
Ke empat orang yang sedang duduk dengan rasa bingung dan kaget itu hanya saling terdiam sambil sesekali membaca ulang tulisaan di undangan itu, berharap apa yang mereka lihat itu salah atau keliru.
Mana bisa tiba tiba mereka mendapat undangan pernikahan Lia dengan seorang pria yang tak mereka kenal sebelumnya, yang mereka tau calon suami Lia dari undangan itu bernama Chandra, dan tak ada foto prewed atau gambar mereka berdua di sana, yang biasanya terdapat di undangan u dangan oernikahan kekinian, ini benar benar terkesan misterius.
"Kakak tau, Chandra yang mana orangnya ?" tanya Mita pada David, mungkin saja kan, dia tau, secara David sudang sangat lama berhubungan dengan Lia, semenjak Lia di bangku SMU.
Harusnya David banyak tau siapa saja teman teman Lia, pikir Mita.
"Gak !" jawab David singkat sambil menggeleng.
"Ya sudah kali, harusnya kalian bersyukur, Lia sudah menemukan jodohnya, berarti kalian tak perlu lagi menghawatirkan teman kalian yang satu itu, karena akan ada suaminya yang selalu menjaganya," timpal Siska, setengah lega, akhirnya David tak akan lagi sibuk mengurusi masalah mantan pacarnya itu dan akan lebih fokus oada hubungan mereka saja.
'Bye Lia !' ucap Siska dalam batinnya tersenyum senang.
David langsung berinisiatif menelpon ibunya, dia yakin orangtuanya tau tentang hal ini, secara orangtuanya dan keluarga Lia sangat dekat, namun anehnya ibunya juga tidak tahu saat David menanyakan perihal pernikahan yang akan Lia laksanakan dalam waktu dekat itu.
***
Hari yang di tunggu tiba, hari dimana pesta pernikahan Lia yang misterius itu di gelar, Andra, Mita, David dan Siska memang sudah janjian untuk berangkat di jam yang sama agar bisa bertemu di tempat acara.
"Hai Li, selamat menempuh hidup baru, turut berbahagia untuk mu," ucap Mita saat bersalaman dengan Lia di pelaminan.
Sementara Andra dan David seakan tak ingin bertanya apapun mereka bersalaman dengan dengan mantan kekasih mereka begitu saja, bukan marah atau cemburu karena Lia memilih menikahi pria lain, namun ada rasa kesal di hati mereka, bagaimana tidak, mereka jungkir balik menghawatirkan Lia dan mencari kemana mana, ternyata yang di cari malah sekalinya ketemu di pelaminan, kan rasanya gondok aja gitu.
David juga terlihat dingin saat bersalaman dengan kedua orang tua Lia yang sebelumnya sangat akrab dengannya, terlihat wajah kikuk dari gestur mereka,
__ADS_1
"David, terimakasih sudah berkenan datang,,,, dan maaf atas apa yang sudah terjadi sebelumnya," ucap ibunya Lia sambil mengusap lengan atas David saat tangan mereka masih berjabat.
David hanya tersenyum simpul,
"Santai saja tante, selama Lia baik baik saja dan bahagia, saya ikut senang !" jawab David yang langsung merubah panggilannya menjadi tante, seakan mengisyaratkan kalau mereka kini kembali menjadi asing, padahal sebelumnya selama bertahun tahun David selalu memanggilnya mama.
Lia terlihat turun dari pelaminan sendiri, dia tampak meminta ijin pada pria di sampingnya yangnkini menjadi suaminya itu, saat dari kejauhan terlihat empat orang yang terakhir kali dia temui di restoran sedang berkumpul dan bersenda gurau sambil menikmati hidangan makanan yaang tersedia.
Dengan langkah gontai dan ragu Lia semakin mendekat, dan kini sudah berada di antara mereka ber 4.
"Hai semua !" sapa Lia menyunggingkan senyuman kakunya.
"Hai,,,!" hanya Mita dan Siska yang membalas sapaan Lia, sementara dua lelaki yang ada di sana hanya terlihat memberi pengantin wanita itu senyuman tipis saja, bahkan terkesan enggan.
"Maaf, jika terakhir kali pertemuan kita semua terasa sangat tidak enak, semua salah ku, mungkin semua karena aku,,,," Lia menjeda ucapannya hanyabuntuk menghela nafas dalam beberapa kali.
"Iya, kau memang kekanakan, tak pernah menghargai apa arti teman, apa arti sahabat, bahkan kau tak tau atau bahkan tak peduli, kami cemas, hawatir dan mencari mu setiap harinya berharap kau dalam keadaan baik baik saja, dan tak ada hal buruk terjadi pada mu," sinis David yang mulai memuntahkan segala unek unek kekecewaan yang dia simpan di hatinya.
