RIGEL ANTARIKSA

RIGEL ANTARIKSA
[46 | Akhir Kisah]


__ADS_3

Azella memundurkan langkahnya beberapa kali dan menggelengkan kepalanya tidak percaya. Azella juga mendengarkan sorakan-sorakan dari banyaknya orang-orang yang ada disana.


"Hah?"


Demi Tuhan, Azella terlalu kaget dengan semua kejadian yang menimpanya akhir-akhir ini. Apalagi yang saat ini dialaminya.


"Zell cepet jawab, kasian Rigel lama diem disana."


Seketika Azella kembali menatap Rigel yang juga menatapnya.


"Jawab Zell" Teriak orang orang lagi.


"Kamu serius?" Tanya Azella yang membuat mereka semua menjadi hening seketika.


"Kalo aku ga serius aku gamungkin sejauh ini," Jawab Rigel tenang, seolah laki-laki itu sudah bisa menebak pertanyaan yang akan diberikan Azella.


"Kamu dari kapan rencanain ini semua?"


"Sejak pertama kali kita ketemu setelah 4 tahun kita lost contact."


Azella membulatkan matanya terkejut, ternyata Rigel sudah merencanakan ini cukup lama.


"Jadi gimana, aku tahu, kita kenal dalam waktu yang singkat, dalam hal yang sederhana kemudian menjadi hal rumit. Kita berpisah dengan suatu keharusan untuk dipertemukan lagi dengan versi yang lebih baik. 4 tahun bukan waktu yang sebentar Zell. Berpisah dari kamu bukan hal yang membuatku menjadi mudah melupakan kamu. Tapi semenjak awal aku tidak bisa melihatmu secara nyata dihadapanku, setiap detiknya aku lewati dengan perasaan ingin kembali memiliki kamu lagi untuk selamanya. Memang rencanaku jika kita sudah bertemu kembali, aku akan menjadikan kamu milikku. Jangan pernah ragu Zell, kamu terlalu berharga buat dipermainkan."


Azella berkaca kaca mendengar kata-kata dari Rigel.


"Jadi gimana? Aku siap jadi orang yang selalu ada buat kamu, dalam senang ataupun susah, aku siap jadi pelindung kamu, aku siap jadi apapun yang kamu mau. So, will you marry me?"


Azella menatap Rigel yang menatapnya dengan intens, terlihat keseriusan dan kepercayaan diri yang sangat besar yang terpancar dari kedua bola mata laki-laki itu.


Azella melirik Mama dan Papanya yang tersenyum kecil melihat mereka. Kemudian kembali menatap Rigel yang masih memandanginya dengan cara yang sama.


"Yes." Jawab Azella dengan sekali tarikan nafas.


Jawaban Azella itu sontak saja membuat semua orang disana bersorak bahagia. Begitu juga dengan Rigel. Laki – laki itu langsung meraih tangan Azella dan memasangkan cincin dijari manis gadisnya.


Azella terharu mendapatkan kejutan seperti ini, gadis itu segera memeluk Rigel dengan erat, yang juga dibalas tidak kalah erat oleh laki-laki itu.


..._______________...


"Mama kok tega bohongin Azella." Misuh Azella ketika kedua orang tuanya mendekatinya.


"Yakan bagian dari rencana, biar ada sensasi mencekamnya." Ujar Mamanya sambil tertawa.


"Terus yang tadi culik aku siapa?"


"Gue, kenapa?"


Azella melihat Atlas yang merangkul Refvino dengan senyum kemenangan.


"Sakit tau tangan gue diiket." Kesal Azella.


"Bodo, pengen gue foto tadi muka panik lo." Jawab Atlas sambil terkekeh.


"Udah-udah jangan berantem. Zell kamu ganti baju dulu sana." Suruh Mamanya, Azella kemudian mengingat dirinya hanya memakai pakaian tidur.


"Sini Zell kita anterin." Kata Zia yang menghampiri Azella.


Azella kemudian mengikuti Zia yang juga menarik tangan Sienna yang tadi sedang mengobrol dengan sabahat Rigel.


"Kalian tega banget ya bohongin gue?" Tanya Azella sakras.


"Pasti galau kan lo ga ditanyain sama Rigel." Tebak Zia.


"Diem anjing." Kesal Azella.


