Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Babak belur


__ADS_3

Andra terlihat sangat tergesa gesa memasuki Coffe shop di sebrang apartemennya.


Ya, siang itu saat dia selesai menemui temannya di lobby dan mengantarkannya sampai depan untuk naik taksi dari kejauhan dia melihat Mita masuk ke Coffe shop sebrang jalan bergandengan mesra dengan  David, langsung saja Andra menyusul mereka secepat kilat.


"MITA, PULANG !" Teriak Andra sambil menarik paksa tangan Mita yang tengah duduk berhadap hadapan dengan David saat itu sehingga tentu saja menarik perhatian pengunjung lain yang juga ada disana.


"Apa apaan sih Ndra malu tau" Mita berbisik sambil melotot ke arah Andra menahan malu karena menjadi pusat perhatian.


Sementara Andra tak menghiraukannya, dia tetap menarik paksa Mita membawanya keluar dari tempat itu.


David tak tinggal diam dia setengah berlari menyusul Andra yang menarik paksa pacarnya keluar meninggalkannya.


"Andra ! tolong lepasin pacar ku, kamu ga berhak berbuat kasar walaupun dia sepupumu"  David berhasil menyusul mereka dan menjegal Mita dan Andra yang sudah sampai lobby apartemen.


"Lu... ga usah ikut campur, dan satu lagi, Gue sama dia ga sepupuan !" Penuh amarah Andra mendorong David dari hadapannya yang kebingungan.


Mita yang sejak tadi bagai kerbau di cocok hidungnya hanya menuruti kemana Andra menariknya tanpa perlawanan. Pikirannya masih belum bisa memahami situasi macam apa yang sedang dihadapinya saat ini.


Andra tiba tiba marah dan menarik paksa dirinya.


"Tolong Ndra, hargai aku sebagai pacarnya Mita, aku juga ngehargai kamu sebagai sepupu Mita kita omongin ini baik baik ada apa sebenernya" Kali ini David memegang bahu Andra.


"Udah Gue bilang Gue bukan sepupu dia dan gue ga perlu dihargai manusia macam Lu !"

__ADS_1


BUKK,,,,,,


Andra tak bisa menahan emosinya lagi dia meninju pip ikanan David yang tepat berada di hadapannya.


Mita berteriak histeris dan melepas paksa tangannya dari cengkraman tangan kiri Andra, Dia menarik tubuh David menjauh dari Andra karena tak ingin mereka melakukan hal yang lebih jauh.


"Gila Lu ya Ndra,, Lu kenapa sih?" Teriak Mita


"Pacar Lu tuh yang gila, dia ngehamilin pacar Gue, Tapi ga apa apa sih itu tandanya pacar Lu sama pacar Gue,eh MANTAN pacar Gue sama gilanya, sama sama SAMPAH !" Andra pergi berlalu meninggalkan Mita yang bengong dan David yang syok dengan perkataan Andra.


"Maksudnya ?" Mita dan David serempak


Andra menghentikan langkahnya lalu membalikan badan berjalan mendekati dua mahluk yang kepalanya di penuhi jutaan pertanyaan atas pernyataan Andra barusan.


Sebenernya dia ga tega buat ngelakuin ini, karena pasti ini akan sangat melukai perasaan Mita, tapi dia benar benar tak bisa menahan emosinya saat melihat David dengan tanpa dosa menggandeng tangan  Mita.


"Maksud kamu Lia hamil ? Trus kenapa kamu bilang itu anak ku ? bisa saja itu anakmu, kamu pacarnya"  David membela diri tak ingin terlihat bersalah di hadapan Mita.


Tapi tanpa disangka sangka Mita mendekati David dan,


PLAKK...PLAKK...


Mita menampar pipi kanan dan kiri David bergantian

__ADS_1


"Jaga ucapan mu, aku tau Andra dia tak pernah melakukan hal itu, kalaupun dia melakukannya aku yakin dia ga akan berlaku busuk seperti mu yang tidak mengakui anaknya sendiri dan malah melimpahkan kesalahan sama orang lain. Nyesel aku pernah kenal kamu, mulai sekarang kita ga ada hubungan apa apa lagi." Tegas Mita yang sekarang gantian menarik paksa tangan Andra pergi menjauh dari David.


*****


Sampai malem Mita masih bengong sendiri di balkon, Andra tak ingin mengganggunya dulu sebenernya, tapi dia khawatir Mita sakit.


"Mitong,, udahan dong sedihnya, kita disini sama sama korban, masuk yuk" Ajak Andra


"Tapi Gue yang paling babak belur disini Mandra..... " Jawab Mita tanpa menoleh ke arah yang mengajaknya bicara.


"Heh,,,  mana ada, si Covid yang di gampar Lu dan di tonjok Gue, tapi kenapa Lu yang babak belur, Maemunah ?" Andra gemes sendiri mendengar perkataan sahabat tercintanya itu.


"Iya lah gue yang paling babak belur di hianati 3 orang sekaligus ,pacar, sahabat dan pacarnya sahabat menghianati bersama sama." Kicau Mita sedikit lebay


"Et dah Gue ngehianati dari mana ceritanya?" Andra bingung tiba tiba dirinya menjadi tersangka juga, padahal menurut versinya dia pun seharusnya sebagai korban juga.


"Pacar Gue selingkuh sampe hamil sama pacar Lu, trus Lu sahabat Gue nyembunyiin ini semua"  Mita masih berusaha menggiring Andra agar menjadi tersangka juga.


"Ya elah trus siapa kemaren yang bilangnya ga peduli dan ga penting waktu gue bilang Lu ga pengen tau ga Lia hamil sama siapa, inget ga? jangan pura pura amnesia deh Lu !" Andra mulai nyolot


"Tapi kan gue pikir bukan si bang sat itu pelakunya, lagian harusnya lu bilang aja walau Gue bilang ga pengen tau," Rengek Mita ga mau kalah.


Kini Andra terdiam, menarik nafas panjang dan mengusap usap dadanya perlahan sambil nyebut berulang kali seraya mengatakan pada dirinya sendiri,

__ADS_1


'sabar Ndra,,, sampe kiamat juga cowok itu selalu salah, cewek selalu benar apapun itu. Sebagai cowok ganteng, yang dilakuin cuma harus mengalah dan bersabar.'


__ADS_2