RIGEL ANTARIKSA

RIGEL ANTARIKSA
[41 | Celotehan Dara]


__ADS_3

Azella membersihkan bibir Dara yang belepotan ice cream vanilla. Bekali-kali Azella berdecak kagum melihat kepintaran gadis kecil ini yang bisa berbahasa Inggris. Benar-benar gen keluarga Diego tidak pernah gagal.


"Tante seneng banget bisa ketemu sama kamu disini."


Azella menatap Venus dengan senyum malu-malu, "Iya udah lama kita gak ketemu tante."


"Apalagi sekarang kamu udah sehat, dokter muda juga. Semoga kamu masih bisa jadi menantu tante ya."


Azella menghentikan gerakan tangannya ketika mendengar ucapan terakhir dari Venus.


"Biarin ngalir aja tante." Jawab Azella diakhiri tawa ringan.


"Jangan gitu dong, Rigel belum punya pacar sampai sekarang. Dulu juga tante gak tahu kalian pisahnya putus apa gimana?"


Azella mengerjapkan matanya beberapa kali, kenapa tante Venus jadi ceplas-ceplos begini? Azella saja ditinggal ketika tidak sadar dari koma, itu namanya gimana? Azella harus bilang apa coba?


"Haduh udah masalalu tante."


"Kamu gimana? Udah ada pacar baru?" Tanya Venus yang lagi-lagi membuat Azella mentapnya kikuk.


"Belum tante."


"Oh berarti masih pacar yang lama kan?"


Loh?!


Azella menatap speechless Venus yang tertawa diepannya.


"Tante bercanda, jangan serius kayak gitu."


Azella tersenyum kaku menanggapi ucapan Venus, iya hanya bercana tapi kenapa sampai kehati Azella?


Azella menatap kendaraan yang melintas didepan café disalah satu jalan ibu kota. Tadinya Azella sudah menolak ajakan Venus, tapi karena Dara juga memaksanya untuk mencoba ice cream yang katanya enak, jadinya Azella tidak tega menolak anak kecil itu.


Berakhirlah mereka dicafe ini dengan obrolan-obrolan random yang entah kenapa menurut Azella seperti deeptalk tapi lebih easy.


"Kakakkk."


Deg...


Azella menolehkan kepalanya dengan pelan kearah pandangan Dara.


Kinda Crazy!!!


Demi Tuhan bukan pertemuan ini yang Azella inginkan, tidak, maksudnya tidak secepat ini.


Disana, Rigel berjalan mendekat kearah mereka dengan setelan jass dan juga kaca mata hitam yang menutupi matanya.


****.


Azella mengumpat berkali-kali didalam hatinya, ternyata tante Venus licik juga. Pantas tadi ketika Azella beberapa kali ingin pamit ditahan-tahan. Jadi begini?!


"Dara sayang." Sapa Rigel sambil menggendong Dara yang menjulurkan tangan mungilnya kearah Rigel.


Azella tidak melirik Rigel sedikitpun, sedangkan Azella bisa melihat Venus yang tersenyum lebar didepannya.


"Duduk Rigel, mau Mommy pesankan apa?"


Rigel mengambil tempat duduk ditempat Dara tadi, berarti disebelah Azella. Azella lagi lagi menyesali keputusannya untuk ikut kecafe ini karena saat ini Azella dipilihkan tempat duduk berupa sofa jadi Azella tidak bisa menggeser duduknya karena sudah mentok.


Azella bahkan bisa merasakan aroma parfum Rigel dari jarak yang sedekat ini.


"Terserah Mommy." Jawab Rigel dengan suara seraknya yang tidak berubah.


"Oke, Mommy pesanin dulu ya, kalian tunggu disini. Azella mau nitip?"


Azella mengangkat wajahnya dan menggeleng menanggapi pertanyaan Venus.

__ADS_1


"Kakak tau gak, Kak Azella daritadi nemenin Dara."


Azella mendelikkan matanya kaget ketika Dara mengatakan hal itu kepada Rigel.


"Wah, kalian ngapain aja?" Tanya Rigel antusias.


Jantung Azella semakin berdetak dengan kencang.


"Main, nemenin Mommy belanja baju, nemenin Dara makan ice cream."


"Dara seneng?"


"Oh iya dong. Seneng banget Dara tuh."


"Suka nggak sama kak Azella?"


Azella melirik Rigel dengan ujung matanya ketika laki-laki itu menanyakan hal seperti itu kepada Dara, Azella hanya menyimak sambil menunggu Tante Venus yang entah kenapa sangat lama memesan makanan, padahal bisa memanggil pelayan, tapi Tante Venus malah kesana, terlihat sekali unsur sengajanya.


"Suka dong." Antusias Dara.


"Mau gak kalo main sama Kak Azella setiap hari?"


"Mau, tapi kak Azella sibuk, kan dia bu dokter."


"Ada caranya kalo Dara mau sih." Ujar Rigel yang membuat Azella semakin mengernyitkan alisnya tidak paham kemana arah pembicaraan laki-laki ini.


"Gimanaaa, Dara mau banget."


"Coba tanyain aja kak Azella, masih sayang gak sama kakak."


Tanpa banyak tanya Dara langsung menatap Azella.


"Kak Azella masih sayang gak sama kakaknya Dara?"


Astaga Tuhan!!


"Loh kok kakak diem aja, kak Azella masih sayang sama kakaknya Dara?" ulang gadis itu lugu.


