku pernah jahatin kamu?"


"Enggak, tapi-"


"Enggak akan aku jahatin kamu, gak bakal aku marahin kamu, misalnya kalo kamu bunuh aku nanti aku yang minta maaf."


"Hilih, manis banget kata-katanya kaya buaya."


"Beneran sayang."


"Nggak percaya."


"Yaudah, buktiin aja sendiri."

__ADS_1


"Dih. Kamu makin aneh, kamu maunya apa sih?" Tanya Azella jengah, sejak kapan Rigel suka bermain kata-kata?


"Aku sih maunya nikahin kamu, gak tau kalau kamu maunya gimana."


__ADS_2