Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Salah Paham Lagi


__ADS_3

Ini hari ke dua Andra di abaikan Mita, setiap kali Andra ingin memulai pembicaraan dengan kekasihnya yang sedang murka itu, Mita pasti menghindar dan memilih pergi tak peduli.


Bukannya Mita ingin menghindari masalah, hanya saja dirinya belum siap membahas masalah tentang kebohongan Andra yang membuatnya merasa benar benar tertipu dan masih merasa kesal sampai saat ini.


"Hai Ndra, tumben pulang sendirian. Mita mana ?" tanya Lia yang melihat Andra berjalan seorang diri menuju parkiran saat jam kuliah berakhir.


Tapi Andra yang di tanyainya seakan tak bersemangat membahas atau menjawab pertanyaan Lia yang membuatnya kembali merasa bad mood karena mengingat dirinya yang tengah di abaikan oleh kekasihnya itu.


"Kenapa, berantem gara gara game lagi ? Kalian gak ada bosennya, udah sahabatan dari SMP masih aja bete bete an gitu !" ujar Lia sok polos memancing Andra untuk bercerita.


Kata hati Lia mengatakan kalau pasangan kekasih itu sepertinya sedang bertengkar gara gara pertemuan dirinya dan Andra kemarin.


"Oh iya, ada yang mau aku tanyain sama kamu, apa kamu cerita ke Mita tentang aku yang datang ke tempat mu untuk membetulkan kran air ?" tanya Andra yang merasa penasaran bagaimana bisa Mita tau tentang itu, sedangkan yang tau perihal dirinya yang datang ke tempat Lia hanya dirinya dan Lia saja sepertinya.


Lia spontan saja langsung tertawa dalam hatinya,


"Aku bertemu Mita saat dia membeli obat buat mu kemarin di mini market, aku tanya katanya kamu terkena mag karena tidak makan seharian, lalu aku bilang kamu sudah makan di tempatku, dan aku takut kalau teprnyata masakan ku yang membuat kamu sakit, kenapa ? Apa aku salah, ya ?" wajah Lia di buat se polos mungkin.


"Ah, pantas saja !" gumam Andra, tapi dirinya pun tak bisa menyalahkan Lia sepenuhnya atas semua yang terjadi, karena Lia memang tak tau apa apa tentang hubungannya dengan Mita, pikirnya.

__ADS_1


"Apa kamu dilarang bertemu dengan ku ? Tapi kenapa, bukankah kita bertiga berteman ?" Lia memelas.


"Emh, bukan seperti itu, itu karena aku dan Mita sekarang sudah....berpacaran !" akhirnya Andra mengungkapkan kenyataan yang selama ini belum juga sempat dia sampaikan pada Lia.


Andra tak ingin ke depannya ada banyak terjadi lagi kesalah pahaman seperti sekarang ini, lagi pula, jika dirinya memberi tahu tentang hubungannya dengan Mita, paling tidak Lia jisa sedikit menjaga sikapnya saat bersamanya dan lebih menghargai Mita sebagai kekasihnya sekarang.


"Hah ?! Jadi,, kekasih baru yang kamu maksud itu Mita ? Kok bisa, bagaimana ceritanya ?" Lia berpura pura kaget dan seolah olah baru mengetahui berita itu.


"Hmm, kami udah beberapa bulan terakhir ini menjalin hubungan," terang Andra.


"Ah, aku jadi tak enak hati, apa kalian berantem gara gara aku ?" sesal Lia.


"Mungkin hanya salah paham, sebenernya lebih ke salah aku sih, karena aku gak bilang jujur kalo abis dari tempat mu kemaren," ucap Andra penuh penyesalan.


Andra terlihat sedikit ragu dan agak berpikir.


"Percaya deh, aku hanya ingin menebus kesalahan ku yang salah berbicara karena tak tau kalau kalian berpacaran." bujuk Lia mencari celah untuk melancarkan aksinya agar lebih mudah masuk ke dalam hubungan mereka dengan alasan niat baik membantu dan topeng pertemanan yang bisa menutupi niat jahatnya.


"Ayo, ikut pulang dengan ku, sepertinya Mita sudah di apartemen," ajak Andra yang akhirnya menyerah karena merasa sepertinya tak ada salahnya usul Lia di coba, dirinya sudah sangat tersiksa di abaikan Mita dari semenjak kemaren.

__ADS_1


Dengan semangat empat lima Lia langsung mengekor Andra dan masuk ke kursi oenumpang di sebelah Andra yang saat itu duduk di balik kemudi.


Lia yakin, tak lama lagi dia akan menghancurkan hubungan Andra dan Mita, lalu dirinya akan kembali masuk ke dalam hati Andra dan menguasainya kembali.


Sampai di apartemen, ternyata Mita tidak ada di sana, sepertinya kekasih hati Andra itu belum sampai ke sana, atau mungkin masih ada hal yang harus di selesaikan nya di kampus.


"Emh,,, aku boleh menunggu Mita di sini, kan ?" tanya Lia sedikit berhati hati agar Andra tak menaruh curiga padanya.


"Ya, mungkin sebentar lagi juga Mita pulang, aku akan berganti pakaian dulu," ucap Andra berpamitan dan menghilang di balik pintu kamarnya.


Sudah sekitar satu jam Lia dan Andra menunggu kedatangan Mita, namun yang di tunggu tak juga datang.


"Kamu pasti lapar, aku masakan makanan untuk mu dan juga Mita kalau kalau dia pulang, dia juga pasti belum makan," ucap Lia.


Andra mengangguk, apa lagi Lia mengatakan akan memasakan bukan hanya untuknya tapi untuk Mita juga, jadi seharusnya itu tak akan menjadi masalah.


"Aku akan membantu mu, aku juga akan memasak makanan kesukaan Mita, dia pasti senang," Andra bangkit dari tempat duduknya dan memutuskan untuk memasakbmakanan kesukaan Mita sebagai permintaan maaf dan mengisi waktu di sela dirinya menunggu kepulaangan Mita.


Namun sepertinya kenyataan tak sesuai ekspektasinya, saat Andra asik memasak di temani Lia sambil mengobrol ringan, ternyata Mita pulang dan melihat pemandangan kebersamaan kedua pasangan mantan kekasih itu dari sudut pandangnya yang tentu saja berbeda.

__ADS_1


Hatinya semakin kesal, dadanya semakin bergemuruh, mengetahui kalau Andra kini sudah semakin berani terang terangan berduaan dengan Lia di depan matanya, bahkan mereka berani berduaan di apartemen saat dirinya tak ada di sana.


Bayangan Andra dan Lia bermesraan saat dirinya tak ada pun semakin menyiksa batinnya, ingin sekali Mita berteriak dan memaki kedua orang yang sudah membuatnya berada di ambang batas kemarahannya itu.


__ADS_2