
Untuk beberapa saat Andra dan Mita saling diam, mereka sibukndengan pikiran yang ada di kepalanya masing masing.
Namun sepertinya Mita tak betah juga lama lama saling diam,
"Mandra, kenapa kita sekarang jadi gini sih ?" tanya Mita membuka pembicaraan di saat suasana mereka masih sama sama dalam kecanggungan.
"Lu yang kenapa, sikap lu jadi aneh semenjak kita pacaran !" jawab Andra setengah kesal.
"Bukannya sikap lu yang berubah gak jelas, sok sok romantis lah, apa lah !" cebik Mita.
"Apa lu lupa kita pacaran ? Wajar kali kalo gue pengen romantis sama pacar gue sendiri, kalo suruh biasa aja apa bedanya sama waktu dulu belum pacaran, atau jangan jangan emang lu sebenernya ga mau kita pacaran ?" tuduh Andra sewot.
"Ya gak gitu, dan gak salah juga !" gagap Mita.
"Terus ? Kenapa sikap lu jadi aneh, dan jadi menghindar terus dari gue ?" tanya Andra.
"Gue,,, gue,,, gak ngerasa gitu, kok !" elak Mita.
"Ya udah klo gak ngerasa, mungkin kita memang cuma cocok bersahabat aja, gak bisa pacaran," ucap Andra lesu.
"Gue cuma masih merasa aneh, kaget, sama perubahan drastis sikap lu, gue juga bingung harus bersikap bagaimana," lirih Mita yang sangat merasa bersalah.
__ADS_1
"Terus mau lu gimana ?" Andra sudah mulai menurunkan volume suaranya.
"Gue gak tau ! Gue seneng lu perhatian sama gue, gue juga seneng lu merubah gaya bicara lu ke gue jadi aku kamu, tapi,,, gue masih merasa malu dan canggung aja !" ungkap Mita.
Andra terdiam, meski dalam hatinya tersenyum, ternyata Mita sebenernya suka dengan apa yang dia lakukan, hanya saja kekasihnya itu masih sedikit gengsi.
"Terus kenapa kamu gak mau aku ajak ke rumah mamih ?" tanya Andra yang sengaja merubah panggilannya menjadi aku kamu lagi.
"Gue takut mamih tau kalo kita pacaran, gue belum siap, takut ternyata mamih gak suka !" lirihnya.
"Ya elah Mitong, belum apa apa udah takut, emang kalo mami tau kita pacaran terus kita langsung di kawinin, gitu ?" ledek Andra.
"Ishh, bukan gitu, tapi maksud nya pelan pelan nunggu kita agak lamaan dikit pacarannya, baru kasih tau mereka, gitu !" ujar Mita.
***
Tak terasa, hampir tiga bulan Andra dan Mita menjalin kasih, tak ada masalah yang berarti yang terjadi di antara mereka, David pun sepertinya sudah jarang menempati apartemennya karena kini dia sedang sibuk koas di rumah sakit, jadi dia sepertinya saking sibuknya seringkali tak sempat pulang ke apartemennya.
Hanya saja ada sedikit kabar kurang baik yang mereka dapati, dimana Lia kini sudah mulai aktif kuliah lagi, dan perutnya masih rata seperti sebelumnya, padahal kalau di hitung hitung, seharusnya usia kehamilan Lia kini menginjak sekitar lima bulanan, dan seharusnya perut Lia sudah membuncit dan terlihat besar, tapi tak ada tanda tanda kehamilan di diri Lia.
Mita sebenarnya agak sedikit was was, mengingat Lia satu fakultas dan satu jurusan dengan Andra, kemungkinan peluang untuk mereka bertemu dan kembali bersama sangatlah besar, dan itu membuat Mita sering di landa cemas dan ketakutan.
__ADS_1
Apalagi dia sangat tau kalau Lia sangat mencintai Andra, sepertinya Mita harus mencari tau apa yang terjadi antara Lia dan David sebenarnya, dan mengapa tak pernah ada kabar tentang pernikahan mereka.
"Hai, Mit !" sapa Lia yang tiba tiba muncul di hadapannya yang sedang melamun di parkiran perpustakaan kampus, karena janjian dengan Andra di sana.
"Ah, hai Li !" balas Mita datar.
"Ada yang perlu aku bicarain sama kamu, apa kamu ada waktu ?" tanya Lia.
"Ngomongin apa ?" Mita balik bertanya.
"Tentang David, aku bener bener ngerasa bersalah banget sama kamu, tapi ada yang perlu aku jelasin biar gak salah paham," urai Lia.
"Li, aku sama David udah gak ada hubungan apa apa, jadi kami gak perlu jelasin apa apa !" tolak Mita.
"Tapi tetap saja, aku merasa jadi satu satunya orang jahat di sini, menghianati pacar ku, juga menghianati kamu, sahabat ku !" sesal Lia.
"Santai aja kali, Li ! aku sama Andra udah maafin kalian, kok. Kita udah baik baik aja !" ucap Mita seraya menyampaikan kalau dirinya dan Andra tak ingin terlibat apapun lagi dengan Lia ataupun David.
"Kalian pasti udah gak mau sekedar berteman lagi sama aku ya ? Tapi aku memang salah, kalian pantas membenci ku !" pasrah Lia.
"Li, kita udah maafin kalian, dan memang sebaiknya kita gak usah terlibat apapun lagi agar tidak ada salah paham ke depannya," tegas Mita.
__ADS_1
"Tapi aku sama David udah putus,!" ucap Lia membuat Mita sedikit terhenyak kaget mendengarnya.