
Andra bergegas kembali ke unit apartemennya, dia ingin segera mengguyur tubuhnya yang sedari tadi menahan panas di tubuhnya akibat obat yang di bubuhkan Lia ke dalam minumannya dan sempat dia seruput meski hanya sedikit.
"Sial, obat apa yang wanita itu berikan, kenapa hanya terminum sedikit saja rasanya sangat tidak enak begini !" umpat Andra, merasakan gairah nya yang semakin naik ke ubun ubun.
Tak dapat dia bayangkan, bagaimana reaksi yang di rasakan Lia saat ini yang meminum banyak sekali minuman 'racun' itu.
Tanpa Andra sadari bibirnya menyeringai membayangkan apa yang sedang Lia dan David saat ini lakukan.
"Aahh,,, gila, kenapa aku malah membayangkan hal gila seperti itu !" kesal Andra menjambak rambutnya sendiri seraya mengusir pikiran pikiran kotor yang tiba tiba nyangkut di kepalanya.
Lama Andra mengguyur dirinya di bawah shower dengan air dingin yang mengalir jatuh tepat di kepalanya, seakan ingin membuang semua efek obat itu dengan mengalirkannya lewat air dingin itu.
Tok,,, tok,,, tok,,,!
Suara ketukan pintu kamar Andra tak mengganggu aktivitas nya dalam usaha menurunkan suhu tubuhnya yang masih saja memanas.
Karena hawatir dengan keadaan Andra yang tak jua membuka pintu kamarnya, Mita yang sejak sejam yang lalu ternyata sudah berada di rumah itu terlihat sangat cemas berbalut penasaran dengan apa yang terjadi pada kekasihnya itu.
Mita mendorong pintu kamar Andra perlahan, pintu pun terbuka, Andra memang tak pernah mengunci pintu kamarnya selama ini.
__ADS_1
"Ndra,,, Mandra,,,,!" panggil Mita pelan saat terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi kamar itu.
"Ndra,,, kamu baik baik aja, kan ?" tanya Mita hati hati, sungguh dia takut terjadi hal hal yang tak di inginkan pada kekasihnya itu.
Entah karena suara air yang menutupi pendengaran Andra, atau pengaruh obat yang membuat pria itu tak mendengar panggilan Mita yang berulang dari luar pintu kamar mandi, sehingga Andra masih asik dengan kegiatannya di dalam.
Mita semakin hawatir, dia takut kalau Andra pingsan akibat penyakit parah atau terjatuh sampai tak sadarkan diri.
Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, Mita memutar handle kamar mandi Andra yang lagi lagi terbuka dengan mudahnya setelah sedikit di beri dorongan, karena pintu itu tidak Andra kunci juga.
"Aaaaaahhh !" jeritan Mita menggema di ruangan itu, sambil menutup mata dengan kedua tangannya.
"Eh, kenapa Mit ?!" teriak Andra, refleks berlari ke arah gadis pujaannya itu, tanpa sadar kalau dirinya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
"Jangan mendekat ! Sana sana cepat jauh jauh,,, dasar mesum !" umpat Mita kesal, dia keluar dengan meraba raba dinding kamar mandi karena kedua matanya masih dia tutupi dengan tangannya.
Andra akhirnya menyadari dan langsung tau maksud dari perkataan pacarnya itu.
"Oh, Shiiiitttt,,,!" Andra lalu menyambar handuk yang menggantung di dinding kamar mandinya, lalu melilitkannya di pinggang, menutupi sebagian tubuh bawahnya.
__ADS_1
Wajah Andra kini tampak seperti orang bodoh yang sedang malu, merah padam, sungguh dirinya tak menyadari kalau dirinya sedang tak berbusana, teriakan Mita membuatnya hilang akal dan logikanya.
"Kenapa kamu masuk ke kamar mandi ku secara tiba tiba seperti itu ?" tanya Andra ketika melihat Mita masih menenangkan diri dengan duduk di atas kasurnya sambil memegangi dadanya, kini jantungnya berdetak sangat cepat, membuat gadis itu sangat perlu menenangkan diri sebelum terjadi ledakan dahsyat dari dalam dadanya.
Andra lalu berjalan berjalan mendekati Mita yang terlihat seperti sesang mengalami syok.
"Aku,,, aku,,, hawatir, kamu ku panggil panggil tapi tak menjawab, aku takut terjadi apa apa dengan mu, karena kamu juga sepertinya sudah lama di dalam kamar mandi, ternyata kamu malah---" ucap Mita tergugup dengan pandangan mata yang sengaja dia arahkan jauh dari kekasihnya yang kini berada tepat di sampingnya.
"Apa yang kamu ceritakan tentang Lia itu ternyata bemar adanya, aku hampir saja masuk dalam perangkapnya, untung saja Tuhan masih melindungi ku," tutur Andra.
"Ma- maksudnya ? Apa yang sudah Lia lakukan pada mu ?" seketika Mita berbalik dan mengarahkan pandangannya pada Andra.
"Kamu tunggu di luar, aku akan berpakaian terlebih dahulu agar kita bisa nyaman berbicara, setelah ini alan ku ceritakan kejadian apa yang tadi menimpa ku.
Mita mengangguk dan meninggalkan kamar Andra, dia sudah sangat penasaran dengan apa yang akan di ceritakan Andra padanya.
Dengan tidak sabaran, Mita juga duduk di ruang tengah, berkali kali matanya melirik ke arah pintu kamar Andra yang tertutup rapat,menunggu kemunculan sang kekasih dari balik pintu membawa cerita membahagiakan untuk mereka berdua, waktu pun seakan berjalan begitu sangat lambat dari pada biasanya.
Sementara untuk kejadian tadi di kamar mandi, dimana Mita melihat beberapa bagian tubuh kekasihnya yang polos tanpa sehelai benang pun, Mita akan meminta Andra untuk melupakannya semua pertistiwa memalukan itu.
__ADS_1
Berpura pura lupa mungkin akaan menjadi solusi yang baik, pikir Mita untuk saat ini.