
Mita mondar mandir keluar masuk kamarnya seperti hendak mengatakan sesuatu pada Andra namun tak berani mengungkapkan.
Andra yang merasa terganggu dengan tingkah gak jelas pacarnya itu sontak saja langsung protes.
"Kamu ngapain sih, dari tadi bolak balik, mondar mandir kaya setrikaan !?" ujar Andra risih.
"Kamu mau nemenin aku ketemuan seseorang, gak ?" tanya Mita ragu ragu dan agak takut.
"Sama siapa ?" Andra mengernyitkan dahinya, tumben dia setakut itu ngajakin ketemuan seseorang, biasanya jga cuek aja.
"Emhhh,,, Lia, trus David juga !" ucap Mita takut takut.
"Ngapain ?" Andra seperti tak antusias sama sekali.
"Anu,,, itu Lia ingin minta maaf, katanya," jawab Mita.
"Kenapa harus ada David ?"sinis Andra jutek.
"Ya ga apa apa kali Ndra, mungkin Lia takut kalo ketemu kita sendirian, jadi minta di temenin David, emang kenapa sih, sensi amat denger nama David ?!" Mita mulai nge gas.
Sebetulnya pertemuan ini hasil dari obrolan dan ide dirinya dan David saat bertemu di lantai bawah tempo hari, mereka hanya tak ingin pertemanan yang terjalin sebelumnya menjadi hancur, meskipun tidak bisa baik lagi seperti sebelumnya, setidaknya hubungan mereka bisa biasa saja dan tidak bermusuhan.
***
__ADS_1
Di apartemen milik David,
Lia terus mengembangkan senyum di bibirnya, sesekali dia elihat wajahnya di cermin, namun anehnya bayangan yang dia lihat di sana bukan pantulan wajahnya, melainkan wajah David yang di rasa semakin mempesona di matanya.
Semenjak tragedi dirinya yang di tolong saat terjebak di suasana senjata makan tuan tempo hari, wajah David tiba tiba kembali menghiasi isi kepalanya, apalagi selama dua hari mantan pacarnya itu rela mengambil cuti meskipun melalui prosedur yang sangat sulit, hanya demi untuk menemani dirinya yang masih merasa down dengan kejadian itu.
Lia yakin, kalau di lihat dari besarnya perhatian David padanya, sepertinya pria itu masih menaruh hati padanya.
ak aal sikap perhatian David padanya membuat cintanya pada mantan kekasihnya yang sudah lama layu itu mulai tumbuh dan bersemi kembali.
Makanya, saat David mengusulkan untuk agar dirinya bertemu dengan Andra dan Mita dengan tujuan meminta maaf pada mereka, dia langsung menyetujuinya, terlebih saat David mengatakan akan mendampinginya, hatinya menjadi lebih tenang dan yakin untuk bertemu Andra dan Mita, bagaimana pun dirinya bersalah, dan sudah selayaknya meminta maaf.
'Aku akan menyatakan cintaku lagi pada David setelah pertemuan berakhir dan setelah semua maasalah clear, aku tak ingin menndanya terlalu lama, persetan jika aku harus mengungkapkan perasaan ku terlebih dahulu, karena aku yakin kalau David juga mempunyai perasaan yang sama seperti yang aku rasakan saat ini.' ucap Lia dalam hatinya.
Tekad Lia sudah sangat bulat, dia teramat yakin dengan pilihannya kali ini, kembali menjalin hubungan dengan David adalah hal yang paling benar, sudah tak dapat dia ragkan lagi kalau kini dirinya kembali merakakan jatuh cnta untuk yang kedua kalinya pada mantan pacarnya itu.
Suara dering ponsel tanda pesan masuk membuyarkan lamunan Lia, segera di bacanya pesan itu.
Pesan yang ternyata dari Davidyang mengatakan kalau dirinya sudah menunggu di basement apartemen, dia ada sedikit urusan jadi tak bisa menjemput Lia naik.
Lia yang sudah bersiap semenjak tadi bergegas turun guna menghampiri calon pangerannya yang pernah dia sia siakan di waktu sebelumnya, ah,,, betapa bodohnya Lia.
Andai saja waktu itu dia tak menolak ajakan David untuk menikah saat dirinya masih mengandung bayi yang akhirnya harus pergi da melepas ikatan keterpaksaa di antara mereka, mungkin saat ini dirinya sedang menikmati masamasa indah bulan madu dengan pria yang semenjaak jaman sekolah sudah menjadi kekasihnya itu.
__ADS_1
"Hai Li, cantik amat kamu pake baju itu !" sapa David saat Lia baru sampai di basement dan hendak memasui mobilnya.
Wajah Lia sedikit merona menerima pujian David untuknya.
"Aku agak sedikit gugup," kata Lia tak bisa menutupi ketakutannya hendak bertemu dengan Andra dan Mita yang akhirnya menyetujui pertemuan itu.
"Tenang saja, ada aku, lagi pula setahu ku, Andra dan Mita bukan orang pendendam, mereka orang yang baik dan penuh pengertian," ucap David berusaha mengikis ketakutan yang kini sedang di rasakan Lia.
"Apa mereka akan memaafkan ku ? Bagaimana kalau mereka tak bisa memaafkan ku ?" tanya Lia, tanganny memilin ujung rok yang di pakainya, sungguh dia tak bisa menyembunyikan ketakutannya.
"Sudahlah, jangan berpikiran yang tidak tidak, lebih baik berdo'a meminta yag terbaik apapun hasilnya itu, aku yakin Tuhan lebih tau yang terbaik untuk mu," ucap David bijak.
Dari kejauhan terlihat Andra dan Mita sudah berada di restoran tempat mereka janjian, langkah Lia berubah pelan, kakinya seakan terasa berat untuk melangkah.
Di luar dugaan, Mita justru menyambut kedatangan Lia da David dengan hangat, berbeda dengan Andra yang terkesan cool, tak bersikap ramah, namun juga tidak bersikap angkuh.
Lia memilih untuk duduk berhadapan dengan Mita, pandangannya terus menuju ke bawah, seakan dia tak berani mengangkat wajahnya di hadapan Andra dan Mita.
"Bagaimana kabar mu, Li ?" tanya Mita berbasa basi, meski Mita sudah dapat menebak kalau perasaan Lia saat ini pasti sedang tidak baik baik saja.
Bukan maksud untuk mengejek, hanya saja bukankah kalau dirinya tidak memuai pembicaan terlebih dahulu, mereka akan tetap membis, dan Mita tak suka dengan keadan canggung seperti itu.
Obrolan mereka berjalan baik dan lancar, apalagi Andra dan Mita juga dengan lapang hati mau memaafkan kesalahan Lia.
__ADS_1
Setelah semuanya di rasa sudah selesai, kini Lia akan mengalami ketegangan yang lain dimana dia akan menyatakan cinta pada David dan mengajaknya untuk kembali menjalin hubungan, dan kali ini dia yakin david tak akan bisa menolak pesona nya.
"David, ada yang perlu aku sampaikan pada mu !" Lia mencekal pergelangan tangan David agar memberinya sedikit energi untuk menjalankan misinya menyatakan cinta pada pria tampan di hadapannya itu.