
"Tapi aku sama David udah putus,!" ucap Lia membuat Mita sedikit terhenyak kaget mendengarnya.
Semakin was was saja rasanya hati Mita saat mendengar penyataan Lia yang mengatakan antara dirinya dan David sudah tak bersama lagi, tapi, bagaimana bisa, bukankah Lia hamil, dan itu berarti mereka seharusnya menikah, bukannya putus seperti yang di ucapkan Lia barusan.
"Emh,,, maksudmu ? Kalian sudah ?" Mita ragu ragu untuk membuka pembicaraan dengan Lia.
"Ya, kami sudah selesai, orang tua kami masing masing juga sudah tau, kalau kami sudah tak saling mencintai dan sudah tidak bersama sama lagi," terang Lia.
"Tapi, bukankah kamu---" Mita melirik perut Lia yang terlihat rata.
"Oh, tentang kehamilan ku, sebulan yang laalu aku mengalami keguguran, mungkin Tuhan lebih tau kalau kelak anak itu akan menjadi anak yang menyedihkan karena terlahir dari kesalahan orang tuanya yang tak saling mencintai lagi," jawab Lia tersenyum hambar, sambil mengelus perutnya, seraya memberitahukan kalau kini sudah tak ada janin hasil perbuatannya dengan David di perutnya, dan kini dia wanita bebas, karena antara dirinya dan David sudah selesai.
"Kesalahan ?" Mita mengernyitkan dahinya kembali.
"Aku dan David sama sama mabuk waktu itu, dan terjadilah hal yang tidak di inginkan, padahal kami sama sama sudah tak saling mencintai, dalam bayangan ku saat itu aku tidur dengan Andra, begitupun David yang katanya membayangkan sedang bersama mu malam itu," Ingatan Lia seakan kembali ke beberapa bulan yang lalu dimana mereka bertemu di salah satu klub malam saat menghadiri pesta ulang tahun salah satu kerabat Lia, dan mereka sama sama mabuk malam itu.
Mita tersenyum kecut mendengar cerita Lia yang seolah tanpa beban menceritakan aib mereka padanya, sementara saat itu David masih menjalin hubungan dengannya, apa Lia tak merasa risih atau setidaknya menjaga perasaan Mita, tapi ya sudahlah, lagi pula saat ini Mita sudah melupakan kisahnya dengan David, karena dia sudah menemukan cinta yang sebenarnya, yang ternyata selama ini tanpa dia sadari ada di depan matanya.
"Mit----" ucapan Andra terhenti kala dia melihat sosok Lia yang berdiri di sebelah kekasihnya.
"Ndra,,, apa kabar ?!" Lia langsung berhambur memeluk Andra yang terlihat canggung karena Mita sedang memelototinya saat ini.
"Emhh, baik,, kabar ku baik !" jawab Andra mengurai pelukan Lia, sikapnya kini menjadi kaku, dia seakan bingung dalam bersikap.
"Aku gak jadi cuti kuliah, dan mulai minggu ini aku sudah aktif kembali, tolong ajari aku beberapa mata kuliah yang tertinggal ya !" pinta Lia tanpa merasa bersalah sedikit pun atas apa yang telah fi perbuatnya pada Andra.
__ADS_1
"Bukan kah kamu tau, kalau aku itu bukan anak yang rajin, jadi,,, sepertinya salah alamat kalau kamu minta di ajari oleh ku !" tolak Andra.
"Kamu masih marah ?" lirih Lia sambil menggenggam tangan kanan Andra, tanpa menghiraukan kehadiran Mita di sana, seolah di tempat itu hanya ada mereka berdua saja.
"Li, tolong jangan seperti ini,, aku tidak marah, bahkan sedari awal kamu memberi tahu ku tentang kehamilan mu, bukan kah aku menerima semuanya dengan lapang dada ?" Andra buru buru menepis tangan Lia sebelum urusannya dengan Mita menjadi runyam.
"Tapi aku sudah tak bersama David,, kami sepakat untuk mengakhiri semuanya dan juga menceritakan semuanya pada orang tua kami, setelah aku mengalami keguguran," urai Lia.
