
Mita menurunkan kopernya yang teronggok di atas lemari pakaiannya, lalu membuka pintu lemari di hadapannya. Perlahan Mita memilih dan mengeluarkan beberapa potong pakaian lantas memasukannya ke koper yang telah terbuka. Air mata seakan tak bisa berhenti membasahi kedua pipinya menambah suasana dramatis saat itu.
"Mitong... lu mau kemana bawa koper segala ?" Tanya Andra yang kaget karena melihat Mita keluar dari kamarnya dengan menggeret koper di tangannya seperti peserta ajang adu bakat yang terkena eliminasi karena kurang dukungan SMS. Sementara Mita yang ditanya hanya diam mengabaikan Andra dan terus saja berjalan ke arah pintu, tekadnya sudah bulat dia harus pergi.
"Pramita Eka Adima ! Kamu mau kemana ?" Teriak Andra yang mulai kesal dengan sikap Mita yang mengabaikannya.
"Andra manusia durjana ! ga usah ikut campur urusan Gue !" teriakan Mita lebih lantang dari Andra, plus embel embel manusia durjana lagi.
Secepat kilat Mita menuju pintu dan bergegas keluar seraya membanting pintu sekeras mungkin. (Kebiasaan deh si Mita, tiap ngambek selalu pintu yang dia siksa)
Andra memejamkan matanya, tangannya mengepal menahan emosi melihat Mita membanting pintu dan mengabaikannya. Andra mengambil kunci mobil dan dompetnya di meja lalu bergegas keluar setengah berlari mengejar Mita. Sampai di basement Andra langsung masuk ke mobilnya, baru saja mobilnya keluar dari basement tampak dari kejauhan Mita berdiri di depan loby, Andra langsung berhenti, keluar dari mobil lalu menyeret paksa Mita masuk ke dalam mobil tanpa peduli dengan perlawanan dan teriakan Mita.
"Kita mau kemana? Gue ga mau punya temen mba jingan kaya Lu, Gue mau pergi nyari kontrakan sendiri" Hardik Mita masih berontak dan teriak seperti kesurupan, padahal udah ga di pegangin sama Andra.
"Lu kenapa sih Mita...? Tau tau gue di tabok, trus lu mau minggat, Gue salah apa coba?" Andra kebingungan dengan sikap Mita yang di luar nalar menurutnya.
"Cihh,,, manusia durjana, ga ngerasa salah lagi, " Sinis Mita.
Andra menepikan mobilnya di sebuah taman bermain.
"Mit, tapi Gue beneran bingung ga ngerti salah Gue dimana" Wajah Andra memelas, tak sabar lagi meminta penjelasan dari Mita.
"Lu buntingin anak orang trus ga ngerasa bersalah? Eh, gila lu ya, sakit jiwa !" Mita tambah berapi api.
__ADS_1
"Ya Tuhan....! Ternyata cuma gara gara itu ?" Andra mengusap kasar mukanya kesal.
"Hei, manusia ga ada ahlak,,! Anak orang melendung Lu enteng banget bilang CUMA ?" Mita semakin emosi tingkat dewa.
"Mita,,, cintaku, sayangku, permata hatiku, belahan jiwaku. Anda salah menduga, salah alamat, apes banget nasib Gue ya lord,,, nyicip enggak malah kena gampar sama sumpah serapah manusia ini, bukan Gue yang bikin perut Lia melendung WOY ! Nista banget tuduhan Lu Jubaedah !" Sekarang giliran Andra yang ngomel dengan volume suara maksimal, karena ga terima dengan tuduhan Mita.
Sementara Mita malah bengong sambil mencerna apa yang baru saja Andra utarakan padanya barusan.
"Ma- maksudnya bukan lo yang ngehamilin Lia? " Mita terbata bata menahan malu karena dia udah ngamuk ngamuk sampai gampar sahabat yang diam diam dia cintai itu..
"Makanya, kalo ada orang ngomong itu dengerin sampe selese, belum apa apa udah main gampar aja, pake acara drama minggat segala rupa" Sungut Andra kesal.
"Yaaaa,,,, maaf Ndra, Gue kan kaget tadi. Gue kira Lu yang...." Mita tak meneruskan kalimatnya
"Sakit ya, sorry kelepasan tadi" Mita melihat pipi Andra yang masih di pegangi sama pemiliknya.
"Menurut Lo,,,? Sampe ada stempel 5 jari gini, Lu gampar pake kekuatan super, ya sakit lah ! " Andra merajuk mengelus elus pipinya sendiri.
"Gue kan udah minta maaf Ndra, baikan ya,! Yuk, pulang Gue juga laper" Mita nyengir seraya menyodorkan jari kelingking tanda mengajak berdamai.
"Nyengir Lu !" Ketus Andra membuang muka.
Mereka kembali ke apartemen Andra.
__ADS_1
SKIP
Mita dan Andra tengah makan bersama,
"Mitong, Lu kok ga nanya siapa yang ngehamilin Lia?" Tanya Anddra hati hati karena tak ingin merusak suasana hati Mita yang baru saja berdamai dengannya
"Asal bukan Lu aja Gue tenang." Jawab Mita enteng.
"Yakin, ga pengen tau siapa?" Tanya Andra lagi
"Ga penting !" Mita cuek
"Oke,, Gue pegang omongan lu ya !" Andra tersenyum penuh misteri.
"Terus hubungan Lu sama Lia sekarang gimana?" Telisik Mita penuh tanya
"Semenjak sebulan yang lalu waktu Lia jujur tentang kehamilannya, kita langsung memutuskan buat udahan, ya kali Gue lanjut ! Udah tau dia bunting sama orang lain" Seloroh Andra dengan entengnya
"Gila Lu ya, sebulan yang lalu putus, dan lu baru cerita sekarang?" Mita melotot
"Gue bingung mau cerita gimana ke Lu, lagian mau sebulan yang lalu apa sekarang hasilnya juga sama aja palingan, dapet gamparan." Andra berdiri membereskan bekas makannya dan mencuci piring yang baru saja dia pakai.
Andra jadi teringat lagi kejadian sebulan lalu saat Lia mengatakan dengan jujur kalau dia tengah berbadan dua. Anehnya tak ada rasa sedih atau kecewa saat mereka sepakat mengakhiri hubungan mereka. Malah saat itu dia mengkhawatirkan nasib Mita sahabat tercintanya.
__ADS_1