Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Jujur


__ADS_3

Sore itu,


" Lu ga jadi nonton ?" Tanya Mita yang baru saja pulang dan mendapati Andra sedang menikmati secangkir kopi sendirian di balkon ruang tengah.


" Nah lu sendiri, tadi siang katanya mau langsung pulang, hampir magrib gini baru nongol," Jawab Andra dengan nada sedikit ketus tanpa menoleh ke arah Mita, sepertinya dia masih kesal karena dari tadi dia menghawatirkan Mita yang tak kunjung pulang.


" Hehe,,,gue tadi ke toko buku, ada buku yang gue cari. " ujar Mita.


" Sama siapa?" Tanya Andra lagi, mencoba peruntungan dari jawaban Mita, karena memang sebenarnya dia tau Mita pergi sama David, karena tadi siang David memberi tau Lia saat di telpon.


" Emhmm sendiri," Jawab Mita berbohong, dia tak mau Andra marah kalau sampai dia tau dirinya sebenarnya seharian pergi dengan David


" Oooo,,," Andra mengangguk anggukan kepalanya,


Hanya kata kata itu yang mampu dia ucapkan, ada guratan kekecewaan yang nampak di rona wajahnya.


'Kenapa lu harus bohong sama gue sih Mit,,?' Pertanyaan yang hanya bisa Andra ucapkan dalam hatinya saja.


Mita menghampiri Andra yang terlihat sedikit melamun, merebut cangkir kopi Andra dan meminumnya.


" Mitooooong lu kebiasaan banget.." pekik Andra  yang sedikit kaget mendapati cangkir kopinya sudah berpindah tangan.


" Ah,pelit ! Lu juga sering kaya gitu," seloroh Mita sambil menyodorkan cangkir yangg sudah kosong karena habis di minumnya, ke arah Andra.


" Bukan apa apa Mit,, Gue cuma kasian kalo lu punya pacar ntar,, masa dapetin lu yg udah ga perawan bibirnya, karena sering nyamber minuman gue. Itu kan bisa dikatakan ciuman secara tidak langsung." Goda Andra sambil meletakan cangkir di meja.

__ADS_1


" Mana ada...bibir gue masih perawan masih segel tau !" Mita membuang muka.


" Ya udah kalo gitu, sini gue perawanin." Andra memoyongkan bibirnya dan mendekati Mita.


" Enak aja ! dasar mesum..." Mita lari ke kamarnya meninggalkan Andra yang terkekeh.


Sementara Andra tertawa terbahak bahak karena puas telah berhasil mengerjai Mita.


...............


Sebulan kemudian,


Hari berlalu, tak  terasa kini Mita dan Andra sudah menjadi mahasiswa, mereka sama sama di terima di universitas XX, tempat sama dengan David juga Lia menimba ilmu.


Apalagi mereka berbeda Fakultas, Mita yang mengambil jurusan kedokteran lebih sering bersama David yang juga merupakan seniornya di fakultas kedokteran. Sedangkan Andra mengambil jurusan sosial politik .


Mita masih tinggal di apartemennya Andra,Karena orang tua Mita tidak mengijinkan anak satu satunya itu tinggal sendirian, jadi mereka lebih percaya kalau Mita tinggal di tempat Andra, agar Andra yang sudah mereka anggap seperti anak mereka itu bisa menjaga Mita.


Tapi karena kesibukan dan urusan mereka yang sekarang sudah sangat berbeda,mereka pun jarang sekali bertemu,paling malem, itupun sesekali kalau mereka kebetulan tak ada kegiatan.


Mita masih merahasiahkan hubungannya dengan David dari Andra dan Lia, meski begitu, hubungan mereka berjalan seperti biasanya,walau David kadang protes karena Mita tak juga mau mempublikasikan hubungannya pada sahabatnya itu. karena kadang ada saat saat dimana David pun ingin datang ke tempat Mita,dan itu tak mungkin karena ada Andra.


Hubungan Andra dan Lia pun masih berjalan seperti biasanya, Lia yang walaupun tak suka ilmu politik, mengambil jurusan yang sama dengan Andra demi bisa berdekatan dengan kekasih tercintanya itu. Yaa bisa di pastikan setiap saat mereka selalu bersama, secara Lia selalu mengekor kemanapun Andra pergi.Walaupun kadang Andra risih,tak bisa tebar pesona dengan mahasiswi mahasiswi cantik ,maklum lah jiwa play boynya mendarah daging.


Ada satu hal lagi, seiring berjalan waktu perasaan Andra pada Mita kian bertambah,semakin jarang mereka bersama maka semakin setiap saat Andra disiksa rindu, setiap kali Andra kadang melihat Mita bersama David di kampus, ada perasaan cemburu yang tak terbendung, walau kadang dia mencoba berpikir kedekatan mereka hanya sebatas senior dan junior saja. Tapi tetap saja Andra kesal dan marah karena takut kehilangan Mita.

__ADS_1


...............


Andra jatuh cinta pada Mita tanpa dia sadari kapan itu awalnya, tapi sekarang dia menyadari kalu perasaan nya pada Mita bukan hanya perasaan sebatas sahabat, tapi lebih dari itu.tapi  Andra juga ragu mengungkapkan perasaannya pada Mita, karena dia takut akan malah merusak persahabatannya, dan Mita benar benar pergi darinya karena ungkapan perasaannya, dia takut kalau ternyata dia bertepuk sebelah tangan.


Malam itu Pikiran Andra melayang entah kemana, dia melamun di kamarnya


' ya,, gue harus jujur dan ngungkapin perasaan gue yang sebenernya sama Mita, apapun resikonya, dari pada gue keduluan sama si covid...ga bisa ! masalah Lia, Karin dan yang lainnya ntar gue putusin semua kalau Mita udah jadi pacar gue' Gumamnya dalam hati dengan penuh semangat juang yang membara


Bahkan dia sampai berjanji akan pensiun jadi play boy kalau Mita menerima cintanya.


Ceklek,,,


Pintu kamar Andra terbuka, tiba tiba Mita muncul dari balik pintu dan berdiri dihadapannya.


" Lagi ngelamun jorok ya lu !" Teriak Mita.


" Gue lagi mikirin lu." Jawab Andra sedikit kaget.


" Ishhhh,,, Mandra lu mikir jorok tentang gue..Dasar otak mesuum.." Mita melempar bantal ke muka Andra.


" Ga gitu Maemunah ! Gue lagi mikir, ada yang perlu gue sampein ke elu, gue ..." Andra terhenti sejenak, mengumpulkan nyali untuk bicara.


" Diih,, serius banget, kayanya,,, Gue juga sebenernya kesini ada yang penting yang perlu gue obrolin sama lu, ini serius banget sumpah !" Mita duduk di sofa di pojok kamar Andra.


" Wah seru nih,,! Lu aja duluan deh, yang cerita." Andra bangkit dari tempat tidurnya dan duduk di sebelah Mita.

__ADS_1


__ADS_2