RIGEL ANTARIKSA

RIGEL ANTARIKSA
[42 | Cewek Gue]


__ADS_3

"YaTuhan Azella sumpah gue kangen banget!"


"Lo kayak anak ilang tau, gak pernah berkabar, sosmed lo juga off. Lo jadi introvert apa gimana?"


Azella hanya tertawa ketika mendengar celotehan Zia dan Sienna.


"Gue beneran gak percaya lo balik ke Jakarta."


"Iya, gue kira lo gak bakalan balik lagi."


"Dih apaan, gue lebih gak percaya denger kabar Sienna sama Seven putus, kalian kenapa sih?" Tanya Azella tidak habis fikir, entah apa saja yang terjadi selama Azella menetap di London.


"Ya, kita udah gak cocok lagi Zell, semenjak masuk universitas yang berbeda, awal mulai LDR, kita udah kayak beda. Udahlah, udah kisah lama juga gak usah dibahas. Lagian Seven udah punya pacar." Kata Sienna santai seolah-olah memang sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi kepada Seven.


"Oke-oke lupain ya, udah lama gue ga ke club, nikmatin aja hari ini."


Saat ini ketiga gadis cantik itu sedang berada disalah satu club malam. Sebelumnya Azella memang menghubungi Sienna lewat nomor lama cewek itu yang ternyata masih dipakai. Jadilah mereka bertemu diclub malam.


"Wait, what? Lo ngapain aja di London?" Tanya Zia sedikit kaget mengetahui fakta Azella tidak lagi aktif didunia malam waktu di London.


"Ngejar sekolah, ngejar gelar." Jawab Azella.


"Cinta gak dikejar?" Tanya Sienna iseng.


"Itu-" Perkataan Azella terhenti ketika mata cantiknya menatap satu sosok yang berjalan memasuki area VVIP club itu.


"Panjang umur." Celetuk Zia yang membuat Azella meliriknya malas.


"Mereka gak berubah ya, gitu-gitu aja." Komentar Sienna.


"Kalian beneran gak pernah interaksi lagi sama mereka?" Tanya Azella serius.


"Engga Zell, semenjak semester 2 kita beneran udah lost contact." Jawab Zia.


"Terus lo sama Frans giamana?"


"Gue sama dia dari dulu emang gak ada hubungan apa-apa Zell, dianya yang deketrin gue, tapi kita gak satu frekuensi."


Azella hanya mengangguk saja mendengar jawaban Zia dan Sienna.


"Gue gak mau tau, jangan sampai mereka ngeliat kita duduk disini." Kata Zia sambil melirik Rigel dan sahabatnya memilih duduk selat dua bangku dari mereka dilantai dua VVIP.


"Bener banget, gue juga males nyapa mereka." Sahut Sienna setuju.


"Tapi, lo gimana Zel sama Rigel?" Tanya Sienna tiba-tiba.


"Ya gak gimana."


"Ck, itu bukan jawaban." Gemas  Zia mendengar jawaban Azella.


"Gak-"


"Heyy cantik!!!, gila ada Zia, Sienna, and Azella astaga, seneng banget gue ketemu kalian." Ujar Cello tiba-tiba yang entah darimana munculnya.


"Sialan, ini Cello kenapa nongol aja sih." Gumam Sienna melirik laki-laki yang berjalan kearah mereka dengan malas.


"Waduh, makin cakep aja kalian, gabung aja lah kita bro!" Ajak Cello kepada sahabatnya yang lain yang entah kenapa langsung menurut dan mengambil tempat duduk didekat ketiga gadis itu.


"Azella kapan balik?" Tanya Yuan sambil menghembuskan asap rokoknya keudara.


"Dua hari yang lalu Yan."

__ADS_1


"Ciee ada yang ketemu mantan, aduh takut gue duduk disini." Celetuk Vixtor ketika dirinya duduk diantara Sienna dan Seven.


"Apaan sih lo!" Ujar Seven cepat sambil menoyor kepala Vixtor.


"Anjing berani banget lo noyor noyor kepala dokter sembarangan, tar kalo ilmu gue mental gimana?" Protes Vixtor.


"Heran gue, orang bego kayak lo kok bisa lulus kedokteran." Gumam Yuan sambil menatap Vixtor malas.


"Eh, Vixtor lo ambil kedokteran juga?" Tanya Azella.


"Oh jelas Zell, kan gue pinter, lo ambil apa Zell di London? Lama banget gak berkabar."


"Gue juga kedokteran Vix."


"Anjir, udah cakep, dokter muda, udah Zell bilang sama gue kapan lo siap gue lamar." Perkataan Cello tersebut mendapat geplakan dari Yuan.


"Inget anak lo dirumah ngab."


"Loh, Cello udah punya anak?" Kaget Zia.


"Kaga ngibul dia." Jawab Cello cepat.


Azella yang sejak tadi merasa ada yang menatapnya kemudian melirik sekitarnya dan ketika Azella melirik kesebelah kanan, hanya dibatasi oleh tas miliknya yang diletakkan disofa dan Rigel yang duduk disana. Laki-laki itu menggunakan kemeja hitam yang tangannya digulung sampai siku, kemudian dua kancing kemejanya terbuka. Dan parahnya sedari tadi Rigel terus memandangi Azella dengan intens.


