
Suasana ricuh kantin yang ditangkap oleh indera pendengaran Rigel ketika laki-laki itu menginjakkan langkah pertamanya di area kantin.
Rigel melihat teman-temannya yang sudah berkumpul di meja yang biasanya mereka tempati. Tadi Rigel ketiduran di rooftop sekolah, teman temannya juga enggan membangunkannya karena itu percuma, kecuali Rigel sendiri yang berniat mengakhiri mimpinya.
Rigel duduk diantara Cello dan Seven yang sedang merokok, laki-laki yang kancing kemeja sekolahnya sudah dilepas semua, dan hanya memperlihatkan dalaman berupa kaos hitam polos. Laki-laki itu mengeluarkan dompet, ponsel dan rokoknya.
Bukan rahasia umum mereka memang selalu menjadi pusat perhatian satu sekolah. Singkatnya begini, Rigel si juara umum, anak jenius yang selalu diandalkan untuk mengikuti olimpiade mewakili sekolah. Selain itu Rigel sendiri anak multitalented yang bisa basket, bernyanyi, dan masih banyak lagi. Hanya saja, Rigel selalu malas untuk melakukan hal tersebut untuk orang lain.
"Seven, gue nambah es lemon tea lagi satu, inget dibayar." Kata Vixtor menunjuk dua gelas lemon tea yang sudah kosong didepannya. Masih ingat kan, dengan jadwal membiayai kebutuhan Vixtor? Nah, sekarang jadwalnya Seven.
"Sekalian aja beli standnya." Sahut Seven datar, sedangkan yang diajak bicara berpura-pura tidak mendengar.
"Gue dapet kontaknya nih Yan." Kata Cello tiba-tiba sambil memperlihatkan layar ponselnya kepada Yuan.
"Eh apaan, main rahasia aja berdua, giliran ada masalah manggil anggota 500 orang." Komentar Seven penasaran.
"Setan, jangan macem-macem lo." Peringat Yuan ketika melihat layar ponsel Cello.
"Gue typo sekali ya, lo bawa-bawa itu mulu." Lanjutnya membalas ucapan Seven barusan.
"Apaan ngab?" Tanya Vixtor kepo.
"Nih, Yuan naksir sama anak IPA 3, namanya Helena." Jawab Cello santai tanpa memperdulikan tatapan permusuhan yang diberikan oleh Yuan.
"Hah, beneran? Buset, cepet juga lo move on dari Licia." Kata Seven heran.
Rigel juga sedikit menaikan alisnya penasaran, tatapannya jatuh kepada Yuan yang entah kenapa terlihat gugup, terlihat bukan Yuan sekali. Selain itu Yuan dengan Licia juga baru putus selama tiga hari, dan permasalahannya tidak diceritakan oleh laki laki itu dengan jelas, katanya sih-
"Udah gak cocok ya gimana." Jawab Yuan jengah kala itu saat diwawancarai oleh anak inti Antariksa yang sialnya adalah sahabat sahabatnya, kecuali Rigel yang hanya diam tanpa minat, sedangkan Frans laki-laki dingin itu ternyata juga kepo terbukti dari gelagatnya yang ikut mendengarkan.
"Ya cocok cocokin anjir, gulai lo kasi mayonnaise kalau lo laper juga masuk ke mulut. Licia kalo lagi dalam keadaan apapun kalo lo beneran sayang pasti lo pertahanin." Komentar Seven sarkas kala itu.
"Ya gimana pokoknya udah ga cocok." Kata Yuan, kemudian laki-laki itu pergi menghindari sahabatnya yang menyumpah serapahi dirinya kala itu.
"Emang mulut lo gabisa jaga rahasia orang Cell, lagian gue gak suka, gue cuma tertarik aja, lo jangan ngelebih-lebihin gitu." Kata-kata dari Yuan barusan mampu memecah ingatan Rigel untuk kembali dari lamunannya.
