
Andra keluar kelas tergesa gesa siang itu saat jam kuliah selesai, dia bergegas menuju fakultas kedokteran menjemput Mita, sesuai janjinya semalam, dia akan membawa Mita pulang ke Bandung hari ini.
Tapi tiba tiba,
"Sayang tunggu,,, mau kemana, kok buru buru sampe ninggalin aku?" Lia setengah berlari mengejar Andra.
"Aku mau jemput Mita, kamu pulang duluan," Jawab Andra menghentikan langkahnya.
"Kita pulang bareng aja ya.." Rengek Lia
" Ga bisa, maaf aku buru buru," Andra melanjutkan langkahnya saat Lia sudah berada sejajar disampingnya.
"Aku ikut pulang ke apartemen mu." Lia masih usaha.
"Aku dan Mita mau pulang ke Bandung," Jawab Andra mempercepat langkahnya meninggalkan Lia dengan penuh pertanyaan,
"Jangan banyak tanya lagi, dan jangan ikuti aku, !" sambung Andra yang melihat Lia masih membuntutinya.
***
"Pacar lu ga di ajak Ndra ?" Mita memecah kesunyian saat perjalanan pulang ke Bandung
"Kalo gue ajak Lia, ntar gue gak bisa ketemu Karin di Bandung" Andra masih fokus dengan kemudi.
"Ah,,, dasar lu,, ternyata lu ngajak gue balik karena lu mau ketemuan sama Karin? kirain beneran pengen nganter gue ketemu ibu " Bibir Mita mengerucut
__ADS_1
"Haha... Emang yakin, semalem lu nangis karena kangen dan pengen ketemu ibu?" Goda Andra yang berhasil bikin Mita gelagapan karena merasa ketahuan bohong
"I- iya semalem emang gue kangen ibu ko..." Mita terbata bata
"Heh,,, Mitong,, berapa lama kita bereng? cuma perkara bedain lu nangis karena kangen ibu, sama lu nangis karena ada masalah mah, itu hal di luar kepala, udah hapal banget gue,, tapi kalo lu emang belum mau cerita ya gak apa apa" cerocos Andra
"Serah lu deh,, ga percaya juga ga apa apa " Mita pasang mode bertahan
"Gue percaya sama lu deh, dari pada lu nangis lagi kaya semalem bahaya" Andra mencubit pipi Mita gemasn
***
"Mitong,,, udah sampe...enak banget lu molor sepanjang jalan !" Andra menepuk nepuk pipi Mita yang terlelap
"Sudah di halaman rumah anda, putri tidur ! " Andra tersenyum sinis.
Bagaimana tidak, sepanjang jalan Mita terlelap di sampingnya, yang sibuk berkendara.
"Eh, anak anaku tercinta tumben pulang ga ngabari " Ibunya Mita yang sedang duduk di teras menyambut Andra dan Mita dengan lebay
"Ada yang nangis semaleman katanya kangen ibu " Andra mengangkat dagunya ke arah Mita, lalu menyalami ibu.
"Apa sih Mandra " Mita memutar bola matanya
"Ada apa kamu sampe nangis nangis segala, apa kangen banget?" Ibu memeluk Mita
__ADS_1
"Si Mandra mah emang lebay bu ,ga usah dipercaya" Elak Mita.
***
Malamnya, Andra sedang menikmati kopi di teras rumah berdua dengan Ayah Mita. Ayah dan Ibu Mita memaksa Andra untuk menginap di rumah karena masih kangen katanya.
Andra yang memang sudah biasa nginep di rumah Mita semenjak sekolah dulu sudah tak canggung lagi berada di rumah Mita, mereka sudah sangat akrab.
"Mandra.. jalan yuk !" Mita tiba tiba keluar dari balik pintu
"Kemana ?" Tanya Andra yang tengah menikmati kopi buatan ibu
"Kemana aja,,, ketempat biasa kita nongkrong dulu ya ga apa apa," Mita menarik tangan Andra
Setelah berpamitan dengan Ayah, mereka pergi menyusuri kota Bandung di Malam hari. Terkadang mereka tersenyum saat melewati tempat bersejarah buat mereka saat dulu masih sekolah, sesekali Andra menepi dan menghentikan mobilnya di tempat mereka biasa nongkrong.
Sepanjang perjalanan mereka seperti tak kehabisan cerita, membahas dan mengenang kekonyolan yang mereka lakukan dulu.
Mereka tertawa lepas, memori mereka seakan kembali kemasa masa dulu, masa masa Andra dan Mita belum mengenal rasa cemburu diam diam, sakit hati diam diam dan rasa aneh lainnya yang sibuk mereka sangkal.
Atau ternyata sebenarnya dulu mereka pun sudah merakan hal itu tapi mereka tak pernah menyadarinya,,? entahlah.
Yang jelas kebersamaan mereka saat ini berhasil membuat mereka lupa dengan pasangan mereka masing masing, bahkan sepertinya mereka seolah tak ingin kebersamaan mereka di ganggu, itu terbukti karena mereka diam diam mematikan ponsel mereka.
Tak ada David ataupun Lia, yang ada hanya Mita, Andra dan kenangan indah masa lalu mereka.
__ADS_1