Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Ternyata dia


__ADS_3

Sedang asik berjalan jalan di salah satu mall sebelum mereka nonton, tiba tiba wajah Lia berubah pucat dan berjalan mundur sejajar dengan Mita yang beberapa langkah berada di belakang Lia dan Andra.


" Lia... ko ga bilang bilang kalo mau jalan, kan kita bisa bareng.." Teriak seorang cewek berkacamata lari ke arah Lia.


Andra yang sekarang berada di samping Mita saling bertatapan.


"Andiin,,," pekik Mita dan Andra pelan bersamaan.


" Eh, kalian kan yang bimbel bareng ya, waktu di Bandung ?" Tanya Andin.


Mita dan Andra hanya menjawab dengan senyuman sambil ngangguk.


" Bang David,, ada Lia nih, bisa bisanya pacaran kok, jalan sendiri sendiri, apa emang kalian janjian disini ?" Teriak Andin sambil narik tangan kakanya mendekat.


Seketika wajah semua orang menjadi pucat dan tegang, kecuali Andin yang memang tak tau apa apa.


" Pacar lu ?" Bisik Mita ke telinga Lia.


Lia yang di tanya, hanya mengangguk tak berkata kata. Begitu pun Mita tak sanggup lagi berkata kata melihat anggukan Lia.


Andra yang mulai menyadari keadaan segera menyadarkan Lia.


" Pacarmu Li ? " Tanya Andra ke Lia.


Sementara  Lia hanya diam tak merespon,


" Ga usah di kenalin, gue sama si Mitong udah kenal, Dia teman smu kaka gue." Timpal Andra lagi.

__ADS_1


David hanya diam, matanya sesekali melirik Mita dan Lia bergantian, entah apa yang ada di pikirannya saat ini.Bahkan dia belum berbicara sepatah katapun.


" Maaf gue ga jadi ikut kalian nonton ya,,, besok besok lagi aja ya, gue pulang duluan sama pacar gue." Lia pamit sambil menggeret paksa tangan David yang mukanya masih syok ketemu Mita.


Lia sebenernya takut dan bingung mau ngomong apa apalagi, di luar dugaannya ternyata Andra dan Mita mengenal sama David pacarnya. Jadi Lia memilih pergi.


" Eh.. ba**sat emang ya si Covid, baj***an,,untung masih jadi pacar magang belum di terima jadi pacar beneran sama lu. Dasar playboy gila. Berani beraninya niat mainin sahabat gue, coba tadi ga ada si Lia udah gue tonjok mukanya sampe bonyok." Andra berapi api dia sewot.


" Ah..gara gara lu playboy sih,, jadi gue kena karmanya, baru mau nyoba pacaran udah ketemu playboy.. Covid sialaan emang, jadi badmood gue pulang aja yuk ga usah nonton !" Umpat Mita manyun.


" Iiihhh.. Mana ada karma dari sahabat !" Andra memeluk pundak Mita, dan mereka berjalan sambil ketawa ketawa lagi, bercanda seperti biasanya, seolah tak terjadi apa apa.


Begitulah mereka, saling mengisi, saling menghibur saat salah satu bete, walaupun setiap hari pasti adaa aja bertengkarnya.


***


" Eh, ketemu lagi. Kalian tinggal disini juga ?" Andin sok akrab.


Mita dan Andra hanya senyum tipis, sedangkan David dan Lia mereka hanya tertunduk,sepertinya mereka sedikit bertengkar entah karena apa.


" Ndra lu naik duluan, gue ambil jaket dulu ketinggalan di mobil." Kata Mita, pergi menuju parkiran meninggalkan mereka.


Sebenernya sih, Mita cuma males aja liat muka David dan bingung harus bersikap gimana.


Andra mengangguk sambil melempar kunci mobilnya ke arah Mita.


Mita terkejut saat balik badan setelah menutup pintu mobil, tiba tiba David sudah berdiri tepat di hadapannya.

__ADS_1


" Kakaak..." Pekik Mita tertahan.


" Maaf...." cuma itu yang keluar dari mulut David, sambil berusaha meraih pergelangan tangan Mita.


" Maaf buat apa Kak ? Emangnya Kakak salah apa sama aku ?" Mita datar berusaha bersikap biasa.


" Aku ga ada maksud buat bohongin atau mainin perasaan kamu Mit, aku yang salah, ga berani jujur sama kamu, tapi aku beneran suka sama kamu tapi--" Ungkap David terhenti.


" Udah lah Kak, lupain aja. Lagian kan kakak cuma pacar magang, jadi ga salah salah banget lah," Mita tersenyum sekuat tenaga mencairkan suasana.


" Sejak kapan di Jakarta ? kok ga ngabari,tinggal di satu apartemen pula--" Ucapan David terhenti saat pintu lift terbuka mereka masuk dan memencet angka yang sama.


" Bahkan kita tinggal di lantai yang sama juga,,memang jodoh ga kemana, " Sambungnya tersenyum penuh arti.


" Iya, udah gitu pacarnya Kakak sekelas dan jadi temen ku lagi, kebetulan yang banyak banget ya ?" Nyinyir Mita sinis.


" Maaf,,, " lagi lagi hanya kata itu yang keluar dari mulut cowok berparas  ganteng dan tinggi putih itu.


Mereka keluar dari lift, berjalaan tanpa berbicara satu sama lain, pintu ke empat setelah lift David berhenti, karena Lia keluar dari pintu itu.


" Darimana kok lama ?" Tanya Lia penuh selidik kepada David, tapi David memilih diam dan menatap Mita daripada menjawab pertanyaan Lia.


Mita hanya tersenyum ke arah Lia sambil berjalan meninggalkan mereka


" Mita,,kamar lu nomor berapa, ntar gue pengen main kesana ?" teriak Lia.


" Disana.. Pojok, jauuh dari sini !" jawab Mita sambil mengacungkan telunjuknya kedepan,tanpa menoleh ke arah yang nanya.

__ADS_1


Saat ini yang dipikirkan Mita pengen cepet cepet masuk kamar terus mandi, bercanda dan nge game sama Andra, setelah 5 hari puasa ngegame sama Andra gara gara hpnya yang rusak dan melupakan kejadian yang baru saja di alaminya hari ini.


__ADS_2