"Emang kenapa sih lo putus sama Licia? Padahal Licia cantik anjir." Tanya Seven yang entah sudah keberapa kali menanyakan perihal yang sama. Sedangkan Yuan memutar bola matanya malas.
"Dibilang gak cocok." Jawabnya cuek.
"Yauda cocok-cocokin. Lagian gamungkin kayaknya Licia mau putus dari lo, dulu aja dia ngeja- ngejar." Kata Vixtor mengingat tingkat kebucinan Licia yang rela pindah sekolah kde Antariksa, hanya untuk meluluhkan hati seorang Yuan.
"Kalau mungkin gimana?" Tanya Yuan ketus.
"Wooww-woww, tahan-tahan." Ucap Cello sambil mengangkat kedua tangannya keudara.
"Alay lo." Komentar Seven melihat reaksi Cello.
"Jadi Licia yang mutusin?" Tanya Cello dan mengabaikan perkataan Seven.
"Gausah sok tau, babi." Jawab Yuan sambil memainkan ponselnya acuh. Tentu saja ponsel baru, karena ponsel yang dibuangnya waktu itu tidak diambilnya lagi.
Maklum, Yuan banyak uang dan kebingungan untuk menghabiskannya.
"Berarti lo yang mutusin?" Sekarang giliran Vixtor yang bertanya.
"Ck, dibilangin gausah sok tau." Decak Yuan sebal.
"Gue gak sok tau anjir, gue nanya." Kata Vixtor gemas sambil meremas bungkus rokok yang sudah kosong. Sedangkan Yuan hanya mengedikkan bahunya tidak peduli.
"Tapi serius lo ga-"
"Woi, ada foto Azella sama Rigel yang semalem dipost sama akun AntariksaZone." Kata Yuan heboh memotong pembicaraan Seven.
Mereka menatap tidak percaya, sepertinya admin AntariksaZone yang saat ini statusnya masih tidak diketahui siapa, sangat memiliki banyak koneksi tentang Antariksa, entah Antariksa Gang ataupun SMA Antariksa.
Rigel memejamkan matanya sejenak, tadinya dia tidak kepo sedikitpun dengan admin AntariksaZone, hanya saja, sekarang jika sudah begini apa bisa jika tidak diurusi?
Rigel masih melihat semua teman temannya yang masih menatap layar ponsel mereka masing masing, kecuali dirinya yang tidak ingin tahu. Tapi pastinya akan tahu juga akhirnya, karena teman temannya akan-
"Iya sialan, captionnya, 'New Couple in Antariksa hm?' Aw aw aw." Kata Seven.
"Disini Azella pakai jaketnya Rigel lagi. Parah sih ini." Komentar Cello.
"Difotonya dari samping tapi agak blur, sayangnya ini keliatan jelas motornya Rigel sama mukanya Azella." Ucap Vixtor meneliti foto tersebut.
"Tuh, ada Azella sama Sienna." Kata Cello membuat mereka semua mengalihkan perhatiannya kearah datangnya gadis gadis itu.
"Zia mana Frans?" Tanya Seven tidak melihat kehadiran gadis yang biasanya paling ribut itu.
"Ada urusan di bk." Jawabnya Frans singkat padat dan sangat jelas.
"Oh masih chat, gue kira udah selesai gara-gara kehabisan topik." Sahut Vixtor asal.
"Diem." Umpat Frans.
"Lo kira chat mereka sama kayak orang yang lagi pendekatan pada umumnya? Beda woi, Gue gak ngerti kenapa namanya Zia disematin sama Frans, tapi terakhir mereka chat itu dua bulan yang lalu, parah kan." Kata Seven.
Frans melihat Seven dengan pandangan tajam.
"Lo buka ponsel gue?" Tanya Frans kesal.
"Kagalah, lo salah sendiri buka whatsapp disamping gue, kan gue jadi ngelirik dikit." Jawab Seven sambil menunjukkan deretan giginya.
