Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Buka Topeng Mu


__ADS_3

Lia terlihat sibuk menyiapkan cemilan dan minuman di sela menunggui Andra yang sedang mengotak atik laptopnya yang menurutnya bermasalah itu.


"Aku bikinin lemon jus buat kamu tuh," ucap Lia nenunjuk menunjuk segelas jus berwarna oranye dengan es batu yang sangat menggoda tenggorokannya yang terasa kering, akibat teriknya matahari siang ini.


"Sepertinya laptop mu tidak apa apa," ucap Andra, matanya tak lepas dari layar laptop dan jemarinya lincah menari di atas keyboard.


"Owh, padahal tadi pagi gak bisa aku pake lho,,, apa terkena virus, atau kenapa ya ?"kata Lia agak tergagap.


"Yang penting sekarang sudah bisa di pake dan normal lagi, kan ?" seloroh Andra.


Andra melirik gelas di samping laptop itu, lalu meneguk jus yang di buat Lia.


Baru seperempat gelas dia minum, Andra merasa ada yang aneh dengan rasa jus itu, lalu Andra menjauhkan gelas itu dari dekatnya.


"Ah, kenapa jadi ada film semacam ini di laptop ku ?" pekik Lia yang sedang memeriksa laptopnya.


"Film apa ?" Andra melirik ke layar yang sengaja Lia hadapkan ke arahnya.


Tampak film adegan dewasa di putar di sana, Andra lalu memalingkan pandangannya jauh dari layar, seiring rasa panas dan tak nyaman yang fia rasakan pada tubuhnya.


tubuh bagian bawahnya pun semakin ikut terpancing akibat melirik adegan yang tak seharusnya di pertontonkan itu.


'Sial sepertinya Lia memasukan sesuatu pada minuman ku !' umpat Andra dalam batinnya, untung saja Andra segera menyadari saat meminumnya tadi, jadi tak begitu banyak minuman yang masuk ke tubuhnya.

__ADS_1


"Li, boleh aku pinjam tugas yang kemarin, aku belum mengerjakannya," pinta Andra,


"Oh, tentu saja, sebentar aku ambil di kamar," Lia beranjak dari sofa nyamannya dan meninggalkan Andra di ruang tengah.


Andra dengan segera menukarkan orange jus miliknya yang sudah dia minum sedikit dengan gelas milik Lia yang belum wanita itu minum sama sekali, dengan teliti Andra menuangkan isi gelas itu agar kembali penuh dari gelas milik Lia.


"Seger banget Li, minuman nya," sentum Andra merekah saat mengangkat gelasnya seraya mengajak wanita itu untuk ikut minum bersamanya.


Tanpa curiga Lia minum dan menghabiskan setengah gelas minumannya.


Andra menyeringai jahat, saat ini dia merasa yakin kalau memang apa yang di katakan Mita tentang mantan kekasihnya itu benar adanya.


"Coba putar lagi film tadi, Li !" pinta Andra.


Beberapa kali Lia mengipas ngipaskan kertas yang tergeletak di meja, keringat pun bercucuran di dahinya, dia pun sampai menghabiskan minuman nya dengan sekali tegukan.


Sementara Andra, bukannya tak merasakan efek apapun, sekuat tenaga dia menahan kewarasan nya, mungkin karena yang Andra minum hanya sedikit, jadi dia masih bisa menjaga agar hasratnya tidak terus menyiksanya.


"Kenapa ?" tanya Andra berlagak polos.


"Emhh, tidak, aku hanya merasa ruangan ini menjadi sangat panas," jawab Lia.


"Bilang bilang dong kalau mau main curang !" sindir Andra.

__ADS_1


"Apa maksud mu ?" tanya Lia yang kini duduknya semakin mepet mendekat ke arah Andra.


"Aku cowok normal, gak perlu kamu kasih obat secara diam diam untuk membangkitkan hasrat ku, namun masalahnya, aku tidak tidur dengan sembarang wanita, apa lagi wanita seperti mu, yang sanggup berbuat licik seperti ini demi obsesi mu !" sinis Andra.


"Ka- kamu ?" ucap Lia, sebenarnya dia sangat malu karena tindakan curangnya memasukan obat ke minuman milik Andra ternyata ketahuan, namun apa daya gairahnya kini menyiksa dirinya, oh ini benar benar senjata makan tuan, pikirnya.


Menyingkirkan rasa malunya, Lia malah menempelkan tubuhnya dan memeluk Andra, mencoba untuk meraup bibir mantan kekasih yang masih dia inginkan itu.


Namun Andra menahannya, dengan susah payah Andra menjauhkan tubuh Lia dari dirinya.


"Kamu harus bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah yang kamu buat sendiri, maaf aku tak bisa membantu mu, dan mulai sekarang sampai ke depannya, jangan pernah datang ke tempat ku lagi, apa pun alasan mu !" tegas Andra, bangkit dari duduknya dan meninggalkan Lia yang sedang tersiksa hasrat akibat perbuatannya sendiri.


Tepat saat Andra membuka pintu, David ternyata berdiri di luar hendak masuk ke apartemen miliknya,


"Ngapain di sini ?" tanya David penuh kecurigaan, dengan tatapan mata yang menyelidik.


"Tanya saja pada mantan tunangan mu itu," jawab Andra sedikit ketus.


Andra menghentikan langkahnya dan berbalik badan ketika dia sudah berada di luar dan David baru saja hendak masuk ke ruangan itu,


"Tunggu, kau datang di waktu yang tepat, sepertinya Lia akan sangat senang dengan kehadiran mu saat ini, mungkin kalian memang berjodoh, selamat menikmati bro !!!" ucap Andra yang terdengar agak misterius di telinga David dan membuat kedua alisnya berkerut karena kebingungaan.


Namun belum sempat David menanyakan maksud dari ucapan Andra, pria itu sudah berlalu begitu saja sambil melambaikan tangannya tak lupa seringai jahilnya menghiasi bibir Andra.

__ADS_1


__ADS_2