
Siang itu di kampus,
Selesai tes ujian masuk, Mita bingung mencari alasan agar dia bisa pulang bareng David, tanpa Andra yang dari tadi disampingnya itu tau.
Kesempatan itu pun datang seiring kedatangan Lia yang setengah berlari ke arah mereka,nyamperin Andra lebih tepatnya.
" Yang,,, nonton yuk,, puyeng abis ngerjain soal banyak banget, butuh hiburan " Rengek Lia manja sambil menyandarkan kepalanya di bahu Andra.
" Gimana?" Andra menoleh ke arah Mita meminta persetujuan.
" Kalian berdua aja, gue mau langsung pulang aja, cape banget, lagian gue gak mau jadi obat nyamuk kalian." ucap Mita ketus, rasanya tak suka melihat Lia bermanja manja seperti itu pada Andra.
Padahal seharusnya dia senang karena dia jadi punya kesempatan berduaan dengan David tanpa Andra atau pun Lia tau.
" Gue anterin lu pulang dulu, ya." Andra merasa tak enak hati.
" Ga usah, Gue pengen liat liat calon kampus gue dulu bentar, kali aja nemu mahasiswa ganteng nyantol " Seloroh Mita sambil berlalu meninggalkan Andra dan Lia, yang memang sudah janjian dengan mahasiswa kedokteran ganteng yaitu pacar pertamanya, siapa lagi kalau bukan David.
" Gak usah macem macem deh Mitong,, awas lu kalo keganjenan !" Teriak Andra mengancam,wajahnya menunjukkan rona tak suka dengan ucapan Mita.
Mita hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum kemudian berlalu.
***
Di bioskop,
" Kenapa sih Yang, dari tadi cemberut aja ?" protes Lia yang melihat wajah kekasihnya terdiam sepanjang perjalanan.
__ADS_1
" Kita ke apartemenku aja ya, gak usah jadi nonton. Kita nonton di tempat ku saja. " Ajak Andra tiba tiba.
Rupanya dia khawatir dan ingin memastikan Mita pulang atau tidak, dan itu yang menggangu pikirannya sehingga membuat dirinya mendiamkan Lia sepanjang perjalanan tadi.
" Tapi Yang,, kita udah beli tiket ini." Lia bingung dengan sikap Andra yang tiba tiba saja berubah bad mood.
" Ya udah, nonton lah sendiri, kalau kamu tak mau ikut aku pulang !" Andra langsung pergi meninggalkan Lia yang akhirnya mau tidak mau mengejar Andra dan ikut pulang ke apartemennya, meskipun dia bingung dengan sikap bete Andra.
SKIP
Andra terburu buru masuk ke apartemennya, di periksanya tiap ruangan mencari Mita.
Dia semakin kesal ketika tau ternyata Mita tak ada, lalu dia meraih ponselnya mencoba beberapa kali menghubungi Mita tapi tak di angkat.
" Aaahhh kemana sih lu Mit !" Pekik Andra kesal.
Lia yang mengikuti gerak gerik Andra dari kejauhan tambah bingung, kenapa Andra ke tempat David.
Karena dia merasa tak pernah bertemu atau berkomunikasi lagi dengan David, lagi lagi Lia berpikir Andra cemburu karena mengira dirinya masih berhubungan dengan David makanya Andra marah dan nyamperin ke tempat David.
Andra kembali ke tempatnya, menjatuhkan dirinya di atas sofa ruang tengah.
Masih dengan wajah yang sangat marah dan kesal.
" Yang,, aku beneran udah gak ada hunungan apa apa sama David, gak pernah ketemu, bahkan telpon pun udah gak pernah " Lia coba merayu dan mendekati Andra.
" Nah,,,! Telpon,,,! Coba kamu telpon mantan pacarmu itu, lagi dimana dia sekarang." Andra seakan punya ide setelah mendengar ocehan Lia tadi
__ADS_1
Meski bingung Lia menuruti saja, dia menghubungi David dan berbicara seperti yang di perintahkan Andra.
" David sedang di toko buku dengan temannya." lapor Lia.
" Tapi ada apa sebenernya ko kamu tanya David dimana segala ?" Lanjut Lia kebingungan.
" Oh,, itu.. Emh,, tidak, aku ada sedikit perlu dengannya." Andra terbata bata bingung mencari alasan yang tepat karena dia pun tak tau kenapa tiba tiba moodnya menjadi buruk ketika tau Mita tak pulang, dan pikirannya seketika kacau.
Perasaan dan emosinya semakin tak bisa di kendalikan, jika itu menyangkut tentang Mita.
Andra mencoba mengontrol emosinya,menenangkan hati dan menyingkirkan pikiranĀ buruknya tentang Mita.
"
Maaf sayang,, mungkin aku terbawa suasana,abis ujian tadi, mood ku kebawa jelek." Andra memeluk Lia, setelah berhasil mengendalikan emosinya sendiri. Dia merasa bersalah karena telah melampiaskan kekesalan pada pacarnya itu yang sebenernya tak salah apa apa.
' Mitong..lu dimana ?' Teriak Andra dalam hatinya.
Meski raganya sedang bersama Lia saat ini, tapi hati dan pikirannya tak pernah bisa lepas memikirkan sahabatnya yang sampai saat ini belum tau kemana perginya.
Sungguh perasaan yang sangat mengganggu dan menyiksanya. Karena di hadapan Mita dia harus bersikap seolah baik baik saja.
Dia tak ingin Mita memusuhi dan menjauhinya lagi seperti kejadian lalu.
Itu terlalu berat dan terlalu sakit baginya.
' Tidak,,,, ini hanya perasaan sebagai sahabat saja, sewajarnya kekhawatiran seorang sahabat yang sudah lama bersama, bukan perasaan yg lain. Bukan,,,,, aku punya pacar bahkan tak hanya Lia, masih ada Karin dan yang lainnya di Bandung, aku tak kekurangan kekasih, itu udah cukup,, '
__ADS_1
Seperti itu kira kira perdebatan yang terjadi di dalam hati Andra saat ini, mencoba menyangkal perasaannya sendiri.