"Bego." Umpat Yuan sambil tertawa pelan.
"Kenapa lo masih bertahan sama Zia? Eh maksud gue kenapa lo betah ngejar Zia? Zia kan anaknya susah diatur, ngomong aja teriak teriak, gak ada alim alimnya anjir. Bukanya lo bisa aja dapet yang lebih baik dari Zia? Yang bahkan dengan sukarela mau jadi pacar lo." Tanya Seven sambil menatap Frans serius.
"Love isn't finding a perfect person. It's seeing an imperfect person perfectly." Singkat, padat, jelas, dan mampu membuat orang lain bungkam, itulah Frans, karena itu juga dirinya sering dikatakan sebelas duabelas dengan Rigel.
"Ngerti gak lo?" Tanya Cello melihat Seven yang melongo mendengar jawaban Frans.
"Ngerti lah, emang lo."
"Apaan emang artinya?" Tanya Yuan.
"Love ya cinta, terus tadi itu ada kata perfect artinya sempurna, berarti kan cintanya Frans sempurna."
"Anjerr, gak gitu konsepnya bego." Kata Cello.
"Bodoamat gue gak denger." Ucap Yuan.
"Eh, by the way, Azella udah tahu belum ya ada fotonya masuk feed ig AntariksaZone? Tanya Vixtor penasaran.
"Kayaknya belum deh, kalau tahu pasti tu cewek ngamuk ke Rigel." Ucap Seven.
"Lo gak bilang ke Sienna kan?" Tanya Cello.
"Enggak, biar mereka tahu sendiri."
"Jadi gimana Rig? Pertama kali lo digosipin sama cewek nih. Secara lo orangnya tertutup. Apalagi emang pertama kalinya lo deket sam-"
Rigel menatap tajam Yuan yang otomatis membuat laki laki itu menghentikan ucapannya.
"Siapa yang deket? Gak semua yang keliatan disosial media itu nyata." Katanya acuh.
"Ya secara gak langsung postingan ini bisa ngebuat ratusan anak perempuan sakit hati sih." Kata Vixtor.
"Setuju, terus saingannya Azella lagi. Yang baru pertama kali nginjek sekolah ini udah jadi trending topic, diluar masalahnya sama Rigel waktu itu." Kata Cello.
"Gue bisa aja dm akun ini suruh hapus postingan ini." Kata Yuan peka terhadap kekesalan diwajah Rigel.
"Gak penting." Jawab Rigel datar.
...__________________...
"Kenapa mereka pada liatin gue?" Tanya Azella bingung disaat dirinya baru memasuki area kantin.
"Lo cantik makanya diliatin." Sahut Sienna sambil memainkan ponselnya.
Kali ini mereka hanya berdua, karena gadis berisik alias Zia sedang ada urusan bersama guru bk, biasalah kali ini Zia memakai sepatu berwarna kuning yang jelas melanggar aturan sekolah, karena itu Zia dipanggil oleh guru bk.
"Lo mau pesen apa Zell?" Tanya Sienna yang akan memesan makanan untuk mereka.
"Apa aja, samain aja sama lo." Kata Azella kemudian memilih tempat duduk.
Setelah selesai memesan makanan Sienna duduk bersama Azella, mereka masih setia memainkan ponsel masing masing.
"Lo gak nyamperin pacar lo?" Tanya Azella ketika indera pengelihatannya menangkap sosok Seven dan tentu saja anggota inti Antariksa Gang berkumpul disalah satu meja.
Sienna hanya melirik Seven yang tengah asik membicarakan sesuatu dengan gengnya, kemudian gadis itu menatap Azella sambil menggelengkan kepalanya acuh.
Azella melihat Rigel secara tidak sengaja membuatnya kembali mengingat kejadian semalam. Sayangnya jaket laki-laki itu masih dibawa olehnya. Niatnya ingin langsung mengembalikan malam itu, hanya saja sudah lumayan basah, yang tentu saja membuat Rigel juga enggan memakainya lagi.