"Lantas, apq hubungannya dengan ku ? Kita bahkan sudah selesai jauh sebelum kamu dan David selesai !" sinis Andra.
"Andra, kamu masih marah pada ku, aku minta maaf, aku tau aku udah nyakitin kamu, tolong beri aku kesempatan," rengek Lia mengguncang bahu Andra dengan wajah sedihnya.
"Lia ! Tolong jangan seperti ini ! Aku sudah memaafkan mu sedari awal, dan aku juga tak marah pada mu, lagi pula sekarang aku sudah punya kekasih," kesal Andra.
"Ndra, ayo,,, aku laper !" ajak Mita.
Andra langsung berbalik ke arah Mita dan setengah tak percaya dengan apa yang baru saka di dengarnya.
"Kenapa ? Ada apa Mit ?" tanya Andra.
"Aku laper !" ucap Mita sengaja memperjelas ucapannya.
Andra tersenyum dan langsung menggandeng bahu Mita meninggalkan Lia yang menatap dua orang yang setahu dirinya mereka itu sepasang sahabat, tapi seakan ada yang aneh dan tak biasa dengan mereka, pikir Lia.
"Katakan sekali lagi !" pinta Andra.
__ADS_1
"Gue laper !" kata Mita.
"Bukan, bukan seperti itu, yang seperti tadi," protes Andra.
"Aku laper, aku laper, aku laper !" ucap Mita sambil tersenyum malu.
Cup !
Andra mencium pipi Mita gemas.
"Makasih, aku seneng banget dengernya !" ucap Andra.
Pipi Mita spontan langsung merona menerima ciuman tiba tiba dari Andra, hubungan mereka itu memang aneh, keseharian mereka masih tetap seperti saat mereka masih menjadi sahabat, tak banyak yang berubah kecuali status mereka, selebihnya hampir masih sama, jarang banget bahkan bisa di katakan tidak pernah Andra bersentuhan seperti ciuman dan hal hal lain yang biasanya orang pacaran lakukan, terakhir kali mereka berciuman itu pada saat mereka pertama jadian waktu di kafe.
Selebihnya mereka paling hanya sekedar bergandengan tangan atau berpelukan, dimana dulu pada saat mereka belum berpacaran pun sering mereka lakukan.
"Hah,,,, Andra mencium pipi Mita ? Ada apa sebenarnya dengan mereka ?" kaget Lia yang menyaksikan dari kejauhan saat Andra mengecup sekilas pipi Mita, sungguh pemandangan itu benar benar membuat hati Lia mendidih.
Lia yang masih menyimpan perasaan cintanya pada Andra sangat tidak rela jika Andra di miliki oleh perempuan lain, baginya Andra harus tetap menjadi miliknya sampai kapan pun, sudah banyak yang dia korbankan demi agar dia bisa mengejar kembali cinta Andra seperti sebelumnya, dia membatalkan rencana pernikahannya dengan David, dan mengambil resiko di musuhi orang tuanya karena menolak di nikahkan dengan David yang sudah lama menjalin cinta dengannya dan di setujui kedua belah pihak orang tua masing masing.
Lia rela keluar dari rumahnya sebagai konsekuensi karena dia tak mau di jodohkan dan di anggap telah membuat malu keluarga, kini dia harus kuliah sambil bekerja, tapi semua dia jalani dengan keyakinan dalam hati kalau Andra akan menerimanya kembali dan membuka lebar lebar kedua tangannya untuk memeluknya kembali.
Tapi ternyata apa yang kini di hadapinya sungguh di luar ekspektasinya, Andra mengatakan kalau dia kini sudah mempunyai kekasih baru, belum lagi sikap janggalnya saat bersama Mita, tapi baginya mustahil jika Andra menjalin kasih dengan Mita.
Namun jika memang itu Mita atau wanita mana pun, Lia tak akan gentar untuk bersaing dan akan berusaha merebut kembali cinta Andra.
__ADS_1