"Pesen semua yang kalian mau, nanti gue bayar." Ucap Rigel ketika Yuan menanyakan pesanan mereka.


Azella menatap laki-laki itu dengan pandangan datarnya, jangan lupakan kejadian dicafe itu. Dasar buaya!


"Na, udah punya pacar sekarang?" Tanya Yuan iseng sambil melirik Seven yang tidak bergeming dari ponselnya.


"Belum, ngapain buru-buru, nanti kayak dulu lagi, bukanya berakhir manis malah pahit." Jawab Sienna yang kali ini lebih berani seperti Zia.


"Waaahahahaha!" Seru Yuan, Vixtor dan Cello ketika mendengar jawaban Sienna.


Azella menaikkan alisnya merasa ada hal yang dia lewatkan selama ini, tapi entah apa, nanti Azella akan tanyakan kepada Sienna.


Azella hendak meraih minuman alkohol diatas meja, tapi seketika ada sebuah tangan yang menepis tangannya halus.


"Dokter harus jaga kesehatan."


Azella melirik Rigel yang menarik tangannya kemudian menggenggamnya lembut.


Beberapa kali Azella berusaha menarik tangannya tapi Rigel terlalu menggenggam dengan erat, akhirnya Azella pasrah ketika tangannya menjadi bahan mainan Rigel.


Sebenarnya Azella tahu semua sahabat Rigel dan juga sahabatnya melihat kejadian itu, tapi entah kenapa mereka menjadi kalem dan tidak benyak mengomentari dirinya dan juga Rigel.


"Azella,"


Azella melirik Rigel yang memanggilnya.


"Apa?"


"Ketus banget."


"Suka-suka gue, kenapa? Masalah buat lo?"


Rigel tersenyum mendengar jawaban Azella yang terlihat kesal dengannya.


"Kenapa? Kesel karena yang dibilang sama Dara?" Tanya Rigel sambil menahan senyumnya.


"Dih, apa hubungannya? Gue gak peduli ya mau lo deket sama siapa juga."

__ADS_1


"Oh ya?"


"Iya, sana jauh-jauh dari gue, lepasin tangan gue." Ujar Azella semakin kesal dan menarik-narik tangannya dari genggaman Rigel.


"Percaya sama aku, aku gak ada deket-deket sama cewek lain."


"Aku? Aku kata lo? Emang kita ada hubungan apa?" Azella menatap Rigel dengan alis terangkat menantang.


"Kamu mau aku nikahin sekarang?"


Azella membulatkan matanya kaget mendengar ucapan Rigel.


"Jangan gila!"


"Berarti mau kan, tapi gak sekarang. Gitu kan?"


"Ih kapan gue bilang mau?!"


"Tadi."


"Nggak ada."


"Oh mau nolak berarti nih?"


"Engga- ih apaan sih, lo jangan main curang gitu." Ujar Azella tersadar hampir saja terjebak permainan kata-kata Rigel.


"Nanti pasti kita nikah." Ucap Rigel sengaja membuat Azella semakin kesal.


"Enggak ya, lo jangan ngarang, jangan mimpi. Nikah aja sama cewek-cewek temen kampus lo yang cakep-cakep itu, yang lo traktir sana-sini."


Rigel membenarkan posisi duduknya dengan menumpu kaki kirinya dipaha sebelah kanannya, sedangkan tangan kirinya naik kesandaran sofa dan menyentuh rambut Azella yang diikat oleh gadis itu.


Perlahan tapi pasti Rigel menarik ikat rambut Azella sehingga rambut panjang gadis itu jatuh menutupi bahunya yang terbuka karena Azella hanya menggunakan crop top tanpa tali dan tanpa outer yang dipadukan dengan rok hitam polos setengah paha.


"Lo-"


"Jangan biarin aset punyaku diliatin banyak orang, aku gak suka berbagi." Bisik Rigel didekat Azella, entah kapan laki-laki itu pindah disebelahnya.


Azella hanya membuang wajahnya ketika Rigel mengatakan hal itu.


"Jangan percaya sama Dara, aku bisa jelasin semua, selama aku di California, bahkan aku gak ada ngomong sama cewek, kecuali mereka yang ada kepentingan."


"Susah dipercaya." Jawab Azella cuek.


"Iya tap-" Sebelum Rigel melanjutkan perkataannya seketika ada seseorang yang menepuk pundaknya.


"Rigel? Rigel kan?"  Rigel mengernyitkan alisnya ketika melihat seorang perempuan yang menghampirinya dengan senyuman lebar.


Wait, Rigel tidak mengingat siapa wanita ini.


"Siapa?" Tanya Rigel singkat tanpa minat.


"Astaga lo lupa sama gue? Gue Yoane, gue temen lo di California kita satu kelas, terus beberapa kali ada project bareng gitu. Masa lo gak inget?"


Rigel melirik Azella yang menatap percakapan mereka tanpa minat.


Azella sendiri hanya menghela nafas lelah, tidak tau harus bersikap bagaimana. Faktanya sudah jelas kan.


"Oh." Respon Rigel singkat kemudian menarik bahu Azella agar lebih dekat dengannya.


"Cewek gue." Ujarnya tegas kepada Yoane sambil merangkul pundak Azella yang secara tidak langsung menegaskan bahwa ada hati yang harus dijaga.

__ADS_1


Kurangajar.


__ADS_2