"Udah lupain yang udah lewat, sekarang kan kisah lo udah happy ending, setelah melewati badai, angin ribut, tanah longsor, tsunami, banyak lah."


"Lebay banget lo." Komentar Zia menanggapi ucapan Sienna.


"Tapi bener, dan gue harap kalian juga cepet ya ketemu pasangan, terus makasih udah mau jadi sahabat gue sampai sejauh ini, makasih udah mau jadi bagian dari hidup gue, pokoknya kalian jangan sampe lost contact dari gue."


"Sumpah Zell, jangan bikin moment jadi galau dong, ini kan lagi hari yang bahagia gitu buat lo, lagian kita gabakal kemana." Ujar Sienna capat.


"Bener anjir, gabisa mental gue diajak deeptalk gini." Kata Zia sambil menggelengkan kepalanya.


"Yakan gue say thank you sama kalian."

__ADS_1


"Gak pas waktunya, lagian lo mau kemana anjir, gak ya, kisah kita masih panjang, masih sampe kita jadi nenek-nenek." Sela Zia.


"Bener astaga Zell, belum saatnya buat bilang makasih, kisah kita masih panjang, gue aja belom nemu jodoh." Kata Sienna ikut menimpali.


"Yaelah lo balikan aja kali sama Seven, udah diajak dinner juga lo gamau." Kata Zia.


"Hah? Serius? Kok gue gatau." Kaget Azella.


"Ya gimana lo menutup diri banget semenjak galau ga dikabarin sama Rigel." Jawab Zia dengan nada kesal.


"Emang bener lo gamau Na?" Tanya Azella.


"Bukanya gamau, cuma gue males ngulang kisah yang sama, dengan orang yang sama juga." Ujar Sienna.


"Lo gimana sih, belum tentu lo bakal ngulang kisah yang sama lagi kan, kalian udah pisah udah saling memperbaiki diri, tau apa yang lo perluin, Seven juga gitu, tau apa yang dia perluin. Dan liat, dia balik, dia pengen balik kepelukan lo, itu artinya dia beneran butuh lo, dia maunya sama lo. Lagian juga kalo sama orang baru belum tentu lo ga ngulang kisah yang sama juga, bukanya makin ribet? Kenalan dulu, deket, jadian, ditengah jalan ga cocok, putus, bubar. Liat Rigel sama Azella, balik lagi karena mereka sadar, segimanapun mereka hidup kalo ga bareng-bareng enggak bakal bisa bahagia."


Azella menganga mendengar ucapan panjang lebar dari Zia, sejak kapan sahabatnya menjadi bijak soal percintaan?


"Iyasi..." Jawab Sienna pendek yang sepertinya tertampar dengan ucapan Zia.


"Udah yuk, gausah mellow, ini acara Azella kita harus happy-happy." Lanjut Sienna kemudian berjalan lebih dulu.


"Ini kita mau kemana?" Tanya Azella ketika Zia dan Sienna mengajaknya berjalan kearah lobby villa.


"Kekamar, lo ganti baju dikamar." Jawab Sienna sambil membuka pintu salah satu kamar divilla itu.


"Lo bisa pilih baju yang lo mau ada di walk in closet, sama make up disana udah disiapin, kita tunggu disini." Jelas Zia.


"Oh, ini udah direncanain juga ya?" Ucap Azella mengerti.


"Iya udah sana cepet." Kata Sienna sambil mendorong Azella masuk ke walk in closet.


Kurang lebih satu setengah jam Azella menghabiskan waktunya didalam walk in closet tersebut.


"Nah gini kan cakep. Gak sabar biar Rigel liat." Kata Zia excited.


"******, gue yang baper liat kalian." Gurau Sienna.


"Udah yuk cepet, udah ditunggu." Ajak Zia.


Azella mengerutkan alisnya bingung, ditunggu?


Tanpa Azella sadari Zia dan Sienna sudah meninggalkannya disatu sisi halaman itu, Azella masih membatu ketika mendapati Rigel berdiri ditengah halaman, sambil membawa satu bouquet bunga mawar merah dan menatap kearahnya dengan senyuman manis.


Belum sampai disana, Azella kembali kaget ketika satu lampu lagi mengarah kepadanya, sehingga saat ini Azella dan Rigel dapat dilihat dengan jelas oleh orang-orang yang ada disana.