"Lain kali, punya hobby yang bermanfaat dikit, bukannya hobby buat orang lain susah." Kata terakhir Rigel semalam sebelum meninggalkan rumahnya.
Entah kenapa Azella saat itu hanya diam, malas menanggapi laki-laki jangkung itu. Azella mulai terbiasa mendengar kata kata sarkas yang keluar dari mulut laki laki itu.
"GAISSS.." Suara cempreng itu membuat Azella keluar dari lamunannya. Seketika perhatian gadis itu teralihkan kepada seorang gadis yang memakai pakaian serba kekecilan, yang tentu saja itu adalah Zia.
Zia berjalan mendekat ketempat dimana kedua sahabatnya duduk.
"Aduh, sumpah kalian harus tau." Katanya sambil membuka ponselnya.
"Nih lihat." Katanya heboh.
"What the hell." Umpat Azella langsung ketika melihat hal tersebut.
__ADS_1
"Eh ini beneran lo?" Tanya Sienna.
"Ini apa apaan, siapa adminnya? Kenapa bisa dapet aja sih" Kata Azella kesal mengabaikan pertanyaan Sienna.
"By the way, lo gak ada cerita apa-apa ke kita tentang ini." Kata Zia.
"Hah? Gue pikir Sienna tahu."
"Enggak Zell, gue kan udah bilang masalah geng mereka itu privasi, sekalipun gue pacarnya ya gue gak bakal dikasi tahu." Jawab Sienna malas.
Azella menghembuskan nafasnya pelan.
"Jadi beneran lo dianter pulang sama Rigel semalem? Tapi kenapa bisa?"
"Kok Rigel mau? Pantesan tadi lo diliatin mulu, lo cewek pertama yang boncengan sama Rigel."
Azella merasa pusing mendengar pertanyaan yang disampaikan oleh Sienna dan Zia. Apalagi sekarang dirinya semakin terkenal karena fotonya yang terpampang nyata bersama ketua geng Antariksa.
"Gimana caranya biar postingan ini dihapus?" Tanya Azella kemudian setelah berfikir sebentar.
"Sayangnya adminnya aja gak ada yang tahu Zell. Gimana mau nyuruh hapus, lo komen atau dm kesana juga gak bakal di bales." Kata Zia yang ikut prihatin melihat keadaan Azella.
"Zell, lo gak apa apa kan?" Tanya Sienna melihat Azella hanya diam saja.
"Pasti banyak yang patah hati sih gara gara lo sedeket itu sama Rigel, soalnya disekolah Rigel banyak penggemarnya tapi gak ada yang bisa sedeket lo. Tapi tenang aja, kalau ada yang gangguin lo bilang aja sama gue. Biar gue yang urus." Kata Zia menyemangati.
"Iya, kalo ada apa apa cerita aja sama kita." Sienna merasa posisi Azella memang tidak terlalu aman disini, apalagi penggemarnya Rigel memang banyak yang fanatik.
Azella menghela nafasnya lagi, entah sudah yang keberapa kalinya emosinya diuji di sekolah ini. Dia kira semalam adalah urusan terakhirnya dengan Rigel. Tapi nyatanya sekarang semua siswa Antariksa mengira mereka memiliki suatu hubungan. Damn it.
"Zell.." Panggil Sienna lagi yang melihat Azella masih diam.
Entahlah, Azella juga bingung dengan perasaanya saat ini
...________________...
Rigel's Room.
16.00
Rigel menghempaskan ponselnya dengan kasar keatas ranjangnya. Laki-laki itu sedang duduk disofa yang memang disediakan di kamarnya.
Isi dari benda tersebut membuatnya cukup muak. Tadinya Rigel tidak sengaja membuka akun instagram miliknya yang memang notifikasinya dimatikan sejak lama.
