Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Rencana


__ADS_3

Lia termenung sendiri di apartemen milik David yang kini di tempati nya, matanya memandang gedung gedung yang tinggi menjulang dari balik jendela kaca kamarnya.


"Mita, jangan harap kau bisa merebut Andra dari ku, dari awal aku sudah curiga kalau kau mempunyai perasaan lebih terhadap Andra, tapi kau cukup pandai menutupinya dengan topeng persahabatan yang seolah mengecoh semua orang, tapi tidak dengan ku ! Aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik ku, aku tak kan membiarkan kau dekat dengan Andra, meski pun hanya sebagai status teman atau sahabat !" gumam Mita yang ternyata sudah mengetahui status hubungan antara Mita dan Andra saat ini, namun dia sengaja pura pura tak tahu akan hal itu.


Ternyata benar firasat yang di rasakan Mita, kalau Lia mempunyai niat buruk di balik sikap manis dan rasa penyesalannya itu.


Seharian Lia tak keluar dari apartemennya, dia memikirkan dan merencanakan beberapa ide yang akan dia lakukan untuk melancarkan aksinya dalam rangka merebut kembali Andra agar menjadi miliknya lagi.


Lia tersenyum miring, dia ingat kalau hari ini jadwal kuliah Andra kosong, dan seharusnya Mita saat ini ada di kampus, baginya ini saat yang tepat untuk melancarkan aksi pertamanya.


Lia bergegas masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar tidurnya, dia lalu memutar paksa kran yang tertempel di dinding sampai kran itu patah, lalu dia tersenyum puas setelah berhasil merusak kran itu walau harus bersusah payah.


Kini Lia berdiri di depan pintu apartemen Andra memencet bel berulang kali dan menunggu si pemilik membukakan pintu.


Benar saja, Andra yang sepertinya masih tidur siang itu membuka pintu sambil mengucek matanya yang masih terasa lengket dan menginginkan kelembutan kasurnya lebih lama lagi.


"Eh, maaf,,, sepertinya aku mengganggu tidur mu !" ucap Lia berbasa basi.


"Hmm, ada apa ?" tanya Andra masih berdiri di pintu tanpa sedikitpun berkeinginan mempersilahkan Lia untuk masuk, apalagi saat ini Mita sedang tidak di rumah, akan kacau bila tiba tiba Mita pulang dan salah paham.


"Emh, aku mau minta tolong, tapi sepertinya kamu masih ngantuk," cicit Lia memasang wajah kebingungan.


"Ada apa ?" Andra mengulang psertanyaannya.

__ADS_1


"Emh, anu,,, itu kran di tempat ku patah, airnya terus keluar, apa bisa kamu membantu ku ? maaf, aku tidak tau harus meminta tolong siapa, kalau meminta tolong pengurus apartemen juga aku agak takut, karena itu kan bukan apartemen ku sendiri," urainya dengan wajah yang terus tertunduk seolah menggambarkan dirinya yang sedang benar benar menyedihkan dan butuh pertolongan.


"Tunggu sebentar, aku mencuci muka ku dulu," jawab Andra hendak masuk lagi ke dalam.


"Ah, kamu bisa mencuci muka di tempat ku, tak keberatan, kan kalau kamu ke tempay ku sekarang ?" ajak Lia.


Setelah sedikit berpikir, akhirnya Andra mengikuti ajakan mantan pacarnya itu tanpa ada pikiran apapun, niatnya hanya ingin menolong nya saja tak lebih.


Andra sedikit kikuk saat baru masuk ke apartemen milik David itu untuk pertama kalinya, bukan karena dirinya kini harus berduaan dengan Lia, tapi lebih karena dia membayangkan dulu Mita sering berduaan dengan David di tempat itu, memikirkan hal itu membuat darahnya sedikit panas, dan kesal.


"Sebelah sini !" ucap Lia membuyarkan lamunan Andra.


"Ah, iya !" jawab Andra,


Tapi tiba tiba Andra menghentikan langkahnya saat ternyata ruangan yang harus di masukinya itu sebuah kamar tidur, dia merasa risih bila harus masuk ke ruang pribadi orang lain, kecuali kamar Mita tentu saja.


