Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Terjebak Nostalgia


__ADS_3

Malam terakhir di Bandung, Mita dan Andra sedang asyik bercanda sambil menikmati nasi goreng favorit mereka di kafe Om Tian, tempat mereka biasa nongkrong jaman sekolah dulu


"Upin Ipin ! kalian ini, dari jaman dulu sampe sekarang kalian itu nongkrong disini selalu berduaan, kenapa kalian ga pacaran aja sih?"  celetuk Om Tian sang pemilik kafe tiba tiba saat mengantarkan jus mangga pesanan Mita dan Andra.


Mendengar celetukan Om Tian yang memang sudah akrab dengan mereka, seketika Mita dan Andra yang sedang bercanda terdiam kaget tapi muka mereka tampak merona, dan saling melempar pandang.


"Diiih langsung pada diem, jadi curiga, kalian emang udah jadian nih, biasanya kalian selalu kompak jawab 'OGAH !!' kalo di ledekin kaya gitu "  Goda Om Tian lagi.


"Berisik Om,, ganggu aja ! Kita lagi nostagia nih, mumpung lagi mudik " Gertak Andra, menyembunyikan mimik wajahnya yang pasti terlihat grogi.


"Ya elah,, gayanya, mudik ! Timbang Bandung Jakarta lewat tol aja ga nyampe 3 jam, lagunya mudik, Tapi emang sih, Bandung itu ngangenin ya ? Apa lagi dengan sejuta kenangannya, hati hati kalian terjebak nostalgia ! "  Cerocos si pemilik kafe berbadan gempal itu sambil ngeloyor pergi dengan memasang muka nyegir ngeledek.


"Terjebak nostalgia, dia kata !" Gumam Andra sambil nyengir ke arah Mita.


Mita yang di lirik Andra malah sedang menatap Andra, dan seketika waktu seakan terhenti beberapa saat, mereka beradu pandang tanpa sengaja tapi tak ada yang kuasa memalingkan pandangan mereka, Jadilah mereka mematung dan saling berpandangan.


Drrrt,, drrrrt,,,, drrrt


Suara ponsel Mita menyadarkan mereka,. setelah melihat nama yang terpampang di layar ponselnya Mita malah mematikan ponselnya.

__ADS_1


Saat ini Mita tak ingin di ganggu siapapun bahkan David sekalipun.


Kebersamaannya dengan Andra terlalu berharga dan berarti saat ini.


"Ko gak di angkat?"  Tanya Andra heran, padahal tadi dia sempat mencuri pandang ke arah layar ponsel Mita dan tertera nama David yang tadi menelpon.


"Oh,, anu itu,,,ga penting, cuma nomor, gak tau siapa yang nelpon !" Mita memasukan ponselnya ke dalam tas.


"Nih, gue nitip hp gue juga di tas lu, lagi males di ganggu sama hal hal ga penting juga gue !" Andra menyodorkan ponselnya setelah sebelumnya dia matikan juga.


Mita hanya bengong dan memasukan ponsel Andra juga kedalam tas miliknya.


"NOSTALGILA...!" Mita melempar potongan timun di piringnya ke arah Andra.


SKIP


Seakan tak ada puasnya, selama 3 hari di Bandung mereka terus berdua, mereka pun seperti tak pernah kehabisan ide kemana saja tempat yang akan mereka kunjungi, ke tempat tempat mereka dulu mengukir kenangan indah berdua, hanya berdua dan selalu berdua.


Mita melupakan alasannya ke Bandung yang katanya karena kangen ibu, buktinya selama di Bandung, Mita pergi terus dengan Andra dan jarang di rumah,

__ADS_1


Begitupun Andra melupakan niatnya yang akan bertemu Karin pacarnya, sepertinya boro boro niatan ketemu, inget aja nggak, dia lebih memilih menemani Mita kemanapun dia minta.


***


"Belum molor lu ?"  Tanya Andra yang melihat Mita masih duduk sendiri di teras depan rumahnya malam itu


"Gak bisa tidur, nah lu sendiri masih melek, ngapain kesini?" Mita malah balik bertanya.


"Sama, gue juga gak bisa tidur, tiga hari rasanya cepet banget, besok udah harus balik Jakarta lagi !" Keluh  Andra sambil duduk di samping Mita.


Mereka duduk bersebelahan tapi pikiran mereka melayang entah kemana, mereka sibuk dengan lamunan mereka masing masing.


Tiga hari seakan masih kurang buat mereka bersama bernostalgia.


Mereka seakan enggan kembali menghadapi kenyataan besok, dimana waktu mereka harus terbagi dengan pacar mereka masing masing, kesibukan kuliah yang menyita waktu kebersamaan mereka, belum lagi drama drama saat mereka menahan rasa cemburu saat melihat mereka dengan pacarnya.


'Kenapa aku begitu bahagia saat bareng si Mandra, tanpa ada Lia ? Seolah dia cuma milikku seperti dulu, dan kenapa aku pun tak merasa kangen sedikitpun sama David, selama aku disini? Atau memang jangan jangan perasaan ini benar ? Aku cemburu melihat si Mandra berduaan sama Lia, lalu aku juga merasa bahagia saat bareng sama dia,, Ah ini konyol,,,apa aku menyukai dia? ' Kira kira seperti itu monolog Mita dalam batinnya.


'Terimakasih Mitong ku,, tiga hari ini aku sangat bahagia, menghabiskan waktu sama kamu, dan cuma ada kamu dan aku. Aku janji suatu saat akan selalu ada kamu dan aku selamanya gak ada yang lain, Aku akan berjuang mendapatkan kamu, karena kamu kebahagiaanku, aku jatuh cinta padamu Mitong'  Bisik Andra dalam hatinya .seraya tersenyum sambil menatap intens Mita yang juga sedang melamun dan berbincang dengan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2