Namun ternyata isinya sangat memancing emosi Rigel. Entah kenapa banyak yang tiba tiba membuat aku fake dengan namanya dan juga nama Azella yang dijadikan satu. Manusia semakin tidak waras saja. Masalahnya bukan satu akun, tapi ada sekitar 15 akun baru yang sedari tadi tidak berhenti menandai dirinya di instagram. Bahkan ada yang mengedit fotonya dan foto Azella.
Sebelumnya Rigel tidak pernah mempermasalahkan hal hal seperti ini, karena dirinya tidak pernah disangkutpautkan dengan wanita, paling hanya tentang dirinya dan Antariksa saja.
Tapi kali ini berbeda, Rigel sangat merasa terganggu, hal ini bisa membuat kesalahpahaman tentang dirinya, padahal dia tidak ada hubungan apa apa dengan gadis itu.
Laki-laki yang hanya menggunakan celana tanpa atasan itu berjalan ke arah balkon kamarnya dan menyalakan sebatang rokok.
Tok... tok... tok...
Suara ketukan pintu membuat laki-laki itu mengalihkan perhatiannya dari pemandangan balkon.
"Masuk."
Seketika seorang wanita cantik yang usianya sekitar 37 tahun, tapi masih terlihat awet muda, tidak lupa dengan perut membuncitnya.
Wanita itu berjalan pelan mendekati anak laki lakinya yang tidak lain adalah Rigel. Sambil sesekali mengelus perutnya yang sudah membesar di usia kandungannya yang ke 8 bulan.
Rigel refleks mematikan rokoknya mengingat itu tidak baik untuk ibu hamil.
"Sayang, nanti temenin Mommy belanja kebutuhan bayi ya?" Kata Venus, Mommy dari Rigel.
"Kenapa Rigel? Ajak Daddy aja." Ucapnya acuh.
"Tapi Mommy maunya sama kamu, ajak aja temen temen kamu juga biar rame. Sekali aja ya?" Bujuk Mommynya lagi.
Rigel yang sedang dalam mood yang tidak baik, tidak ingin melampiaskan ke Mommynya yang sedang mengandung adiknya yang sudah menginjak usia 8 bulan itu. Lagipula Rigel tidak tega menolak permintaan Mommynya kali ini, karena sebelumnya Rigel sudah menolak banyak permintaan Mommynya meski Mommynya bilang dirinya mengidam, tapi Rigel tetap menolak.
Rigel menghela nafas pelan kemudian mengangguk setuju. Kemudian wanita itu mencium pipinya sekilas kemudian melangkahkan kakinya keluar sambil berbicara dengan perutnya. Itu adalah hal yang memang akhir-akhir ini Rigel sering lihat.
Rigel mendengus pelan. Entah baik atau buruk, tapi kenyataannya di usianya yang ke18 tahun akan memiliki seorang adik, dan sudah dipastikan adiknya adalah perempuan. Sebenarnya orangtuanya tidak ada program atau berencana memiliki anak lagi, namun kenyataannya di umur yang ke 37 tahun Mommynya malah hamil lagi. Tidak apa sih, lagipula sepertinya Rigel memang memerlukan teman untuk membagi warisannya yang terlalu banyak itu. Dan yang paling penting itu tidak memberikan resiko yang buruk terhadap Mommynya.
Rigel berjalan mengambil ponselnya yang tergeletak diranjang. Membuka grup dirinya bersama teman temannya. Rigel jarang ikut ribut disini, namun laki laki itu tetap membacanya jika ada waktu. Dan isinya memang tidak pernah waras persis seperti biasanya.
SUGAR DADDY (6)
VixtorBenneric
Nanti malem club kuy. Gue open table
SevenVarran
Seorang Vixtor open table? Fix dunia mau kiamat.