"Mom, Dad, liat calon mantu kalian cantik banget." Ujar Rigel yang tentu saja membuat Azella tersipu malu.


"Mom, Dad, didepan kalian berdua malam ini, Rigel mau bilang, Rigel ingin serius dengan satu orang wanita, satu orang bidadari cantik yang selalu ngisi hati Rigel. Mom sama Dad ngedidik Rigel untuk setia dengan komitmen dan bertanggungjawab, jadi malam ini, Rigel mau berkomitmen dengan satu wanita yang sudah Rigel pilih, dan juga Rigel akan bertanggungjawab atas apa yang sudah Rigel ambil."


Mommy dan Daddy Rigel mengangguk kompak dan tersenyum bahagia, kemudian pandangan Rigel beralih kepada Mama dan Papa Azella.


"Untuk Papa sama Mama Azella, Rigel mau bilang makasih, makasih udah lahirin bidadari cantik yang hari ini akan kalian relain buat hidup sama Rigel. Terimakasih udah besarin Azella jadi peri yang cantik, makasih udah relain anak perempuan kalian buat hidup bareng sama Rigel. Dan terimakasih buat kepercayaan itu, Rigel janji, Rigel enggak bakal hancurin kepercayaan Papa sama Mama."


Azella menatap haru Rigel ketika kata demi kata diucapkan oleh laki-laki itu dengan lantang.


"Dan waktu 4 hari lalu, Rigel dateng kerumah Mama sama Papa, Rigel bawa kedua orang tua Rigel, Rigel mau Papa sama Mama tau soal Azella, Rigel gak pernah main-main. Waktu itu singkat sekali, karena Rigel juga mau bilang disini, disaksikan banyak orang. Hari ini Rigel kembali meminta ijin, Rigel ingin menjadikan Azella sebagai istri Rigel. Rigel gak akan mendominasi Azella atas statusnya nanti sebagai istri. Azella tetap anak Mama sama Papa. Disini Rigel ijin masuk untuk mengambil alih tanggungjawab membahagiakan anak perempuan yang sudah Papa Mama besarkan dengan limpahan kasih sayang. Rigel mohon restu dari kalian sebagai pihak yang punya hak penuh atas Azella."


Azella melihat Papanya tersenyum kecil dan mengangguk, sedangkan Mamanya tersenyum dengan linangan air mata, terharu.


Rigel kemudian berjalan menghampiri Mama Azella dan menyerahkan bunga mawar yang dibawanya.


Mama Azella langsung memeluk Rigel dengan tangisan haru, entah kenapa hati Azella ikut menghangat melihat hal itu.


Kemudian tatapan Rigel beralih kepada Azella, entah kenapa jantung Azella jadi berdebar.


"Hai cantik, makasih udah nerima lamaran aku, makasih kamu udah mau jadi bagian terpenting dari hidup aku, untuk masa yang dulu, sekarang dan seterusnya. Aku laki-laki yang beruntung bisa kenal kamu, seorang perempuan yang manja, egois, suka marah, moodyan, gengsi tinggi, dan hal-hal lain yang gak tau kenapa semakin aku ladenin semakin aku jatuh cinta sama kamu. Makasih udah setia sama aku selama kita jauh, selama kita enggak ketemu, selama kita enggak berkomunikasi, ternyata cinta sesederhana itu ya, tanpa ketemu atau berinteraksi aku masih tetep sayang sama kamu meski hanya sebatas foto. Sayang, kita udah sama-sama dewasa bukan saatnya untuk main-main. Dari banyaknya hal yang kita hadapi, buat aku banyak belajar, dan yang terpenting hal itu ngebuat aku sadar, aku gak mau kehilangan kamu untuk kesekian kalinya. Aku mau kita bareng, ngelukis kisah bareng, sampai akhir nafas kita terembus. Sayang, Azella, Athena Azella Qierra, mulai detik ini aku janji, aku rela jadi separuh nafas kamu, jangan khawatir, aku dengan seluruh nafas yang aku punya, aku jamin kamu bahagia. I love you cantik."


Azella meneteskan air mata bahagianya, sungguh Azella sangat sering dibuat terkejut sepanjang malam ini.


