
Hari minggu, dimana biasanya Andra dan Mita hanya menghabiskan waktu mereka di dalam ruangan sekedar nonton atau bermain game bersama, seperti itulah kebiasaan mereka, tak pernah berubah dari jaman mereka berteman sampai sekarang berpacaran, Andra juga tak pernah melewati batas meski mereka statusnya kini berpacaran dan tinggal satu atap.
Andra sangat menghormati dan menghargai Mita, dia tak ingin 'merusak' kekasihnya itu, paling juga hanya sekedar mencium pipi atau bibir, itupun sangat jarang terjadi.
Bel pintu berbunyi saat Andra dan Mita baru saja hendak sarapan.
"Siapa yang bertamu pagi pagi begini ?" gerutu Andra, merasa kebersamaannya dengan Mita sedikit terganggu.
"Aku saja yang buka, kamu siapin makanan !" ucap Mita berjalan menuju pintu.
Sudah Mita duga, siapa lagi yang datang bertamu tanpa tau waktu, tentu saja Lia, akhir akhir ini Lia memang jadi sering mampir, ada saja alasan dia untuk datang, dari mulai pinjam buku, pinjam sapu, males dan bosan sendirian, pokoknya beribu alasan.
Mita bukan perempuan bodoh, tentu saja dia tau kalau apa yang di lakukan Lia itu hanya untuk agar demi dirinya bertemu dengan Andra, terlihat jelas di matanya kalau dia masih menyimpan rasa cinta yang begitu besar untuk Andra, namun berpura pura mendukung hubungannya dengan Andra.
Terkadang sikap Lia itu membuat Mita jengkel, namun, Mita harus bisa menahan diri, dia tak ingin di katakan cemburu buta oleh Andra jika mengungkapkan apa yang dia rasakan tentang Lia.
Mita ingin Lia membuka topeng nya sendiri di hadapan Andra.
"Siapa Mit ?" seru Andra.
"Aku, " jawab Lia yang kini berdiri di meja makan yang sedang Andra tata.
Andra hanya tersenyum tipis lalu meneruskan kegiatannya,
"Perlu bantuan ?" tanya Lia.
"Ah, tidak,,, ini sudah selesai," tolak Andra dengan halus.
__ADS_1
"Ndra, hari ini aku mau ke tempat Dina ngerjain tugas, kamu gak apa apa kan, di rumah sendiri, lagian ada Lia, kan bisa nemenin kamu !" ucap Mita, entah apa yang dia pikirkan dan rencanakan, bukankah dia tau kalau Lia sedang berusaha mendekati Andra dengan gencarnya, tapi mengapa justru malah sengaja dia tinggalkan Andra bersama lia berduaan di tempat itu.
Andra mendelik ke arah Mita, seakan ingin mengatakan "Kamu apa apaan ?" tapi dia tak sampai hati berkata begitu karena takut menyinggung perasaan Lia.
"Apa tak sebaiknya aku antar saja, Mit ?" ucap Andra berusaha melarikan diri dari jebakan Mita yang sepertinya sengaja ingin dirinya berduaan dengan Lia.
"Tidak perlu, Dina sedang ke sini menjemput ku, dia kebetulan sedang berada di daerah dekat sini." tolak Mita, yang membuat Andra merasa sedikit kecewa dengan jawaban Mita.
Lain halnya dengan Lia yang kini hatinya berbunga bunga, dia merasa kesempatan itu akhirnya datang juga padanya, beberapa rencana bahkan sudah dia sekenariokan langsung di kepalanya, untuk membuat Andra kembali melirik dirinya.
'Sialan, apa yang di rencanakan Mita sebenarnya, bisa bisanya dia sengaja meninggalkan ku dengan Lia di sini,' kesal Andra yang hanya bisa dia utarakan dalam hatinya saja.
"Tolong temani Andra ya, Li ! Dina sepertinya sudah menunggu ku di bawah," ucap Mita pada Lia, yang lalu di sambut dengan senyuman hangat dan anggukan kepala dari Lia.
"Sayang, aku pergi dulu, ya !" pamit Mita pada Andra seraya mengecup pipinya sekilas, namun Andra menahan tubuhnya untuk tetap di dekatnya.
"Bercanda mu gak lucu !" bisik Andra tepat di telinga Mita.
"Hmmm,,, oke hati hati di jalan dan cepat pulang !" ucap Andra dengan wajah tertekannya mengantarkan Mita sampai pintu dengan berat hati.
"Ada apa Ndra ?" tanya lia yang melihat wajah Andra seperti menegang.
Namun Andra hanya menggeleng seraya menenangkan dirinya dan membuat sikapnya sewajar mungkin di hadapan Lia.
"Aku ganggu, ya ?' tanya lia.
"Tidak juga, aku tidak sedang ada kesibukan apapun hari ini," jawab Andra.
__ADS_1
"Oh iya, laptop ku sepertinya bermasalah, apa kamu mau memeriksanya untuk ku ?" Lia mulai melancarkan aksi nya.
"Di--- tempat mu ?" tanya Andra ragu.
"Oke, ayo !" ucap Andra setelah mendapat anggukan dari Lia yang penuh harap.
'Mitong,,, kebangetan lu ya !' gerutu Andra mengumpat Mita dalam hatinya.
Tring,,,
Suara pesan masuk ke ponsel Andra.
Tampak sebuah pesan dari Mita yang membuat dada Andra ssemakin panas dan bergemuruh saat membacanya,
'Semangat,,,!' hanya satu kata pesan yang di tuliskan Mita, tapi sungguh benar benar membuat emosinya memuncak dan darah di kepalanya seperti mendidih.
Bagaimana tidak,ini gara gara kemarin malam dirinya berdebat dengan kekasihnya itu, Mita mengatakan kalau Lia punya niat buruk dan berusaha menggodaku, sementara Andra bersikukuh kalau Lia sudah dapat menerima keputusan mereka untuk berpisah baik baik dan kini Lia hanya tulus ingin berteman saja dengan Mita dan dirinya.
Tapi Mita tak menyerah begitu saja, Mita menantang Andra untuk membuktikan sendiri, bagaimana sifat Lia yang sebenarnya jika Andra berduaan dan memberi sedikit saja sinyal cinta pada mantannya itu.
Bukan apa apa, Mita bertindak seperti itu agar Andra tau dan bisa menentukan sikap, karena sepertinya selama ini Andra begitu percaya kalau Lia benar benar tulus mendukung hubungan Mita dan Andra.
Jujur saja yang membuat Andra ketakutan saat ini adalah, takut jika yang di katakan Mita itu benar adanya, dan sebenarnya dia tak ingin hubungannya dengan Lia menjadi buruk, karena bagaimana pun kedepannya dia tetap akan sering bertemu dengan mantannya itu, mengingat mereka satu fakultas, dan rasanya tak enak hati bila harus sering bertemu tapi dalam keadaan hubungan mereka yang tak baik.
***
Ramaikan lapak Bodyguard nya othor yuk kak,,,
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak, like, favorit dan vote nya.