"Saya bersalah, saya benar benar tulus meminta maaf !" lagi lagi hanya kata maaf yang terucap dari mulut Lia tanpa menjelaskan apa yang terjadi atau kenapa dia menghilang begitu saja.
"Syukurlah, tenyata kamu benar benar dalam keadaan baik, dan berbahagia, mungkin ini juga salah kami yang terlalu berlebihan dan konyol, menghawatirkan mu yang jelas jelas sedang berbahagia karena mempersiapkan pernikahan tanpa kami tau, bagaimana pun, selamat berbahagia dan menempuh hidup baru !" kini giliran Andra yang bersuara, mengungkapkan kekecewaannya pada Lia, meski tak se sinis ucapan David tadi.
Andra sedikit bisa memaklumi, mungkin Lia juga punya hal hal pribadi yang memang tak bisa dia bagi meskipun pada teman dekatnya sekalipun.
"Sudahlah,,, bukankah kemarin yang kita harapkan dalam prncarian Lia adalah kesehatan dan keselamatannya, saat ini harusnya kita bersyukur karena apa yang kita harapkan benar benar di dengar Tuhan, sekali lagi selamat ya, Li !" timpal Mita menengahi.
__ADS_1
Mita sangat tau kalau yangblain pasti ada sedikit kecewa, begitupun dia sendiri, merasakan hal yang sama, namun apa yang harus di perpanjang lagi, toh semuanya ternyata sesuai harapan mereka semua, Lia dalam keadaan baik baik saja.
"Aku sangat berterimakasih atas perhatian dan kebaikan kalian semua, kemarin kemarin aku hanya perlu waktu sendiri, dan ternyata, Tuhan malah mempertemukan aku lagi dengan dia, teman lama ku, yang sekarang menjadi suami ku, maaf jika semua ini terlalu mendadak, dan aku tak memberi tahu kalian sebelumnya," Lia melirik suaminya yang sibuk menemui tamu yang sepertinya dari teman temannya.
"Sejujurnya kita semua tak ada yang mempermasalahkan tentang pernikahan mu, nengetahui kamu menikah dan berbahagia saja, kami ikut berbahagia, hanya saja, jujur kami agak kecewa dengan menghilangnya kamu begitu saja, tapi ya sudah lah, aku harap ini menjadi akhir petualangan cinta mu dan awal kehidupan baru mu, kami semua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu, dan kami tetap teman mu yang siap menjadi teman cerita atau membantu jika kamu dalam masalah," kata David panjang lebar meengakhiri perbincangan mereka.
"Terimakasih, kalian sudah menjadi teman yang baik untuk ku," senyuman mengembang di bibir Lia seiring datangnya sang suami yang merupakan kakak kelasnya saat SMP dulu, cinta monyet mereka di masa lalu akhirnya bersemi kembali saat mereka bertemu, saat itu Lia sedang kebingungan mencari tempat tinggal karena memutuskan untuk pergi dari apartemen milik David.
Terkadang jodoh memang susah di tebak kapan dan dimana dia bertemu, begitulah seperti yang Lia alami, lama berpacaran dan bertunangan dengan David bahkan hampir menikah karena dirinya yang sempat hamil lalu keguguran, namun sepertinya semesta tak mengijinkan mereka bersama meski di detik detik terakhir Lia hampir menyatakan kembali perasaannya, namun harus kandas sebelum terucap karena David sudah punya kekasih baru.
Begitupun dengan kisah cintanya bersama Andra, yang bermula dari perselingkuhannya dari David, yang kemudian Andra ternyata menemukan cintanya untuk sahabatnya sendiri, yaitu Mita, sekuat tenaga Lia memisahkan mereka dan mencoba merebut kembali Andra, lagi lagi dewi amor tak berpihak padanya.
Justru dengan Chandra, pria yang lama menghilang dan bertemu kembali di saat keadaan dirinya paling terpuruk dan rapuh Tuhan melancarkan segala sesuatunya, secara singkat dan sangat kilat, mereka kini menjadi pasangan suami istri.
Hidup ini bila di gambarkan memang seperti membiarkan diri kita bepergian tanpa peta, bergerak, melacak, dan meraba raba perasaan tanpa pola yang sempurna dan lengkap, karena perjalanan hidup kita ini sebuah misteri, yang hanya perlu di jalani dengan ikhlas.
"Kapan kita nyusul, Mandra ?" tanya Mita iseng sambil menatap Lia dan Chandra yang kini telah kembali berdiri di pelaminan menyambut para tamu yang hadir.
"Biar mereka aja yang duluan, kalo pemeran utama kaya kita kan biasanya terakhiran !" kekeh Andra sambil menjunjuk ke arah David dan Siska yang tersipu malu.
***
Terimakasih sudah mengikuti cerita receh othor,,,
Jika berkenan mampir di cerita othor yang baru, ayo ramaikan dan like, favorit juga vote cerita othor yang judulnya Bodyguard Penjaga Hati, terimakasih semuanya...
__ADS_1