"H-hah- Oh itu, gimana ya-"


"Kok gimana ya? Kak Azella emang gak mau main sama Dara lagi?" Tanya Dara sedih.


Astaga rasanya Azella ingin menghilang saja.


"Kak?"


"I-iya sa-sayang." Jawab Azella akhirnya sambil membuang wajahnya kelain arah.


"Terus gimana kak? Kak Azella sayang sama kakak. "


Azella kembali melotot mendengar ucapan polos Dara, oke, mungkin Dara tidak paham, tapi kan mereka-


"Tanyain, masih kakak dianggep pacar gak?"


****, sepertinya ini ulah Azella yang tidak mendengarkan ucapan Mamanya agar diam dirumah saja, buktinya sekarang Azella berada dikeadaan yang tidak bisa dikendalikan olehnya.


"Pacar itu apa?"


"Tanyain aja."


"Kak Azella masih anggep kakaknya Dara pacar?"


"Gak tau." Ujar Azella lembut tapi menatap Rigel dengan tajam.


"Kak Azella bilang gak tau."


Rigel menyembunyikan seringai tipisnya. "Tanyain mau gak nikah sama kakak."

__ADS_1


Azella benar-benar harus bersabar dengan keadaan ini, bagaimana caranya Azella menjawabnya, sungguh ini namanya Rigel menjebaknya.


"Kak-"


"Coba Dara tanya balik sama kakaknya Dara, dia masih sayang gak sama kakak."


"Masih." Jawab Rigel langsung tanpa beban.


Azella kembali membuang wajahnya kesembarang arah, kali ini Rigel menatapnya dengan pandangan yang sama seperti pandangan yang dulu.


"Tanyain yang tadi Dara." Suruh Rigel.


"Kak Azella mau gak nikah sama kakaknya Dara?"


Azella menggaruk rambutnya yang tidak gatal, bagaimana ya menjawabnya.


Melihat Azella yang diam saja, Dara menatap Azella dengan wajah polosnya.


"Ih masa gak mau nikah sama kakaknya Dara, masa gak sayang sama Dara. Kakaknya Dara kan ganteng, kalo kata temennya yang cewek yang bule itu, yang rambutnya oranye kayak milky anjingnya Dara, siapa sih namanya Dara lupa, susah bilangnya. Iya katanya kak Rigel ganteng banget, dikampus aja jadi idola, terus bisa buat banyak cewek suka, apalagi kak Rigel suka bayarin mereka makan, beliin mereka barang-barang, banyak uang, terus sering ngajakin liburan, sampai nginep-"


Rigel menutup mulut Dara yang berceloteh panjang lebar.


Ini sih Rigel kurang membriefing Dara.


Azella membuang wajahnya kearah lain, entah kenapa suasana hatinya ajdi sedikit tidak baik, ada rasa ingin membakar café ini.


"Ih, kak Rigel kok Dara digituin." Protes Dara.


Rigel menatap Dara dengan senyum lebar seolah tidak ada hal besar yang terjadi, kemudian Rigel melirik Azella yang sedang memainkan ponselnya, seolah tidak begitu mendengarkan ucapan Dara.


"Dara kamu tau itu dari siapa? Itu bohong." Kata Rigel.


"Itu dari kakak rambut anjing."


"Dara, gak boleh gitu. Dia namanya kak Zeeyna-"


"Ih bukan, Kak Zeeyna sih Dara tau, tapi kan kak, Kak Zeeyna kan rambutnya merah."


Rigel memejamkan matanya sepertinya dia akan memancing kesalahpahaman. Bagaimana ya Rigel tidak mengingat nama teman-temannya yang dari California Karen menurut Rigel tidak penting.


"Siapa? Melanie?" Tebak Rigel asal.


"Ih bukan kak, Kak Melanie kan rambutnya putih."


"Iyadeh, gak tau kakak, intinya itu gak bener, kamu jangan belajar ngegosip kayak gitu."


"Ih kakak mah gak asik, kakak berapa sih punya temen cewek? Banyak banget sampai gak inget namanya." Celoteh Dara lucu yang malah mambuat Rigel mendelik ke arahnya.


"Kenapa? Mau marah? Marah aja orang bener, kan waktu Dara sama Mommy kesana dipenthouse kakak banyak cewek."


Belum sempat Rigel menjawab Dara, Azella sudah lebih dulu berdiri.


"Tante Azella pulang duluan ya, udah ditungguin Mama, duluan ya Dara." Ujar Azella cepat ketika Venus sudah sampai dimeja mereka, bahkan tanpa menunggu jawaban Venus, Azella langsung melangkahkan kakinya menjauh.


Venus yang baru sampai menatap mereka aneh, sedangkan Rigel menatap kepergian Azella dengan pandangan kesal, gagal sudah.


"Tuh kan kak Azella pulang, kakak sih." Marah Dara sambil memukul-mukul bahu Rigel pelan.


Sedangkan Rigel hanya berdecak malas, padahal jelas-jelas ini semua gara-gara Dara.


"Mommy kak Azella gak mau nikah sama kakak." Adu Dara yang membuat Rigel menatapnya kaget.


Sedangkan Venus menatap Rigel meminta penjelasan yang langsung diberikan gelengan kepala meyakinkan oleh Rigel.


"Kak Rigel jelek, Dara mau beli kakak baru pake kartu item yang dikasi Daddy, katanya bisa pake beli apa aja, Dara mau ganti kakak pokoknya."


What the...

__ADS_1


__ADS_2