Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Kebohongan


__ADS_3

Mita berjalan dengan riang menuju apartemen, saat pulang dari kampus sendirian, tampak di tangannya dia menenteng satu plastik berisi dua box pasta kesukaan Andra, tadi Mita sengaja membelikannya karena dia yakin Andra pasti belum makan siang ini, belum lagi tadi pagi pria itu tak mau saat di ajak sarapan, karena dia mengantuk akibat bermain game sampai subuh.


'Pasti dia masih molor !' gumam Mita menerka nerka apa yang sedang kekasihnya lakukan siang ini.


Namun baru saja Mita akan memutar handle pintu, Andra tiba tiba muncul dari balik punggungnya.


"Kamu dari mana ?" tanya Mita penuh selidik, karena melihat penampilan Andra saat ini yang masih mengenakan setelan tidurnya, sepertinya tidak mungkin dia pergi jauh.


"Emh, aku,,, dari bawah," jawab Andra tiba tiba mulutnya berbohong, dia tak bernyali mengatakan kalau sebenarnya dia baru saja dari tempat Lia, meski di sana mereka tak berbuat apa pun, tapi dia takut mengatakan kebenaran itu, meski apa yang di lakukannya itu kurang tepat dan mungkin saja akan menimbulkan masalah di kemudian hari.


"Bawah ? Ngapain ?" tanya Mita lagi.


"Anu tadi abis ngecek pintu mobil, rasanya aku lupa menguncinya, semalam !" ucap Andra memberi alasan yang sangat absurd dan terkesan mengada ada, karena Andra bukan orang ceroboh seperti itu, dari dulu dia paling tertib dan tak mungkin dia sampai melupakan hal hal penting seperti itu.


Meski merasa agak tak masuk di akal, Mita hanya mengangkat kedua bahunya berusaha untuk tak ambil pusing.

__ADS_1


Mereka berdua masuk bersama,


"Aku membawakan mu pasta, kamu pasti belum makan, kan ?" tanya Mita.


Andra hanya mengangguk pelan, lagi lagi dia berbohong, padahal saat ini perutnya sudah penuh karena tadi baru saja makan spaghetti bersama Lia.


Percayalah, sekali saja berbohong, akaan ada kebohongan kebohongan lain setelah itu untuk menutupi kebohongan sebelumnya, dan utu sedang Andra alami tanpa dia sadari.


"Kenapa sepertinya tak bersemangat sekali ? Apa pastanya tidak enak ? Padahal aku membelinya di tempat biasa kita beli," protes Mita sat melihat Andra hanya mengaduk makanannya seperti tak berselera makan, padahal bukan karena rasa makanannya, tapi permasalahannya karena perutnya yang sudah terasa sangat penuh, sehingga rasanya tak sanggup untuk di isi lagi makanan.


"Ah, pastanya enak, hanya saja perut ku yang sepertinya sedang bermasalah, gak nyaman banget rasanya !" keluh Andra sambil mengusap usap perutnya beberapa kali.


"Tidak, tidak,,, aku hanya ingin rebahan saja," jawab Andra meninggalkan meja makan dan makanan yang hanya di makannya beberapa suapan saja.


"Baiklah, istirahat dulu, aku akan membelikan mu obat di bawah," ujar Mita yang mengira kalau penyakit mag Andra kambuh.

__ADS_1


Belum sempat Andra menahan Mita pergi, kekasihnya itu sudah menghilang di balik pintu.


Saat Mita sedang mengantri di kasir mini market, lagi lagi dia berpapasan dengan Lia yang juga mengantri tepat di belakangnya, entahlah akhir akhir ini rasanya sering sekali dia bertemu Lia, entah itu di mini market, di basement, atau bahkan di kafe saat Mita dan Andra sesekali makan di sana, tak terhitung lagi berapa kali Lia yang tiba tiba berada di antara mereka dan ikut bergabung meski tanpa meminta persetujuan Mita ataupun Andra.


"Siapa yang sakit ?" tanya Lia melirik obat yang berada di genggaman tangan Mita.


"Oh, ini Andra sepertinya mag nya kambuh, sepertinya dia telat makan, dari pagi belum makan barusan saat makan malah perutnya gak enak katanya," urai Mita menjelaskan.


"Atau jangan jangan sakit karena makan masakan ku ?" Lia memasang wajah cemas dan sedikit nada bicara agak merasa bersalah.


"Maksudnya ?" Mita membalikkan badannya menghadap Lia yang kini berada di samping kanannya.


"Ah, iya itu tadi pagi aku meminta tolong untuk membetulkan kran air yang rusak di kamar ku, lalu aku masakan dia spaghetti, karena aku masih ingat, dulu dia sangat suka makan itu, apa dia sakit karena masakan ku ?" cicit Lia pura pura merasa bersalah, padahal hatinya kini sedang tertawa bahagia, karena dia yakin kalau saat ini Mita pasti sedang sangat kesal mengetahui pacarnya baru saja berduaan dengannya.


"Oh, ya ? Mungkin, bisa saja masakan mu yang menyebabkan dia sakit perut !" ketus Mita, dadanya bergemuruh, dia baru menyadari kalau ternyata dirinya baru saja di tipu habis habisan oleh Andra.

__ADS_1


"Padahal biasanya dia baik baik saja kalau makan masakan ku selama ini, dan biasanya dia juga sangat menyukainya !" gumam Lia sengaja ingin menyampaikan kalau selama ini dirinya sering memasakkan makanan untuk Andra, dan Andra sangat menyukai masakannya.


"Mungkin karena sekarang dia sudah tak seperti dulu lagi, jadi gak cocok dengan masakan mu !" sinis Mita yang langsung melengos pergi dari tempat itu setelah membayar barang belanjaannya, meninggalkan Lia yang tersenyum puas melihat kegusaran Mita.


__ADS_2