Rigel berjalan mendekatinya membawa sebuah cincin, "Yang tadi latihan, kalo tadi kamu tolak, part barusan gak bakal ada." Kata Rigel sambil tertawa kecil diikuti tawa orang-orang yang ada disana.


"Dan, Azella, Athena Azella Qierra, will you marry me?" Tanya Rigel kembali berlutut.


Kali ini tanpa ragu dan tanpa menunggu lama, Azella langsung menganggukkan kepalanya.


"Yes." Jawabnya lantang yang langsung mendapat sorakan bahagia.

__ADS_1


Banyak flash kamera yang mengarah kearah mereka ketika Rigel memasangkan cicin dijari manis Azella.


"RIGEL BENTAR LAGI KAWIN GUYS." Teriak Cello paling keras yang membuat orang lain tertawa.


..._______________...


"Banyak hal yang kamu sembunyiin dari aku ya." Kata Azella setelah sekian lama terdiam.


"Apa sayang? kita udah mau nikah, kamu jangan mancing keributan dong." Ujar Rigel sambil memasangkan jassnya dibahu terbuka Azella. Kemudian laki-laki itu ikut menyangga dirinya dipembatas.


Saat ini Rigel dan Azella berada ditaman atas villa atau dibangunan lantai 3 teratas villa itu.


Acara berlangsung dengan lancar, ditutup dengan dinner dan dansa romantis.


Karena jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, anak-anak memutuskan untuk tidak tidur, mereka asik minum dan nyebat, tidak lupa dengan music yang kencang, begitu juga dengan para perempuan mereka lebih memilih bersantai sambil deeptalk. Sedangkan para orang tua sudah tidur sejak tadi.


Azella menatap sahabatnya dibawah sana, seketika Azella salah fokus ketika Atlas terlihat bercanda gurau dengan Zia.


"Itu Zia kenapa klop sama Kak Atlas ya?"


Rigel mengikuti pandangan Azella ketika mendengar ucapan gadis itu.


"Gak tau, jodoh kali." Jawab Rigel asal.


"Ih kamu jangan gitu, Frans gimana?"


"Frans udah punya tunangan cuma privat."


"Loh kok gak diajak kesini?" Kaget Azella.


Ternyata banyak hal yang dilewatinya.


"Masih kuliah di hongkong, aku aja gatau, dikasi tau Cello."


"Terus Zia tau?"


Rigel menatap Azella yang juga menatapnya, "Tau, kata Cello, Frans bilang dulu Zia sempet kasi Frans waktu buat bikin Zia juga suka sama Frans. Tapi enggak bisa, Zia tetep biasa aja, makanya Frans ngalah, daripada perjuangin orang yang gak mau diperjuangin. Setidaknya Frans udah pernah berjuang."


"Hum iya bener, terus Sienna katanya gamau sama Seven lagi ya?"


"Siapa bilang? tadi aku pergokin mereka hampir ciuman di balkon."


Azella membulatkan matanya kaget.


"Kamu gak kebanyakan minum jadi halu kan?" Tanya gadis itu memastikan Rigel tidak mabuk.


"Dih aku gak selemah itu, beneran tadi."


"Berarti udah baikan mereka." Kata Azella menyimpulkan.


"Sienna sama Seven aja bisa kaya gitu, kita yang mau nikah kok gabisa?" Tanya Rigel.


Azella mengernyitkan alisnya bingung, "Bisa apaan?"


Rigel mendekatkan dirinya kepada Azella.


Azella mundur beberapa langkah sampai mentok ditembok pembatas antara outdoor dan indoor.


"Kenapa.." Tanya Azella pelan.


"Cantik, untung udah mau aku nikahin." Kata Rigel meneliti wajah Azella.


Kemudian Rigel semakin mendekatkan wajahnya dan Azella refleks memejamkan matanya.


Bruk...


Azella dan Rigel refleks menjauhkan dirinya masing-masing.


Terlihat disana ada Vixtor yang menjatuhkan segalas minuman miliknya dan menatap mereka dengan malas.


"Ganggu anjing." Kesal Rigel sedangkan Azella menunduk malu.


"Nikah dulu anjing, baru nyosor." Teriak Vixtor sebelum meninggalkan mereka.


...______...


...END...

__ADS_1


...______...


__ADS_2