Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Pertikaian Awal Hubungan


__ADS_3

Beberapa jam sebelumnya sebelum Andra benar benar pergi ke rumah orang tuanya, dia menyempatkan diri ngopi di kafe apartemennya, tadi dia belum sempat ngopi namun hatinya terlanjur kecewa dengan sikap Mita, daripada dia terus di ruangan yang sama dengan kekasihnya itu dan emosinya makin terpancing, Andra memutuskan untuk pergi duluan.


Selang tiga puluh menit kemudian, Andra tak sengaja melihat Mita yang pergi di jemput ojek online di loby apartemen.


'Ada gila gilanya tuh anak, lebih milih di anter ojek daripada di anter pacar sendiri !' gerutunya kesal, sambil terus memandanginya dari kejauhan.


Rasa penasarannya pun semakin menggelitik, dia memutuskan untuk mengikuti kemana Mita pergi.


Andra mengikutinya dari kejauhan saat Mita berjalan sendirian tak tentu arah di sebuah mall, siang itu.


Namun bagai di sambar petir di siang hari, hati Andra mendadak seperti hampir mencelos lepas dari tempatnya, saat melihat Mita mengobrol dengan David dengan begitu akrab di dalam toko buku ternama itu, dan mereka terlihat berjalan beriringan keluar dari sana menuju restoran ayam cepat saji yang berada di mall tersebut.


Hati Andra semakin panas saat melihat dan mendengar mereka bercengkerama akrab dan membahas tentang nostalgia awal pertemuan mereka.


Karena merasa hatinya semakin terbakar api cemburu dan amarah yang menjadi satu, Akhirnya dia memutuskan untuk menemui mereka berdua, dan mulai menyela pembicaraan antara Mita dan David yang membuat telinganya panas semenjak tadi.


Tentu saja membuat Mita seketika gelagapan, meski dia tidak sedang berbuat apa apa dengan David, tapi entah mengapa dirinya takut, seperti sedang tertangkap basah selingkuh.


"Mandra, lu gak jadi ke rumah mami ?" cicit Mita.


"Kenapa ? Apa kamu kecewa aku ada di sini sekarang ? Apa kamu berharap aku ke rumah mami dan kamu bisa bebas berduaan dengannya ?" ketus Andra tak dapat mengendalikan dirinya.


"Emhh, ini tidak seperti yang lu pikirin, ini bener bener kebetulan, gue gak sengaja ketemu David tadi di toko buku, sumpah !" Mita mengacungkan jari tengah dan telunjuknya sejajar dengan kepalanya.


Sebenarnya meski Mita tak bersumpah pun, Andra sudah melihatnya dari tadi kalau memang Mita bertemu secara tidak sengaja dengan mantan kekasihnya itu.


Namun tetap saja Andra rasanya ingin marah, melihat mereka duduk bersama.

__ADS_1


"Ndra, gue yang salah, jangan salahin Mita, lagi pula ada hal penting yang harus gue sampein sama dia," kata David mencoba menengahi.


"Tapi gue gak ngijinin dia untuk ngobrol sama bajingan kaya lo !" ucap Andra sarat dengan amarah.


"Gue tau, lu pasti masih marah tentang gue sama Lia, tapi antara gue sama Lia sama sama tidak saling cinta lagi, kita sudah sepakat kalau kita hanya akan menikah sampai anak itu lahir," urai David.


"Gue gak peduli tentang hubungan lo sama Lia, gue cuma gak suka lo deketin pacar gue !" tegas Andra yang membuat David merasa dirinya tiba tiba berharap salah dalam mendengar perkataan Andra.


"Apa, pacar lo ? Maksudnya ?" David mengernyit.


"Cewek yang kini duduk di hadapan lo itu pacar gue, paham ?" Andra menunjuk ke arah Mita.


"Tunggu tunggu, lo sama Mita--- pacaran ? Oh shiiiittt, ini konyol, mana bisa seperti itu,?!" umpat David tak percaya.


"Tentu saja bisa, kenapa tidak ?" kata Andra.


"Jangan jangan kalian memang sudah berpacaran semenjak gue sama Mita masih pacaran ? " tuduh David.


"Mandra, cukup, jangan berbuat onar di sini, malu tau !" lerai Mita.