Andra mengalah dan masuk ke satu satunya kamar di apartemen itu, memang di lantai itu semua apartemen nya hanya mempunyai satu kamar tidur saja, berbeda dengan apartemen yang Andra dan Mita tinggali, di lantai itu semua bangunan mempunyai dua kamar tidur dan berukuran lebih luas ukurannya.


Setelah hampir selama setengaj jam mengotak atik kran rusak itu akhirnya saluran air bekas kran itu berhasil di sumbat untuk sementara karena Lia tak menemukan kran cadangan di sana.


Saat Andra keluar dari kamar mandi itu, secara tak sengaja ekor matanya menangkap sebuah bingkai di meja kecil sebelah tempat tidur dimana gambar Mita dan David yang sedang bergandengan mesra tampak jelas di sana.


Secara refleks Andra menoleh ke arah bingkai itu dan mendekatinya untuk meyakinkan kalau di foto itu benar benar Mita.

__ADS_1


"Ah, itu,,, aku gak berani menyingkirkan barang barang milik David, aku kan hanya numpang di sini, jadi rasanya sungkan untuk menyentuh atau menyingkirkan barang barang pribadinya, apa lagi sepertinya foto itu sangat berarti untuk David," oceh Lia yang sengaja menempatkan bingkai itu di sana, padahal sebelumnya bingkai itu dia temukan tersimpan di laci lemari David.


"Kamu gak marah ?" sinis Andra.


"Tentu saja tidak, aku sudah lama tidak mempunyai perasaan padanya, aku juga bahagia jika David bisa kembali menjalin hubungan dengan sahabat mu itu, mereka terlihat serasi, David juga sangat mencintai Mita," urai Lia, hatinya terasa bahagia saat melihat perubahan wajah Andra yang kini sedikit cemberut, sepertinya dia sudah berhasil membuat pria itu kesal dan cemburu.


"Aku sudah selesai menyumbat air di kamar mandi mu, nanti tinggal memasang kran jika kamu sudah membelinya, aku permisi pulang !" Andra buru buru berpamitan seakaan tak ingin berlama lama mendengar ocehan Lia yang membuat darahnya mendidih seketika.


"Tunggu, aku sudah membuatkan mu makanan, kamu pasti belum sarapan, kan ? Anggap saja sebagai ucapan terima kasih ku !" Lia menarik lengan Andra dan menyeretnya ke dapur yang menyatu dengan ruang makan.


Disana sudah ada dua piring spaghetti tersaji di atas meja yang berbentuk seperti mini bar itu.


Namun Andra seperti enggan menuruti keunginan mantan pacarnya itu, dia tak ingin Lia beranggapan kalau dirinya memberi harapan padanya.


"Ayolah, aku sudah memasakan nya untuk mu, bukan kah ini makanan kesukaan mu ? Bukankah kita berteman ?" bujuk Lia sambil menuntun Andra agar duduk di kursi yang hanya ada dua dan letaknya bersebelahan.


Sedikit ragu Andra duduk di kursi itu, bersebelahan dengan Lia yang juga duduk di kursi tepat di sebelahnya.


"Jangan terlalu banyak berpikir, aku hanya ingin berteman dengan mu, tidak usah se canggung itu saat bersama ku, aku ibgin kita bisa akrab seperti sebelumnya, meski status kita tak bisa seperti sebelumnya," ucap Lia yang hari itu lebih banyak bicara di banding Andra yang memilih banyak terdiam.


"Aku dan Mita---" ucap Andra ragu ragu sambil mengaduk makanan di hadapannya.


"Aku tau, aku sudah sangat menyakiti perasaan kalian berdua, aku hanya ingin bersahabat dengan kalian, aku iri melihat persahabatan kalian yang sangat dekat !" sambar Lia yang lagi lagi memotong pembicaraan Andra, seakan tak ingin mendengar pernyataan Andra tentang statusnya dengan Mita.

__ADS_1


"Tapi, aku dan Mita sekarang,,,"


"Aku tau, sikap kalian sekarang mungkin tak akan bisa seperti dulu, tapi aku juga tak memintanya buru buru, aku hanya ingin berteman dengan kalian, itu saja !" tegas Lia.


__ADS_2