
Lia menarik tangan Andra dan Mita menuju cafe sebelah tempat bimbel tempat biasanya mereka nongkrong,
" Selesein masalah kalian sekarang juga disini.Jangan pada kaya bocah, saling ngindar !" Perintah Lia sambil menggiring mereka duduk.
" Aku ga ada masalah sama dia Yang,, dia nya aja kali yg lagi PMS jadinya marah marah." Andra malas malasan saat di paksa duduk bersebelahan sama Mita.
Tapi baru saja Andra dan Mita duduk bersebelahan dengan pasrah, tiba tiba David muncul di hadapan mereka, wajah Andra pun memerah, dan memandang tajam ke arah David.
"Ngapain lu kesini ?" Hardik Andra yang langsung dilanda emosi jiwa ketika melihat tampang David yang kini berada di hadapannya.
Lia yang kaget dan mengira Andra cemburu terhadap David yang dia pikir datang untuk menemuinya, langsung berdiri dan menghampiri Andra yg terlihat sangat murka.
" Yang,,aku beneran udah putus sama dia, dan kamu,,, David.. Ada apa lagi kamu datang ? Kita udah putus !" Ujar Lia sambil merangkul bahu Andra yang masih duduk di kursinya.
Andra bangkit dari tempat duduknya lalu menarik paksa tangan Mita menyeretnya keluar dari ruangan.
" Selesaikan urusan kalian, kita pergi !" suara Andra gemetar menahan marah, karna sebenernya Andra tau David datang untuk mencari Mita bukan Lia, dan itu yang sebenarnya bikin Andra naik pitam, tapi juga tak ingin keceplosan di depan Lia tentang David dan Mita.
" Tu-tunggu.. Mita...!" David mengejar Mita yg di seret Andra keluar, tanpa memperdulikan Lia,tapi terlambat, mereka sudah menghilang.
" Hah....Mita ???" Lia dibuat bingung dan kaget tiba tiba David memanggil Mita,
' Dia bukan mau nyari aku kesini ? Tapi kenapa tadi David memanggili Mita ? Dan gara gara itu Andra marah padaku.' Gumam Lia dalam hatinya yang lagi lagi salah paham mengira kalau Andra marah karena cemburu atas kedatangan David.
__ADS_1
....................
" Andra..! Ada apa sama lu ? Tolong jangan ngebut kita mau kemana ? " Pinta Mita yang sekarang berada di mobil Andra ketakutan.
Andra masih terdiam, berusaha mengatur emosinya yang memenuhi dada dan kepalanya setelah melihat kedatangan David di kafe tadi.Dia pun tak mengerti kenapa dia sebegitu marahnya mengetahui David hendak menemui sahabatnya, dulu dia tak seposesiv ini bahkan dulu dia sering menyemangati dan mendukung Mita untuk membuka hatinya agar sahabatnya segera punya pacar.
Bahkan saat masih di Bandung beberapa kali melihat kebersamaan mita dan David dia tak semarah ini.
Tapi entah mengapa sekarang bahkan hanya membayangkan Mita dan David berdua saja,hatinya sangat panas seperti terbakar, apalagi tadi melihat David di depan matanya menghampiri sahabatnya.
" Gue pengen kita ngobrol baik baik," Andra mulai berbicara dengan tenang, sambil memberhentikan mobilnya di salah satu rumah makan khas sunda.
Giliran Mita yang terdiam lalu turun dari mobil mengekor Andra yg duluan turun menuju rumah makan bernuansa pedesaan yg asri itu, lalu memilih duduk lesehan di saung tepi kolam yg menyerupai dermaga, memandang ikan ikan, dengan pemandangan pohon rindang dan bambu yg mengelilingi rumah makan.
Mita asik memberi makan ikan di sudut saung .
" Gue minta maaf ..." Lirih Andra mendekati Mita.
" Iya gue juga," Jawab Mita masih asik dengan ikan ikan tanpa menoleh ke arah Andra yg berada tepat di belakangnya.
Tiba tiba Andra memeluk tubuh Mita dari belakang, sontak saja Mita kaget, jantungnya merdegup kencang, badannya seketika kaku seperti terhipnotis. Padahal sebelumnya Andra sering memeluknya dan rasanya biasa saja tak seaneh ini.
" K-kenapa lu Mandra, kangen banget apa sama gue, hampir seminggu berantem kita gak tanyaan." Mita coba mencairkan suasana meski tetap agak kaku, dan berusaha melepaskan pelukan Andra.
__ADS_1
"Jangan marah lagi, jangan diemin gue lagi, gue ga bisa !" Andra mengencangkan pelukannya.
Seorang pelayan restoran datang memberikan buku menu, dan Andra melepaskan pelukannya dengan berat hati.
Setelah menunggu beberapa lama pesanan mereka datang dan suasana pun mulai mencair di antara mereka.
" Lu tadi kenapa aneh banget meluk meluk gue,emangnya lagi syuting film titanic ? Apa kesambet setan kolam lu ?" Canda Mita di sela makannya.
" Ooh,, itu mungkin efek laper, dari pagi belum makan gue, jadinya gitu." Jawab Andra asal
' Gue sendiri aja ga tau kenapa tiba tiba gue bersikap kaya gitu sama lu ' Batin Andra.
" Eh malih,,,, mana ada laper efeknya kaya gitu,sakit jiwa emang lu !" Omel Mita.
Andra hanya diam asik melahap makanannya.
'ya mungkin gue sakit jiwa, gue jadi ga mengenali diri gue sendiri, ga mengenali perasaan gue terhadap lu, jangan jangan bener kata lagunya Budi Doremi yang waktu itu, gue lagi ngalami yang namanya friendzone, ' Gumam Andra dalam batinnya yang tiba tiba saja teringat lirik lagu friendzone, dan berhasil membuat dia senyum senyum sendiri tanpa disadari.
" Buset dah, beneran konslet nih orang." Gerutu Mita yg melihat Andra senyum senyum tak jelas sendiri.
Walaupun tanpa Andra tau, Mita sedang merasa berbunga bunga karena kejadian tadi,perasaan absurdnya mendominasi di hati Mita,untuk pertama kalinya Mita merasa ada jutaan bunga mekar didadanya saat Andra memeluknya tadi.
' Ada apa sih sama perasaan gue !!' Teriak Mita dalam hatinya.
__ADS_1