CelloAgrav
SevenVarran
Alay @CelloAgrav
YuanSebastian
Open BO? @VixtorBenneric
SevenVarran
OPEN TABLE SETAN @YuanSebastian
CelloAgrav
:)
VixtorBenneric
:)
CelloAgrav
GUE MAH GAZZ, YAKALI GA
FransFlavian
Bct.
SevenVarran
Gas aja ngab, ribet amat lo pada
CelloAgrav
GUE KAN BILANG AYOK
VixtorBenneric
@RigelDiego gas kan bos?
CelloAgrav
Yuk buat list yang ikut sama gak ikut
Yang ikut ke club nanti malem
1. Cello Ganteng
Lanjutkan bosq
SevenVarran
Yuk buat list yang ikut sama gak ikut
Yang ikut ke club nanti malem
1. Cello Ganteng
2. Seven Lebih Ganteng Dari Cello
Lanjutkan bosq
*VixtorBenneric**
Yuk buat list yang ikut sama gak ikut
Yang ikut ke club nanti malem
1. Cello Ganteng
2. Seven Lebih Ganteng Dari Cello
3. Vixtor Lebih Ganteng Dari Cello&Seven
4.
5.
__ADS_1
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
Lanjutkan bosq*
*CelloAgrav**
Vixtor bego, ngapain lo buat sampai 25 nomor? Kan anggota grup disini cuma 6 orang njir.*
SevenVarran
Hadehhhh, apus Vix apus.
VixtorBenneric
Gue ulang nih?
CelloAgrav
Ulang ulang.
VixtorBenneric
Oke.
Yuk buat list yang ikut sama gak ikut
Yang ikut ke club nanti malem
1. Cello Ganteng
2. Seven Lebih Ganteng Dari Cello
3. Vixtor Lebih Ganteng Dari Cello&Seven
4.
5.
6.
Lanjutkan bosq
*CelloAgrav**
Nah mantap. Yuk yang lain isiin.*
YuanSebastian
NGAPAIN ISI BUAT LIST BEGITUAN SETAN, DISINI CUMA ENAM ORANG, BIASANYA JUGA KALO RIGEL PERGI PADA NGIKUT SEMUA, KAYAK ACARA RESMI AJA. ASTAGA MAKKKK :")
FransFlavian
:")
*SevenVarran**
Lah, iyaa, lo sih @CelloAgrav ngajakin gue*
*CelloAgrav**
Gue gak ada nyuruh lo ikut yaa*
*VixtorBenneric**
Salah pergaulan gue :") *
*SevenVarran**
Yaudah, yang bisa, gas aja ke club nanti malem, jam 9
Pak ketua gas? @RigelAntariksa*
FransFlavian
Ok
*SevenVarran**
:)*
VixtorBenneric
Lo yang bayar kan? @SevenVarran
SevenVarran
HEH! MANA BISA! LO YANG NGAJAKIN BABI!
CelloAgrav
Ga ikot ikot masalah ini
FransFlavian
O
CelloAgrav
Asw :)
VixtorBenneric
Lah, kan jadwal lo bayarin gue hari ini.
*YuanSebastian**
Mampus,
kurang JELAS?
MAMPOS*
CelloAgrav
BAHAHAHA ANJENG, BAYARIN VEN BAYARIN
*SevenVarran**
-_-
Y*
Rigel menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah laku teman temannya dibelakang popularitas mereka. Jika mereka sedang berkumpul berenam mereka seperti sekumpulan orang bodoh, tentu saja Rigel dan Frans pengecualian. Tapi ketika mereka ditempat umum, maka akan sangat berbanding terbalik.
Rigel mengetikkan satu pesan singkat, kemudian mematikan lagi ponselnya tanpa menunggu balasan dari teman temannya.
^^^RigelAntariksa^^^
^^^Mall 12 D'Antarikza^^^
__ADS_1
^^^Jm 7 nnti.^^^
^^^Telat gue penggal.^^^