
Mita dan Andra kompak sibuk memendam,menyangkal dan merahasiakan perasaan aneh yang mereka rasakan satu sama lain. Mereka berusaha keras bersikap sebiasa mungkin.
" Ndra,,, Mandra,,, gue-" Mita yg baru keluar kamarnya dan memanggil manggil Andra tiba tiba menghentikan langkahnya dan mulutnya seolah tak bisa mengeluarkan suara, hanya menganga kaget ketika melihat di ruang tengah Andra tengah berpelukan mesra dengan Lia, siang itu di apartemen Andra.
" Ada apa ?" Andra kaget dan salah tingkah,melihat Mita yang tiba tiba muncul dan berdiri mematung dibelakangnya, seketika Andra melepaskan tangannya yang sedang memeluk tubuh Lia.
" So-sorry gue ga tau kalau ada Lia,, gue cuma mau pinjem mobil tadinya,, tapi ga jadi deh," Mita bergegas meninggalkan mereka tanpa menoleh sedikitpun.
Entahlah, tetiba dia merasa ada semacam ratusan jarum yang menusuk nusuk jantungnya ketika melihat mereka berpelukan di depan matanya.
' Ah,,, kenapa dadaku sakit gini..' Teriak batin Mita.
Mita menepuk nepuk dadanya sendiri.
" Mau kemana ? pake aja gapapa,, apa mau gue anter ? " Andra beranjak dari tempat duduknya hendak menghampiri Mita, entah kenapa ada perasaan bersalah di hatinya karena Mita melihatnya memeluk Lia.
" Ga usah,, Gue ke mini market bawah aja, cuma mau beli sesuatu, kayanya di bawah juga ada." Mita buru buru keluar, seakan tak ingin bertatap muka dengan Andra yang sedang berjalan menuju ke arahnya.
Kegundahan hati membuat Mita berjalan tanpa arah, dan tanpa di sadari dia sudah berdiri di depan pintu apartemen David, lalu menekan bel yang berada tepat di sebelah pintu.
" Mita,,, !" pekik pria berparas oriental, membuka pintu menyambut Mita dengan senyuman sumringah. Lalu mempersilahkan tamu istimewanya masuk.
Seperti sedang terhipnotis, Mita masuk mengikuti David yg berjalan di depannya.
" Apa aku ganggu kak,,?" tanya Mita.
" Tentu saja tidak, aku malah seneng kamu dateng, tapi ada apa ? Ada yg perlu aku bantu?" Cecar David, menangkap sesuatu yang aneh di wajah Mita.
" Cuma lagi bosen aja, pengen ngobrol." Jawab Mita.
__ADS_1
" Tumben,, kemana sepupumu ?" David menanyakan keberadaan Andra.
" Lagi ada pacarnya !" Jawab Mita singkat dan agak malas.
" Lia disana ?" Tanya David menebak,
Mita kaget mendengar pertanyaan David,
' Apa dia tau kalau Lia dan Andra...' Batinnya tak berani meneruskan pikirannya
" Tenang aja, aku ga papa ko,, aku tau, apa kamu juga sebenernya tau hubungan mereka ?" Lanjut David.
" Maaf kak.. Aku ga berani bilang sama kakak,lagi pula aku tau mereka pacaran, sebelum aku tau kalau ternyata, Kakaklah pacarnya Lia yang dia selingkuhin itu, waktu kita ketemu di mall itu, mereka udah pacaran, dan aku baru tau hari itu ternyata kakak pacarnya Lia." Ujar Mita tertunduk penuh sesal.
Sementara David hanya tersenyum sambil mengelus lembut kepala Mita seolah berkata tak apa apa.
" Tapi kakak tau sejak kapan ?" Mita penasaran.
" Uuhh,,, cayaaang.... Cayaaang...!" Canda Mita sambil mengacak rambut David, mencairkan suasana obrolan yg sudah agak melow.
Mereka pun tertawa bersama.
Mita seakan melupakan sejenak sakit hatinya karena kejadian melihat Andra dan Lia berpelukan tadi.
SKIP
Tak terasa hari sudah mulai gelap waktu menunjukan jam 7 malam,
" Kakak.. Aku pulang dulu ya,, makasih udah nemenin ngobrol." Mita hendak pamit setelah seharian disana.
__ADS_1
" Oke,, inget kamu masih punya utang jawaban sama aku !" David menagih jawaban yg belum Mita kasih sampai saat ini
" Hmmm,, masih inget aja.. Besok aku kasih jawaban." Ujar Mita di depan pintu.
"Janji besok ya,," David tersenyum bahagia meski ga tau jawaban apa yg bakal dia terima,setidaknya ada kepastian, begitu pikirnya.
Mita menjawab dengan senyum manisnya, dan ketika bembalikan badannya, Andra berdiri tepat di belakangnya.
Jantung Mita seakan mau loncat dari tempatnya, seakan dirinya sedang tertangkap basah selingkuh.
' Sejak kapan dia berdiri disana, apa dia dengar percakapannya dengan David ' Tanya hatinya.
" Udah dari mini marketnya ?" Tanya Andra, lalu merangkul bahu Mita dan membawanya menjauh dari hadapan David yg masih berdiri di depan pintu apartemennya.
" Udah selese pacarannya,,?" Bales Mita yg tau pertanyaan Andra hanya menggoda dirinya.
" Hmmmm,," Jawab Andra singkat,
Pikirannya melayang mengingat kejadian yg baru saja dia lihat, hatinya seakan terbakar melihat Mita dan David ngobrol dan saling melempar senyum. Tapi dia berusaha bersikap biasa.
" Lu darimana ?" tanya Mita basa basi.
' Tumben si Mandra gak ngamuk liat gue bareng David biasanya langsung keluar tanduk,' Batin Mita.
" Nganter Lia ke basement." Jawab Andra berbohong, padahal dari tadi dia muter muter nyariin Mita, sedangkan Lia sudah pulang sejak sore tadi.
Sebenernya ada kekesalan dihati Andra ketika tau Mita keluar dari tempat David. Kenapa Mita harus kesana lagi, apa yg mereka lakukan disana seharian berdua ? Andra sangat penasaran tapi tak ingin menanyakan atau membahasnya karena tak ingin ujung ujungnya bertengkar lagi dengan Mita.
Jadi Andra memilih bersikap seolah biasa saja.
__ADS_1
Entahlah sampai kapan Mita dan Andra saling berpura pura dan menipu hati mereka,menyangkal perasaan aneh yang tak tau kapan mulai tumbuh di hati mereka.