"Lantas kamu tak tau malu, berduaan dengan calon ayah dan calon suami orang ini ?" sinis Andra.


"Gue gak bermaksud gitu, sungguh ini hanya kebetulan, gak usah di perpanjang lagi, lagi pula kita cuma ceritaan biasa aja !" lerai Mita lagi dia tak ingin Andra dan David membuat keributan di tempat ramai itu.


Namun, karena sepertinya Andra dan David sama sama emosi dan tak bisa di peringatkan oleh Mita, akhirnya Mita menyerah dan meninggalkan kedua pria yang terus saja beradu argumen itu.


"Terusin deh, kalo perlu kalian baku hantam sekalian," ucap Mita sambil bergegas pergi meninggalkan kekasih dan mantan kekasihnya itu yang masih beradu argumen.

__ADS_1


Sadar Mita pergi menjauh darinya, Andra segera menyusul wanita yang kini menjadi kekasihnya itu.


"Mit, Mita ! tunggu !" seru Andra setengah berlari mengejar Mita yang berjalan dengan langkah cepatnya.


Andra meraih pundak kekasihnya itu dan menariknya agar Mita mau menghentikan langkahnya.


"Mit, berhenti dulu !" kata Andra


"Apa sih, kelakuan lu gak lucu banget, tau ! ngapain lu berantem gitu sama David ?" keluh Mita.


"Mit, tentu saja aku marah, kamu gak sadar kalau aku sekarang ini pacar mu ? Lalu aku harus diam saja saat kamu berduaan dengan pria lain, sementara kamu menolak pergi bersama ku ?" Andra mengeluarkan unek unek yang mengganjal di hatinya.


Mita terdiam, sepertinya dia belum begitu terbiasa dengan status barunya itu, sehingga merasa kalau apa yang di lakukan Andra padanya terlalu berlebihan.


"Lu udah gak asik lagi, lu lebay sekarang !" ucap Mita.


"Aku pacar mu Mit, apa aku gak berhak marah bila kamu berduaan seperti itu dengan pria lain ?" Andra terus mengingatkan Mita kalau dia kini kekasihnya.


"Gue gak suka di kekang kaya gini, terus ke depannya gue juga gak boleh berteman dengan laki laki lain ?" Mita menghentikan langkahnya dan menatap nyalang mata Andra yang terlihat masih menyimpan marah.


"Di kekang ? Mit, lu nyadar gak selama ini temen cowok lu tuh cuma gue, terus saat kita memutuskan buat pacaran, lu tiba tiba jadi ingin berteman dengan banyak cowok ? gue pacar lu Mit, tolong hargain gue, lu nolak pergi ke rumah mami sama gue cuma buat jalan gak jelas seperti ini, lu berubah semenjak status kita berubah !" ucap Andra yang kembali memakai ustilah lu gue seperti saat dulu mereka bersahabat.


"Lakuin apa yang lu mau deh, Mit !" pasrah Andra kemudian bergegas pergi meninggalkan Mita yang berdiri mematung mencerna perkataan Andra padanya.


Mita memandang punggung Andra yang semakin menjauh darinya, alih alih berharap Andra menoleh atau bahkan membalikan tubuhnya lalu berbalik kembali menghampirinya, namun justru anda menghilang seiring semakin jauh fia berjalan di telan keramaian para pengunjung Mall siang itu.


Mita berjalan lunglai, dirinya bertanya tanya, apa memang sebenarnya dirinya sudah bersikap keterlaluan pada Andra, sehingga membuat pria itu murka.

__ADS_1


Benar kata Andra, selama ini Mita hanya mempunyai dia sebagai teman pria satu satunya, dia tak pernah nyaman bersama pria lain kecuali David yang saat itu sempat menjadi kekasihnya, hanya Andra yang selalu mengisi hari harinya.


Bukannya tidak menyadari, dia sangat tau kalau dirinya berubah, tapi itu semua karena dia merasa kaget dengan perubahan status dan perubahan drastis sikap Andra yang tiba tiba berperan menjadi seorang kekasih dan Mita kehilangan sosok sahabat di diri Andra yang selama bertahun tahun ini menemaninya.


__ADS_2