
Mungkin ini yang sering orang bilang sakit tapi tak berdarah, itulah yang sedang Andra rasakan saat ini.
Di tengah perasaannya yang sedang patah hati,dan tak ada seorang pun yang tau, di depan semua orang dia harus terlihat baik baik saja.
Bahkan harus rela tersenyum saat David berkunjung ke tempatnya untuk menemui Mita, padahal di balik senyumannya itu hatinya hancur lebur berdarah darah. (lebay banget)
"Mandra... Lu berangkat duluan aja, gue udah janjian mau berangkat bareng David ntar," Ujar Mita pagi itu ketika kepala Andra nongol di balik pintu kamarnya
"Hmm,," Jawab Andra dengan senyum kecut dan langsung pergi, dia sebenarnya memang mau ngajak Mita berangkat bareng.
'Si Covid aja terus yang lu pentingin,, ga usah peduliin gue,, ga usah urusin gue,,, gue udah ga penting lagi buat lu emang sekarang,,' gerutu Andra sepanjang perjalanan ke kampus sambil nyetir dengan muka yang kesal karena menurut dia sekarang Mita semakin jauh darinya semenjak pacaran sama David.
***
Mita
Sedangkan Mita sebenarnya merasa ada yang aneh dari sikap Andra semenjak dia jujur sudah resmi pacaran sama David, sikap Andra terkesan cuek pada dirinya, bahkan Andra tak pernah protes, apalagi marah meski dirinya sering pergi atau menghabiskan waktu sama David, bahkan kadang David datang ke tempatnya sekedar berkunjung, tapi Andra juga cuek saja.
Dan menurut Mita itu bukan Andra banget, karena Andra itu tipe manusia pendendam yang gak mungkin baik begitu saja terhadap orang yang di bencinya.
Oh iya ada satu lagi perubahan sikap Andra yang sebenarnya bikin Mita aneh sekaligus selalu terbakar emosi, karena sekarang sekarang ini Andra sering pamer kemesraan di hadapannya kalau sedang bersama Lia, dia tak sungkan memeluk bahkan mencium Lia di depan mata Mita.
Sungguh itu bukan Andra,
mungkin di hadapan orang lain dia bisa bersikap seperti itu, tapi kalau di depan Mita Andra tak pernah berani sevulgar itu, sedari dulu.
Sialnya, Mita justru selalu merasa sangat marah melihat perubahan itu, walau hanya sekedar melihat Andra bergandengan tangan dengan Lia saja, itu sudah cukup menyulut emosi Mita, entah kenapa.
***
Seperti sore itu ,
__ADS_1
sepulang kuliah, saat Mita baru saja membuka pintu apartemen dia melihat Andra dan Lia sedang duduk di sofa ruang tengah, mereka sedang menonton film sepertinya ,seketika Mita emosi jiwa,
Terlebih saat Andra menyadari kedatangan Mita, dia sengaja memeluk mesra Lia.
"Harus banget ya peluk pelukan? Tadi juga perasaan duduknya biasa aja, kenapa gue dateng trus jadi mesra mesraan gitu !" Cerocos Mita yang tiba tiba emosinya meledak ledak.
"Diih...! Kenapa lu,, baru dateng ngamuk ngamuk, salah minum obat lu ?" Canda Andra, dan malah dia semakin sengaja mencium mesra pipi Lia saat Mita berjalan melewati mereka.
"Lu tuh, yang perlu berobat, biar penyakit mesum lu sembuh !" Teriak Mita sambil masuk kamar dan tak lupa membanting pintu sekencang mungkin.
"Kenapa Mita Yang? Apa lagi berantem sama David?" Tanya Lia yang sudah tau kalau Mita pacaran dengan mantan kekasihnya itu.
"Tau,,, kesambet setan kampus, kali " Andra sengaja mengencangkan volume suaranya biar Mita denger.
Sebenernya, di hati Andra juga sedsng khawatir, takutnya apa yang di bilang Lia itu benar, jangan jangan Mita di sakitin, di selingkuhin,, dan banyak lagi pikiran aneh di kepala Andra, tapi dia pura pura so cool di depan Lia.
***
Dikamar Mita,
Yang jelas Mita marah, kesal, dan sedih teramat sangat saat melihat Andra bermesraan tadi dengan Lia.
Tapi kenapa ?
Tok,,, tok,,, tok,,,
"Mitong,,,makan malem dulu yuk !" Panggil Andra dari balik pintu kamar Mita.
Lama andra berdiri dan mengetuk ngetuk pintu kamar Mita, tapi tak ada jawaban.
Karena penasaran dan tentu saja khawatir terjadi apa apa, Andra membuka pintu kamar Mita yang tak terkunci.
__ADS_1
Mita sedang terlelap masih memakai baju yg tadi sore dia pakai.
"Mitong.. bangun,, temenin gue makan yuk," Andra menepuk nepuk pipi Mita yang masih terasa lembab karena air mata.
Sepertinya Mita menangis sampai tertidur tadi.
"Ngapain lu disini,! Sana minta di temenin makan sama pacar lu !" Hardik Mita masih emosi tingkat dewa ketika membuka mata dan mendapati sahabatnya duduk di tepi ranjangnya.
"Lu kenapa sih? Lu abis mewek?" Tanya Andra kaget begitu melihat mata Mita yang bengkak dan sembab
"Ga,,, siapa yang nangis !" Elak Mita.
"Noh ngaca ! Mata lu bengkak gitu," Andra menunjuk ke arah cermin meja rias di pojok kamar Mita.
Mita kaget melihat bayangan wajahnya di cermin yang terlihat kacau dengan mata bengkak, Tapi kan ga mungkin dia bilang kalau dia nangis karena liat Andra bermesraan sama Lia (siapa elu marah marah ?)
"MITA...! Apa si Covid nyakitin lu?" Bentak Andra yang melihat Mita hanya terdiam sedari tadi memperhatikan wajahnya di cermin.
"Ko jadi bawa bawa David,, ga ada hubungannya sama dia, kali !" Suara Mita jadi pelan ketika mendengar Andra memanggil namanya dengan benar.
Karena ketika Andra memanggil dirinya dengan nama dia yang sebenarnya bisa dipastikan pertanda dia marah, sangat serius dan berbahaya
"MITA,, lu tadi sore dateng marah marah, trus sekarang mata lu sampe bengkak abis mewek, trus kenapa ? Ada apa, hah?" Andra makin terpancing emosi
"Gue cuma kangen ibu" Mita terpaksa berbohong, karena ga mungkin dia jujur dengan apa yang kini tengah dia rasakan
"Besok selesai kuliah kita pulang ke Bandung ya, jangan mewek lagi gue ga bisa liat lu kaya gini" Andra memeluk tubuh sahabatnya
"Mandraaa huuuuuhuuuhuuu " Mita malah semakin nangis sejadinya di pelukan Andra, dan lagi lagi tak atau apa yang menyebabkan dia menangis.
Dia bingung rasa apa yang dia alami saat ini, dan apa yang terjadi dengan hati dan perasaannya.
__ADS_1
Begitupun Andra yang tak kalah bingung menghadapi sikap Mita yang aneh, seperti sekarang tiba tiba saja menangis di pelukannya, tanpa dia tau kenapa alasannya, kalau alasannya cuma kangen ibu seperti yang dia bilang, ga mungkin dia nangis kejer kaya gini, pikirnya.
Andra hanya bisa mengusap usap kepala dan punggung sahabatnya itu untuk membantu menenangkan perasaannya.