
Hari ini bisa dikatakan hari yang sangat dinanti oleh David, bahkan semalaman dia tak bisa tidur hanya demi ingin cepat cepat siang dan bertemu Mita.
Siang itu bahkan David tak henti melirik jam yang melingkar di tangannya, dia duduk gelisah di sebuah restoran mewah menanti kedatangan Mita yang bersikeras tak mau di jemput dari tempat lesnya, dan ingin datang sendiri kesana.Dengan alasan tak enak dengan Lia.
30 menit kemudian,
Mita terlihat datang dan menghampiri ke arah meja tempat David menunggunya.
" Kakaak... Maaf...aku telat ! " Cicit Mita lalu duduk di kursi yang berhadap hadapan dengan David.
Pria di hadapannya hanya tersenyum manis. Seakan tak mampu berkata kata karena pikirannya sedang tak karuan memikirkan dan menerka nerka jawaban apa yang akan di berikan Mita padanya.
Tak lama, makanan yang di pesan mereka datang .
" Sudah siap menjawab?" Todong David to the point, seolah tak sabar ingin mendengar jawaban Mita.
" Ihh Kakak, udah kaya Bapak bapak yang tadi jadi pengawas try out aja, kata katanya, 'sudah siap menjawab?'" Mita menirukan kata kata David sambil terkekeh.
" Ayolah Mit,, aku serius, kamu terima aku atau tidak ?" David dengan raut muka yang tegang.
Mita menghela nafas dalam,,
" Hmmh.. Kalau aku terima tapi ada syaratnya, Kakak bersedia ?" Tanya Mita ragu ragu.
" Apa ? Jadi pacar magang lagi? " David kesal.
__ADS_1
" Hahaha nggak lah.. Aku mau terima kakak jadi pacar beneran aku, tapi syaratnya Lia sama Andra ga boleh sampai tau kalau kita jadian, gimana, kakak sanggup ?" Tantang Mita.
" Kok gitu ?" David memicingkan matanya curiga.
" Aku gak enak sama Lia kak,," Terang Mita.
" Lalu sepupumu?" Tanya David,
" Ya kalau si Mandra tau, ntar dia ember trus bilang sama Lia, kan dia pacarnya." Oceh Mita pelan, seakan akan mencari alasan yang tepat untuk meyakinkan David.
" Sampai kapan,? gak mungkin kita pacaran umpet umpetan dari mereka, toh aku dan Lia sudah tak ada hubungan apa apa, memangnya kamu malu pacaran sama aku?" David setengah memojokan Mita.
" Bu- bukan seperti itu kak,, aku cuma pengen mereka tau seiring berjalannya waktu, tapi tidak dalam waktu dekat ini, tapi kalau Kakak keberatan dengan syarat aku,,, ya ga usah,, aku gak mau memaksa, kita kan masih bisa berteman baik." Mita seakan tak memberi pilihan lain bagi David selain menyetujui syaratnya.
" Baik lah, aku terima syarat kamu, berarti mulai hari ini aku resmi jadi pacar pertama kamu,ya... MESKI LIA DAN SEPUPUMU GAK BOLEH TAU " ujar David dengan penekanan di kata kata terakhir.
Setelah selesai makan, mereka menghabiskan hari berdua, jalan jalan, nonton, menikmati kebersamaan di hari pertama sebagai pasangan kekasih. Kencan pertama ceritanya.
***
Mita senyum senyum sendiri sambil melamun dalam kamarnya malam itu.
Dia tak menyangka akhirnya dia punya pacar untuk ysng pertama kalinya,
Sebenarnya, dia sangat ingin berbagi cerita dengan Andra seperti biasanya, karena tak pernah ada rahasia di antara mereka selama ini.
__ADS_1
Tapi entah mengapa untuk hal sepenting ini dia malah memutuskan untuk merahasiahkan dari sahabatnya.
Mita merasa belum siap memberi tau tentang dia dan David yang sudah jadian.
Ada perasaan mengganjal dan menolak dari hatinya untuk menceritakan hal itu pada Andra.
Mita tak bisa membayangkan bagaimana marahnya Andra, sebelumnya hanya karena tau dirinya ngobrol berduaan di apartemen David saja, mereka sampai tak saling sapa beberapa hari, apa lagi kalau tau mereka jadian,
' Iiiihhh,,,' Mita merinding membayangkan harus berantem dan musuhan selamanya dengan Andra,
' Jangan sampe...' Gumamnya menggetok getok kepalanya sendiri.
Tapi ada sedikit keanehan menggelitik di pikiran Mita, waktu Andra melihat dirinya keluar dari pintu apartemen David kemarin, Andra tak marah, bahkan tak menyinggung atau menanyakan apapun tentang hal itu.
' Apa Andra sudah bisa menerima kedekatan dirinya dengan David ?' Batinnya bertanya tanya.
Suara dering ponsel membuyarkan lamunan Mita
" Ada apa kak? Kangen ya,," Ledek Mita setelah melihat nama David tertera di layar ponselnya.
" Besok ke kampus bareng aku ya" Pinta David yang tau kalau besok Mita akan melaksanakan tes ujian masuk di universitas yang sama tempat dia menimba ilmu.
" Kayanya aku berangkat sama si Mandra deh kak,, maaf,, gapapa kan ? ntar ketemu disana aja ya,," Rayu Mita.
" Hmm ya udah, gapapa." Jawab David agak kecewa.
__ADS_1
Merekapun asik berbincang di telpon sampai larut malam, seakan bertahun tahun tak bertemu, padahal tadi siang saja mereka bersama.
Ya maklum lah namanya juga baru jadian masih lagi anget anget nya ya kaan....