Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Rekonsiliasi


__ADS_3

Lia mengepalkan tangannya dengan wajah yang terlihat sangat kesal saat melihat Andra dan Mita berjalan sambil tertawa tawa dan bercanda riang menuju parkiran, mereka sudah berangkat dan pulang kampus bersama lagi,


"Sial, kenapa mereka malah tambah mesra, sih ?!" kesal Lia sambil matanya terus memperhatikan sepasang kekasih yang kembali di mabuk asmara itu dari kejauhan.


"Andra,,, Mita,,, !" akhirnya Lia memutuskan untuk menghampiri mereka berdua dengan wajah sok polos dan seolah ikut berbahagia dengan hubungan mereka yang kembali membaik.


Andra dan Mita menghentikan langkah mereka, lalu menoleh ke belakang dimana arah suara yang memanggilnya berasal.


Senyum Andra terlihat canggung, sekilas dia melirik ke arah Mita yang berada di sampingnya, memeriksa bagaimana raut wajah kekasihnya sekarang ini, dia takut kalau terjadi kesalah oahaman kembali di antara mereka karena sikapnya terhadap Lia.


Namun di luar dugaan, justru Mita terlihat bersikap lebih terbuka pada Lia, seolah tak pernah ada masalah apapun sebelumnya.


"Hai Li, mau pulang juga ? Mau bareng ?" tanpa di duga Mita juga justru malah mengajak Lia untuk pulang bersamanya.


Andra melirik tajam seolah mengatakan dengan matanya pada Mita untuk tidak mengajak mantan pacarnya itu.


"Emh, emang boleh ya ? Apa gak ganggu ?" tanya Lia.


"Boleh lah, iya kan, sayang ?!" Mita sengaja menggandeng mesra lengan Andra.

__ADS_1


Andra yang gelagapan karena untuk pertama kalinya tiba tiba Mita memanggilnya dengan sebutan sayang membuat dia hanya tersenyum tipis sambil mengangguk, seraya menenangkan jantungnya yang terasa berdetak lebih cepat dari biasanya.


'Cih, pamer ! Tunggu saja, aku akan merebut apa yang memang seharusnya menjadi milik ku,!' Lia mendecih dalam hatinya, matanya melirik sinis diam diam.


"Sayang, sebaiknya kita mampir ke rumah sakit dulu, kita harus mengganti perban," ucap Mita dengan nada bicara yang di buat se manis mungkin.


"Awh, apa kamu terluka Ndra ?" Lia terlihat panik dan mendekat ke arah Andra dari tempatnya duduk di kursi penumpang belakang.


"Bukan aku, tapi Mita !" jelas Andra tetap fokus berkendara dan tak berusaha menoleh sedikit pun ke arah Lia.


"Oo,,!" jawab Lia seolah merasa lega kalau yang terluka ternyata Mita, bukan Andra.


"Sayang, kita ganti perban di rumah sakit saja, jangan di klinik, siapa tau kak David yang sedang bertugas, biar Lia bisa ketemu mantan nya, siapa tau mereka bisa balikan lagi !" seloroh Mita.


Andra melirik galak ke arah Mita, bukan karena niatnya ingin mempertemukan Lia dan kak David, tapi lebih ke tidak sukaannya bila kekasihnya itu harus bertemu kembali dengan David.


"Jangan cemburu kaya gitu kali, aku sama sekali sudah tak punya perasaan apapun sama kak David, aku cuma ingin mempersatukannkembali ikatan cinta yang terputus di antara mereka, sepertinya mereka masih saling mencintai, iya kan, Li ?" ucapnya menoleh pada Lia yang tersenyum garing.


"Kamu ada ada aja Mit, aku sama David itu udah gak mungkin bareng lagi," gugup Lia.

__ADS_1


"Ish , jangan seperti itu, buktinya kamu sekarang tinggal di apartemen milik kak David," ucap Mita.


"Itu karena aku gak punya tempat tinggal lain, lagi pula sayang apartemen nya kosong, karena David sekarang nge kost," elak Lia.


"Tapi kan tetap saja, itu berarti ikatan hati di antara kalian itu sudah benar benar dekat sampai memperbolehkan memakai tempat pribadinya, apalagi kalian sudah pernah hampir punya anak," sindir Mita agak halus.


Lia pun terdiam tak bisa membalas ucapan Mita.


"Eh, maaf,,, maaf,,,! aku tak bermaksud---" ralat Mita.


"Ah, gak apa apa, memang kenyataannya aku dan David saat itu berbuat salah, kami lepas kendali," lirih Lia.


"Sudah lah, itu semua sudah terjadi, untuk ke depannya, baik itu dengan David atau dengan siapa pun, sebaiknya kamu harus bisa menjadikan ini sebagai pelajaran agar tak terulang kembali, pacaran boleh, tapi sesuai jalur, gak usah aneh aneh," Andra menengahi pembicaraan dua wanita itu, sekaligus memberi sedikit petuah pada Lia.


Bukannya senang, Lia malah merasa kalau Andra justru sok suci dan munafik.


'Awas saja, Andra, sekarang kamu bisa berkata seperti itu, kita lihat nanti bila kamu sudah berhadapan dengan tubuh molek ku, apa kamu masih akan ingat jalur yang benar ?' ucapnya dalam hati.


"Kamu tersinggung dengan ucapan ku, Li ? Aku minta maaf, aku hanya ingin kamu lebih baik lagi ke depannya." lanjut Andra yang menyadari wajah Lia yang seakan tak senang dan lebih banyak terdiam.

__ADS_1


"Ah, tidak, bukan seperti itu. Aku malah senang, kalian sangat baik dan perhatian pada ku," jawab Lia tersenyum palsu.


__ADS_2